Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 881 - Dewa yang Berjumlah lebih dari Satu


__ADS_3

Semua Mecha-Neko itu menyerang setiap Legenda fanatik yang sudah ditandai oleh Cyber, mereka semua memiliki reaksi yang sama yaitu bingung dan kaget karena pertarungan yang mereka berikan cukup sulit.


Semua robot itu mengeluarkan berbagai macam sihir cahaya yang mampu melukai mereka bahkan gaya bertarungnya mirip sekali dengan Shinobu karena sudah dimasukkan seluruh riwayat pertarungan berdasarkan pengalaman Shinobu.


Sebagian dari mereka berhasil menekan robot itu, tetapi pada akhirnya menerima satu ledakan nuklir besar yang langsung menghanguskan tubuh mereka tanpa sisa sedikit pun.


Para Dewa yang merasuki setiap pengikut itu memasang tatapan kesal ketika melihat semua robot itu sangat kuat, melebihi apa yang selalu diciptakan oleh para Malaikat.


"Shinobu, apa yang sudah kau lakukan...? Kecerdasan seorang Mortal sudah melanggar banyak sekali hukum Dewa!" Ucap Barak yaitu seorang Dewa agung petir yang melepaskan banyak sekali petir menuju arah dirinya.


"Aku tidak ingin mendengarkan nasehat apapun...! Apa yang Koneko lakukan tidak dapat bisa dimengerti oleh semua orang termasuk Dewa seperti dirimu...!" Jawab Shinobu dengan tatapan serius.


"Semua Mecha-Neko yang aku ciptakan saat ini adalah bukti bahwa aku menginginkan dunia ini untuk tetap menjaga keseimbangannya dari para Dewa yang berjumlah lebih dari satu...!"


"Tidak ada yang namanya Dewa biasa dan dewa agung, kalian hanya sekedar mortal biasa yang terangkat menjadi dewa dengan harga diri serta ego yang mengakui kalian sebagai seseorang yang berada puncak atas!"


"Semua Legenda fanatik yang kau ajak masuk ke dalam kepercayaan elemen masing-masing... itulah sebuah bukti bahwa kalian telah mengubah bangsa Legenda menjadi kebodohan!"


"Kebodohan yang terjadi di masa kuno dimana semua bangsa Legenda berperang dan memiliki sisi yang berbeda...! Dengan pandangan buruk di mata seluruh Ras!!!" Shinobu mengayunkan Kerisnya kepada Barak yang langsung berubah menjadi petir.


Petir itu mengelilingi tubuh Shinobu, memberikan dirinya sengatan tetapi semua itu malah terarah menuju kedua zirah teknologinya yang dapat menyerap serangan listrik yang memberikan dirinya tenaga dan energi lebih.


"Apakah Dewa memiliki kesempatan seratus persen untuk mengubah dunia menjadi sesuatu yang permanen...?!"


"Yang kalian lakukan tidak jauh lebih dari kepuasan dan kesenangan tersendiri untuk memiliki banyak pengikut yang menyembah kalian semua..."


"...kebenaran aslinya adalah kalian tidak melakukan pekerjaan lebih dari itu kecuali memamerkan semua kekuasaan dan kekuatan Dewa yang kalian peroleh karena julukan itu!!!" Shinobu menoleh ke belakang lalu menghantam dada Barak cukup dalam.


"Agghhh..." Barak memuntahkan banyak darah ketika menerima satu pukulan yang langsung menghancurkan jantungnya.


"Pengertian antar Mortal dan Dewa... dibatas oleh sesuatu yang tidak bisa ditempuh oleh Mortal itu sendiri, kau tidak akan pernah tahu... takdir... masa depan... semuanya akan diatur oleh para Dewa!"


"Aku akan melepaskan takdir itu, tidak ada yang namanya takdir tidak bisa diubah... aku akan mengubah kemustahilan itu menjadi kemungkinan!" Shinobu menarik keluar belatinya lalu menebas leher Barak sampai kepalanya terjatuh.


"Dengan melakukannya, aku akan menentang mereka yang berkuasa seenaknya dengan tujuan untuk memuaskan diri mereka sendiri...! Sensasi kenikmatan dari kekuasaan yang tidak akan bertahan lama!"


Shinobu memancarkan cahaya emas melalui kedua matanya lalu ia melesat maju menuju negara tanah untuk membasmi semua pengikut listrik tanpa ampun sedikit pun.


