Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 605 - Menghentikan Kepalsuan


__ADS_3

Arata melihat Kou berjalan pergi meninggalkan restoran, rencana yang baru saja ia berikan kepada Arata akan ia lakukan ketika waktunya tiba, untuk sekarang ia akan kembali berlatih dengan keras.


"Aku cukup terkejut, Kuro. Ini pertama kalinya aku melihat dirimu mengorbankan banyak hal kepada gadis sepertinya, kau bersikap lebih sepertiku sekarang."


"Kou memang mengubahku dan membuka kedua mataku terhadap kekuatan tujuh dosa besar itu... aku benar-benar menghormati dirinya sehingga aku tidak memiliki pilihan lain selain menerima apa yang ia inginkan." Kata Kuro.


"Dan alasannya?" Tanya Arata sehingga Kuro menghela nafasnya, ia tidak menyangka Arata akan melupakan sesuatu yang menyakitkan terjadi dulu sekali.


"Apakah kau masih mengingat konflik yang disebabkan oleh Komi?" Tanya Kuro sehingga Arata langsung mengingatnya dengan jelas.


Arata dan Akina dulu pernah menyalahkan Korrina atas kehancuran Kamitouri sampai sempat membunuh kedua orang tuanya, mereka tertipu dengan ilusi Komi.


Kuro dan Hikari sendiri sampai berurusan dengan hal tersebut, tidak mengetahui seseorang yang mereka serang adalah Korrina asli, di saat itulah harga dirinya hancur berkeping-keping.


"Aku mengingatnya..."


"Di situlah harga diriku sudah hancur, mortal seperti diriku yang jatuh karena ilusi milik Komi adalah perbuatan yang tak bisa di maafkan, aku dan Hikari sampai melukai Korrina secara keseluruhan." Kata Kuro.


"Dan itulah kenapa... sekarang juga, aku ingin bisa membantu anaknya atas pembalasan yang aku lakukan sejak itu, untuk memperbaiki semua kesalahan."


"Anaknya ternyata jauh lebih melewati harapanku, dia sangat menarik dengan pikirannya yang terbuka lebar, ia menyadarkan diriku arti dari kekuatan dan keseimbangan yang sebenarnya."


"Aku ingin bisa membantu anak itu dengan semua yang aku dapat lakukan atas pembalasan Budi yang aku dan Hikari lakukan kepada Korrina."


"Intinya aku menghormati Kou lebih dari apapun untuk bisa bertahan di dunia yang dipenuhi dengan cobaan ini, dia anak yang baik untuk bisa menahan semua kekurangannya."


"Bahkan sampai membuat mortal terkuat seperti diriku membuka kembali mata dan pikiranku... mungkin aku lebih menghormati dirinya di bandingkan mu, Arata."


"Wah... rasanya sakit juga ya." Arata mulai terkekeh tetapi apa yang Kuro katakan benar, ia sendiri mulai menyadarinya.


"Sejak itu aku tidak sempat untuk berbicara lebih lama lagi dengan Korrina, mungkin karena dia terlalu sibuk menjadi ratu Touriverse."


"Sampai sekarang, dia pergi dan tidak pernah kembali... jadi, lebih baik aku memperbaiki semua kesalahanku kepada Korrina dengan membantu Kou sebisa mungkin."


"Semoga saja dia bisa merasakan energi seperti tadi, kebahagiaan. Melalui pandangan Rokuro dan Hana, aku selalu melihat dirinya murung karena kekurangannya tetapi ia masih terus mencoba lagi dan lagi."


"Dia sudah melakukan yang terbaik, hebat sekali untuk Legenda penuh kekurangan sepertinya..."


Arata merasakan perasaan yang baru ketika Kuro terus membicarakan seseorang, sungguh peristiwa yang sangat langka baginya sampai ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Arata hanya bisa menunjukkan senyumannya, mungkin Kuro akhirnya bisa mempelajari mortal yang memiliki keturunan Dewi tetapi ia tetap menganggap dirinya sebagai mortal yang mau berusaha terus.


"Hikari harus bertemu dengan anak itu, Kou Comi."


"Benar juga... aku sendiri sudah lama sekali tidak bertemu dengan adikku." Arata menyilangkan kedua lengannya sambil menatap langit-langit yang cerah.


"Apakah kau menyadari sesuatu, Arata? Sejak kita tidak sengaja menyerang Korrina."


"Maksudmu?"


"Faktanya begini... Kou Comi tidak akan pernah lahir jika Korrina tidak terkena tebas oleh pedang Lust, mungkin pedang itu bisa juga berguna dalam segi takdir."

