Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 331 - Serahkan Harapan kepada Generasi baru


__ADS_3

Hari ini mereka memutuskan untuk menggunakan waktu dengan bersantai karena Shira dan Megumi baru saja memiliki seorang putra, Minami bersama yang lainnya mulai bermain dengan Shuan yang saat ini sedang menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat bingung karena ukuran mereka sangat besar, Shira dan Okaho menatap pemandangan indah dari lantai atas selagi membicarakan tentang masa depan Touriverse.


"Waktu itu aku pernah berpikir untuk ikut bersama Korrina karena sifat egoisku, entah kenapa aku memilih untuk tinggal disini sepertinya menguntungkan juga. Aku mencoba untuk tidak bersikap egois seperti biasanya karena aku harus mengandalkan generasi baru, ya 'kan?"


"Benar sekali, harapan yang kau miliki seharusnya terbagi dan diserahkan kepada Minami dan Shuan. Aku yakin mereka berdua akan menjadi seorang Legenda yang akan menyinari seluruh semesta terutama aku merasa sangat penasaran dengan kekuatan apa yang akan Shuan miliki nanti."


"Hohhh... rasa penasaran itu sebentar lagi akan berubah menjadi rasa cinta kepada Shuan. Tidak perlu berbasa-basi denganku, Okaho. Aku pasti akan merestui dirinya."


"Lawakan yang sangat lucu, tuan Shiratori, tetapi aku menolaknya karena aku tidak bukan dirimu yang mengincar seorang gadis di bawah umur, aku mengincar seorang pria yang cukup umur." Jawab Okaho dengan ekspresi yang datarnya


"Wahhh, kau juga memiliki lawakan yang bagus sepertinya." Shira merasa tersinggung ketika Okaho baru saja mengatakan bahwa Megumi itu adalah gadis yang masih di bawah umur.


Mereka menghabiskan waktu bersantai lebih lama lagi, Shira baru saja selesai mempererat hubungannya dengan putranya itu. Sekarang ia sudah sepenuhnya siap untuk bertarung melawan Kou, "Baiklah, Kou!!! Aku akan menantang dirimu untuk bertarung melawanku, jika kau menang maka aku mengijinkan Minami--- dia tidur..."


"Sudah waktunya tidur siang untuknya, wajar saja sih... dia masih anak kecil, beri dia waktu untuk tidur ya." Kata Okaho sambil menepuk punggung Kou beberapa kali, sepertinya Shira harus menunggu lebih lama lagi sampai Kou bangun dari tidurnya. Semangat yang terbakar di dalam dirinya membuat Shira tidak bisa mengerti arti dari kesabaran sehingga ia mulai mendekati Okaho yang sedang menikmati sate kodok-nya.


Okaho merasa lapar karena ia baru saja menggunakan wujud dewasanya untuk membantu Megumi melahirkan Shuan, ia sekarang merasa tidak sabar untuk menikmati makanan yang ia pesan dari restoran Arata. Shira mulai mendekati dirinya karena ia ingin menanyakan tentang Kou yang sudah bangun atau belum, "Kou sudah bangun?"


"Umm... baru tiga menit di tertidur tadi?" Jawab Okaho.


"O-Oh iya, maaf, biarkan Kou tertidur dengan nyenyak dan menikmati masa mudanya." Shira berjalan pergi meninggalkan Okaho untuk mencari kegiatan lain agar bisa menghabiskan waktu dan menunggu Kou untuk bangun, "Aku baru saja ingat bahwa Shira tidak memiliki kesabaran ketika mengetahui suatu kekuatan yang baru."

__ADS_1


"Baiklah, lanjut makan~" Okaho baru saja menyentuh nasinya menggunakan sendok dan Shira sudah mendekati dirinya lagi untuk menanyakan tentang Kou, "Sudah bangun?"


"Belum, baru lima detik yang lalu kamu menanyakan hal yang sama... sabar ya, Kou terkadang tidur siang selama satu atau dua jam." 


