
"Waahhhhh~ Imut nya~" Kou melihat Koizumi kecil dan Hinoka kecil sedang tertidur di atas ranjang bayi, kebetulan ia datang untuk melihat kedua keponakannya itu.
"Benarkan~? Lihat... kedua keturunan Comi baru ini sangat mendarah daging dengan kita." Kata Haruka sambil mengusap kepala Koizumi.
"Mereka sudah tidak bisa meneruskan legasi kita loh... mereka adalah harapan baru untuk garis keturunan Shimatsu dan Shizukaze." Jawab Kou sambil mencolek pipi mereka.
"Yang penting mereka adalah keturunan baru kita juga... Mama sudah memiliki cucu sekarang dan aku yakin dia senang dengan kita yang berhasil memenuhi mimpinya untuk memiliki seorang cucu." Kata Honoka.
"Jadi..." Haruka menatap Kou, ia sempat bertatapan dengan Honoka lalu tersenyum ketika melihat Kou belum memenuhi mimpi Korrina yang ingin memiliki cucu juga.
"...Kou, kapan kamu akan mengandung anak Shuan?" Tanya Honoka.
"E-Ehh... mungkin terlalu awal tapi... ya, butuh proses." Kou menjawabnya dengan tatapan malu, Haruka dan Honoka terkejut ketika mendengarnya karena mereka mengetahui Kou yang mungkin sedang mengandung anaknya.
"Keturunan Comi dan Shiratori ya... harapan yang sangat besar sudah pasti akan menantinya." Kata Haruka.
"Koizumi dan Hinoka akan menjadi Keponakan yang paling tua bagi anakku... semoga bisa akrab ya." Kou terkekeh dan ia mulai dipeluk oleh Honoka dan Haruka.
"Kita saja sudah akrab seperti ini... mereka juga pasti akan akrab kok dan mungkin memiliki hubungan yang sangat ketat seperti ini." Jawab Haruka.
"Hm... itu benar..." Honoka mengangguk pelan, masih merasa sedih soal kepergian Minami karena ia juga tidak sempat untuk menghabiskan waktu dengan dirinya lagi sejak itu.
***
Kou kembali duduk di atas kursi kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya, ia ingin melakukan beberapa desain zirah lagi dan alat pembantu untuk beberapa orang yang tidak bisa bergerak.
Kou memikirkan Arata yang lumpuh tidak bisa bergerak karena dirinya telah menghancurkan batasan terlalu dalam, ia mulai menggambar beberapa desain untuk membuat alat pembantu untuk membantu Arata bisa berjalan lagi.
Sebelah dari Kou juga sudah tidak bisa bergerak, ia juga akan membuatnya untuk dirinya sendiri. Namun, pekerjaannya berhenti ketika ia mendapatkan sebuah pesan darurat dari Tech.
"Nyonya, nyonya, nyonya..."
"Ehh...? Ada apa?" Tanya Kou.
"Aku merasakan keributan seperti demo di restoran Shimatsu."
"Keributan...?" Kou terkejut ketika mendengarnya, ia segera mengambil tongkatnya lalu mengubahnya menjadi zirah teknologi yang terpasang kepada dirinya sehingga ia terbang keluar untuk pergi menuju restoran itu.
Beberapa menit Kemudian, Kou bisa melihat banyak sekali orang sedang melempar batu dan sihir menuju restoran itu sampai ia bisa melihat wilayah rumah Arata hancur dan berantakan karena mereka semua.
Kou mendarat di depan lalu menciptakan pelindung Crimson yang besar, "Ada apa ini...?!"
"Ratu, keluarga Shimatsu dan Phoenix adalah penyebab keguguran banyak sekali alam semesta...! Mereka sudah menciptakan makhluk sihir dan sekarang mereka telah menjadi tumbal sebagai pembangkitan Bamushigaru...!"
"Apakah kita layak tinggal dengan seorang pengacau dan monster seperti mereka semua...!? Apakah pantas kita hidup damai dengan mereka semua!?"
"Kami tidak menerima pemicu dari masalah itu sendiri...! Itulah kenapa kami ingin melakukan demo untuk mengusir Shimatsu dan Phoenix...!"
"Jika mereka tidak mau pergi maka solusinya adalah menghukum mati mereka semua...! Keluargaku mati karena Zoiru dan Bamushigaru..."
