
"Tunggu, biarkan aku menciptakan sebuah situs untuk di gunakan dalam sistem Tech. Semua orang jadinya bisa mengaksesnya dengan mudah..." Kou kembali mengerjakan sesuatu penting dengan mengetik di keyboard nya itu.
"Kou, kamu benar-benar pandai dan Jenius dalam memikirkan hal seperti itu...!" Kata Asriel yang terlihat setuju soal itu, Minami masih terlihat kebingungan dan Hana langsung menyadari sesuatu.
"Ahh, yang sedang terjadi akhir-akhir ini ya? Kalau tidak salah, awal mulanya karena Malaikat yang menciptakan sebuah situs untuk menonton acara mereka." Hana mengeluarkan alat komunikasinya.
"Maksudmu...?"
"Ini loh, semacam idola dan orang terkenal yang di sukai bagi kalangan pria." Kata Hana sambil memperlihat layar yang menunjukkan dua malaikat menari sampai ia bisa melihat banyak sekali lambang hati bermunculan.
"Menari?"
"Semacam itu, bisa di gunakan sebagai hiburan dan langkah-langkah untuk melakukan sesuatu seperti latihan... Era sekarang cukup canggih berkat bantuan Korrina sejak itu." Kata Hana, ia memperlihatkannya lebih dekat lagi.
"Kedua malaikat itu terlihat cantik juga... aku bahkan bisa melihat tanda hati bermunculan juga komentar positif." Kata Minami, ia juga sempat melihat pilihan donasi.
"Jadi ini donasi yang Kou bicarakan?"
"Iya, jika kamu menekan pilihan ini maka kamu dapat memberikan sesuatu yang berharga kepada kedua malaikat itu..."
"...bukan hanya uang tetapi barang yang mahal juga bisa." Kata Hana sehingga Asriel bersama Mitsuki mulai mendekat.
"Yang Hana tunjukkan adalah idola sedangkan kami juga sempat menonton beberapa orang yang cukup terkenal juga." Kata Asriel, ia menunjukkan alatnya kepada Minami.
Minami bisa melihat layar itu menunjukkan seorang gadis yang berdiri di hadapan layar sambil memainkan sesuatu.
"Game ya...? Serius, aku tidak mengerti apa yang coba kalian katakan. Pembicara soal sistem dan teknologi bukanlah keahlian yang aku miliki..." Jawab Minami sambil menghela nafasnya.
Kou melakukan sentuhan terakhir dan ia bisa melihat lensa kacamatanya menyala seketika, menunjukkan satu pilihan yang bernama [Minamism].
"Ah, Kou, sepertinya kamu berhasil menciptakan pilihan baru." Kata Hana sambil menunjukkan layarnya.
"Kita sudah siap untuk melakukannya..."
"Baiklah, Tech, apakah sistem dan sinyal sudah stabil?" Tanya Kou, Tech mengacungkan jempolnya lalu ia sudah siap menerima perintah lainnya.
"Minami, bagaimana jika kamu bersiap dulu? Aku ingin kamu terlihat lebih imut seperti mengenakan pakaian dan aksesoris yang selalu kau kenakan." Kou tersenyum lebar kepada Minami.
"Ehh?"
"Ayo, Minami, biar aku bantu." Kata Mitsuki sehingga ia meraih tangan Minami lalu mengajaknya pergi dari ruangan itu.
Beberapa menit kemudian, mereka bisa melihat Minami mengenakan pakaian yang terlihat begitu emas bahkan ia sempat menggunakan penutup mata, ikat kepala, dan jubah.
"Ahh! Pengabdi cahaya Minami!" Kata Hana, ia mengambil gambar Minami lalu tersenyum lebar.
"K-Kenapa aku harus memakai pakaian memalukan seperti ini...? Sudah aku bilang beberapa kali bahwa aku tidak ingin kembali menjadi anak-anak..." Kata Minami.
"Hanya sebentar kok, Minami. Kamu mengenakan semua itu agar bisa membuat para penggemarmu tergila-gila." Jawab Kou.
"Maksudmu?" Minami masih belum mengerti apa yang mereka coba katakan.