Koizumi melihat Shinobu yang membunuh siapa pun tanpa segan sekarang, tidak seperti dulu yang masih menunjukkan rasa belas kasihan sampai memperlihatkan kenaifan itu.

__ADS_1


Entah kenapa sekarang dia sudah berubah menjadi sesosok Legenda yang mengerikan, tidak bisa diremehkan dan dibiarkan begitu saja karena kepolosan dan tatapan tidak berdosa yang ia pasang bisa saja mengartikan kematian untuk mereka yang berpapasan dengannya.


"Shinobu... hari ini, kau tidak pernah membuatku sebangga ini, dulunya kau selalu terlihat lemah dan lembut di hadapan siapa pun..."


"...tetapi sekarang semua itu kau gunakan sebagai pengecohan sampai aku sendiri tidak bisa menganggap kepolosanmu sebagai hal yang biasanya melainkan terdapat sesuatu yang mengerikan di dalamnya."


"Mungkin kamu memang sudah berubah... enam tahun ini dimana kamu selalu terluka d ditindas oleh semua orang, sekarang kamu maju lalu memberi mereka semua hukuman yang pantas."


"Teruslah seperti itu, Shinobu Koneko... maka aku juga akan terus berada di tingkatan lebih atas darimu, menunggumu di sebuah panggung dimana kita akan bertarung secara dahsyat!"


Koizumi melompati waktu lalu menghantam wajah Erion sampai ia terdorong ke belakang dan menerima satu tusuk di bagian punggung sampai bilah dari belati itu keluar melalui dadanya serta mengambil bagian dari jantung.


"Ternyata kau memang tidak buruk, aku menantikan banyak pertarungan darimu!" Erion mengubah tubuhnya menjadi angin tipis yang menyerang Koizumi dari arah berbeda.


Koizumi langsung menggerakkan kedua jamnya yang berjalan ke depan untuk melihat pergerakan semua angin itu, ia berhasil melihat sebuah celah yang menyelamatkan dirinya dari serangan itu.


Koizumi mendarat di atas tanah lalu ia menoleh ke belakang dan melepaskan gelombang tebasan yang memotong pulau di belakangnya menjadi dunia sampai menebas beberapa pengikut angin menjadi bagian kecil.


"Ayolah! Berikan diriku tantangan yang lebih menyulitkan...!!!" Koizumi melihat salah satu pengikut di depan memancarkan cahaya hijau muda melalui kedua matanya.


"Erion, akhirnya kau kembali!" Koizumi memasang kuda-kuda bertarungnya.


"Aku tidak takut dengan yang namanya neraka, bisa kau bilang neraka adalah tempat untuk diriku berendam ketika aku sudah berlatih!" Koizumi dan Erion melesat menuju arah satu sama lain.


Dallas melepaskan banyak ombak kepada Ako tetapi ia berhasil memotong semua ombak itu menggunakan Katana, ia juga dapat melakukannya serangan jarak jauh yang mampu menebas pipinya itu.


Ako memfokuskan satu titik Lenergy di dalam katana yang ia pegang sampai ia mulai mencari celah yang cocok untuk mengakhiri Dallas sebelum ia menyebabkan banjir total planet Lemia.


Hal tersebut bisa saja memberikan keuntungan bagi Barak dan seluruh pengikut listrik untuk melepaskan banyak petir ke dalam air agar mereka bisa menerima kerusakan tambahan ketika menyentuh air.


Ako memegang erat gagang katana itu lalu ia maju ke depan, Dallas mengangkat jarinya ke atas sampai memanggil ombak yang sangat besar sampai melewati beberapa langit tetapi ombak itu mendadak membeku.


"... ...?!" Dallas menoleh ke belakang, melihat Konomi yang berhasil melepaskan beberapa peluru energi mengenai ombak itu sampai membeku.


Ako melesat maju ke depan sampai wujudnya mulai menipis lalu menghilang seketika karena ia bergerak sangat cepat sampai tak kasat mata.


Dallas melebarkan matanya ketika ia merasakan sesuatu di lehernya, Ako muncul di belakang Dallas lalu menutup kembali Katana yang ia pegang sampai menjatuhkan kepalanya lalu melepaskan gelombang darah dari lehernya.


