
"Kita gunakan kecerdasan kita untuk melakukan cara yang licik dan kotor. Licik dan kotor yang aku maksud itu... kita gunakan kekuatan dan kemampuan kita untuk mendapatkan semua poin yang harus kita kumpulkan dan itu wajib sekali, asalkan berkaitan dengan kemampuan dan kecerdasan kita maka semuanya tidak bisa dibilang licik menurutku karena kau sendiri yang bekerja keras." Haruka bersama yang lainnya mulai berkumpul seperti tim walaupun kelas belum dibagi, mereka harus mengerti tentang rencana yang akan Haruka buat.
"Jika kita berada di kelas yang berbeda maka usahakan kita tetap bekerja sama dan jangan sampai teman sekelas kalian yang asing mengetahui kita semua bekerja sama untuk mendapatkan poin itu... sepertinya aku dan kedua adikku otomatis akan mendapatkan nol poin setelah kami mendapatkan kartu itu tetapi kami tidak begitu peduli, banyak cara untuk mendapatkan poin dengan cara yang positif di awal. Semakin maju maka cara positif itu bisa berubah menjadi negatif..."
"Semua orang akan mendapatkan 500.000 poin, poin itu akan hangus bagi kami dan aku sendiri sadar bahwa semua orang secara otomatis akan mendapatkan 3 poin-streak atau bahkan seseorang mungkin saja sudah mendapatkan poin-streak dengan jumlah yang tinggi karena aku yakin semua mengenal satu sama lain... hari pertama yang cukup menyusahkan tetapi kita bisa mendapatkan banyak poin dari mereka dengan menantang mereka atau semacamnya, intinya kita harus menggunakan kecerdasan kita jika ingin menang..." Haruka menunjuk dahi-nya sendiri, mereka semua mengangguk lalu setuju untuk menjalani kerja sama.
"Jika kita melakukan hal kotor seperti ini maka aku yakin sebagai dari mereka akan melakukan hal yang sama... berhati-hatilah, aku tidak akan melarang kalian untuk melakukan apapun karena kita masih bisa dibilang Legenda. Gunakan cara apapun itu asalkan berkaitan tentang pertarungan maka langsung saja, jangan menyia-nyiakan apapun dengan pembicaraan, kalau bisa langsung pukul dan rampas saja kartu mereka dan jangan sampai ketahuan." Perkataan Haruka mulai disetujui oleh mereka bahkan Rokuro merasa bangga memiliki pacar seperti dirinya.
"Semisal-nya kita bertarung ilegal melawan seseorang terus merebut kartu mereka... apakah kita akan dilaporkan oleh korban?"
"Tentu saja tetapi guru atau penjaga lainnya tidak akan percaya asalkan korban itu memiliki bukti dan ingat... jangan sampai kalian meninggalkan jejak apapun karena guru juga akan langsung memeriksa melalui apapun itu... termasuk sidik jari dan kekuatan yang kalian lepaskan..."
"...sudah mengerti?" Tanya Haruka dan mereka semua mengangguk, semua peserta baru saja terkumpul di lapangan itu dan berjumlah 720, sebagiannya harus disingkirkan agar bisa memasuki turnamen permohonan dengan aman tanpa harus menerima ujian atau apapun itu tetapi mereka juga harus menyingkirkan-nya dengan pelan-pelan.
Setelah semua calon murid berkumpul, Morgan akhirnya memulai pengumuman dan penyambutan kepada seluruh calon murid itu yang sudah berkumpul di lapangan. Ia bisa melihat generasi baru yang begitu hebat dan berbahaya karena kekuatan mereka yang begitu mengerikan, Morgan naik ke atas panggung lalu membersihkan tenggorokan-nya dengan meminum air putih lalu mencoba untuk memperbesar suaranya menggunakan sihir suara.
"Saya adalah kepala akademi dari Academy Solicitation dan bahkan pendiri dari turnamen pengumuman yang menyediakan tiga barang yang mampu mengabulkan permintaan apapun, Morgan... panggil saja Morgan sudah cukup karena aku melupakan nama terakhir dan depan-ku karena terlalu sibuk mengurusi [Solicitation's Order]."
__ADS_1
"Sebagai kepala akademi yang sudah mengundang kalian dari berbagai macam semesta yang begitu besar, saya berhasil mendapatkan 20 ras yang cukup layak untuk berpartisipasi di dalam [Tournament of Solicitation IV] dengan syarat kelulusan dari akademi yang akan kalian hadapi... saya mengucapkan selamat datang kepada para siswa baru dan semoga beruntung untuk menghadapi semua ujian dan peraturan yang tertera di tempat ini."
"Seperti yang kalian ketahui, akademi permohonan sekarang menyediakan dua kelulusan untuk bisa mendaftar di turnamen permohonan, sistem poin dan sistem nilai. Kedua sistem itu harus bisa kalian terapkan dengan baik karena pengabulan permohonan itu bukan sekadar hal yang biasa, membutuhkan usaha besar untuk mendapatkannya jadi kami sudah memperketat semua yang terdapat di akademi ini."
"Seseorang yang lulus akademi itu otomatis akan terdaftar di turnamen permohonan dan sebagian yang kalah dalam turnamen bisa mengikuti akademi permohonan kapanpun atau tinggal di kota buatan ini... kami menyediakan semua pekerjaan berbeda dan semua kebutuhan sehari-hari, tempat yang pantas untuk berlindung. Kali ini kubus emas yang bernama Solicitation's Order itu sudah kami terapi dengan semua usaha kami..."
