
Dalam puncak perang Ragnarok, semuanya dimulai dengan jumlah yang tidak bisa dihitung secara langsung karena membutuhkan waktu untuk menghitung semuanya.
Sejak perang itu langsung dimulai dari hitungan detik sepuluh sampai nol, korban yang gugur sudah dapat dihitung menjadi jutaan lebih karena serangan yang berdatangan dari banyak sekali arah.
Jumlah penghuni dari kedua belah pihak juga sampai bertabrakan lalu berperang tanpa henti sampai titik dimana jumlah mereka sudah menginjak ribuan sekarang karena ******* dari Ragnarok telah dimulai.
Hari penghakiman telah dilaksanakan dengan baik sehingga menciptakan rasa puas dan bahagia yang besar kepada Zephyra karena jumlah dari kedua layer yang tertinggi itu mulai berkurang dimana layer mereka akan terasa sepi sekarang.
Brimgard dan Zeindall berada dalam situasi yang bermasalah dimana mereka sebentar lagi akan menerima serangan yang dijadikan sebagai puncak, mungkin semua itu sudah cukup untuk menahan mereka agar tidak bergerak lagi.
Tetapi...
"Ragnarok telah selesai!!!" Seru Zephyra yang langsung bertepuk tangan sehingga menghentikan pergerakan mereka semua.
Tidak ada satupun dari mereka bisa melakukan sedikit pun gerakan karena Zephyra telah menghentikan Ragnarok yang sudah menginjak puncak akhir dimana semua penghakiman itu sudah jauh lebih dari cukup.
"Apa...!?" Shinobu memasang tatapan kaget ketika pukulannya sudah dekat sekali dengan dada Zeindall tetapi ia berhasil dihentikan oleh Zephyra yang hanya perlu bertepuk tangan.
Perang Ragnarok telah resmi selesai karena Zephyra dapat merasakan waktu di luar ruangan itu sudah melebihi batasannya, semua orang terasa sangat lega karena bertahan hidup sampai puncak akhir.
Yang terdengar sekarang adalah suara teriakan kemenangan yang dipenuhi rasa bersyukur serta kelegaan karena bisa bertahan hidup dalam perang yang sangat mengerikan sepanjang masa karena sudah menggugurkan seperempat dari penghuni sebuah layer.
""Aku selamat...!!! Kita semua selamat, Whoaaaa...!!!""
Setidaknya hari penghakiman sudah berakhir, Shinobu menghilangkan semua kekuatan itu lalu telinganya dapat mendengarkan banyak sekali perkataan mereka semua yaitu tentang keselamatan.
"Setidaknya mereka semuanya sudah bersyukur karena bisa bertahan hidup..." Shinobu langsung memasang tatapan mengancam kepada Zeindall.
"Jika kita bertemu lagi, aku akan menghapus dirimu dengan inti kehidupanmu yaitu sejarah... setelah perang usai aku membutuhkan refreshing yaitu belajar dengan giat..."
"Bagaimana bisa itu disebut refreshing jika kau membuat dirimu merasa kelelahan, sepuh?" Tanya Sakti.
"Belajar membuat Koneko lebih tenang dan santai, aku juga masih harus menyempurnakan semua bawahanku..."
"...terima kasih karena sudah menahan Brimgard dengan semua pasukan itu, aku merekamnya menggunakan mata buatan ini." Shinobu menyentuh mata kirinya.
Tetapi ia baru saja menyadari sesuatu hal yang sangat menyakitkan dimana semua orang terpaksa harus menerima sebuah kebenaran tentang siapa saja yang sudah gugur dalam perang Ragnarok, "Oh iya..."
Shinobu memasang tatapan yang terlihat kesal karena ia sendiri tidak bisa melakukan apapun untuk mereka yang sudah gugur, tetapi setidaknya kematian mereka dalam peperangan ini bisa dikenang sebagai pahlawan.
Dan tekad mereka juga akan terus dibawa oleh petarung yang masih hidup sampai titik pengakhiran, "Semoga saja mereka bisa menerimanya, masih membutuhkan waktu untuk menggunakan The Mind..."