Ako mengubah katana itu menjadi busur yang langsung ia bidik menuju arah lautan sampai membekukannya, kemudian ia melancarkan beberapa panah lainnya untuk menyerang pengikut air yang mencoba untuk memunculkan ombak lainnya.

__ADS_1


Konomi melihat Ako berhasil mengalahkan musuhnya, pembekuan yang terjadi di lautan langsung Asper jadikan sebagai keuntungan dengan memunculkan Golem es besar yang melancarkan satu serangan kepada Ako.


Untungnya serangan itu tidak sempat mengenai Ako karena kedua tangannya sudah meledak duluan oleh Hinoka yang berada di dalam jarak pengubahan realitas menjadi ledakan.


Ako mencoba untuk fokus dengan pengikut air itu tetapi mereka langsung menerima serangan laser emas dari Mecha-Neko, semuanya terlihat baik-baik saja tetapi wajahnya menerima satu hantaman ombak yang disebabkan oleh Dallas.


"Jangan terbawa suasana seperti itu, gadis kecil~ kecantikan yang aku miliki masih belum cukup, kau perlu menerima konsekuensi atas tindakan memberontak ini!"


"Pengikut kami terus bertambah karena penyebaran luas... semua pengikut yang bisa dibilang kuat telah pergi ke berbagai tempat yang berbeda untuk mengajak mereka menuju kepercayaan elemen!"


"Semakin banyak jumlah maka kekuatan yang Dewa terima tidak bisa kau bayangkan~ kecantikanku ini akan menghanyutkan dirimu sampai neraka menurut kepercayaanku yaitu dasar lautan paling dalam!"


"Tubuh ini hanya sekedar wadah... dewa seperti kami bisa menggunakan tubuh setiap pengikut semaunya sampai mengangkat mereka menjadi Pseudo God dengan tubuh yang menyesuaikan!"


"Ternyata memang benar... semua pengikut kepercayaan ini berhak musnah!" Ako memasang tatapan serius lalu ia melihat Hinoka dan Anastasia yang mulai merencanakan sesuatu.


"Apakah kau siap, Hinoka?"


"Ya! Nyalakan konsernya...!" Hinoka mengangkat kedua jarinya yang mulai terbakar dengan api Crimson, Anastasia melayang tepat di belakangnya selagi memunculkan sebuah gitar.


Kedua tapaknya langsung mengandung Lenergy di dalamnya, ia menyalakan musik yang sangat keras dengan memainkan gitar itu sampai seluruh orang dapat mendengarnya dan mendadak lumpuh seketika.


Gitar yang Anastasia langsung putus karena melepaskan banyak sekali nota lagu kecil yang merasuki lubang telinga mereka, "Hah... menggunakan sihir suara yang diperbesar rasanya cukup melelehkan!"


"Tidak apa... ini yang aku suka dari musik dan juga ledakan!!! Konser idol Hinoka~ akan dimulai!!!" Hinoka menjentikkan jarinya lalu memasang tatapan mengancam.


"Setiap suara musik yang diciptakan oleh gitar itu sudah aku ubah menjadi ledakan waktu yang berhitung mundur... nota lagu itu masuk ke dalam lubang telinga kalian para pengikut kebodohan..."


Hinoka melihat semua pengikut itu mencoba untuk menyerang pada pemberontak secara beregu dengan bantuan dari Pseudo God tetapi mereka tidak tahu bahwa sebentar lagi...


"Zero!" Semua pengikut yang mendengar suara gitar tadi langsung mengeluarkan banyak asap dari tubuh mereka, setelah itu terjadi ledakan dahsyat yang terlihat seperti kembang api bagi pandangan Hinoka dan Anastasia.


Masih terdapat beberapa pengikut lainnya di planet Lemia yang sempat menutup lubang telinga mereka karena menerima peringatan dari Dewa Ignatius yang baru saja dikalahkan oleh Hinoka.


Ignatius awalnya ingin menyerang Hinoka tetapi tubuhnya tertahan oleh nota musik yang dilepaskan oleh Anastasia, Hinoka mulai melesat kembali menuju arah Ignatius lalu menghantam wajahnya cukup keras sampai ia terjatuh menuju daratan lalu meledak.


"Kembang api...!!! Kembang api itu menyambut idol baru Hinoka~!"


"Hahaha~!"

__ADS_1


__ADS_2