"Jadi begini, Minami, layar yang berada di hadapan Kou akan menunjukkan penampilan dirimu kepada seluruh penghuni Touriverse yang menekan pilihan Minamism..." Asriel mulai menjelaskan..
__ADS_1
"...bisa di bilang sebuah siaran langsung dimana para penggemar dapat melihat dirimu sedangkan kamu sendiri hanya dapat melihat komentar dan lambang yang mereka berikan."
Minami mengerti dan wajahnya memerah seketika, "Ehh...?! Aku akan bertemu langsung dengan penggemar itu?"
"Iya, menyenangkan kok. Bukannya kamu ingin menghasilkan uang sendiri? Usahamu sendiri sudah terbayar di turnamen itu, menciptakan penggemar yang menyukai dirimu bernama Minamism!" Asriel menahan tawanya.
"Hm... Aku mengerti sekarang..." Minami melihat Kou menawarkan sebuah lantai untuk Minami agar ia bisa duduk di depan layar besar.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Minami.
"Buatlah seluruh penggemarmu senang seperti mengatakan sesuatu yang selalu kau katakan atau melakukan sesuatu yang terlihat menyenangkan bagimu." Kata Kou.
"Kamu pasti bisa, Minami!" Kata Mitsuki.
"Aku juga akan menonton dirimu jika kamu menyalakan siaran langsung itu!" Kata Hana dengan ekspresi yang terlihat tidak sabar.
Kou mengajak seluruh temannya untuk berdiri di pojokkan agar layar itu hanya bisa merekam dan memperlihatkan Minami kepada seluruh penghuni alam semesta.
"Semuanya sudah siap..." Kou menyentuh kacamatanya lalu ia menatap Minami yang mencoba bersikap serius dan imut.
"Demi uang... aku harus melakukannya!"
"Baiklah, sepertinya membuat semua penggemarku senang adalah pekerjaanku untuk mendapatkan uang." Ungkap Minami.
Hana menekan pilihan Minamism dan ia melebarkan kedua matanya karena dikejutkan dengan jumlah penonton yang sudah lebih dari 10 juta.
"Siaran langsung belum di mulai dan para penggemar Minami sudah berkumpul di ruangan, jumlahnya terus naik bahkan sampai menginjak 50 juta...!!!" Seru Mitsuki dengan tatapan kaget.
"Baiklah, Minami, kamu sudah siap?" Tanya Kou.
"Ya! Aku siap..." Minami tersenyum.
"Tech." Kou meminta Tech untuk menyalakan antena agar siaran langsung dari 'Minamism' bisa berjalan dengan lancar.
Hana, Mitsuki, dan Asriel langsung melihat layar virtual mereka menunjukkan Minami yang sedang menatap ke depan dengan tatapan penasaran.
"Sudah di mulai!" Kata Hana.
Minami mendengar Hana dan ia langsung tersenyum lebar, "Hai~ Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya akan menunjukkan kalian arti dari keimutan!"
Minami sempat melakukan gaya kecil, membuat seluruh penonton tergila-gila di komentar bahkan Hana sendiri tidak sempat menyampaikan komentarnya karena sudah tenggelam lebih awal.
"Uwahh... Banyak sekali yang datang ya, terima kasih untuk datang dan melihat diriku, hehehe..."
"...selamat datang~" Minami mulai bingung harus mengatakan apa selanjutnya, ia menatap Kou yang sedang melakukan sedikit gaya kecil.
"Aku akan memberikan kalian tembakan cinta!" Minami membentuk sebuah hati melalui jarinya lalu ia mengeluarkan suara kucingnya, membuat seluruh penonton semakin bersemangat.
"Mereka terlihat sangat senang... aku bahkan sampai tidak bisa membaca apa yang coba mereka katakan, lambang hati juga terus bermunculan di layarku." Kata Minami.
"Sudah saatnya membuka pilihan donasi, Minami." Kou mulai berbicara di dalam pikirannya, Minami bisa melihat tombol merah di hadapannya yang berkedip-kedip.
"Tekan tombol merah itu jika ingin membuka pilihan donasi agar kamu bisa mendapatkan banyak uang dan barang dari penggemarmu." Kata Kou.
