
Setelah menikmati waktu bersama bermain di luar rumah Shira, seluruh kembang api itu berhenti bermunculan karena sudah waktunya untuk merayakan hal lainnya seperti hiburan dan yang lainnya tetapi bagi Minami, tidak ada artinya untuk pergi menuju kota karena tidak ada hal yang begitu menarik di luar sana. Ia mencoba untuk masuk ke dalam rumahnya bersama Honoka sehingga Megumi mulai menanyakan tentang Shuan pergi kemana.
"Shuan...? Sepertinya sedang pergi bersama Kou, entah kemana mereka pergi tetapi aku yakin kedua Legenda itu akan baik-baik saja kok." Minami mengangkat jempol-nya dan Megumi langsung tersenyum karena ia tidak menyangka Shuan akan mengajak seorang perempuan untuk pergi bersamanya berdua, informasi seperti ini wajib sekali untuk diberitahu kepada Shira karena Shuan akhirnya dapat menunjukkan perasaan dan sedikit ekspresi yang begitu lembut.
"Shira! Shira! Shira!" Panggil Megumi kepada Shira yang baru saja keluar dari kamar mandi, Shira menatap Megumi dengan sebuah senyuman.
"Kenapa?"
"Dengar... Shuan sepertinya memang peduli dengan sekitarnya, kita hanya perlu memberi dirinya waktu untuk bisa peduli dengan sekitarnya, biasanya yang ia pedulikan itu hanya latihan dan dirinya sendiri tetapi tau tidak!? Kou dan Shuan saat ini sedang tidak berada di rumah karena pergi ke suatu tempat, entah itu dimana mungkin tempat rahasianya itu!" Megumi tersenyum dan Shira ikut senang juga ketika mendengarnya, ternyata putranya tidak begitu buruk kepada seorang gadis, kemungkinan besar Kou memiliki daya tarik yang mampu membuat dirinya tertarik seperti itu.
"Ahhh... apa sudah masanya untuk Shuan mempelajari tentang hal itu ya? Legenda sangat natural dengan sikap dewasa sih sejak kecil karena mengetahui pertarungan dan sebagainya, semoga saja mereka bisa pulang dengan selamat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka aku harus turun tangan." Shira menatap jam dinding yang menunjukkan pukul dua belas malam, ia tadinya mengatakan sesuatu tentang rasa kepercayaannya kepada Shuan tetapi jika dilihat kembali tekadnya, ia tidak perlu melakukannya.
"Sepertinya tidak ada yang harus dikhawatirkan, semuanya akan berjalan dengan baik. Megumi, mari ke kamar... kita masih punya waktu untuk merayakan musim sejuk ini bukan?" Shira menggendong Megumi dan wajahnya langsung memerah sehingga ia tersenyum dan mengangguk.
***
Shuan dan Kou saat ini sedang duduk di tepi daratan tinggi selagi melihat ombak lautan yang terus berdatangan, suhu udara terasa begitu nyaman untuk tubuh mereka tetapi Kou tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi untuk merasakan musim sejuk ini yang dapat membawa penyakit demam ke dalam tubuhnya tetapi hatinya memiliki rasa penolakan untuk tidak ingin pergi, ia hanya ingin tetap diam sambil melihat pemandangan karena pikirannya yang terus memikirkan Korrina hilang seketika sampai memunculkan rasa positif bahwa ia akan kembali.
Shuan melihat Kou untuk sebentar, ia dikejutkan dengan cahaya bulan yang menyinari wajahnya itu, entah kenapa jantungnya berdetak cukup cepat ketika melihatnya bahwa senyuman yang tertera di wajahnya itu memiliki kombinasi yang sangat baik bersama dengan cahaya dari bulan, definisi cantik dan indah yang ia lihat ternyata berada tepat di sebelah-nya karena ia belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya.
__ADS_1
Kou terlihat kedinginan karena ia terus meniup kedua tapaknya lalu mengusap-nya untuk menciptakan kehangatan di bagian tapak tangannya, Shuan menyadarinya dan ia tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan bulu dari ekor kucing-nya untuk menyelimuti bahu kiri Kou sehingga ia terkejut dan mulai tersipu karena dikejutkan dengan kehangatan yang begitu tinggi, ia mulai menatap Shuan.
"Kenapa kau datang ke sini tanpa mengenakan jaket?" Kou mengembungkan pipi lalu ia menepuk tubuh Shuan beberapa kali karena ia tidak meminta kepedulian dirinya kepadanya tetapi Shuan merasa tidak begitu peduli melainkan ia mulai mendekati tubuh Kou dengan dirinya menggunakan ekornya itu sehingga Kou terkejut karena suhu dingin yang tadi ia rasakan berubah menjadi hangat.
"Aku tidak ingin kau sakit, merepotkan tahu. Kau nanti merepotkan Haruka dan Honoka... penyakit dirimu sudah hilang jadi kau harus tetap sehat seperti biasanya. Jika tidak maka senyuman itu tidak akan bisa muncul lagi dan lagi." Kata Shuan dengan tatapan yang memandang ke depan, kepala Kou berada tepat di dada Shuan dan ia bisa mendengar jelas detak jantungnya yang terdengar seperti lagu yang begitu merdu, ia hanya bisa tersenyum dan menatap Shuan.
"... ..." Kou mengeluarkan sebuah catatan yang mengatakan, [Terima kasih, aku masih ingin tetap disini... tidak ingin pulang dulu].
"Kalau begitu biarkan aku menemani dirimu juga, Kou..." Jawab Shuan tatapan biasa, posisi duduk mereka sangat dekat sehingga Kou dan Shuan merasakan hal yang sama yaitu jantung berdetak cukup cepat, ini pertama kalinya bagi mereka untuk merasakan perasaan yang cukup menekan tetapi tekanan itulah yang membuat segalanya menjadi nyaman.
