Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 521 - Lunar Eclipse Vs Golden Solar System


__ADS_3

"UHHH YEAHHH!!! PERTARUNGAN SEMI FINAL SPEKTAKULER PERTAMA ANTARA KEKUATAN DARI GERHANA BULAN DAN TATA SURYA EMAS...!!!" Seru Jorgez keras, membuat para penonton langsung bertepuk tangan.


"Sepertinya anakku dan anak Kakakku akan bertarung, apa kakakku sedang melihat turnamen ini di siaran langsung...?" Tanya Shira selagi menyilangkan kedua lengannya.


Shuan dan Shou melompat ke atas lalu melancarkan serangan dengan kecepatan yang sama, serangan tendangan mereka mulai beradu dan saling mendorong satu sama lain.


Shou mulai melancarkan beberapa tusukan ke arah Shuan menggunakan rantai runcingnya tetapi Shuan menahan semua serangan itu menggunakan cincin Saturnus yang terus menangkisnya.


Shou dan Shuan melancarkan satu pukulan yang mampu menghempas diri mereka ke belakang dengan aura putih dan emas yang saling bersatu lalu menyebabkan ledakan kecil serta dorongan besar.


"Lunar Eclipse...!!!" Seru Shou sehingga ia menciptakan bulan besar lalu ia melemparnya ke arah Shuan sedangkan Shuan menciptakan Golden Saturnus yang ia lempar ke arah bulan tersebut.


Kedua planet itu mulai saling bertabrakan, menyebabkan arena berguncang dahsyat sampai menghancurkannya. Shou melesat ke arah Shuan lalu melancarkan beberapa serangan menggunakan kedua tinjunya.


Setiap serangan mulai mereka lancarkan dan serangan itu terus beradu sampai membuat seluruh debu di sekitar mereka mulai melayang, cincin Saturnus dan rantai gerhana bulan bahkan sampai mengeluarkan suara yang sangat bising.


"Hebat sekali...!!! Kekuatan dan kecepatan yang setara...!!!"


Shou mengepalkan tinju kanannya yang terkandung kekuatan dari gerhana bulan sedangkan Shuan mengepalkan tinju kanannya yang mengandung seluruh kekuatan dari tata Surya.


Secara bersamaan, satu tinju mulai mereka lepaskan sampai mengenai wajah satu sama lain dengan penuh tekanan dan kekuatan bahkan sampai menyebabkannya Shuan dan Shou memuntahkan beberapa darah.


Pukulan itu terasa sangat menyakitkan tetapi Shou tidak akan beristirahat karena ia langsung menyerang Shuan dengan melancarkan beberapa pukulan yang di bantu rantai hitamnya itu.


Setiap serangan Shou terus mengenai perut Shuan beberapa kali sehingga tubuhnya terasa begitu berat seperti menerima banyak tekanan setiap serangan Shou mampu melukai dirinya.


"Apakah ini kekuatan dari Lunar Eclipse...? Setiap serangan yang mengenaiku hanya menambahkan banyak tekanan dan beban kepada tubuhku sampai aku merasa lambat seketika..." Ungkap Shuan, mencoba untuk menggerakkan kedua lengannya yang terasa berat.


Shuan tidak di beri kesempatan apapun untuk menyerang karena tubuhnya langsung di selimuti dengan rantai hitam yang membuat beban dan tekanan Shuan semakin besar sehingga terus melambatkan dirinya.


Shou mulai mencabut rantai di belakang punggungnya lalu mengubahnya menjadi tongkat untuk menghantam leher Shuan beberapa kali.


"Shuan..." Megumi mulai merasa khawatir ketika melihat pergerakan Shuan bertambah semakin lambat, ia bisa melihat Shuan bergerak seperti seekor siput sekarang.


Shou menusuk perut Shuan menggunakan tongkat itu, di lanjutkan dengan membelah tongkatnya menjadi dua hanya untuk menghantam tengkuk dan perut Shuan secara bersamaan.


"Aggghhh...! A-Apaan ini... tubuhku bertambah semakin berat...!" Shuan merapatkan giginya lalu ia melancarkan sebuah gelombang emas melalui mulutnya yang mampu menghempas Shou ke belakang.


"HAAARRRGGGHHHH...!!!" Shuan menjerit keras, mengeluarkan suara Beast di dalam dirinya yang mampu memberikan Shuan kekuatan yang sangat besar sampai Golden Earth mulai menyelimuti tubuhnya dengan tanaman emas.