Semua kesenangan dan kebahagiaan yang ia rasakan serta dengar dari mereka semua sudah pasti akan berubah secara drastis ketika Zephyra selesai mengumpulkan semua petarung yang sudah gugur.
"Setidaknya kita selamat..." Korrina menghela nafasnya lega lalu ia bisa melihat ekspresi Haruki, Shira, dan Kuro yang terlihat kesal karena mereka telah kehilangan sesosok Legenda yang sangat penting.
"Kenapa kalian terlihat bersedih...?"
"Perang sudah berakhir, tetapi dengan hasil apa...?" Tanya Shira.
"Shimatsu Arata gugur." Ucap Kuro sehingga mengejutkan Korrina seketika karena ia tidak menyangka seorang Legenda yang ia percayai akan terbunuh dalam Ragnarok sampai fakta itu tidak bisa ia terima.
"A-Apa...? Kalian tahu... sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk---" Kuro menghilang seketika sehingga memunculkan kembali Koizumi yang sedang memasang ekspresi kesal.
Melihat Kuro yang berubah kembali menjadi Koizumi langsung menumbuk kepercayaan yang sulit untuk diterima oleh dirinya, "Sayang sekali... sial..."
"Pasukan Touriverse... ketangguhan yang kalian perlihatkan kepadaku memang hebat, tetapi jika kita bertemu lagi maka aku akan menghapus kalian semua sampai tidak bisa diingat oleh siapapun." Kata Brimgard.
"Kau membunuh Arata... kau berhak dihapus dari sejarah oleh Heaven's Prime." Ancam Korrina dengan tatapan kesal sehingga ia ingin sekali untuk menghajar Brimgard tetapi Zephyra langsung menjentikkan jarinya.
Mereka semua mengalami perpindahan menuju ruangan yang sama tetapi Zephyra berhasil membariskan mereka di hadapan para petarung yang sudah gugur serta berbaring di atas tanah tanpa sedikit pun nyawa yang tersisa.
"Sebelum aku memberitahu hasil siapa yang memenangkan Ragnarok itu, lebih baik kalian menyaksikan siapa saja yang sudah gugur dalam perang Ragnarok..."
"...mereka yang gugur adalah mereka yang tidak pantas untuk hidup dalam layer atau sesuatu yang lebih rendah dari layer itu sendiri, mereka menerima apa yang seharusnya diterima."
__ADS_1
Perkataan Zephyra memicu amarah Shinobu sampai ia tidak bisa menahan dirinya untuk mengendalikan perasaan kesalnya, untungnya Sakti dapat menghentikan dirinya untuk sementara agar membiarkan Dewi itu berbicara seenak.
Mereka yang masih hidup bergegas memeriksa setiap mayat untuk mencari tahu, dan tidak lama kemudian mereka melihat sesuatu yang cukup menyediakan dimana sebagian dari keluarga dan sesosok terpenting telah gugur dalam perang ini.
Banyak sekali sampai jumlahnya tidak bisa dihitung secara instan, mereka juga membutuhkan waktu untuk mencarinya, Shinobu melihat Shira berlutut di hadapan seseorang dengan tubuh yang lemas.
"... ..." Shinobu melangkah ke depan lalu pandangannya memperlihatkan tubuh dan kepala Megumi yang terpisah dimana dia benar-benar sudah gugur.
Shira memeluk kepala Megumi begitu erat selagi melepaskan tangisan yang begitu keras dimana kedua matanya terus mengeluarkan banyak sekali air mata yang mengalir begitu deras sampai ia sendiri tidak bisa menghentikannya.
Cinta pertama serta istri yang sudah setia menemani dirinya sesama Shira masih berada di titik nol telah gugur dalam peperangan akbar sampai ia langsung meneriakkan namanya karena tidak bisa melakukan apapun, "MEGUMIIII...!!!"
Koizumi awalnya merasa sangat kesal ketika mengetahui Arata yang gugur, tetapi melihat Ophilia serta Akina yang ikut gugur serta berbaring di sebelah mereka hanya memicu amarah yang lebih besar sampai kedua matanya langsung mengeluarkan banyak sekali air mata.
