
"Haruka itu... kejam sekali, kenapa dia tidak ingin berbicara denganku sebentar saja, dia malah menutup panggilanku dengan cepat, apakah dia akan baik-baik saja?" Tanya Minami kepada Honoka yang sedang terkekeh.
"Kamu seharusnya tahu bahwa Kakak sudah masa-masa dewasa-nya seperti diriku, ia sedang tidak ingin bersama kita dulu karena memiliki urusan lain di luar sana, kau sendiri tahu 'kan arti dari musim sejuk? Musim yang sangat pantas untuk pasangan bersenang-senang dalam melakukan apapun." Wajah Minami langsung memerah ketika ia mengingat kembali bahwa musim sejuk ini dipenuhi dengan pasangan yang bersenang-senang, itu artinya Haruka tadinya tidak ingin diganggu oleh siapapun kecuali pacarnya sendiri yaitu Rokuro.
"Ahhh.... sedang pergi dengan Rokuro ya? Seharusnya kau memberitahu diriku, jangan-jangan mereka sudah menjalani hubungan sebagai seorang pacaran!?"
"Begitulah... karena kita sudah ada disini mari kita lakukan sesuatu yang menyenangkan, Minami. Biarkan Kakak sendiri saja karena hari ini sangat spesial untuk dirinya, kapan lagi 'kan menghabiskan waktu di musim sejuk bersama seorang pria yang kau cintai?" Honoka meraih tangan Minami untuk mengajak dirinya ke ruang tamu, Minami menghela nafas panjang karena tidak menyangka bahwa gadis dingin seperti Haruka yang selalu memperlakukan dirinya buruk agar memiliki seorang pacar yang keren dan tampan seperti Rokuro.
Kou menunggu di ruang tamu selagi melihat Megumi yang sedang merajut sebuah pakaian yang cukup hangat, Kou juga ikut melakukannya karena ia merasa penasaran untuk membuat sebuah pakaian sendiri. Minami dan Honoka melihat Kou yang sedang bersenang-senang, sepertinya tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu musim sejuk bersama dengan teman, Honoka melihat keluar jendela dan melihat Shuan bersama Shira sedang bertarung dengan melepaskan sihir cahaya yang sama.
"Sepertinya adikmu lebih tertarik untuk terus berlatih ya... Shiratori Shuan ya, mungkin dia lebih menonjol dalam menerus Shira, sihir cahaya yang aku lihat dengan kedua mataku ini menunjukkan Shuan cukup layak untuk menggantikan dirinya."
"Kau benar juga, lebih hebatnya itu ia dapat dengan mudah belajar dari kesalahan apapun, ia tidak keras kepala seperti diriku atau semacamnya sih... Dia sangat menonjol untuk meneruskan Papa benar sedangkan diriku hanya bisa meneruskan Mama, semoga saja suatu hari nanti Shuan bisa mengalahkan diriku dari segi kekuatan dan sihir karena ia membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk terus belajar dan berlatih." Minami tersenyum bangga melihat Shuan yang terlihat berbeda sekarang dalam bertarung melawan Shira yang sudah mulai serius.
"Potensi cahaya apa yang dia miliki? Shira itu cahaya dalam segi segalanya sedangkan dirimu cahaya dalam segi bintang atau setengah angkasa bersama dengan alam bukan...? Itu artinya Shuan memiliki cahaya yang menonjol dengan luar angkasa atau semacamnya?"
"Aku ingin mengetahuinya dengan cepat sih tetapi sebenarnya Shuan menyembunyikan cahayanya sendiri, ia juga cukup misterius dalam menyembunyikan apapun yang terdapat di dalamnya diri bahkan ketika aku memaksanya juga tidak biasa karena ia hanya ingin orang di sekitarnya mengetahui apa saja yang dapat ia sendiri lakukan. Intinya aku pernah liat sedikit cahaya yang berasal dari luar angkasa, mungkin saja cahaya dari luar angkasa adalah potensinya."
Tidak lama kemudian, mereka semua mulai menikmati makan malam bersama-sama selagi menonton layar virtual yang menunjukkan berbagai macam acara yang berbeda-beda. Musim sejuk ini dipenuhi dengan acara dan perayaan baru yang bisa dibilang menarik karena Legenda tidak pernah merasakan liburan dan istirahat yang panjang kecuali memasuki musim sejuk.
