Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 433 - Bakteri


__ADS_3

"Kenapa bisa menempel di tubuhku...!? Aku sudah melihat jelas bahwa tidak ada gumpalan yang mendekati diriku...!!!" Seru Rokuro keras.


Shuan melebarkan matanya ketika melihat atap rumah yang Rokuro injak mulai diselimuti dengan gumpalan biru itu, gumpalan itu juga bahkan bisa menyebar dalam skala besar tetapi sekarang ukurannya menjadi kecil.


"Aku tadi memperhatikan dirimu, Rokuro... tidak ada gumpalan yang menyerang dirimu tetapi ketika kau berbicara, aku bisa melihatnya!" Kata Asriel.


Gumpalan itu masih memiliki kemampuan untuk mengubah apa pun menjadi bakteri walaupun ukurannya yang kecil.


Gumpalan kecil itu bisa menyebar dalam skala yang cukup besar bahkan sampai menyelimuti rumah yang di injak oleh Rokuro menjadi gumpalan biru.


"Shuan...!" Rokuro menatap Shuan yang bergerak menuju arah dirinya, mencoba untuk membantu dengan mengulurkan lengan kanannya yang memegang Golden Earth.


"Tidak, Shuan!!! Gumpalan itu memiliki kemampuan lainnya, mereka mampu berpindah dengan bakteri yang sudah menempel dengan sesuatu, aku melihatnya!!!" Seru Asriel keras.


Ia baru saja melakukan sebuah percobaan kecil dimana ia mendekati satu gumpalan yang berada di sebelah kanannya.


Gumpalan yang memiliki ukuran sama itu tiba-tiba menghilang dan menempel di bahu kirinya itu karena seluruh tubuhnya dipenuhi dengan bakteri yang disebabkan oleh gumpalan biru yang menyelimuti kakinya, musuh yang menyebabkan semua ini pasti memiliki kemampuan yang berkaitan dengan bakteri.


"Berpindah dengan bakteri...? Itu artinya--- Ahhh!!!" Tapak tangan kanan Shuan mulai diselimuti dengan gumpalan kecil yang menyebar di kelima jarinya itu.


Mencoba untuk mengubahnya menjadi bakteri walaupun memakan waktu yang lumayan lama tetapi ia bisa merasakan rasa nyeri di jari-jarinya itu.


"Semua orang sudah pasti akan memiliki bakteri yang menempel di tubuh mereka, padahal aku sudah mandi tetapi wilayah ini sepertinya sangat kotor."


"Dipenuhi dengan bakteri berjenis apa pun sehingga semua gumpalan itu dapat berpindah asalkan terdapat bakteri di tempat itu..." Ungkap Shuan dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Ketika kita menginjak pantai, aku bisa melihat banyak sekali sampah yang berserakan dimana-mana dan Asriel tidak sengaja menendang satu kaleng kosong yang begitu kotor."


"Kemungkinan kaleng itu mengandung bakteri dan bakteri itu menempel di kakinya jadi gumpalan itu bisa melakukan perpindahan ke kakinya, a-aku mengerti sekarang...!"


"Gumpalan itu ternyata makhluk hidup yang menyukai bakteri... mereka mendeteksi musuh dengan bakteri yang menempel, gumpalan itu seperti makhluk hidup merugikan yang mengubah sesuatu menjadi bakteri!"


"Seperti parasit yang menyebar?! T-Tapi... b-bagaimana kita bisa menyerang!?" Seru Shuan keras.


Eldamon memperhatikan wilayah perumahan itu dipenuhi dengan gumpalan peliharaannya yang sudah berkembang biak karena memakan semua bakteri itu.


Tidak ada harapan untuk mereka sepertinya karena menggunakan sihir saja tidak berhasil karena gumpalan itu langsung menyerapnya dan mengubahnya menjadi bakteri.


"Tidak ada harapan... tetapi Legenda adalah ras keras kepala yang tidak akan pernah berhenti mencoba, gumpalan peliharaanku sangat menyukai bakteri bahkan tubuhnya dapat mengubah apa pun menjadi bakteri untuk dimakan."