"Kekuatan dari gerhana bulan tidak buruk juga, Shou... Jika aku terus memberikan dirimu kesempatan menyerang tadi maka aku akan terjatuh dan keluar batas karena beban yang terus bertambah besar..."

__ADS_1


Shuan mengubah semua beban dan tekanan gravitasi itu menjadi tanaman emas yang di serap menggunakan Golden Earth, ia mulai beradaptasi dari tekanan dan beban tadi sehingga ia bisa menerima beberapa serangan darinya.


Shuan melesat ke depan dan melepaskan pusaran badai yang membuat Shou lengah karena setengah tubuhnya mulai membeku dan perutnya terkena satu tendangan penuh kekuatan.


"Hugghhh...!!!" Shou melihat Shuan mencoba untuk melancarkan satu tinju tetapi ia menyelimuti lengannya itu dengan rantai lalu menghentikan pergerakan Shuan seketika.


Rantai itu mulai mengangkat tubuh Shuan lalu memutar dirinya dengan kecepatan penuh sampai Shou melemparnya menuju daratan, di lanjutkan dengan sihir gelombang putih yang menghancurkan arena.


Baaammmm!!!


Shuan menatap ke atas dan setengah dari Kisetsu nya hangus ketika ia menerima serangan sihir tadi, ia mulai meningkatkan kecepatannya tetapi efek dari gerhana bulan milik Shou terus memperlambat dirinya itu.


"SHINING JUSTICE...!!!" Shuan melepaskan gelombang emas yang memancarkan cahaya silau di sekitarnya.


"BURNING SUNSHINE...!!!" Shou melepaskan gelombang cahaya api yang melepaskan suhu panas di sekitar arena.


Kedua gelombang itu mulai saling beradu, menyebabkan seluruh penonton tercengang dan tidak bisa melihat karena terlalu silau sampai mereka terpaksa harus mengenakan kacamata.


Shuan maju ke depan, berhasil mendorong sihir gelombang milik Shou sehingga ia sendiri terpaksa harus melepaskan tenaga dan kekuatan lebih besar lagi sampai urat-urat mulai menonjol melalui kening dan ototnya.


"Tekanan dari Shining Justice itu... sangat kuat...!" Ungkap Shou yang mencoba untuk bertahan karena melarikan diri bukan pilihan yang baik ketika ia melihat beberapa planet emas yang mulai menyebar kemana-mana.


Kedua sihir gelombang itu meledak seketika karena tidak bisa menahan tekanan yang saling di adukan, Shuan maju ke depan dan berhasil menyilaukan kedua pandangan Shou.


Shuan melompat ke atas lalu mencekik leher Shou menggunakan ekornya, setelah itu ia melemparnya menuju daratan dan menginjak-injak perutnya beberapa kali.


Shuan mengakhiri serangan itu dengan menendang dagu Shou sampai ia terhempas ke belakang tetapi Shou menghilang seketika dan muncul tepat di belakangnya.


Tengkuk Shou terkena hantaman dari rantai hitam yang membentuk sebuah tongkat, serangan itu hampir saja membuat Shou pingsan karena tongkat itu mengandung tekanan yang sangat besar.


Shou masih belum selesai menyerang karena ia mengubah kembali kedua tongkat itu menjadi rantai yang mencekik leher Shuan lalu menyelimuti tubuhnya dengan rantai yang menyebar.


Shou mulai memperpanjang rantai tersebut lalu ia memegangnya erat dan memutarkan rantai itu ke atas langit lalu menghantamnya menuju daratan beberapa kali sampai Shuan terjatuh karena tekanan yang dimiliki rantai tersebut.


Shuan mencoba untuk bangkit dan menghancurkan rantai yang menyelimuti dirinya tetapi tubuhnya terasa lemah karena tekanan dan gravitasi yang terus meningkat.


"Berat sekali... Aku... Aku sudah melatih fisikku untuk menahan tekanan sebesar apapun tetapi ini sangat berbe---" Shuan melebarkan matanya ketika ia melihat Shou menghantam wajahnya dengan keningnya sendiri.


Menyebabkan Shuan terhempas ke belakang dan terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang cukup parah karena sekarang ia menerima serangan yang menyakitkan karena efek dari tekanan dan gravitasi gerhana bulan.


Shuan melihat Shou memancarkan kobaran api besar ke arahnya tetapi Shuan melompat ke atas dan memaksa tubuhnya untuk bergerak sampai mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


Tubuhnya yang terus di tahan dengan tekanan itu mengalami kendala seperti di tindih dengan berbagai macam beban yang dapat menghancurkan tubuhnya sendiri.