"Selamat malam, penghuni Yuusuatouri! Akhirnya musim sejuk sudah di mulai, itu artinya perayaan baru yang besar akan datang secara berhari-hari, jangan sampai ketinggalan dan teruslah menikmati waktu kalian bersama-sama dengan liburan yang cukup panjang ini. Jangan sampai lupa untuk tidak berlatih juga, setidaknya lakukan lah beberapa pemanasan agar tubuh Legenda kalian tidak menjadi rapuh!"
__ADS_1
"Jika waktu menginjak pukul dua belas malam itu artinya perayaan baru dimulai, menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang tua atau sesuatu yang bisa dibilang sebagai hari orang tua setiap tahunnya dimana kalian dapat menghabiskan waktu bersama orang tua kalian dengan memberikan kasih sayang atau hadiah yang tersedia... Yang paling penting adalah kebersamaan bersama keluarga!" Honoka dan Kou hanya bisa diam ketika mendengarnya, entah kenapa hati merasa terasa menyakitkan ketika mendengar hari orang tua sudah tiba begitu cepat dan Korrina masih belum pulang.
Minami menatap kedua temannya dan ia mulai terdiam juga, di dalam hatinya terdapat rasa ingin membantu tetapi menemani mereka sudah cukup untuk membantu. Sama halnya dengan Shira dan Megumi ketika mengetahui Korrina masih belum pulang walaupun sudah lima tahun lamanya, Shuan menikmati makanannya selagi menatap layar, Minami mulai menepuk punggungnya dengan ekornya sehingga ia langsung menatap wajahnya dengan tatapan kesal.
"Apa...?"
"Bagaimana jika kita menghabiskan waktu dengan menyalakan kembang api bersama Honoka dan Kou...? Besoknya kita bersenang-senang dengan teman lainnya, ayolah... ikut ya? Kau harus mau jika tidak maka aku akan terus menyeret dirimu secara paksa... tubuhmu membutuhkan istirahat agar sihir cahayamu bisa lebih tenang, jika sihir cahayamu kacau itu artinya tubuhmu membutuhkan istirahat panjang." Bisik Minami, ia mulai menatap Shuan yang sedang menghela nafas panjang, tidak ada pilihan lain selagi mengangguk.
Mereka menghabiskan makan malam mereka bersama-sama, setelah itu Minami bersama yang lainnya keluar dari rumah untuk bersenang-senang dengan menyalakan beberapa kembang api, setidaknya Honoka dan Kou kembali merasa senang ketika bermain bersama Minami dan Shuan dalam menyalakan kembang api, terutama Minami dapat melakukan hiburan dengan cahayanya itu, Honoka melakukan hal yang sama dengan menggunakan sihir realita agar cahaya itu bisa terlihat lebih indah dari sebelumnya.
Shuan merasa biasa saja melihatnya, entah kenapa pandangannya terus fokus kepada Kou yang sedang tersenyum selagi bertepuk tangan, sesuatu yang janggal ia bisa rasakan dalam ekspresi senangnya itu dan bisa saja rasa terpaksa untuk merasa senang. Kedua pupil Shuan berubah menjadi emas untuk mencoba menggunakan sihir cahaya agar ia dapat membaca lebih teliti tentang ekspresi-nya tetapi ia langsung mengalihkan pandangannya ketika Kou menatapnya dengan penasaran.
Kou tersenyum lalu mendekati Shuan, ia mengetahui apa yang sedang ia pikirkan jadi percuma saja untuk menyembunyikannya. Di dalam hati Shuan ia mulai panik karena Kou tiba-tiba mendekati dirinya, ia baru saja mengingat perkataan Minami bahwa seluruh perasaan dan pikirannya dapat dibaca dengan mudah oleh Kou seperti buku, Kou mulai menyentuh bahu Shuan lalu mengeluarkan sebuah layar virtual untuk memberitahu dirinya.
"Begitu ya..." Shuan masih belum mempercayai perkataannya jadi ia mencoba untuk mengajak dirinya ke tempat rahasia yang ia temukan sejak dulu, tempat yang ia jadikan sebagai latihan secara diam-diam agar tidak dimarahi oleh Megumi dan Shira. Mungkin mengajak dirinya ke tempat rahasia itu akan membuat dirinya merasa lebih baik, Shuan mulai meraih tangan kanan Kou sehingga ia menatap dirinya.