"Ia juga bisa melepaskan bakteri itu untuk melakukan perpindahan." Eldamon tersenyum lalu ia melihat Grust yang tertawa terbahak-bahak karena ia puas dengan pemandangan yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


"Shiratori Shuan sepertinya sudah mengetahui kemampuan yang aku miliki, berkaitan dengan bakteri benar tetapi... apakah mereka bisa lolos dari semua gumpalan itu yang perlahan-lahan mengubah diri mereka menjadi bakteri?"


"Intinya aku harus berhati-hati dengan Asriel yang jauh lebih cerdas dan strategis dibandingkan mereka sedangkan Rokuro memiliki kemampuan yang cukup menyebalkan."


"Apakah kita harus menyingkirkan Shiratori Shuan terlebih dahulu, Eldamon?"


"Dia lebih menyusahkan dibandingkan mereka karena memiliki kemampuan yang dapat memulihkan luka apa pun, kemungkinan besar ia akan menggunakan Golden Earth untuk menghilang semua bakteri itu." Kata Grust.


"Sekarang mungkin sulit... mereka sudah mengetahui kemampuan bakteri dan gumpalan itu."


Eldamon menunjuk ketiga Legenda itu yang sedang berdiskusi untuk mengalahkan kemampuan bakteri dan gumpalan ini yang benar-benar berbahaya karena dapat mengubah tubuh mereka menjadi bakteri.


Jika mereka sudah menjadi bakteri maka gumpalan itu akan memakannya dan membunuh mereka dengan mencernanya.


"Semua tempat ini sudah dipenuhi dengan bakteri, gumpalan itu bisa melakukan perpindahan dengan syarat tempat itu mengandung jumlah bakteri yang besar."


"Bukan hanya itu saja tetapi mereka berkembang biak dengan cepat, ukuran gumpalan itu jika semakin kecil maka akan menyebabkan pencernaan lebih cepat!" Kata Asriel.


Mereka sempat melakukan eksperimen dengan menggunakan hewan emas yang keluar melalui Golden Earth.


Hewan percobaan itu adalah seekor kelinci dan mereka dikejutkan dengan jumlah gumpalan yang banyak mencoba untuk mencerna kelinci itu menjadi bakteri lalu memakannya dengan cepat.


Sekali ia melakukan pergerakan maka semakin banyak bakteri yang akan menempel di tubuhnya, membuat gumpalan itu semakin berdatangan untuk menyerang tubuhnya.


Mereka saat ini tetap berdiri tegak dan mencoba untuk tidak melakukan pergerakan apa pun kecuali berbicara, Shuan sempat melindungi lubang hidung, telinga dan mulut mereka dengan cahaya untuk mencegah bakteri masuk ke dalam lubang-lubang itu.


"Wilayah ini dipenuhi dengan bakteri yang sudah menempel dimana-mana bahkan sebagiannya sudah melayang, kita menggunakan sihir saja maka sihir itu akan diselimuti dengan bakteri, membuat gumpalan itu menganggapnya sebagai makanan."


"Mereka tidak akan mati karena bakteri itu seperti nyawa bagi mereka, semua gumpalan itu tidak peduli dengan serangan yang dapat membunuh mereka karena mereka dapat berkembang biak dan membelah diri dengan cepat!"


"Golden Earth!!!" Shuan mulai melepaskan cahaya berjumlah besar melalui bulan emas itu sehingga menakuti seluruh gumpalan itu.


Mereka semua mulai berpindah ke tempat yang dipenuhi dengan bakteri karena cahaya yang dilepaskan oleh bumi emas itu mengandung sesuatu yang dapat membunuh bakteri dengan cepat.


"Ahh! Aku mengerti sekarang, Golden Earth yang kau miliki itu tetap bumi... itu artinya kau dapat memiliki efek apa pun yang dimiliki oleh bumi bukan?"


"Cahaya yang kau lepaskan tadi pasti terkandung dengan antibiotik." Kata Rokuro.


Ia sekarang bisa bergerak dengan bebas karena semua bakteri itu langsung mati ketika menerima serangan cahaya tadi.


Asriel menghela nafas panjang karena ia masih bisa melihat kakinya, walaupun sebagian kulitnya menghilang Shuan memulihkan luka itu dengan menyelimutinya dengan tumbuhan emas yang keluar melalui bumi emas itu.

__ADS_1


Sekarang mereka bisa bergerak dengan bebas tetapi harus berada di jarak yang dekat dengan Shuan agar ia bisa menghapus semua bakteri itu menggunakan cahaya dari Golden Earth.


