
Saat hari sudah gelap, sepertinya Honoka dan Kou memutuskan untuk menginap lagi karena dipaksa oleh Minami sedangkan Haruka dan Rokuro sudah pergi duluan, Haruka bilang bahwa ia memiliki urusan penting bersama Rokuro tetapi Honoka sudah tahu apa yang ia pikirkan ditambah lagi wajah Kou memerah ketika sengaja membaca pikiran dan perasaan Haruka, ia mencoba untuk tidak memikirkan-nya lagi.
Shuan yang berada di dalam kamar sedang membaca buku, gerakan tangannya terasa begitu ringin dan pasti lehernya masih memerah karena menerima hisapan dari bibir milik Kou, setelah ini apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Sembari membayangkan ciuman tadi dan apa yang akan terjadi nanti, Shuan menutup bukunya karena ia baru saja dipanggil oleh Shira. Minami dan Shuan baru saja diberitahu oleh Shira bahwa mereka akan pergi keluar kota sebentar untuk merayakan perayaan itu.
Shuan dan Minami merasa tidak begitu keberatan karena hari ini bisa dibilang liburan jadi tidak apa-apa jika mereka ingin pergi kemana saja, itu artinya rumah Shira sekarang diisi dengan Minami, Honoka, Kou, dan Shuan. Minami masuk kembali ke dalam kamarnya untuk bermain dengan Honoka dan Kou, Shuan ingin masuk tetapi ia melihat sebuah tulisan di pintu Minami bahwa ia tidak menerima seorang laki-laki untuk masuk tanpa sebuah ijin, melihatnya saja membuat dirinya kesal dan tidak peduli.
Shuan pergi menuju kamarnya dan ia mendengar suara pintu yang terbuka lalu ia dikejutkan dengan kedatangan Kou dengan sebuah senyuman yang tertera di wajahnya, ia menunjukkan sebuah tulisan bahwa ia berhasil melarikan diri dari kamarnya dengan beralasan ingin ke kamar mandi. Di malam hari ini kondisi tubuhnya sudah terasa sehat, tidak ada lagi demam yang menyerang tubuhnya itu.
Kou yang sudah memerah menyeret Shuan ke tempat yang agak sepi, ia ingin berterima kasih kepada dirinya soal sore tadi karena sudah mau menjadi penyemangat yang mampu menyembuhkan demamnya itu. Shuan mengangguk dan merasa bersyukur ketika mendengarnya, sekarang ia tidak tahu harus apa karena mereka saat ini sedang berduaan di dalam kamarnya.
[Aku ingin melanjutkan yang kemarin tertunda...].
"Mau menginap di kamarku...?"
[Tidak usah repot-repot, aku pasti akan masuk ke kamar ini ketika Kakakku dan Minami sudah tidur...].
"Nakal sekali, Kou. Melarikan diri dari kakaknya dan lebih memilih untuk masuk ke dalam kandang singa."
[Tidak apa kan...? Kita sudah menjadi sepasang kekasih.], Kou mengembungkan pipinya dan Shuan mengangguk lalu memberi dirinya sebuah elusan di kepalanya untuk menenangkan dirinya, ia juga tidak bisa menahan keimutannya yang bertambah jauh lebih besar dari sebelumnya.
"Maaf ya, kamarku tidak terlihat begitu menarik... aku sendiri tidak terlalu peduli, masa bodoh."
[Kan kamar pacar sendiri, terlihat spesial kok.], Kou tersenyum lalu ia menggerakkan jarinya untuk meminta Shuan menurunkan sedikit tubuhnya agar ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, Kou memberi Shuan sebuah ciuman di bagian kening-nya lalu ia terkekeh.
[Aku sendiri ternyata tidak bisa menahannya... Tubuhmu terasa hangat ya... aku menyukainya.], Kou menggunakan kekuatan pikirannya untuk mengendalikan Shuan agar ia bisa lebih dekat lagi sehingga ia dikejutkan dengan beberapa ciuman di bagian pipi dan lehernya itu, ia mulai berpikir bahwa Kou benar-benar nafsuan dalam segi apapun itu, fisiknya yang begitu kecil tidak menunjukkan dirinya yang begitu polos dan lembut lagi, apakah ini keturunan Comi yang sebenarnya?
[Shuan... kamu berpikir aku nafsuan, ya...?].
"Tidak kok, malahan aku tidak peduli."
[Masa sih?].
"Sedikit..."