"...kali ini kubus itu dapat mengabulkan 3 permintaan sekaligus." Ketika Morgan mengatakan itu, semua orang langsung tercengang ketika mendengarnya bahkan tidak ada yang bisa mengeluarkan kata sedikitpun melainkan teriakan. Haruka juga tidak bisa mempercayai apa yang baru saja ia dengar, jika ia memohon untuk menyembuhkan Kou maka dua permintaan tersisa untuk mengembalikan Korrina dan menghidupkan Ayahnya.
"Hahaha, sepertinya aku mengejutkan kalian semua ya... yang aku maksud itu Solicitation's Order tetap akan mengabulkan satu permintaan tetapi pemenang dari turnamen yaitu tiga orang akan bertarung melawan satu sama lain untuk mendapatkan [Ultimate Solication's Order], kubus yang dapat mengabulkan tiga permintaan sekaligus!" Seru Morgan keras, semua murid langsung bersorak keras dan terbakar penuh dengan semangat bahkan Shuan sendiri tidak begitu tertarik asalkan bisa mendapatkan satu kubus.
"Baik untuk para siswa resmi yang belajar di akademi Solicitation selama 1 dan 2 tahun, mereka juga akan ikut mengikuti ujian untuk bisa terdaftar di turnamen tersebut karena saya resmikan bahwa turnamen ini adalah turnamen terakhir untuk Solicitation!" Seru Morgan keras sehingga mereka mulai bersorak semakin keras bahkan sampai membuat Kou menutup kedua telinga-nya karena tidak tahan mendengar suara yang bising itu.
"Kepada seluruh murid yang akan bersaing demi bisa terdaftar, kami mengharapkan hal yang begitu besar dari kalian, para siswa baru dan siswa yang sudah naik kelas. Segala sesuatu di sekolah ini ditentukan oleh kecerdasan, kekuatan, dan kemampuan kalian untuk tetap bertahan dan membawa kalian menuju puncak yang terbaik seperti para mantan murid dan pemenang dari ketiga turnamen terakhir!!!" Morgan menjentikkan jari-nya sehingga layar virtual yang besar muncul di atas panggung.
"I-Itu... Mama..." Kou tersenyum ketika melihat wajah Korrina yang pernah memenangkan dua generasi dari turnamen permohonan, Minami tersenyum bangga ketika melihat wajah Megumi yang tertera di layar itu sebagai pemenang turnamen permohonan yang ketiga.
"Kalau tidak salah aku dengar dari Ibuku bahwa Ayahku dan Arata pernah bertarung tetapi hasilnya setara... tidak ada yang menang." Ucap Asriel.
__ADS_1
"Ya... jika kita bertemu di ronde turnamen itu maka aku tidak ingin mengulang sejarah itu, aku akan mengalahkan dirimu, Asriel."
"Oh, kita lihat saja nanti."
"Sepertinya saya sudah menjelaskan hal-hal penting yang terkait untuk kalian murid baru, sekarang mari kita membagi kelas dengan adil---" Haruka menyentuh Kou dan Kou langsung mengangguk sehingga ia menggunakan kemampuan The Mind untuk memasukkan pikiran tambahan miliknya ke dalam otak Morgan sehingga ia langsung mengingat apa yang harus ia katakan dalam pembagian kelas.
Morgan seharusnya mengatakan setiap kelas akan memiliki ras yang di acak tetapi perkataannya berubah menjadi setiap kelas akan memiliki 6 murid ras yang sama, itu sudah cukup terdengar adil karena sebagiannya akan ditentukan dengan cara acakan, 20 kelas dengan 12 murid di dalamnya dan 5 kelas yang akan bertahan untuk melanjutkan ujian mereka selanjutnya sedangkan sisanya harus dikeluarkan jika para murid cukup pintar untuk menghabiskan poin mereka.
Layar itu mulai menunjukkan semua wajah murid baru yang tertera di dalam bentuk kotak yang melambangkan sebuah kartu, semua kartu itu mulai berputar dan muncul lah 20 kontak yang melambang kelas 1 sampai 20 dengan nama huruf A sampai T. Jika kartu itu sudah berputar maka pemilihan kelas di mulai dan kartu yang berputar itu mulai berpindah ke setiap layar yang berbeda sampai menginjak angka 12 murid. Di saat itulah Haruka mulai mengusap pipi Kou untuk memberi dirinya sebuah tanda.
"Kou... sekarang..."
"Baik, Kakak... Heaven's Mind!" Kou melebarkan matanya dan tidak terjadi apapun karena sihir yang berkaitan dengan Heaven tidak akan menunjukkan tanda apapun, terjadi secara natural seperti kemampuan The Mind milik Kou, yang menyadarinya hanya Kou sendiri dan apa yang baru saja ia lakukan tadi tidak akan bisa digagalkan atau diketahui oleh para guru, penjaga dan bahkan Morgan sendiri.
"Baiklah... itu artinya setiap kelas akan memiliki 6 murid ras yang sama, aku bahkan sudah meminta Kou untuk disatukan dengan orang yang tertentu agar bisa menjalani akademi dengan santai dan damai, sekarang aku hanya perlu mengumpulkan poin bersama adik-adikku." Ungkap Haruka.
"...semua ini baru saja permulaan dan aku tidak sabar!"
__ADS_1