__ADS_1
Minami menekan tombol merah itu dan ia melihat bisa melihat diagram batang di pojok layar kanan, diagram batang itu meningkat sangat cepat bahkan sampai mengejutkan semua orang.
"Li-Lihat, Kou! Batangnya meningkat sangat cepat... angkanya juga terus menambah dan tidak pernah berhenti sama sekali...!!!" Minami melebarkan mulutnya, membuat para penonton semakin terpesona.
"Sepertinya berhasil..." Kou mengangguk dan tersenyum.
"Minami, aku harap kamu bisa menggunakan sisa uang itu untuk melakukan donasi kepada yang membutuhkannya."
"Tenang saja, semua Neko Legenda yang tinggal di pulau ini tidak akan ada yang pernah namanya kemiskinan... semuanya harus memiliki rumah." Kata Minami yang mulai menggerakkan ekornya.
"Diagram itu terus bertambah panjang seolah-olah tidak ada batasan yang menahannya. Sungguh mengerikan, semua penggemar Minami banyak sekali." Kata Mitsuki.
"Mungkin kamu akan terbiasa dengan pekerjaan ini, Minami. Lebih baik lagi jika kamu mendengarkan apa yang para penggemar mau, mengeluarkan suara ikut dan melakukan hal-hal imut lainnya..." Kou mulai menjelaskan.
Minami tersenyum lebar sambil membuka mulutnya di hadapan layar, di lanjut dengan kedua matanya yang langsung ia tutup untuk menunjukkan keimutan nya.
Komentar lagi-lagi meledak dengan banyak pesan sampai Hana terkejut ketika melihat temannya terkenal, ia sempat melakukan donasi juga secara diam-diam.
"Hana, apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Mitsuki sambil menatap ekspresi Hana yang terlihat bersemangat.
"Ahhh! Tidak... Tidak ada..." Hana tersipu merah lalu menatap arah lain.
Minami menggunakan kedua mata tajamnya untuk membaca komentar dan ia bisa melihat beberapa penggemarnya ingin melihat pakaian apa saja yang ia kenakan.
"Kalau tidak salah pakaian biasa saja... terlihat cukup memalukan sih." Minami terkekeh, berdiri sebentar untuk memperlihatkan penampilannya.
Minami langsung melihat semua komentar mengatakan 'Puja paha Minami'.
"Kenapa harus memuja pahaku?" Minami mengangkat kedua roknya untuk menunjukkan kedua pahanya, menyebabkan diagram donasi meningkat lebih tinggi lagi.
"Minami, jangan macam-macam." Kata Hana, ia bisa melihat Minami menunjukkan kedua pahanya kepada para penggemar.
"Tidak ada niat buruk kok, aku hanya ingin membuat para penggemar senang melihat kedua pahaku ini..."
"Mereka dari tadi mengatakan sesuatu soal memuja kedua pahaku jadi memperlihatkannya dari dekat tidak buruk juga..." Minami tersenyum karena ia mengerti apa yang harus ia lakukan.
Membuat para penggemarnya senang, itu yang terus muncul di dalam pikirannya berkat bantuan dari teman-temannya.
"Minami, kamu juga bisa menekan tombol biru untuk membuat sebuah pilihan agar penggemarmu bisa meminta melakukan sesuatu dengan cara pemilihan voting." Ucap Kou.
"Baiklah..." Minami menekan tombol biru, layar itu mulai menunjukkan tiga komentar berwarna emas dan ia langsung membaca ketiganya.
"Sepertinya komentar emas yang di tengah ini memiliki banyak pemilihan dari penggemarku... kita lihat..."
"...buka semua pakaianku? Baiklah." Minami mulai melepaskan seluruh aksesorinya lalu memegang erat bajunya untuk membukanya tetapi Hana langsung mematikan siaran langsung itu.
"Apa yang kamu lakukan, kucing bodoh!?" Seru Hana.
"Membuat penggemar senang? Bukannya itu tujuan dari pekerjaan ini...?"
"Tidak seperti itu...! Kamu ini seharusnya sadar dengan dirimu sendiri bahwa harga dirimu sebagai gadis lebih penting di bandingkan membuat para penggemar senang."
"Heh...? Begitu ya..."
__ADS_1