"KENAPA KALIAN HARUS PERGI DULUAN...!? KENAPA TIDAK AKU SAJA YANG DIBAWA PERGI OLEH KEMATIAN ITU, HAH...!?" Teriak Hana keras yang terus menangis tanpa henti sehingga ia terus memukul daratan beberapa kali.
"AYAH...!!! IBU...!!! TANTE...!!! KENAPA KALIAN HARUS MENINGGALKAN DIRIKU...!?" Hana menghantam wajahnya di atas daratan sampai ia terus menangis begitu keras di hadapan ketiga mayat seseorang yang penting baginya.
Korrina berdiri di belakang Hana dan Koizumi tidak bisa mengatakan apapun ketika melihat teman masa kecilnya yang sudah mau menerima sejak awal telah gugur dalam Ragnarok yang ketiga ini.
"... ..." Korrina menundukkan kepalanya untuk memberikan banyak sekali kehormatan kepada mereka semua.
Shinobu dapat melihat Hana dan Koizumi yang menangis tanpa kendali apapun di hadapan orang tua, ia juga bisa mendengar suara teriakan Ako dan Konomi di bagian selatan dimana mereka melihat Chloe serta Mitsuki yang sudah gugur.
"Mama...!!! Nenek...!!!" Konomi menangis selagi memegang erat tangan Mitsuki.
"Tolong jangan tinggalkan kami...!" Ako terus menangis di tangan Mitsuki yang lainnya seperti anak kecil yang belum siap untuk menerima kematian Ibunya sendiri.
Haruki hanya bisa diam selagi memeluk Chloe untuk terakhir kalinya, mencoba untuk menerima fakta yang menyakitkan itu tetapi kedua matanya tetap mengeluarkan banyak sekali air mata.
Shinobu tidak bisa menggerakkan kedua kakinya karena banyak sekali orang yang ia kenal telah gugur dalam perang mengerikan ini, ia juga melihat Hinoka yang berada di depan memegang debu dari Shizen dan Bakuzen.
"HWAAAAHHHHHHHHH...!!!" Hinoka melepaskan jeritan yang begitu keras karena ia sendiri tidak bisa memeluk Kakek dan Ayahnya untuk yang terakhir kalinya karena mereka saat ini sudah berubah menjadi debu bekas peledakan diri.
Shinobu menundukkan kepalanya lalu ia melihat Yuri yang menangis tidak jauh darinya karena melihat Asuka dan Akina gugur, "Yuri."
"Shinobu Koneko...!!!" Panggil Brimgard.
Shinobu berhenti memeluk Yuri lalu ia menatap Brimgard yang memanggil dirinya cukup keras dengan nada yang sampai menggema seisi ruangan ketiadaan itu.
"Dimana performa yang selalu dilakukan oleh pasukan Touriverse sejak Ragnarok pertama dan kedua, hah!? Kau mengecewakan diriku dengan jumlah kematian sebanyak itu...!"
"Ragnarok yang sebelumnya selalu saja menyisakan jutaan pasukan Touriverse tetapi sekarang kenapa menjadi berkurang sampai ribuan...!?"
"Kalian mengecewakan diriku, ketangguhan yang diperlihatkan sejak itu telah sepenuhnya menghilang terutama lagi kau Korrina, tanggung jawabmu terhadap layer Touriverse memang menyedihkan!!!"
"Kau membiarkan semua penghunimu melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa melakukan persiapan apapun, tidak seperti layer Kountraverse yang selalu mengadakan tradisi layer...!!!"
"Kalian semua tidak memperlihatkan kehebatan dan kejayaan seperti dahulu kala...! Mungkin karena perubahan generasi hanya menyebabkan layer kalian memiliki penghuni yang lemah!"
"Sekarang lihatlah dirimu serta seluruh pasukan Touriverse yang sudah gugur di sekitar dirimu...!" Seru Brimgard yang merasa kecewa melihat pasukan Touriverse berkurang drastis.
"Shinobu Koneko!!! Katakan apa yang ingin kau katakan ketika berhadapan diriku untuk pertama kalinya...!!!" Seru Brimgard.
"Katakan itu di depanku sekarang juga, di sekitar semua pasukan Touriverse yang sudah gugur...!!!"
