
Shira melepaskan gelombang cahaya besar ke atas langit sampai partikel di sekitar tubuhnya memunculkan gelombang laser yang melingkari kedua lengan dan kakinya.
"... ...!" Zeindall mengangkat kedua alisnya ketika melihat kekuatan Shira bertambah semakin pesat sampai ia hanya perlu fokus dengan pertahanan.
Setiap serangan yang dilakukan oleh Shira masih bisa dihindari oleh Zeindall, semua serangan cahayanya itu juga tetap tertahan oleh Void sampai membawa cahaya itu menuju ketiadaan.
"Tsk...!!!" Shira merapatkan giginya lalu ia melakukan satu putaran tendangan yang berhasil dihindari oleh Zeindall.
Shira melihat sekeliling lalu ia dikejutkan dengan banyak sekali gumpalan ketiadaan yang menjebak dirinya sampai ia tidak bisa melepaskan sihir cahaya apapun karena akan terus dipindahkan ke dalam ketiadaan.
Pada akhirnya, Zeindall membentuk tubuhnya lagi dari dalam ruangan itu lalu ia berhasil menghantam wajah Shira sampai ia terpental ke belakang dengan setengah wajah yang rusak karena sihir Void itu.
"Si-Sial... dia berhasil melukai diriku cukup parah dengan satu serangan..." Shira kembali bangkit lalu ia melihat Zeindall mencoba untuk menyerang dirinya lagi.
Shira mencoba untuk menahan kedua pukulan itu tetapi Zeindall masih memiliki dua tinju yang mendapat sasaran pas di perutnya sampai ia terpental ke belakang lalu menerima satu tendangan di punggungnya.
"Ahaggghh...!" Shira dapat merasakan tulangnya remuk karena sihir Void yang sudah merasuk ke dalam tubuhnya dan terus menempel pada kulitnya.
"Golden Spirit...!" Shira melepaskan cahaya yang mampu menghalangi pandangan Zeindall sehingga ia langsung menerima satu pukulan di wajah sampai ia terpental ke belakang.
Golden Spirit yang ia gunakan hanya untuk menyingkirkan semua sihir Void yang menempel di luar dan di dalam tubuhnya sebelum ia benar-benar kehilangan banyak sekali kekuatan cahaya yang ia butuhkan.
"Sepertinya awal pertarungan sudah disuguhi dengan cahaya dan ketiadaan yang saling melawan satu sama lain ya." Ucap Zephyra sambil memperhatikan Zeindall dan Shira bertarung.
"Light of Hope..." Shira menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia mulai bergerak cukup cepat sampai menyebabkan Zeindall untuk kehilangan jejak akan dirinya itu.
Shira muncul di atas Zeindall lalu ia menendang wajahnya sampai tengkoraknya pecahnya, setelah itu ia mulai muncul di bawah Zeindall hanya untuk menendang perutnya beberapa kali sampai ia terpental ke atas langit.
Kecepatan Shira terus menekan Zeindall sehingga dirinya terpaksa menerima banyak sekali serangan tanpa henti, untungnya daya tahan yang ia miliki masih menyebabkan dirinya untuk tetap bertahan.
Shira menarik lengan Zeindall lalu ia memutuskannya sekuat tenaga sampai ia berhasil memberikan serangan fatal kepada Zeindall, tubuhnya mulai dihantam beberapa kali menggunakan tangan yang ia bawa itu.
Setelah itu Shira langsung menarik kedua kaki Zeindall hanya untuk memutarnya 360 derajat sebanyak jutaan kali dengan kecepatan murni itu lalu ia mengakhirinya dengan menjatuhkan Zeindall.
Kali ini Zeindall langsung meningkat kecepatannya dengan mengorbankan daya tahannya itu untuk menghadapi Shira dalam adu jotos, setiap tinju mereka yang saling berbenturan mampu melepaskan dorongan yang besar.
"TINGKATAN SERATUS!!!" Shira langsung menghantam dada Zeindall jutaan kali sebelum waktu menginjak satu detik, gelombang cahaya emas terlepas keluar dari belakang punggungnya.
Kesakitan yang sudah lama sekali tidak Zeindall rasakan, ia hanya bisa tersenyum serius karena pertarungan ini cukup menarik untuk dijadikan sebagai pelajaran.