__ADS_1


Arata tercengang mendengarnya, entah Kuro serius atau sedang bercanda tetapi ia sendiri juga menyadari soal fakta yang harus ia terima.


"Kau benar juga... aku melihatnya secara langsung, apakah kita baru saja menyelamatkan Touriverse?"


"Hmm... aku tidak tahu, sudahlah. Pembahasan selesai, sudah lama sekali aku tidak berbicara panjang lebar seperti ini..." Kuro tersenyum serius dan menghela nafasnya.


"Benar, sungguh langka kau membicarakan Kou terus."


"Dia cukup unik dan tentunya ratu Touriverse yang hebat... Kalau begitu, Arata, jangan melupakan latihanmu." Kuro berhenti berkomunikasi dengan Arata.


Arata mengangguk lalu ia mengulurkan lengan kanannya ke atas, "Terdapat langit yang lebih tinggi ya...?"


"Mungkin hanya aku yang bisa di andalkan sekarang... entah kemana Shira dan Haruki pergi, mereka mungkin tidak merasakan keberadaan Zoiru, Shizen dan Yuuna juga." Arata berjalan pergi.


"Waktunya buka." Arata membuka restorannya kembali.


***


Beberapa menit kemudian, Shuan melihat Kou baru saja masuk ke dalam ruangan makanan untuk mencicipi makan siang yang Shuan buat.


"Kau kemana saja, Kou?" Tanya Shuan.


"Bekerja." Kou naik ke atas kursi lalu ia duduk dan mengambil sebuah piring lalu ia memakan makan siang yang baru saja Shuan masak.


"Apakah kamu tadi melihat Rokuro?"


"Rokuro...? Ahh, kamu merindukannya ya?" Tanya Kou selagi menunjuk Shuan.


"Hehehe~ Makananmu tidak buruk juga, Shuan. Aku suka." Kou kembali mencicipi ikan bakar yang Shuan buatkan untuknya.


"Iya, aku harus bisa melatih bakat memasakku untuk bisa mengalahkan Rokuro dan masakan restoran Shimatsu, aku harus bertambah kuat!" Shuan memegang erat spatula dan Kou tersenyum melihatnya.


Untuk sekarang, Kou tidak ingin membahas tentang Zoiru kepada Shuan karena ia tidak ingin dirinya di serang oleh kepanikan karena dia memiliki kebiasaan dalam mencari musuh itu.


Kou mencoba sebisa mungkin untuk tidak menghalang jalan Zoiru karena sekali saja menghalang maka konsekuensi yang mereka dapatkan hanyalah kematian yang begitu menyakitkan.


"Shuan, aku akan pergi lagi setelah ini." Kou menatap Shuan dengan senyuman.


"Hehhhh... pergi kemana lagi?"


"Aku ingin mengunjungi Neko Isle, sebentar saja." Kata Kou, Shuan mulai merasa kesepian sehingga ia ingin ikut dengannya untuk menemani dirinya.


"Aku ikut, aku ingin bertemu dengan Kakakku."


"Baiklah." Kou mengangguk, mengunjungi Minami adalah salah satu rencananya karena dia lebih menonjol dalam melakukan peran Shira karena sihir cahayanya itu.


Selanjutnya ia akan coba untuk menghubungi yang lainnya, intinya Arata sudah tahu dan ia mungkin sedang berlatih seperti biasanya bersama yang lainnya.


Ophilia dan Kirua tidak akan Zoiru arah lagi karena ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan untuk membangkitkan Bamushigaru, ia sekarang hanya ingin melanjutkan tujuannya dan itu adalah...


***

__ADS_1


Zoiru muncul di dalam Yuusuatouri palsu, jika Kou melarang dirinya untuk menghubungi wilayah Touriverse maka sesuatu yang palsu dapat ia jadikan sebagai makanan untuk Bamushi.


Riziel sendiri sempat menghubungi Zoiru bahwa ia mendapatkan sebuah kendala menghadapi beberapa malaikat yang cukup kuat sampai ia kesulitan mengunjungi Temple of Stardust.


"Baiklah, mungkin sudah saatnya mengambil esensi lainnya. Aku bisa merasakan banyak Legenda mulai berusaha untuk mengalahkan semua pasukan Bam Bam." Zoiru melesat masuk ke dalam sebuah planet.


Planet yang dipenuhi dengan esensi lezat bagi Bamushi, Zoiru mengendusnya dengan jelas bahwa ia menemukan sebuah mangsa yang besar dan dia adalah Shinra yang sedang bertarung melawan semua pasukan Bam Bam.