"Mau ikut?"
Kou tersenyum dan mengangguk, diam-diam Shuan melarikan diri bersama Kou dengan aman tanpa diketahui oleh Honoka dan Megumi yang sedang memainkan sihir realita dan cahaya sebagai hiburan dirinya dan yang lain. Shuan menggenggam tangan Kou untuk membawa dirinya ke tempat pelatihan rahasianya yang tidak begitu jauh lokasi, hanya menghabiskan waktu selama beberapa menit saja sudah cukup untuk membawa mereka ke lokasi tertentu.
"Lebih baik jika kita menikmati musim sejuk ini di sisi lautan... Honoka dan Kakakku sepertinya terlalu berisik dengan hiburan cahaya itu, aku tidak terlalu suka... aku hanya menyukai ketenangan seperti ini, relaksasi untuk kedua telinga dan tubuhku ini dengan hanya melihat ombak itu..." Shuan menatap ke depan dan melihat beberapa ombak, suara dari ombak itu membuat dirinya merasakan ketenangan besar sehingga Kou merasakannya juga dengan membaca perasaan Shuan, sayangnya ia tidak bisa mendengar dan melihat saja membutuhkan bantuan dari lensa matanya.
__ADS_1
Beberapa kembali api lainnya muncul dengan ledakan yang terlihat indah untuk menyinari malam hari ini, tempat rahasia Shuan yang terlihat seperti dataran tinggi dengan lautan yang dipenuhi ombak dihadapan-nya sangat pantas untuk melihat ledakan kembang api itu karena mereka juga dapat melihat cahaya dari kota yang melepaskan seluruh kembang api itu. Mata Kou mulai berbinar-binar ketika melihat semua ledakan itu, setidaknya ia merasa lebih tenang dan senang sekarang sehingga Shuan bersyukur melihatnya.
Kondisi Kou sudah ia ketahui karena Minami pernah menceritakan dirinya bahkan sering sekali sampai ia muak mendengarnya, jika Kakaknya sendiri tidak bisa untuk menenangkan-nya maka biarkan dirinya saja yang mencoba untuk membuat Kou senang dengan melihat seluruh kembang api itu bersama-sama, berduaan tanpa memiliki rasa malu atau sesuatu yang berkaitan dengan cinta di dalam mereka masing-masing, Kou mengeluarkan sebuah layar virtual lalu menunjukkannya kepada Shuan.
Tulisan yang tertera dalam layar itu adalah, [Aku ingin melihat kembang api di tempat ini lagi setiap hari, musim sejuk sungguh menyenangkan karena tambahan dari kembang api ya bahkan suara dari ombak lautan itu memiliki relaksasi tinggi untuk tubuh kita masing-masing.] tulisan itu juga bahkan ditambah dengan gambar lucu sehingga Shuan tersenyum, jarang sekali ia tersenyum dan ini pertama kalinya seseorang dapat membuat dirinya tersenyum seperti itu.
"Aku juga, musim sejuk baru saja dimulai, bagaimana jika kita terus menatap semua ledakan kembang api itu...?" Tanya Shuan dan Kou mengangguk lalu meniup kedua tapak tangannya yang terasa dingin, musim sejuk bagi fisiknya yang lemah itu terasa seperti musim dingin dengan suhu yang sangat rendah.
***
"Loh...? Kemana Kou dan Shuan...?" Minami melihat sekeliling.
"Hahaha, sepertinya mereka melarikan diri karena bosan melihat hiburan yang darimu Minami, sudah lima tahun kau selalu saja menyediakan kita dengan hiburan yang sama."
"Hehhh... Mereka pergi kemana ya---" Minami melebarkan matanya ketika melihat Honoka menyentuh dagu Minami dengan tatapan keren-nya itu.
"Minami, kucing kecilku yang tersesat, bukannya musim sejuk ini sangat pantas jika kita merayakannya seperti pasangan?" Minami langsung menepuk tangan Honoka dengan ekspresi yang terlihat ketakutan.
"Tidak! Tidak! Kau mengerikan...! Jauhi aku! Aku masih normal!" Minami melarikan diri dengan ekspresi ketakutan sedangkan Honoka mengejar dirinya dengan wajah yang terlihat senang.
"Tidak perlu takut, kucing kecilku..."
__ADS_1
"Tidak!!!"