Shinobu melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan banyak sekali mayat sampai dirinya terus menerima perkataan Brimgard yang hanya memicu amarahnya lebih lanjut lagi.
"Satu-satunya yang akan menunggu dirimu adalah..."
"...rasa keputusasaan dan mimpi buruk! Dan semua tekad yang kau bawa dari para mayat itu, tidak lebih dari omong kosong dan kebohongan belaka!"
"Dan jika kau terus melawan kami terutama lagi Zephyra yang memberikan tantangan untuk seluruh penghuni Touriverse dan Kountraverse, kau hanya akan menerima lebih banyak masalah dan konsekuensi...!"
"Apa yang ada di dalam kenyataan ini?!"
__ADS_1
"Semua yang kau miliki menghilang satu per satu di hadapan dirimu, inilah hasil dari harapan dan cita-cita bodoh yang kau perbuat dari harga dirimu sebagai bangsa Legenda...!"
"Inilah kenyataannya...! Serta kesendirian!"
"BERISIK!!!" Shinobu melesat maju menuju arah Brimgard yang sudah siap untuk menerima serangannya.
Tetapi Zephyra langsung turun tangan dengan mementalkan Shinobu ke belakang sampai ia tidak bisa melewati perbatasan yang menghalangi Touriverse dan Kountraverse.
"Setelah kita mengetahui hasilnya... pertarungan selanjutnya aku akan membunuh dirimu serta menghapus segalanya tentang kau..."
"...ingatlah perkataan terakhirku itu, Shinobu Koneko---"
Shinobu menghantam perbatasan itu sehingga menyebabkan guncangan besar di dalam ruangan itu yang sempat menyebabkan Brimgard terkejut lalu ia memasang tatapan mengancam kepada dirinya.
"Aku tidak peduli siapa kalian sebenarnya... tetapi usaha yang percuma sekali untuk mencoba membuatku kesal karena aku sekarang adalah hantu yang akan terus meneror kalian sepanjang masa..."
"Dengar..."
"Aku tidak peduli sehebat apapun kalian sebenarnya...."
"...aku tidak tahu apa yang kau inginkan..."
"...jika kau mencari ketangguhan, aku dapat memberi tahu dirimu bahwa aku tidak memiliki rasa peduli apapun dengan ketangguhan bodoh itu..."
"...tetapi yang aku miliki adalah seperangkat keterampilan yang sangat khusus..."
"...keterampilan yang aku peroleh selama usaha yang sangat panjang..."
"...keterampilan yang membuat diriku menjadi mimpi buruk bagi orang-orang sepertimu... sampai aku bersedia meneror kalian semua kapan pun..."
"...jika kau berhenti mengatakan ketangguhan itu serta mengaku bahwa dirimu ini memang diperbudak oleh Zephyra maka..."
"Aku tidak akan mencarimu..."
"Aku tidak akan mengejarmu..."
"Aku tidak akan memberimu mimpi buruk..."
"...dan juga teror."
"Tetapi jika tidak..."
"Aku akan mencarimu..."
"Aku akan menemukanmu..."
"Aku akan membunuhmu..."
"Aku akan membuatmu menderita..."
"Aku akan meneror dirimu walaupun kau sudah hilang dari sejarah..." Shinobu melangkah pergi meninggalkan Brimgard yang hanya diam dengan ekspresi serius.
"Putri kecil, apakah saya boleh mengganggu Anda sebentar?"
"Ada apa...?" Shinobu berhenti melangkah hanya untuk fokus mendengarkan apa yang Cyber katakan, walaupun telinganya masih menangkap suara tangisan dan teriakan mereka semua.
"Saya sudah mengalkulasi jumlah dari kedua belah pihak pasukan sebanyak ratusan kali agar tidak keliru..."
"...apakah Anda mau melihatnya?"
Shinobu menarik nafas dalam-dalam karena ia terpaksa harus melihat sesuatu yang lebih menyakitkan yaitu jumlah kedua belah pihak lalu membandingkannya, ia mengeluarkan sebuah kacamata lalu memakainya.
Lensa itu mulai memperlihatkan dua angka nol yang bertambah cepat kali sampai menunjukkan hasil dari angka terakhir, "... ..."
"... ...!"
__ADS_1
...
...