"Ah, siap." Shira pergi meninggalkan Kou dan Okaho menghela nafasnya penuh dengan rasa kesal, "Hahhh... kapan aku bisa mencicipi sate kodok ini."


"Jika kau mau, kau bisa membangunkan dirinya sekarang." Shira kembali menghampiri Okaho sehingga Megumi tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan Shira dengan rasa semangat tingginya itu, ia benar-benar tidak bisa menunggu dan itu membuat Okaho merasa terganggu karena ia tidak bias menikmati makan siangnya dengan tenang.


Okaho mulai memakan makan siangnya sambil membaca berita terkini di layar virtual yang muncul di hadapan dirinya, layar itu mulai menunjukkan wajah Shira yang sedang tersenyum lebar, "Apakah Kou sudah bangun sekarang?"


Okaho mengerutkan dahinya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat kesal, "Tuan Shiratori Shira, tolong, jika kau terus mengganggu waktu makan siangku maka aku lebih memilih untuk menculik Minami dibandingkan melayani sikap ketidaksabaran itu!"


"Maaf, aku hanya ingin bertarung dengan Kou secepatnya. Kemampuan pikirannya itu benar-benar hebat dan aku ingin segera bertarung satu melawan satu dengan dirinya!" Megumi langsung memarahi Shira dan menyuruh dirinya untuk tetap bersabar dan menunggu beberapa jam sampai Kou bangun, ia mengingatkan dirinya bahwa Kou membutuhkan waktu tidur yang lama agar ia bisa menahan fisiknya yang lemah itu serta penyakitnya.


Dua jam kemudian, Okaho melihat Kou yang sedang mengusap kedua matanya, "Selamat siang, Kou, makan dulu ya terus minum obat dan bertarung melawan pahlawan yang tidak bisa menahan kesabarannya itu." Okaho menggendong Kou lalu ia membawa dirinya menuju teras untuk memberi dirinya bubur madu dan obat juga, Shira melebarkan matanya lalu ia menghampiri Kou dengan ekspresi yang dipenuhi dengan semangat tinggi.


"Kou!!! Ayo kita bertarung---"


"Sabar!!! Shira!!! Kou belum makan dan minum obat!!!" Okaho menjerit penuh dengan rasa kesal karena Shira sudah lebih dari seratus kali menanyakan hal itu bahkan ketika ia menyelesaikan makan siangnya, Shira masih terus bertanya tanpa henti, Shira langsung terkejut ketika melihat Okaho marah dan amarahnya itu terlihat seperti seorang ibu, "S-Siap! Aku tunggu sampai dia meminum obatnya!"


Shira melarikan diri dan kembali berlatih bersama Minami dan yang lainnya, Kou menghabiskan beberapa waktu untuk menikmati bubur madunya dan camilan bertema madu lainnya. Megumi terkekeh ketika melihat Kou yang begitu bahagia ketika mencicipi semua makanan yang berkaitan dengan mudah, "Sepertinya kau tergila-gila dengan madu ya? Dia terlihat bahagia seperti itu, seperti matahari yang terus menyinari dunia."

__ADS_1


"Begitulah, sejak kecil Kou selalu ingin meminum susu dicampur dengan madu sehingga ia sekarang benar-benar menyukai madu sama halnya seperti Kakak menyukai Vodka-nya." Jawab Okaho.


"Hahaha, kau benar juga ya... sepertinya keturunan Comi yang terlihat paling serius dan tegas itu kamu ya, Okaho. Haruka lebih menonjol dengan sikapnya yang selalu bermain-main sedangkan Kou lebih menonjol dengan sikap bahagianya, kau terlihat lebih dewasa bahkan kau sendiri tidak menyadarinya bahwa kau sudah menjadi seorang Kakak yang baik." Megumi terkekeh.


