
"... ...!" Diablo menoleh ke belakang dan menembak sebuah gumpalan kegelapan yang berhasil menghapus beberapa pasukan Legenda yang datang menggunakan naga dan monster.
"Sepertinya perebutan wilayah telah di mulai kembali."
Diablo menurunkan lengannya karena ia masih bisa menghabiskan waktunya lebih lama lagi dalam menyiksa Haruki, sekarang ia merasa tidak sabar untuk melakukan sedikit tes dengan tubuh Legenda itu.
"Satori, izinkan aku menyapu wilayah ini." Diablo sudah terbiasa menganggap Legenda bertopeng itu sebagai temannya sekarang karena rasa hormat yang ia berikan sejak itu masih bisa di rasakan sampai sekarang.
"Hmph, musuh dari musuhku adalah teman ya...? Siapa yang peduli, Diablo. Kita sudah mati, dan tentunya aku tidak memihak siapa pun kecuali rasa penasaranku."
"Aku juga tidak memihak dirimu tetapi rasa penasaran yang kau miliki itu mungkin menarik perhatianku." Diablo memunculkan sirkuit sihir hitam di sekeliling tubuhnya.
"Kalau begitu, lakukan apa yang kau inginkan. Jangan meminta izin kepadaku, rajanya adalah Regulus Khan." Satori berjalan pergi meninggalkan mereka semua.
"... ..." Haruki mencoba untuk bangkit tetapi tubuhnya terasa seperti di tahan oleh sesuatu.
Ia sempat melihat Satori melangkah tepat di hadapannya sampai ia entah kenapa merasakan sesuatu yang tidak asing tetapi sulit untuk menyamakannya karena kekuatan dan kemampuannya masih tersembunyi.
Haruki menyentuh kaki Satori dan entah kenapa ia berhasil, ia memiliki kesempatan untuk menyerang tetapi Satori hanya bisa diam dan memperhatikan Haruki.
"Rencana apa lagi yang akan kau lakukan...? Aku akan memberimu kesempatan untuk melakukannya."
"Siapa sebenarnya dirimu...? Siapa... raja yang memimpin wilayah ini dan kenapa kau memanggil salah satu dari Legenda itu dengan sebutan iblis paling berbahaya?"
"Aku tidak bisa berbicara soal itu... aku bukan pemandu, dan tentunya identitas yang aku sembunyikan ini harus kau cari tahu sendiri." Satori menghilang begitu saja.
"Diablo, apakah kau serius akan melawan mereka semua dengan tubuh itu?"
"Kau tidak mengingat siapa yang sudah membunuh ya? Aku, Diablo, iblis yang akan melakukan apapun demi kepuasannya sendiri."
"...mendapatkan tubuh dari Legenda ini cukup membantu diriku untuk bertambah semakin kuat karena sekarang jiwa iblisku sudah mempengaruhinya." Diablo menatap kedua tapaknya.
"Aku tidak menyangka tampangmu masih terlihat seperti Legenda atau manusia biasa."
"Iblis memang memiliki penampilan yang berbeda... aku sendiri bahkan mengetahui terdapat bangsa iblis dengan rupa manusia asli." Diablo maju ke depan untuk melakukan sedikit tes.
Diablo memasang tatapan serius lalu ia menunjuk ke depan sampai membelah langit-langit menjadi dua, belahan itu menciptakan celah besar yang menghapus semua Legenda itu satu per satu.
"Kekuatanmu masih tetap mengerikan seperti biasanya, tetapi jangan harap hasilnya akan sama seperti biasa." Regulus terus memperhatikan Diablo menyapu semua Legenda itu.
"Aku sudah terbiasa dengan tubuh Legenda ini, sebentar lagi akan menjadi iblis secara keseluruhan...!"
Diablo melepaskan kekuatan kecilnya sampai menyebabkan dorongan besar di sekelilingnya sampai mengejutkan Haruki karena esensi yang ia rasakan memang berasal dari zaman yang kuno sekali.
Semua pasukan Legenda itu masih bertahan dan akan terus menyerang demi mendapatkan properti dari kerajaan Legetsu, mereka semua menggunakan formasi secara acak untuk membingungkan Diablo.
"Aku mengharapkan banyak dari zaman yang sudah jauh... mereka semua cukup mengecewakan tetapi aku yakin salah satunya memiliki potensi yang baik."
Diablo menghela nafasnya sampai mengeluarkan semua arwah di dalam tubuh pasukan itu secara paksa, semua tubuh Legenda yang kosong itu mulai ia tarik dengan kedua matanya.
"Jika seperti ini, kau memang akan mencatat sejarah mengerikan lagi seperti dulu, Diablo." Kata Regulus.