Shou melesat ke arah Shuan, mencoba untuk menghantam dirinya keluar menggunakan tongkatnya tetapi ia dikejutkan dengan tubuh Shuan yang berubah menjadi tanaman emas.


Tanaman itu melepaskan akar panjang yang mampu mengikat tubuhnya cukup ketat sehingga rantai yang ia miliki mulai mengeras menjadi emas, ia menoleh ke belakang dan melihat Shuan yang sedang memulihkan tubuhnya sendiri.


"Haahhhhhh!!!" Shuan menendang wajah Shou lalu melepaskan dua cincin emas yang menebas perut Shou sampai berdarah.


Setelah itu, Shou mencoba untuk membakar tubuhnya sendiri dengan api hitam tetapi tanaman emas itu hilang seketika dan mereka berdua melesat ke arah satu sama lain.


Melepaskan satu pukulan yang memancarkan cahaya hitam dan putih di sekitarnya, membuat seluruh penonton bersorak meriah karena pertarungan satu ini terlihat sangat mengerikan dan hebat.


Shou melancarkan satu tendangan tetapi Shuan menahannya menggunakan kedua lengannya lalu ia melepaskan pusaran angin emas melalui mulutnya, membuat Shou terjatuh di atas tanah dengan kedua lengannya yang mengeras.


"Legend's Boost kah!?" Shou mengerutkan dahinya, melihat Shuan mampu melancarkan serangan yang jauh lebih kuat dan menyakitkan di bandingkan dirinya.


"Aku tidak bisa melakukan apapun soal efek dari gerhana bulan itu, Shou... terasa sangat kuat bahkan kecepatan cahayaku terus mengalami jeda dan pelambatan." Shuan melepaskan cahaya berjumlah besar di sekitarnya.


Ia mengepalkan kedua tinjunya lalu menarik nafas dalam-dalam, setelah itu menghembusnya pelan sehingga tata Surya yang mengelilingi lehernya mulai berpindah ke belakang.


Shuan dan Shou melesat ke arah satu sama lain, melancarkan beberapa tendangan yang mulai beradu sampai menyebabkan arena berguncang dahsyat sampai retakan yang tertera di daratan mulai menyebar kemana-mana.


Shuan menghantam wajah Shou, setelah itu Shou menendang wajah Shuan. Shuan membalas balik dengan memukul perut Shuan cukup dalam dan Shou membalas serangan itu dengan menghantam pipinya menggunakan sikut.


Setiap serangan yang mereka lakukan kali ini mengenai sasaran dengan tepat sampai mulut mereka mengeluarkan banyak darah dan gigi mereka yang rapi mulai retak sampai sebagiannya putus.


Shuan mencoba untuk menabrak tubuh Shou sampai terlempar ke belakang tetapi ia malah menerima satu pukulan dari Shou yang mampu melempar dirinya ke belakang.


Shou mendapatkan kesempatan besar untuk menjatuhkan Shuan tetapi ia di sambut dengan satu pukulan keras dari Shuan yang mengenai wajahnya, pukulan itu mampu membuat mata kanan Shou bengkak seketika.


Matanya yang bengkak seketika membangkitkan api amarah di dalam tubuhnya sehingga ia mulai melancarkan serangan yang tidak terkendali, kedua mata Shuan yang menajam dapat melihatnya dengan jelas.


Ia menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengan dan ekornya lalu ia melancarkan satu tendangan yang mengenai perut Shou sehingga ia terhempas ke belakang.


"Nrggghhh..." Tubuh Shou terasa lemas seketika, di dalam tubuhnya terasa seperti angin yang mencoba untuk mencabik-cabik tulang serta daging.


"Hah... Hah... Hah..." Shuan berlutut di atas tanah dengan tubuh yang mencoba untuk menahan tekanan besar dari kekuatan gerhana bulan milik Shou.


"Grrrggghhh...!!!" Shou menatap tajam Shuan dengan kedua pupilnya yang terbakar, ia merapatkan giginya lalu menyelimuti kedua tinjunya dan rantainya dengan api yang sangat panas.


"SHUUUUAAAAAANNNNN!!!" Shou mengerang keras, menciptakan kobaran api yang besar di sekitarnya.

__ADS_1


Shuan melebarkan matanya lalu ia menahan semua dorongan panas itu, kedua lengannya mulai terkupas seketika.


"Pa-Panas...! Grgh...!"


__ADS_2