
~Xuusuatouri~
Shira sudah mengumpulkan semua rekan-rekannya yang tersesat di semesta Xuutouri, Yuffie memiliki niat untuk ikut dengan Shira karena ia ingin bisa mengenal Shira bersama rekan-rekannya lebih dekat agar. Planet dimana Shira berada saat ini sedang diserang oleh pasukan paling mengerikan dari semesta Zuusuatouri yaitu bangsa [Giblis].
Bangsa Giblis adalah bangsa iblis yang berada di puncak berbeda, mereka tidak memiliki akal sehat atau pikiran yang waras karena yang hanya ada di pikiran mereka adalah kehausan darah, kerakusan, dan ingin sekali berperang setiap hari. Seluruh Android dan Cyborg yang dilepaskan oleh beberapa Malaikat itu tidak mampu mengalahkan bangsa Giblis.
Mereka memiliki kemampuan yang sangat berbahaya yaitu [Adaptability] dimana mereka mampu beradaptasi dari apapun yang mereka lihat dan rasakan, misalnya seorang Giblis mati karena dibunuh dengan sihir api maka Giblis yang melihat hal itu akan beradaptasi sampai mereka kebal terhadap serangan itu dan memiliki serangan yang sama tetapi lebih kuat.
Mereka juga dapat berevolusi ke tingkat yang mengerikan, tidak ada satupun yang mengetahui tentang evolusi bangsa Giblis karena mereka berevolusi secara acak dan tidak akan ada satupun Legenda yang dapat menebak Giblis itu berevolusi menjadi apa, tetapi sebagian orang yang memiliki sihir membaca masa depan dan situasi mungkin bisa mengetahui-nya.
Shira terpojok oleh seluruh bangsa Giblis itu yang sudah sepenuhnya beradaptasi, mereka mulai kebal dengan serangan sihir Cahaya Shira tetapi seluruh pasukan Giblis itu segera berubah menjadi partikel emas sampai Shira menyerap seluruh partikel itu, beberapa Giblis lainnya melihat Shira melakukan kemampuan tersebut sampai mereka mulai meniru-nya dan berakhir berubah menjadi partikel emas.
"Semua kemampuan memiliki batasan!" Shira menendang wajah Giblis di hadapan-nya, tubuhnya terasa lemas karena bangsa Giblis itu sempat menyerap cahaya yang terdapat di dalam diri-nya.
"Sepertinya apa yang dikatakan sejarah memang benar tentang ras terkuat dan paling mengerikan... Bangsa Giblis, mereka memiliki kemampuan yang bisa saja kita tidak ketahui, apalagi evolusi mereka... Mereka akan terus beradaptasi, berevolusi, dan bahkan terus bertambah kuat tanpa mengetahui apa itu sebenarnya batasan." Ucap Shuri pelan dimana ia mulai memanggil Gerhana Matahari untuk membutakan seluruh Giblis tersebut.
Asuka, Chiara, Shira, Shuri, Megumi, Yuffie, Akina, dan Minami sama-sama bertarung bersama agar mereka bisa melindungi planet mereka dari bangsa Giblis itu karena mereka semua terus berdatangan dan bertambah kuat lebih dari sebelum-nya sampai sempat melukai mereka semua dengan luka yang lumayan besar.
"Uckkk..." Chiara terluka di bagian perut-nya, darah segar mengalir keluar dari dalam luka-nya.
"Chiara...!" Asuka mencoba untuk membantu Chiara tetapi tidak bisa karena semua bangsa Giblis itu menghalangi jalan-nya dan Asuka segera melakukan tarian kedua katana-nya sampai menebas seluruh pasukan Giblis itu menjadi bagian-bagian kecil.
Tetapi sebagian dari pasukan Giblis itu mulai beradaptasi dan kebal dengan serangan Asuka sampai mereka semua memancarkan cahaya merah muda melalui kedua mata-nya, mereka smeua mulai menggunakan kemampuan tarian yang sama dengan Asuka dan menghancurkan seluruh pasukan Android Asuka.
"Tidak mungkin... Asuka seharusnya tidak melakukan kemampuan itu sembarangan." Ucap Asuka yang mulai membuat bibir-nya berbentuk V terbalik.