__ADS_1
"Mungkin... tetapi sekarang aku tidak begitu tertarik dengan penaklukkan melainkan tubuh Legenda cukup menarik sampai aku ingin terus mempelajarinya."
Diablo menatap kedua tapaknya, ia mencoba untuk melakukan sedikit pemanasan tetapi tekanan kecilnya tidak sengaja menghancurkan istana di bagian barat.
"Ternyata tubuh Legenda memang sensitif soal kekuatan... aku membutuhkan kontrol penuh." Diablo menunjuk bangunan yang sudah hancur itu lalu memperbaikinya.
"Apa yang terjadi jika aku mengaktifkan Legend's Boost secara tak terbatas...? Apakah aku dapat menjadi segalanya...?" Tanya Diablo sampai mengejutkan Regulus dan Haruki.
"Mungkin aku akan menusuk Zenzaku dari belakang jika aku terus melakukan latihan sampai Legend's Boost itu bangkit---"
Wilayah kerajaan itu tiba-tiba di serang dengan ledakan yang sangat besar, Shizen telah datang untuk menyelamatkan Haruki yang sedang berada di situasi buruk.
Shizen terus melepaskan sihir ledakan untuk menghancurkan semua pasukan Legenda dari kerajaan Legetsu karena ia mendapatkan sebuah peringatan dari kerajaan lainnya.
Satu-satunya kerajaan yang saat ini memiliki properti sangat besar sampai rajanya juga cukup kuat karena memiliki kekuatan yang sudah punah sejak jutaan tahun lamanya.
Salah satu dari sihir ledakan itu mulai menarik tubuh Haruki dan Asriel ke sebuah tempat yang aman dimana Shizen terus melepaskan semua sihirnya sampai habis demi menyelamatkan teman-temannya.
Shizen datang tidak sendirian, ia membawa pasukan dari kerajaan lain dan bekerja sama untuk mereka demi menghancurkan kerajaan Legetsu sebelum menguasai seluruh wilayah Planet Legenia.
"Sampai kapan kau akan terus melakukan serangan yang terasa seperti angin sejuk ini?"
Shizen melebarkan matanya dan ia langsung terjatuh di atas tanah karena menerima tekanan yang muncul entah dari mana, ia menatap ke depan dan melihat Diablo hanya berdiri tegak.
"Aku tidak menggunakan kekuatan apapun, mungkin karena durabilitas yang aku miliki memang sudah bergabung dengan Legenda." Diablo melangkah ke depan.
"Diablo... sebenarnya dia itu iblis seperti apa... sang pencipta berpikir apa sampai mau menghidupkan dirinya yang memiliki banyak kemampuan tersembunyi."
Shizen kembali bangkit dan ia mulai mengangkat lengannya ke atas lalu menciptakan sirkuit sihir besar yang mengeluarkan gumpalan dengan kandungan ledakan besar di dalamnya.
"Legenda sepertimu sungguh langka bagiku...!!! Tetapi...!!! Apa salahnya jika aku meledakkan planet ini!!!"
"Uhugh." Diablo tidak sengaja batuk sampai menghilang sihir Shizen begitu saja.
"... ...!?" Shizen melebarkan matanya ketika ia tidak bisa menggunakan apapun lagi, Lenergy yang ia miliki habis begitu saja sampai tubuhnya mulai bergetar seketika.
"Aku tidak sengaja batuk... tetapi, ada apa dengan sihir ledakan itu? Kenapa menghilang begitu saja?" Tanya Diablo dengan tatapan serius.
"Sihir ledakan yang dapat menghancurkan planet, mungkin saja efeknya jauh lebih hebat. Legenda sepertimu memiliki keberanian yang hebat..."
"...kau mendapatkan sedikit kehormatanku---" Leher Diablo menerima satu tebasan dari kedua pedang Haruki tetapi itu tidak memberi efek apapun.
"Aku akan memberikan kalian semua kesenangan... dipersilahkan untuk menyerang diriku yang tidak akan menggunakan apapun." Diablo maju ke depan dengan tubuh yang terus menerima serangan dari Haruki dan Chloe.
"Tubuh apa ini...?! Kenapa kau bisa memiliki durabilitas tinggi seperti ini tanpa menggunakan sedikit kekuatan dan kemampuan!?"
"Aku berlatih sejak di dalam rahim ibuku... sampai sekarang, aku terus berlatih dengan membiasakan diri dengan tubuh Legenda ini." Perkataan Diablo sudah cukup untuk menyerang balik mereka.
"D-Dia terlalu kuat...!" Haruki memasang tatapan yang terlihat kesal karena Legenda yang ia hadapi terlihat sangat berbeda sampai ia belum pernah melawannya sekalipun.