[Tuh, kan! Tidak bisa berbohong dari gadis yang dapat membaca perasaan dan pikiranmu itu! Aku juga dapat membaca dirimu... jika kamu selingkuh saja maka sudah ketahuan!], Kou mengembungkan pipinya sehingga Shuan mulai panik ketika membacanya, ia tidak bisa menyembunyikan apapun di dalam dirinya bahkan berbohong saja akan langsung diketahui oleh Kou.
"Tapi kamu sangat imut kok..."
[Eh? Masa? Imut? Senangnya...].
[Shuan, sekali dong... sekali lagi dong...], Kou tersenyum dan Shuan mengangguk lalu duduk di atas lantai sehingga Kou memeluk dirinya lalu memberinya dirinya beberapa ciuman di pipi dan ternyata ia masih belum memberanikan diri untuk menciumnya di bagian bibir, Kou mulai kembali ke kamar Minami agar mereka tidak curiga.
__ADS_1
Shuan mulai melanjutkan latihannya tetapi semua aktivitasnya selalu saja diganggu oleh Kou yang meminta sebuah ciuman, ia tidak pernah bisa menahan rasa untuk mencium, apakah nafsunya terlalu besar sehingga Kou rela menunggu Shuan keluar dari kamar mandi hanya untuk menciumnya di bagian leher, Kou mengeluarkan sebuah layar dengan tulisan yang mengatakan dirinya tidak bisa menahannya, padahal ingin menunggu lebih lama lagi untuk menerima ciuman pertama di bibir.
"Iya, Kou, iya, teruslah menulis itu. Bilang saja tidak bisa menahannya..."
[Shuan, bodoh, bodoh! Kamu pasti berpikir kalau aku nafsuan, kan?!].
"Iya."
[Tidak kuat! Tidak bisa menahannya...].
"Sama, mungkin? Terserahlah." Shuan pergi menghampiri kamarnya dan Kou mulai mengikuti dirinya dari belakang dengan mata yang terbinar-binar, pergerakan-nya tiba-tiba berhenti seketika ia masuk ke dalam kamar, ia menatap Kou dan sebuah layar virtual yang sudah tertera tulisan disana.
[Ciumannya tidak perlu ditahan lagi ya, tapi yang ditahan adalah...].
"Adalah...?"
[Kamu tahu kan? Masa harus aku tulis sih...].
"Kamu semakin imut saja jika terus menunjukkan rasa malu itu." Shuan mulai mempermainkan dirinya sampai Kou mengembungkan pipinya.
"Terus...? Apa yang harus ditahan sih? Tidak ada yang buruk 'kan?"
[Kelanjutan tadi sore?].
[Aduh... malu! Kamu orangnya sadis dan kejam ya... tapi masih cinta aku...].
"Iya, maaf, jadi keterusan."
[Masa bodoh...], Kou menatap Shuan kesal karena ia terus mempermainkan dirinya.
"Maaf... iya, maaf, Kou. Maaf."
[Cium... nanti dimaafkan.].
"Itu saja? Tidak merepotkan dan menyusahkan sepertinya, yang lain juga boleh padahal."
[Lakukan saja...], wajah Kou mulai memerah.
Perlahan-lahan Shuan mulai menyentuh bibirnya, dengan mata penuh gairah Kou melihat dirinya, entah kenapa Shuan merasa begitu beruntung untuk memilih gadis imut seperti dirinya bahkan ia tidak terlalu peduli dengan fisiknya yang tidak normal, ciuman bibir pertama mereka baru saja dimulai dan terasa lebih bergairah entah kenapa sampai mengeluarkan suara ciuman yang begitu ekstrim.
[Selain ciuman, aku juga mau... aku ingin bersetubuh denganmu...], Kou tanpa sengaja menulis sesuatu yang tidak pantas untuk ia tulis sekarang juga. Padahal dia sendiri yang meminta untuk menjalani semuanya dengan sabar tapi malah bilang ingin bersetubuh, Shuan tidak menyangka bahwa nafsu Kou akan sebesar ini, entah apa yang harus ia lakukan sekarang tetapi ia sudah membaca seluruh buku tentang ilmu pengetahuan yang penting, ketika mendengarnya saja Shuan tidak bisa menahannya.