"Kembali!" Zoiru bersiul keras untuk memanggil kembali seluruh pasukan Bam Bam untuk mundur sehingga Shinra yang yang lainnya terlihat kebingungan.


Zoiru melihat jelas salah satu dari Legenda itu terluka parah oleh pasukan Bam Bam, sebagian dari kemampuan mereka juga berakhir tidak berfungsi karena sudah di makan oleh Bam Bam.


Shinra menoleh ke atas ketika tubuhnya merasakan sesuatu yang menekan, ia merinding seketika dan melihat jelas Zoiru yang melayang di atas langit dengan tatapan tajamnya.


"Kau...!?" Shinra tercengang ketika melihat seorang musuh yang pernah ia lawan sebelumnya.


Kurota, Haki, dan bahkan Homura menunjukkan ekspresi yang sama sampai mereka sekarang yakin bahwa Zoiru bersama seluruh pasukannya datang dari Touriverse yang asli.


"Tidak mungkin... jangan kau, aku sudah muak berurusan dengan pasukan Bamushigaru kecil itu!" Kurota mengepalkan kedua tinjunya, merasa kesal melihat wajah yang sangat ia benci.


"Dengarlah, bangsa Legenda palsu. Aku dewa agung Zoiru berasal dari Touriverse asli datang untuk menghapus sesuatu yang seharusnya tidak ada...!" Zoiru mendarat di atas tanah dan membunuh semua Legenda di sekelilingnya dengan mengangkat lengan kanannya.


"Aku di sini... semesta palsu akan mengalami kehancuran besar untuk memperbaiki Touriverse seperti asalnya, keberadaan kalian tidak ada artinya sama sekali." Kata Zoiru.


Apa yang dikatakan Zoiru adalah sebuah fakta yang membuat mereka semua kesal sampai Shinra tidak bisa menerimanya, Shinra ingin sekali merasakan kedamaian abadi tetapi sepertinya...


Sesuatu yang palsu tidak akan bisa merasakan kedamaian yang aman, Shinra melesat menuju arah Zoiru tetapi Zoiru menunjuk Shinta dan melepaskan lasernya yang menembus perutnya itu.


Shinra melebarkan kedua matanya lalu ia terjatuh di atas tanah dengan mulut yang mengeluarkan banyak darah bahkan Kurota dan Haki mencoba untuk bertarung tetapi...


Zoiru dengan mudah mengangkat kedua lengannya ke atas sampai menciptakan ledakan besar yang melalui daratan lalu menjatuhkan mereka semua di atas daratan.


Homura mendarat di atas tanah lalu ia menatap Zoiru dengan tatapan serius, ketiga temannya telah jatuh dan takdir berada di tangannya untuk menghentikan Zoiru yang mulai menunjuk Homura.


Homura mengangkat kedua lengannya dan Zoiru menurunkan lengannya, "Bagus, kau setidaknya masih menunjukkan rasa hormat kepada seorang dewa."


"Sekarang, salah satu dari kalian... siapa yang berani membunuh Zoiru palsu?" Tanya Zoiru untuk memastikan, dia tidak menyimpan rasa dendam tetapi ia merasa sangat penasaran soal pembunuh dari Zoiru palsu.


"Aku tidak tahu..." Kata Homura yang mulai berjalan ke depan sehingga Zoiru mencekik leher Homura sampai membuat Shinra terkejut.


"Percuma saja aku memberi ampun kepada bangsa palsu, kalian mendengar dengan istilah sampah perlu di hancurkan...? Apalagi sesuatu yang palsu harus di tuntut karena melanggar hak dan kewajiban?" Zoiru menatap Homura.


Homura mulai kesulitan bernafas sehingga Shinra mengamuk lalu ia bangkit dari atas tanah tetapi tubuhnya tertekan dengan dorongan yang di lepaskan oleh Zoiru sampai ia terjatuh di atas tanah.


"TIDAK!!! ZOIRU...!!! HENTIKAN...!!!" Seru Shinra keras.


Zoiru menghancurkan leher Homura sampai ia terjatuh di atas tanah, Shinra dan yang lainnya terkejut ketika melihat Zoiru bertindak tanpa memberi belas kasihan.


"Waktunya melaksanakan kehancuran untuk kalian semua..." Tubuh Homura langsung di makan oleh Bamushi sampai habis.


"TIDAAAAAKKKKK...!!!"

__ADS_1


[Shiratori Homura - Gugur]


__ADS_2