
Ogun melangkah menuju arah Shinobu pelan-pelan selagi meregangkan kedua lengannya untuk menghajar Shinobu yang dapat menggunakan kembali tubuh aslinya itu.
Ia juga dapat melihat sedikit perubahan darinya yaitu tanduk Pegasus emas di bagian keningnya, kemungkinan besar Shinobu memang sudah bertambah kuat karena Legend's Boost yang ia terima selama pertarungan.
"Roooooaaarrrr...!!!" Shinobu melepaskan raungan Beast yang menggema di dalam ruangan tersebut sampai tubuhnya melepaskan sinar aura emas yang melesat ke atas langit.
Ogun hanya bisa menyeringai karena pertarungan kali ini terlihat cukup menyenangkan sampai ia sendiri tidak sabar untuk mencoba memberikan kematian yang asli kepada Shinobu agar tidak bisa melarikan diri.
Ogun melepaskan dorongan besar di sekelilingnya tubuhnya yang langsung membentuk tengkorak kematian, terutama lagi punggungnya memunculkan tato tengkorak besar yang melambangkan kematian.
"Deathmartial Arts...!" Ogun melepaskan banyak sekali dorongan menuju arah Shinobu tetapi ia menghempas semua itu dengan melebarkan kedua matanya yang melepaskan sinar emas.
Semua dorongan yang Shinobu lempar balik langsung mengenai banyak sekali pasukan Touriverse dan Kountraverse karena semua serangan itu berjalan secara membabi buta sampai ia sendiri tak dapat mengendalikannya.
Ogun mengepalkan tinju kanannya sampai memunculkan lambang kematian, "Fist of Endless Path mengabaikan apapun... Dimana pun nyawa dan inti kehidupan berada, kau akan mati...!"
"Tidak akan pernah bisa meregenerasi karena aku dulunya pernah membunuh seorang Dewa kematian dimana jiwanya berada di dalam kekosongan atau Nothingness...!!!"
"Pukulan ini tetap membunuh dirinya tanpa ampun, terutama dirimu gadis kecil yang dianggap sebagai perwujudan dari kekacauan!!!" Ogun melesat menuju arah Shinobu yang hanya bisa berdiri tegak.
"Mungkin seni bela diri kematian ini akan menjadi salah satu pelajaran yang akan diriku kuasai, mungkin jika aku dapat mengakses perpustakaan di dalam mimpiku atau mungkin ketika mengunjungi Dojomu."
Pukulan yang Ogun lepaskan melesat ketika mengetahui Shinobu yang ia pukul adalah cahaya astral yang berwujud dirinya, kekuatan dari Fist of Endless Path mendadak menginjak titik yang paling rendah seketika.
"Apa...?"
Shinobu berhasil mengelabui dirinya dengan melepaskan tumbal yang hampir seperti ilusi karena telah memperhatikan Korrina bertarung membuatnya terinspirasi untuk meniru kemampuan ilusi itu.
Hasilnya cukup berhasil karena tubuh Shinobu yang palsu itu berhasil menerima satu pukulan dari Ogun yang mengurangi efek dari kemampuan mematikan itu menjadi titik nol karena kandungan Golden Spirit yang sudah ia pasang di dalamnya.
"Apa yang kau lakukan...?!"
"Banyak sekali hal yang aku pelajari, terutama lagi tujuh Grimoire elemen dasar itu berhasil aku serap ke dalam tubuhku sampai berpindah menuju dunia gaib..."
__ADS_1
"Dunia gaib...? Sebenarnya apa itu, hah...!?" Tanya Ogun yang mencoba untuk menyerang dirinya tetapi Shinobu terus menghindar sampai melepaskan banyak sekali siluet yang terlihat begitu halus.
Hampir seperti ketika Shinobu mencoba untuk mundur maka ia akan memunculkan dirinya yang lain tetapi melakukan pergerakan yang sama dimana ikut mundur juga sampai merasuki kembali tubuhnya.