__ADS_1
Mereka melanjutkan ciuman itu kali ini saling menyatukan lidah mereka dan menukar air liur, suara terus keluar dari bibir mereka dan Shuan jauh lebih ganas dari Kou sampai ia bisa merasakannya cintanya yang menyelimuti hatinya. Perasaan yang begitu nyaman bahkan ia tidak harus merasa sedih ketika merasa kesepian tanpa Korrina.
"Kamu terlalu imut, Kou... aku tidak bisa menahannya..."
[Terima kasih.], Kou tersenyum.
Hari ini diakhiri dengan sebuah ciuman, pengalaman yang baru bagi mereka dan Shuan sudah menyiapkan diri untuk melakukan level yang selanjutnya bersama Kou tetapi ia langsung menolak dan melarikan diri ke kamar Minami karena tidak siap. Hari esok telah tiba dan rumah masih diisi oleh keempat Legenda itu, di pagi hari ini ketika Shuan melihat Kou baru saja bangun dari tidurnya, ia menariknya ke dalam kamar hanya untuk memberinya sebuah ciuman di bibir.
Ciuman itu mengejutkan dirinya dan Kou langsung menerimanya, ia mulai menepuk tubuh Shuan dan memperingati dirinya bahwa ia berciuman di pagi hari seperti ini, bisa saja tertangkap basah oleh Minami dan Honoka. Shuan menggelengkan kepalanya dan terus merasakan bibirnya tanpa henti, setelah itu ia menyelesaikan ciuman itu dengan memeluk dirinya.
"Rasa ini... sangat hangat sekali, Kou... terima kasih." Kata Shuan dan Kou mengangguk.
"Sekali lagi ya." Ketika Kou mendengarnya, ia langsung menggelengkan kepalanya dan mencoba untuk menolaknya karena ia takut tertangkap basah oleh yang lain, Shuan membantahnya dengan memberi dirinya ciuman bibir yang lebih dalam sehingga Kou merasa bahwa ia memiliki pacar yang nafsuan juga soal ciuman.
"Enak?"
[Iya... sangat, saat mikir kalau, Kakak dan Minami akan datang, terus takut ketahuan... entah kenapa jadi tambah deg-degan...].
"Jadi kita ingin dilihat orang lain? Kamu bejat ya, Kou."
[Enggak! Tidak mungkin...].
"Mungkin saja kamu belum menyadarinya."
[Tidak kok, kamu memang sadis ah... cuma deg-degan saja, takut dilihat orang lain, aku tidak suka kalau dilihat benaran... aku ingin dilihat dan ingin memperlihatkannya hanya kepadamu saja.].
"Terima kasih, kamu sangat imut, Kou. Aku sangat mencintai dirimu dan aku janji untuk terus berusaha agar bisa melindungi dirimu dari siapapun yang mencoba untuk melakukan sesuatu kepadamu..."
[Ingin lagi...].
"Ingin apa...?"
[Ciuman! Dasar sadis! Menodai pacar sendiri itu tidak baik loh! Aku lapor ke Kak Haruka loh!].
"Tidak, jangan... dia menyeramkan..."
[Kalau begitu, sebagai hukumannya, kamu harus menciumku lebih baik cinta dibandingkan tadi!]. Shuan sampai sekarang tidak mengerti kenapa dia malu-malu seperti itu, kalau begitu, ia langsung melaksanakan hukuman itu untuk si imut ini. Kou terlihat marah-marah bahkan ia terus menulis kata 'mengerti tidak?', saat Kou mencoba melihat wajah Shuan, ia langsung memeluk pinggangnya yang bergoyang itu.
Kali ini Shuan menciumnya lebih kasar dan lebih ganas lagi sampai membuat Kou terkejut karena ia belum siap untuk menerimanya tetapi ia tidak begitu peduli karena rasanya lebih baik dari sebelumnya karena cinta yang besar memenuhi tubuhnya itu, suara bibir mereka terdengar lebih keras sekarang bahkan Shuan dan Kou berciuman di atas kasur, Shuan di posisi atas sedangkan Kou di bawah, mereka terus menikmati ciuman yang begitu dalam.
Setelah ciuman selesai, Shuan merasakan tubuh Kou menjadi lemas sehingga Shuan memeluk tubuhnya dengan erat lalu memasukkan tangannya ke dalam pakaiannya itu untuk meraba sedikit kulitnya sehingga Kou menggigit leher Shuan sedikit karena ia tidak ingin disentuh dulu, ia mulai menatap Shuan dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Aku hanya ingin merasakan kulitmu kok..."
[Mesum.].