"Aku lupa untuk memperkenalkan diriku, raja Iblis terkuat, Diablo, telah mengalami reinkarnasi menjadi Ancient Legend!" Diablo melebarkan kedua lengannya sampai mementalkan mereka semua.
__ADS_1
"Tubuh ini masih mengalami kendala yang sedang mengalami proses penyempurnaan, jadi dengan mempercepat itu... silakan, serangan aku lagi dan lagi." Diablo tersenyum serius, membiarkan mereka semua berusaha.
"Demonic Guillotine!!!"
Haruki melancarkan serangan pedang sihir non-tipe ekstrem berelemen kegelapan yang cukup efektif untuk membunuh ras iblis dengan kemampuan mengabaikan dan memenetrasi sihir pertahanan iblis.
"Aku tidak menggunakan kemampuan dan kekuatan apapun, percuma saja. Semuanya terasa begitu netral bagiku." Diablo mengeluarkan suara itu sampai menggagalkan serangan Haruki.
"Kau tidak pernah mengetahui arti dari raja Iblis yang paling di takuti ya...? Aku baru saja terlahir kembali... dan kalian tidak memenuhi harapan yang aku miliki.”
"Aku tidak menyarankan untuk mengeluarkan sihir atau kemampuan karena itu hanya akan merugikan bagi kalian..." Saran Diablo.
Haruki menoleh kepada Shizen yang sedang mengisi Lenergynya, tidak ada pilihan lain selain melarikan diri karena masalah seperti reinkarnasi dan iblis yang bernama Diablo ini dapat di selesaikan oleh seseorang.
Mereka sudah mengakuinya, kekuatan yang tidak cukup untuk menghentikan Diablo dan melarikan diri adalah satu-satunya cara yang cukup efektif di situasi buruk sepeti ini.
Haruki menciptakan white hole untuk mendorong Diablo mundur lalu ia terbang ke atas bersama Chloe untuk melarikan diri dari Diablo.
Shizen meledakkan tubuhnya untuk melakukan sebuah perpindahan, tetapi...
"Memangnya aku akan membiarkan kalian melarikan diri seperti itu?" Tanya Diablo.
Suaranya menarik mereka semua mendekat sampai tidak ada kesempatan tersisa untuk melarikan diri karena tubuh mereka terasa seperti di tarik sedikit demi sedikit ke arahnya.
"Apa-apaan ini...!? Terlalu kuat...!!!" Haruki mengerahkan kekuatan penuh untuk melarikan diri tetapi tarikan itu bertambah semakin kuat sehingga mendekati tangan kanan Diablo yang hitam.
"Soul Manipulation...!!!"
Tubuh Diablo mengalami kendala seketika sampai ia mulai terjatuh di atas tanah dengan tatapan yang terlihat kaget karena ia baru saja terpengaruh oleh sihir yang mengandung arwah.
"Cepat...!!!" Seru Yuuna keras sehingga Haruki bersama yang lainnya dengan kecepatan penuh langsung melarikan diri.
Yuuna terus menahan arwah Diablo agar tidak bisa bergerak, arwah reinkarnasi dapat ia kendalikan dengan mudah sehingga mengulur waktu adalah cara yang efektif untuk membuat Haruki dan yang lainnya melarikan diri.
Yuuna mulai terbang mengikuti mereka semua dan membiarkan efek Soul Manipulation itu bekerja sampai membuat Diablo merasa seperti di tantang.
Diablo bersiul sampai membuka lebar celah di hadapannya yang mengeluarkan sebuah tongkat hitam yang mengandung sihir gelap di dalamnya.
Tongkat itu menusuk punggung Diablo sampai menghapus efek dari kemampuan Yuuna dan mengalami kekebalan dengan tongkat yang memberikan dirinya kemampuan tambahan yaitu [Neutralation].
"Aku baru saja lupa... aku hanya sekedar reinkarnasi yang di hidup di alam tubuh Legenda, kemampuan yang berkaitan dengan arwah berpengaruh tetapi sekarang sudah tidak ada."
Diablo memegang tongkat itu lalu menunjuk mereka semua, mencoba untuk menghapus mereka dengan satu serangan yang tidak memiliki batas skala apapun.
Diablo bisa merasakan tongkat itu masih belum menerima tubuh Legendanya tetapi pemberian kemampuan itu sudah bisa bekerja untuknya.
"Jangan-jangan itu...?!" Regulus melebarkan kedua matanya ketika melihat salah satu senjata yang mematikan di seluruh alam semesta, dimensi, masa, dan realitas.
"Ya, senjata yang sudah menjadi partner lama bagiku. Aku lahir secara bersamaan dengan tongkat ini." Diablo mengecilkan tongkat itu dan menyimpannya di dalam tubuhnya.
"...The Founder of Demon's Origin."
__ADS_1