Shira dan Zeindall melesat menuju arah satu sama lain sampai bermunculan dimana-mana bahkan keberadaan mereka sudah tidak bisa dilihat karena saking cepatnya pergerakan yang mereka lakukan.
Shira melesat ke atas langit lalu ia menghantam setengah wajah monster Zeindall sampai ia dikejutkan dengan matanya yang bersinar merah, "Zerdianserker!!!"
__ADS_1
Zeindall mencengkeram kepala Shira lalu menghantamnya dengan sikutnya sampai mata kanannya langsung pecah bersamaan dengan tengkoraknya, "Arrrggghhhhh...!!!"
Zeindall mengangkat tubuh Shira ke atas lalu ia membiarkan kedua tinjunya untuk terus menghantam tubuhnya beberapa kali sampai menunggu proses pembentukan Void melalui tapak kanannya.
"Aku tidak akan mempermalukan Abangku sendiri...!" Zeindall menghantam perut Shira menggunakan gumpalan Void itu sehingga ia melebarkan matanya ketika menerima kesakitan yang begitu dalam sekali.
Gumpalan yang hancur pada perut Shira langsung melepaskan gelombang hitam yang meninggal lubang besar di perutnya sampai menghilang beberapa organ usus di dalamnya.
"Nrgghh...!!! TINGKATAN SERIBU!!!" Shira kembali memulihkan tubuhnya berkat bantuan dari aura emas itu lalu ia menghantam wajah Zeindall menggunakan kedua tinjunya, tetapi...
"Tidak mempan!" Zeindall langsung mencengkeram tubuh Shira lagi lalu ia melesat menuju daratan yang sudah tercipta menggunakan sihirnya sendiri lalu ia membanting sihir Void itu sampai pecah.
"Nrrrggghhhhh...!!!" Setengah dari tubuh Shira terbanting dengan sihir Void langsung menghilang sampai ia sudah beberapa kali dalam kondisi sekerat tetapi dirinya tetap bangkit.
"Kau hanya menghabiskan waktumu saja, Legenda... seharusnya kau bertambah semakin tangguh ketika menerima Legend's Boost karena kondisi sekarat yang sudah kau alami sebanyak dua kali."
"Kau sungguh baik, sayang sekali aku tidak bisa menembus daya tahanmu itu yang lumayan kuat..."
"...kemampuan dari Zerdianserker juga cukup mengerikan sampai aku sudah lama sekali tidak pernah merasa arti dari kesakitan yang sebenarnya." Shira menghapus darah yang mengalir keluar dari mulutnya.
Shira melesat menuju arah Zeindall sampai melewati tubuhnya karena wujudnya yang sempat berubah menjadi cahaya, ia mulai bermunculan di sekitar Zeindall untuk mengulurkan sedikit waktu.
Shira memejamkan kedua matanya lalu ia melepaskan sinar cahaya yang lebih luas sekarang sampai para Dewa dan Dewi dapat merasakannya, "Jadi karena ini kau bisa kalah, Zangetsu...?"
"Akhirnya... kau menggunakan semua Legend's Boost itu hanya untuk meningkatkan kekuatanmu, sepertinya kau baru saja sadar bahwa daya tahan Zerdians tidak dapat diremehkan."
"Ya... itulah kenapa aku perlu mengubah kembali strategiku dimana aku tidak perlu mengandalkan kecepatan apapun lagi melainkan kekuatan untuk menembus daya tahan tersebut." Shira mengepalkan kedua tinjunya yang memunculkan banyak partikel emas.
Shira mengangkat alisnya ketika melihat Zeindall menyelimuti tubuhnya mengangkat aura ungu kehitaman dimana ia melapisi dirinya dengan Void.
"Kita memang berkebalikan ya... terkadang memiliki kekurangan dan keuntungan dalam pertarungan hebat ini." Shira tersenyum serius selagi memfokuskan semua cahaya murni itu ke dalam kedua tinjunya.
"Benar, sebagai bangsa Zerdian yang sudah bersiap dalam keadaan apapun karena mengikuti tradisi... aku tidak berniat untuk kalah sama sekali."
"Aku juga sama... sebagai bangsa Legenda, aku akan tetap berjuang untuk terus mencatat sejarah!" Shira mulai melepaskan gelombang emas ke atas langit.
"Karena pengetahuanku tentang dunia luar sudah meluas sekarang, aku akan terus berusaha keras demi bisa mencapai tingkatan yang lebih besar dari kalian termasuk Zephyra!"