Shira sudah menginjak batasan kekesalan-nya melihat seluruh pasukan Giblis itu yang bertambah kuat, ia terbang ke atas langit dan mulai menciptakan sebuah matahari di udara. Shuri segera menciptakan perisai cahaya untuk melindungi dirinya dan rekan-rekannya.
Shira mengangkat lengan kanan-nya ke atas dan menyerap seluruh cahaya yang dimiliki matahari itu sampai matahari yang ia serap mulai memancarkan cahaya yang sangat silau dan panas sampai membakar seluruh pasukan Giblis itu dengan pelan-pelan.
"Lebih baik kalian mati saja...!!! Maximum Sun Flasher!!!" Shira meluncurkan sebuah laser cahaya emas yang tebal dan berukuran besar menuju arah seluruh pasukan Giblis itu sampai mereka semua terbakar habis oleh cahaya tersebut, Giblis yang berada di jangkauan yang cukup jauh juga ikut terbakar karena mereka sudah ditandai dengan sinar matahari.
__ADS_1
Semua Giblis yang terkena sinar matahari itu segera terbakar habis ketika laser itu mengenai daratan karena cahaya yang mengandung di laser itu menyebar dan membakar bekas cahaya yang terdapat di dalam diri mereka masing-masing.
"Hah... Hah... Hah..." Keringat mengalir keluar dari tubuhnya karena merasa lelah bertarung melawan seluruh pasukan Giblis, ia segera menyerap seluruh cahaya dan partikel di wilayah tersebut karena seluruh pasukan Giblis itu telah sepenuhnya terkalahkan oleh sihir dahsyat Shira.
"Sekarang, kita cari tempat yang lebih aman sebelum pasukan Giblis lain-nya datang!" Seru Shira kepada mereka semua, ia segera mengangkat Megumi dan Minami lalu pergi meninggalkan wilayah itu dengan kecepatan cahaya-nya.
"Mari kita ikuti Shira." Ucap Shuri kepada Asuka, Chiara, Yuffie, dan Akina. Mereka segera mengangguk dan terbang mengikuti Shira dari belakang.
Mereka tidak sempat diberi waktu untuk beristirahat karena pasukan Giblis lain-nya datang untuk mengejar mereka semua dengan jumlah yang lebih banyak dari sebelum-nya, Akina melirik ke belakang dan ia melempar semua tombak kebajikan-nya untuk memperlambat mereka semua.
"Mereka datang lagi---" Akina melebarkan mata-nya ketika melihat seluruh pasukan Giblis itu mulai membelah diri dan menciptakan Giblis yang lain, proses itu terlihat sama persis-nya seperti fragmentasi sampai mereka terus melakukan-nya untuk menciptakan pasukan yang berjumlah banyak.
"Apa-apaan kemampuan itu...!? Mereka dapat membelah diri untuk menciptakan pasukan yang baru...!" Tubuh Akina mulai merinding ketika melihat seluruh pasukan Giblis yang berjumlah jutaan itu menciptakan sebuah ombak melalui diri mereka sendiri, kecepatan mereka terus meningkat dan Shuri mundur ke belakang lalu melepaskan cahaya silau yang membuat mereka berhenti seketika.
"Cepat...!" Seru Shuri dan mereka segera mengerahkan seluruh kecepatan mereka untuk bisa terbang dengan kecepatan yang tinggi.
"Kemampuan apalagi yang mereka gunakan...!?" Tanya Akina kesal.
"Giblis yang lahir dari proses fragmentasi pengorbanan diri akan memiliki kekuatan diluar imajinasi kita sendiri...! Ada yang mengatakan mereka bahkan lebih kuat dari dewa dan dewi!"
"T-Tidak mungkin...!"
Mereka semua berhenti terbang ketika melihat seluruh pasukan Giblis itu sudah benar-benar mengepung mereka semua, Shira bahkan berhenti seketika ia melihat seorang Giblis yang memiliki ukuran seperti raksasa. Tidak ada pilihan lain selain terus bertarung dan memikirkan sebuah rencana untuk melarikan diri.