__ADS_1
"Seharusnya ada tanggung jawab besar! Bagaimana sih ini!?"
Kou terus mendengar omongan mereka yang dipenuhi keluhan dan rasa benci, perasaan yang mereka rasakan dipenuhi kesedihan, dendam, dan kebencian besar bahkan ia membacanya dengan jelas.
"Aku mohon, kita bisa menentukannya baik-baik... pelan-pelan, jangan sampai membuat keributan yang dapat merugikan para tetangga." Kata Kou.
"Kalian sudah berjanji kepadaku bukan...? Untuk tidak menyebabkan keributan apapun kepada satu sama lain, selesaikan dengan omongan dan janji." Kou pernah membuat sebuah peraturan untuk tidak menyebabkan keributan seperti saling bermusuhan.
Demo juga termasuk karena ia sendiri tidak ingin melihat semua bangsa Legenda membenci satu sama lain sampai memunculkan kembali perselisihan sejak jaman dulu sekali.
"Selesaikan dengan omongan!? Apa maksudnya semua ini...! Dia adalah ancaman yang mungkin akan menarik ancaman lain...!"
"Sebagai ratu Touriverse... kau harus bisa bertanggung jawab untuk semua orang demi mengorbankan apapun! Contoh dari ibumu Korrina Comi."
"Iya... aku akan bertanggung, tolong hentikan semua keributan ini dan berhenti menghancurkan sesuatu." Perintah Kou dan semua orang itu berhenti seketika.
Mereka masih memiliki rasa kehormatan kepada Kou karena sudah melakukan apapun untuk orang yang kesusahan jadi mereka akan mendengar perkataannya.
"Biar aku urus mulai dari sekarang... kalian bisa melanjutkan aktivitas atau tugas kalian masing-masing, lain kali jangan menyebabkan keributan seperti ini ya." Kata Kou.
Mereka semua pergi, masih memiliki rasa dendam dan penuh amarah terhadap kedua keturunan itu yang sudah menjadi penyebab kedatangan Zoiru dan pembangkitan Bamushigaru.
Kou terdiam seketika, sepertinya sejarah tentang Phoenix yang menciptakan semua makhluk sihir sudah tersebar, ia harus memeriksa perpustakaan nanti karena Tech sendiri pernah memberitahunya.
Kou menoleh ke belakang, melihat wilayah Shimatsu sudah hancur bahkan restoran yang sangat terkenal dan disukai oleh semua orang telah hancur sampai terdapat banyak tulisan yang mengatakan [Pembawa Sial] dan [Pengkhianat].
Kou menyadari Arata, Ophilia, dan Hana tidak keluar untuk mengurusinya, kemungkinan besar mereka masih merasa sedih dan bersalah sejak kejadian Zoiru.
Melihat suasana restoran yang sudah hancur membuat Kou sedih seketika karena ia memiliki banyak kenangan indah berada di dalam restoran itu bersama seluruh teman dan keluarganya.
"Untuk sekarang... rahasiakan dulu kepada Rokuro, Tech." Perintah Kou dan Tech langsung melaksanakannya dengan
"Aku tidak ingin masalah ini menyusahkan mereka juga yang sudah kedatangan kebahagiaan baru..." Ucap Kou yang mencoba untuk bertanggung jawab sendirian.
Kou mulai memeriksa setiap ruangan restoran dan ia tidak melihat siapa pun, kemudian ia menerima rumah mereka yang juga hancur, rumah sebesar dan semewah yang Arata miliki hancur begitu saja.
Tidak ada yang melindunginya karena Kou sendiri mengetahui kondisi mereka, ia mulai mengetuk pintu yang sudah rusak dan tidak mendapatkan jawaban apapun.
Kou masuk ke dalam, ia mulai memeriksa ruang tamu, tidak ada siapa pun dan kebetulan ia melihat keluar dimana terlihat Arata sedang duduk di atas kursi selagi melihat pemandangan laut.
"Tidak...! Jangan-jangan...!" Kou lari dengan kecepatan penuh menghampiri Arata lalu ia mulai menarik kursi rodanya sehingga Arata menoleh kepada dirinya.
"Kou...?"
"Arata... jangan mencoba untuk bunuh diri...!"
"Tidak, aku hanya ingin memenangkan diri saja." Kata Arata yang mulai menoleh ke depan, sepertinya ia sudah mengetahui soal keributan di luar.