Okaho tersipu dan merasa malu ketika mendengarnya, "Y-Yah, aku hanya melakukannya karena itu adalah tanggung jawabku... tidak spesial dan sudah pasti bisa disebut sebagai natural sih karena dia adalah adikku, fisiknya lemah tetapi dia masih bisa menunjukkan kebahagian-nya seperti itu."


"Hahahahaha, waktu berjalan cukup cepat ya... apa yang mereka katakan soal kebahagian yang kita rasakan membuat kita melupakan soal waktu yang berjalan dengan cepat, aku hanya berharap bahwa Touriverse bisa diselimuti dengan kedamaian seperti ini dan aku juga berharap bahwa Kuharu tidak melakukan sesuatu yang buruk seperti mengancam alam semesta." Kata Megumi, Okaho langsung khawatir ketika mendengarnya karena Kuharu sendiri dapat mengancam waktu, ia juga takut bahwa dirinya dapat menciptakan sebuah paradoks.


Beberapa menit kemudian, Kou selesai memakan makanannya dan Okaho langsung memberi dirinya sebuah tablet dan Kou langsung meminumnya. Okaho membaca kembali resepnya dan Kou juga harus di suntik secara rutin, satu suntikan setelah ia meminum obat itu. Okaho langsung merasa tidak tega ketika ia mencoba untuk menyuntik lengan Kou, ia tidak memiliki pilihan lain selain mengeluarkan suntikan yang pelayannya bawakan.


"Kou, sebentar ya..." Okaho awalnya merahasiakan tentang suntikan itu tetapi Kou sudah mengetahuinya karena pikirannya yang dapat ia baca dengan mudah, Kou langsung mengulurkan kedua lengannya karena ia sudah siap untuk menerima suntikan. Okaho mulai menyuntik kedua lengan Kou sehingga Kou bisa merasakan kesakitan dari suntikan itu karena fisiknya yang lemah.


"Tidak perlu menahannya, kamu boleh menangis kok." Kata Okaho, ia baru saja selesai menyuntik dirinya. Okaho mengelus kepala Kou dan melihat Kou yang mengeluarkan beberapa air mata melalui kedua matanya, setelah itu ia menghapusnya dan menunjukkan senyuman lebarnya kepada Okaho, sekarang ia sudah siap untuk bertarung melawan Shira.


Shira melihat Kou yang menghampiri dirinya dengan ekspresi polosnya, ia sudah siap untuk bertarung melawan seorang pahlawan yang mengalahkan ancaman terbesar Touriverse yaitu Rxeonal dan Zangetsu. Minami bersama yang lainnya langsung pergi meninggalkan lapangan pelatihan itu karena pertarungan yang hebat sebentar lagi akan dimulai dimana Shira menunjukkan kuda-kuda bertarungnya kepada Kou.


"Aku ingin bertarung denganmu secara bertahap tetapi seperti wujud normal-ku hanya akan menghina dirimu yang berada di level yang berbeda, Kou...!!!" Shira mengepalkan kedua tinjunya lalu ia melepaskan seluruh cahaya yang berada di dalam tubuhnya sehingga ia melepaskan gelombang emas besar yang meluncur ke atas langit sampai mengubah Legenia menjadi matahari untuk sesaat, Okaho sontak kaget melihat Shira yang langsung berubah menjadi perubahannya yang paling kuat, ia sudah pasti tidak akan menahan diri.


Kou melebarkan matanya sambil menunjukkan mulutnya yang berbentuk bulat karena ia baru saja dikejutkan oleh wujud Shira yang benar-benar mengerikan, Kou tersenyum selagi memejamkan kedua matanya lalu ia bertepuk tangan sekeras mungkin untuk menunjukkan perasaan bahagianya.


"Heh, sepertinya kamu bersemangat juga ya, Kou... ini adalah wujudku yang berada di puncak paling atas, wujud yang membantu diriku untuk mengalahkan Rxeonal dan Zangetsu..."

__ADS_1


"...Legendary Shira!"


__ADS_2