"Kerja yang bagus, Shuan, asalkan kita memiliki bumi emas itu maka tidak ada bakteri yang ingin mendekati atau menempel di tubuh kita." Kata Asriel.


Eldamon merapatkan giginya lalu mulai mengacak-acak rambutnya karena kesal melihat Shuan yang dapat menghapus semua bakteri itu dengan cahaya bumi yang mengandung antibiotik di dalamnya, ketiga Legenda itu sekarang mencoba untuk mencari lokasi Eldamon dan bawahan terakhirnya.


Eldamon yang tadinya merasa kesal dapat mengembalikan senyuman liciknya, setidaknya ia menghormati usaha mereka untuk bisa bertahan dari serangan gumpalan yang dapat mengubah mereka menjadi bakteri.


"Tidak buruk juga... aku suka melihat cara Legenda yang begitu kreatif dan menyebalkan."


Asriel mulai membekukan beberapa wilayah itu untuk menyingkirkan bakteri lainnya karena semua bakteri itu pasti tidak akan bisa menahan suhu yang sangat ekstrem.


Rokuro mulai melepaskan Mammon untuk berjaga-jaga, ia juga bisa menyuruh Mammon untuk menyerang dari jarak yang jauh jadi melihat musuh saja sudah cukup untuk menentukan siapa yang akan memenangkan perang antara kelas 1S dan 3S.


"Kita sudah melepaskan semua sihir yang kita miliki sekarang, apakah sudah aman jika kita tetap berkeliaran di tempat ini?" Tanya Shuan.


"Untuk sekarang mari kita lakukan secara bertahap-tahap, kita tidak berhadapan dengan pemimpin dari kelas 3S saja melainkan masih terdapat banyak murid dari kelas yang berbeda berkeliaran di wilayah perumahan ini, kita harus tetap waspada dan jangan sampai lengah." Kata Rokuro.


Ia terus melihat sekeliling dan semua murid yang sudah berubah menjadi bakteri itu tewas karena kehilangan banyak darah.


"Semua murid yang berserakan di wilayah ini kehilangan kartu identitas mereka, kemungkinan besar di ambil alih oleh seseorang untuk bisa mendapatkan poin yang berjumlah besar."


"Di saat-saat seperti ini mereka lebih memilih membunuh untuk menguasai sistem poin, sungguh menyebalkan." Kata Asriel.


Ia sudah memeriksa seluruh mayat itu dan ia sempat membekukan tubuh mereka agar tidak melepaskan bakteri apa pun karena mereka mati dilahap oleh gumpalan yang saat ini berada di jarak cukup jauh dari mereka bertiga.


Tubuh mereka mendadak merinding ketika mendengar sebuah rumah runtuh di belakang mereka, secara refleks mereka menunjuk ke arah rumah yang sudah hancur itu.


Tidak ada gejala aneh yang terjadi tetapi tadi itu cukup berbahaya karena mereka hanya mengetahui satu kemampuan dari satu murid saja sedangkan kelas 3S masih tersisa dua murid.


"Rumah itu kemungkinan runtuh karena gumpalan tadi... kalian pergi saja duluan, aku akan menjaga kalian dari belakang dengan melihat suasana perumahan ini." Kata Rokuro.


Mereka mengangguk lalu pergi meninggalkannya sendiri sehingga Rokuro merasakan sesuatu yang aneh di rumah yang baru saja hancur tadi.


"Tunggu sebentar... Cepat lari!!!" Seru Rokuro keras, mereka bertiga mencoba untuk berlari ke depan tetapi daratan mulai berguncang dengan dahsyat sampai melepaskan gelombang lahar yang meluncur ke atas langit."


"Mereka semua tercengang ketika melihatnya dan yakin bahwa gelombang lahar yang mereka lihat adalah kemampuan lain dari murid yang berbeda.


"Golden Earth---" Shuan melebarkan matanya ketika lengan kanannya berubah menjadi lahar yang membakar setengah dari tubuhnya sehingga membuat bumi emas itu hancur menjadi kepingan batu emas kecil sampai berubah menjadi meteor api yang mengenai wajah bagian kanannya, menyebabkan dirinya terjatuh sampai terbakar dengan cepat karena lahar yang begitu panas.


""Shuan!!!""

__ADS_1


__ADS_2