"Ini benar-benar kiamat..." Ucap Shira pelan, ia mulai mengkhawatirkan Megumi dan Minami yang berada di belakang-nya.
Mereka semua mendarat di atas tanah dan Shira masih berada di atas udara karena ia berencana untuk bertarung di atas udara selagi menjaga semua rekan-nya dari atas. Jumlah mereka sudah tidak bisa dihitung lagi dan tidak bisa dibandingkan dengan Shira bersama rekan-rekannya.
"Asuka akan terus bertarung...! Asuka akan melindungi semesta yang Asuka sayangi!" Asuka segera menciptakan katana di tangan kiri-nya dan sebuah senapan di tangan kanan-nya, ia sudah siap untuk bertarung lagi berkat semangat dan tujuan untuk melindungi semesta Xuusuatouri.
"Semangat kita sudah pasti akan menang... Kita harus harus berjuang!" Ucap Chiara, ia mulai memutar tombak-nya dan menjatuhkan beberapa bunga matahari di sekitarnya.
__ADS_1
Akina melihat kedua teman-nya yang terlihat bersemangat untuk bertarung dan berjuang membuat dirinya tersenyum lebar lalu mendekati mereka berdua sampai ketiga Malaikat itu sama-sama melepaskan aura suci yang sama, seluruh pasukan Giblis itu mendapatkan efek lambat karena aura suci yang dilepaskan oleh ketiga Malaikat itu.
"Jika kalian ingin bertarung maka aku juga akan terus bertarung dengan semua kemampuan-ku!" Ucap Akina sampai mereka berdua tersenyum.
Yuffie dan Shuri menatap satu sama lain, mereka segera membangkitkan semangat mereka untuk bertarung dan berjuang melawan seluruh pasukan Giblis itu. Yuffie segera mengeluarkan sebuah buku sihir dan Shuri segera memanggil gerhana matahari untuk memperlambat pergerakan mereka dan membunuh mereka dengan cahaya hitam.
"Kalian sepertinya bersenang-senang bertarung melawan ras terkuat ya..." Tiba-tiba terdengar suara laki-laki.
"Suara itu...!" Akina melebarkan kedua mata-nya, "Kak Arata!"
Arata bersama Ophilia muncul di belakang Shira dengan persiapan penuh untuk membantu mereka semua bertarung melawan bangsa Giblis, bukan hanya Arata saja yang datang Makarov, Itsuki, Karla, dan Agfi datang untuk membantu mereka semua karena mereka mendapatkan perintah dari Korrina untuk melindungi semesta Xuusuatouri yang saat ini diserang oleh pasukan Giblis terbanyak.
"Serahkan seluruh informasi tentang Giblis kepada kami!" Ucap Karla dengan ekspresi yang terlihat serius.
Haruki dan seorang gadis Legenda datang untuk membantu Shira karena pasukan Giblis itu memiliki ancaman besar sampai menarik Haruki datang karena dia merasa cukup tertarik untuk membunuh dan menyiksa mereka semua.
"Maaf, aku terlambat." Ucap Haruki pelan.
Asuka mulai terkejut melihat gadis yang bersama Haruki itu adalah teman-nya yang bernama Chloe.
"Chloe, Chloe datang...!" Asuka tersenyum lebar.
"Maaf untuk membuat-mu menunggu, Asuka!" Chloe tersenyum.
"Kita harus menahan mereka semua dan menarik seluruh perhatian pasukan Giblis termasuk Rxeonal..." Seru Agfi kepada mereka semua.
Shira mulai tersenyum lebar dan merasa senang bahwa ia bisa melihat seluruh rekan-nya datang untuk membantu dirinya, "Semuanya terima kasih...! Mohon bantuan-nya dan jangan sampai kalian terbunuh sia-sia...!"
Shira bersama rekan-rekannya mulai bersiap di posisi mereka masing-masing, mereka sudah pasti akan melindungi satu sama lain. Shira dipenuhi dengan semangat yang terbakar, ia harus melindungi mereka semua.
"Baiklah...!!! Ayo, semua-nya...!!!'
__ADS_1
"Legends Never Dies...!!!"