Kou mengeluarkan catatan lainnya, [Terima kasih karena sudah mau menemani diriku, hari ini cukup menyenangkan juga... entah kenapa aku tidak merasa sedih lagi, mungkin Mama suatu hari nanti akan pulang dengan selamat]. Shuan mengangguk dan ia mencoba untuk menyemangati dirinya dengan mendukungnya, ia baru saja mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak perlu dikatakan sehingga Kou tersipu lalu menulis kata lain, [Kamu mau... mendukungku...?].
"Begitulah... jika tidak keberatan." Kou tersenyum dan mulai memberikan kata isyarat menggunakan tangannya untuk berterima kasih kepada Shuan dan ia hanya bisa mengangguk lalu kembali fokus menatap lautan yang begitu indah, Kou tersenyum senang dan pipinya mulai tersipu sehingga ia hanya bisa menatap ke bawah, mungkin ini yang pernah dikatakan Korrina kepada dirinya bahwa suatu saat nanti akan muncul seseorang yang mau menerima dan mendukungmu kapanpun.
"Sama-sama."
Suasana yang tadinya terasa entah kenapa menjadi canggung seketika, wajah mereka sama-sama tersipu dan ini bisa dibilang sebagai pertama kali bagi mereka berdua. Obrolan mereka jadi berhenti seketika, [Umm... Kenapa kamu bilang kalau mau mendukung diriku?] Kou mulai bertanya dengan menulis di layar virtualnya, cukup sulit juga untuk terus melanjutkan pembicaraan karena ia tidak bisa berbicara.
"Ehh...?"
__ADS_1
[Minami pernah bilang kepadaku bahwa Shuan adalah seorang Legenda yang memiliki mimpi tinggi untuk menjadi yang paling kuat, contohnya seperti mengalahkan Minami dan Shira, aku merasa penasaran saja... tetapi Minami bilang bahwa kamu tidak peduli kepada siapapun kecuali latihan dan dirimu sendiri]. Kou menanyakan pertanyaan yang tidak begitu menyinggung untuk Shuan, ia sendiri mulai kebingungan harus mengatakan apa karena yang dikatakan Minami itu benar sepertinya ia menceritakan semuanya tentang dirinya kepada teman-temannya.
Wajah Kou memerah seketika dan entah kenapa suhu yang tadinya terasa begitu sejuk menjadi hangat, Shuan mencoba untuk memikirkan sesuatu yang pantas untuk dibicarakan, "Karena... aku merasakan hal yang sama denganmu? Aku merindukan Ayah dan Ibu karena mereka selalu pergi untuk bekerja tetapi aku tidak begitu keberatan karena aku ingin kamu untuk tetap senang selalu... walaupun Ibumu masih belum pulang, Kou."
[Hanya itu...?]
"Apa...?"
[Ahh... Maaf... Enggak kok... Sudah waktunya untuk pulang ya... tengah malam, jika Kakak tahu kita melarikan diri mungkin dia akan marah karena sudah waktunya aku tidur.], ketika Kou mengatakan itu, sepertinya sudah saatnya untuk pulang karena sudah larut malam jadi Shuan mengatar dirinya dengan pelan-pelan karena ia tidak mau Kou kelelahan karena kondisi fisiknya, Kou masih merasa kehangatan yang lebih dan kehangatan itu terus meningkat secara bertahap karena merasakan kepedulian Shuan di dalamnya, ia bisa membacanya dengan pikiran.
Sepertinya Kou masih ingin mengetahui lebih tentang maksud dari perkataan Shuan, sebenarnya ia sengaja tidak mengatakannya dan pura-pura bodoh karena... perasaan ini adalah yang pertama untuknya dan ia mengetahui jelas berkat orang tua dan Minami, bisa tahu karena musim sejuk di umur empat tahunnya Shira dan Megumi sudah mengajarkan tentang pendamping hidup atau pasangan Legenda semacamnya.
Jantung yang berdetak cepat di dalam dirinya menandakan proses dari jatuh cinta, ia masih belum begitu ingin mengakuinya karena ia hanya melihat Kou sebagai temannya saja dan ia melakukan semua ini hanya untuk memperbaiki perasaannya, tidak lebih. Shuan mencoba untuk tidak memikirkan-nya karena pikirannya entah kenapa terasa berat seketika sehingga mereka berdua tiba di depan rumah Shira.
Shuan pelan-pelan masuk ke dalam rumah dengan Kou yang bersembunyi di belakangnya, seseorang yang menyambut mereka hanya Minami yang sedang menggerakkan ekornya, awalnya ia sudah memiliki jadwal untuk menghabiskan waktu bersama dengan Kou untuk menunjukkan rasa pertemanan dan permintaan maafnya tetapi Shuan lah yang duluan untuk merebutnya sehingga ia mendekati Shuan lalu meninju perutnya.
"Uhugghhh!" Rasa tinju itu bisa dibilang sebagai rasa cemburu karena terlambat, Kou terkejut ketika melihatnya dan Minami mulai mengelus kepala Kou bahwa semuanya baik-baik saja, sudah saatnya untuk tidur itu yang ia katakan sehingga Kou mengangguk lalu melambaikan tangannya kepada Shuan sebelum pergi ke dalam kamar Minami.
"Kenapa kau memukulku, brengsek..."
__ADS_1
"Uhhhh... Adik sialan...! Seharusnya aku yang mengantar dirinya dan membuatnya senang."
"Kau sendiri yang terlambat..."