"Sekarang aku mengetahui jelas apa yang di rasakan oleh orang yang dibenci oleh semua orang... maupun itu Neko Legenda dan Comi, rasanya cukup menyakitkan."
__ADS_1
"Kau sudah melakukan yang terbaik untuk mencegah tetapi di pandangan mereka pasti muncul rasa dendam dan benci dimana kita sudah di anggap sebagai penyebab kekacauan itu."
"Reputasi keluarga kami sudah hancur... dan sayang sekali aku tidak dapat mengurusi sesuatu dengan kondisi seperti ini." Arata menghela nafasnya, Kou bisa melihat wajahnya terlihat tenang.
"Harus tetap kuat ya, Arata... aku yakin masih ada jalan di saat susah seperti ini, nanti aku beri solusi setelahnya." Kata Kou.
"Tidak usah repot-repot, biarkan kami menanggung semua akibat ini."
"Tidak boleh!" Seru Kou sehingga Arata menatap dirinya.
"Kau sudah memberikan kami semuanya..."
"Tidak ada batas untuk memberi sesuatu, sekarang diam lah... jangan mencoba sesuatu yang ceroboh." Kata Kou yang mulai mencari Hana dan Ophilia yang menghilang entah kenapa.
"Hana berada di kamarnya... Ophilia juga... mereka tidak ingin berbicara, untuk sekarang biarkan lah mereka menenangkan diri dan beristirahat." Kata Arata yang kembali menatap ke depan karena ia sudah melakukan sebisa mungkin untuk menenangkan mereka.
Kou menghampiri lantai atas dan semuanya juga terlihat kacau karena serangan lemparan batu itu, ia melihat kamar Hana yang terbuka lebar dimana dirinya bisa melihat Hana sedang duduk di atas kasur.
Pandangannya menatap ke bawah, ia terus menatap foto Minami dan tubuhnya dipenuhi luka karena menerima serangan batu itu, ia juga sempat melukai dirinya sendiri.
"Hana..." Panggil Kou.
Hana menatap Kou, "... ..."
Hana mulai menusuk lengannya lagi dengan pedangnya sendiri sampai Kou langsung panik dan menghentikan dirinya, ia bisa melihat tatapan Hana yang mati.
"Hana... kamu bisa dengar aku...?"
"... ..."
"Tech... tolong ke sini." Perintah Kou karena ia membutuhkan bantuan untuk membawa Hana ke ruangan pemulihan di gedung Comi's Corporation karena mentalnya sudah hancur dan dirinya bisa menjadi gila karena kehilangan sahabatnya.
Tech datang dengan mendarat tepat di belakang Kou karena atap rumahnya sudah hancur, ia bisa melihat Hana dipenuhi emosi sedih, depresi, dan mental yang sudah hancur.
"Hana, tolong hentikan..." Kou mencoba untuk menahan Hana tetapi tenaganya terlalu kuat sehingga ia terus menyiksa dirinya sendiri.
"... ..." Kou menghela nafasnya lalu ia menyentuh kepala Hana sampai ia jatuh tertidur, Tech segera mengangkat tubuhnya itu.
Kou bergegas menghampiri kamar Ophilia dan ia juga bisa melihat Ophilia berdiri di atas kursi, mencoba untuk menggantung dirinya dengan tali yang sudah tersedia.
"Ophilia...!" Kou mendorong dirinya sampai ia terjatuh di atas kasur, kemudian dia segera menidurkan dirinya sebelum Ophilia melakukan sesuatu yang buruk lagi.
"Nyonya, sepertinya... Ophilia dan Hana mengalami [Mental Breakdown] yang besar... pikirannya dipenuhi rasa penyesalan dan bersalah yang memicu kepada pilihan untuk bunuh diri."
"Mereka membutuhkan seseorang yang harus mendampingi mereka... Arata tidak bisa melakukannya karena kondisinya, jadi biarkan aku saja yang bertanggung jawab..."
"Tech, aku mohon bawa mereka ke ruangan pemulihan agar aku bisa memperbaiki mereka dan mencoba untuk memberi sugesti." Kata Kou, Tech mengangguk lalu terbang pergi selagi menggendong Hana dan Ophilia.
"Apakah ini semua..."
__ADS_1
"... kedamaian?"