Shira mengerutkan dahinya ketika melihat Zeindall melepaskan gelombang Void yang dapat menghilangkan anggota tubuhnya itu, tetapi ia terbang ke atas langit untuk menjaga jarak.
Namun, Shira disambut dengan tembakan materi gelap menggunakan jari-jarinya itu tetapi ia berhasil menahannya berkat bantuan dari aura emas yang membentuk perisai.
"Pertarungan mereka sudah berada di tingkatan melebihi para Dewa dan Dewi..."
__ADS_1
"...apakah Mortal seperti mereka pantas untuk menjalankan hidup hanya dengan kekuatan seperti itu tanpa esensi dewa sedikit pun?!"
Korrina dan Brimgard terus memperhatikan pertarungan itu sampai mereka mencoba untuk mempelajari musuh yang dilawannya itu.
"Shira sendiri tidak bisa menembus daya tahan dari Zerdian, menggunakan Golden Spirit saja terus ditahan karena sihir dari Void itu..."
"...untuk sekarang mereka bisa dibilang setara dalam segi apapun yang memberikan mereka sedikit kekurangan terhadap diri mereka masing-masing."
"Saking cepatnya... waktu baru saja menginjak satu detik di luar sana..." Batik Korrina.
Shira dan Zeindall berhasil mengenai wajah mereka dengan pukulan satu sama lain sampai saling mementalkan satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat serius.
"Light of hope...! Tingkatkan tak terbatas!!!" Shira berhasil menerangi ruangan gelap yang tidak memiliki batasan itu dengan cahayanya sendiri sampai beberapa orang yang melihat cahaya itu akan merasa silau sekali.
Zeindall mengerutkan dahinya lalu ia menepuk dadanya beberapa kali sampai tubuhnya yang memiliki aura ketiadaan itu berhasil menghapus setengah cahaya yang menerangkan ruangan tersebut.
Mereka berdua melesat menuju satu sama lain dengan instan sampai wujud mereka tidak bisa dilihat karena menipis, yang sebenarnya terjadi adalah pukulan Shira dengan kandungan Golden Spiritual berhasil menghantam wajah Zeindall.
Hantaman itu memecahkan setengah kepala dari Zeindall sehingga menyebabkan seluruh kekuatan dari ketiadaan itu menghilang seketika sampai menginjak nol karena pengaruh dari Golden Spiritual.
Shira juga menerima sebuah serangan yang sangat mematikan oleh Zeindall menggunakan kakinya itu, tendangan yang menghapus semua kekuatan dan cahayanya di dalam tubuhnya karena Void itu sehingga menyebabkan kedua pupil Shira menghilang seketika.
"HUGGGHHHHH!!!" Shira terpental ke belakang lalu terjatuh di atas perbatasan yang menghentikan dirinya untuk terjatuh menuju ketiadaan.
""... ...!!!"" Semua pihak Touriverse tercengang ketika melihat Shira telah kalah dalam pertarungan ini walaupun berhasil melukai Zeindall cukup parah sampai setengah kepalanya pecah bersamaan dengan kekuatannya yang menghilang.
Tetapi serangan mereka tetap mengenai satu sama lain dalam waktu yang sama sehingga memberikan efek tertentu kepada satu sama lain.
Shira terjatuh di atas lantai dengan mulut yang mengeluarkan banyak sekali darah serta matanya terbuka lebar dengan pupil yang tidak terlihat sedikit pun.
"... ..."
Arata dan Haruki sudah pasti akan dikejutkan dengan hal yang mengerikan melihat Shira sampai tidak sadarkan diri karena serangan Zeindall.
"Hah... Hah... Hah..." Zeindall berlutut di atas tanah lalu memeluk dadanya pelan untuk memulihkan kondisinya.
Yang memutuskan kemenangan pertarungan Shira dan Zeindall adalah daya tahan, sayang sekali daya tahan yang dimiliki Shira tidak sekuat Zeindall tetapi kecepatannya tetap tidak bisa terkalahkan.
"Shiratori Shira dari Touriverse telah kehilangan kesadarannya..."
"... itu artinya pihak Kountraverse mendapatkan satu poin!"
"Apa yang terjadi...?" Tanya Korrina dengan ekspresi kaget ketika melihat Shira kalah untuk pertama kalinya di hadapan dirimu.
__ADS_1
"...Sh-Shira kalah...?"