"Aku sudah mempelajari banyak sekali hal yang penting... belajar dari kesalahan terutama lagi mereka yang sudah memberikan diriku inspirasi untuk terus bertambah kuat..."
"...serta tekad yang ditinggalkan dari para petarung gugur dapat aku bawa menuju titik dimana diriku bisa terus bertambah kuat." Perkataan Shinobu yang menggema lama kelamaan mulai menakuti dirinya seketika.
Ogun melancarkan banyak sekali serangan tetapi Shinobu mulai menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengannya yang diselimuti Astral emas, "Golden Astral..."
Ogun melancarkan jutaan serangan menuju arah Shinobu yang langsung menghindari semua itu, bahkan kedua tinjunya itu langsung mengenai Golden Neutron yang terus berputar-putar di kedua lengannya.
"Apakah kau mencoba untuk meremehkan guru dari seni bela diri kematian, Legenda...!?!?" Ogun terus melancarkan banyak sekali serangan menuju arah Shinobu yang masih menghindarinya karena ia masih perlu menstabilkan tubuhnya.
Ogun merapatkan giginya lalu ia menginjak daratan sampai mengeluarkan banyak sekali dorongan berbentuk naga yang mencoba untuk menyerang dirinya, "Fuhhhh..."
Shinobu melompat ke belakang lalu ia mencoba untuk mendekati Ogun sampai dirinya dikejutkan dengan Shinobu yang sudah melayang tepat di hadapannya, "Semakin kau mengejar dan nekat kepada seorang hantu maka dia akan meneror dirimu..."
Shinobu melepaskan raungan yang sangat keras sampai menghempas Ogun ke belakang, serangan mematikan yang dapat membunuh siapapun tidak ada apa-apanya di hadapan Golden Spirit yang dapat mengubahnya menjadi serangan nol.
Shinobu hanya bisa diam selagi menatap kedua tinjunya yang dapat ia ubah menjadi tembus pandang hampir seperti wujud hantu, "Hmm... jadi begini ya jika aku menggabungkan kekuatan cahaya emas dengan kekuasaan dari segala Astral...?"
"Ya, mungkin aku sudah merasa terbiasa dengan kekuatan yang baru saja aku temukan karena gabungan itu... Golden Astral!" Tubuh Shinobu diselimuti dengan aura mistis yang dihasilkan dari dalam dunia gaib.
Brimgard sempat menghentikan pertarungannya karena ia merasakan ketangguhan dari jauh yaitu Shinobu dengan kekuatan gabungan barunya itu, "Hmm... begitu ya..."
"Ternyata dia memang ancaman besar yang dimaksud oleh Zephyra, tidak lama lagi dia bisa saja menjadi perwujudan dari kekacauan." Brimgard mencoba untuk menyerang Shinobu tetapi ketiga Legenda itu langsung menghentikan dirinya.
"Bukannya itu cukup mengejutkan untuk melihat dirimu memperlihatkan kelemahan ketika mencoba untuk mendatangi cucuku..." Kata Shira dengan ekspresi serius.
"Cucumu...?"
"Ya, apakah kau tidak melihatnya dari warna rambut emas ini? Dia adalah cucu yang aku banggakan, jika kau terus mengincar dirinya maka ketakutan itu menyelimuti dirimu bukan...?"
__ADS_1
"Apakah itu artinya kau telah memperlihatkan kelemahan melalui rasa takut dan terburu-buru untuk menghentikan Shinobu yang sedang sibuk bertarung dengan Ogun?"
"Dimana ketangguhan yang selalu kau perlihatkan sebelumnya, hah?" Tanya Shira yang berhasil memicu amarah kepada Brimgard karena pancingannya itu melalui kata-kata.
"Berani-beraninya kau mencoba untuk menggunakan kata ketangguhan sembarangan di hadapanku terutama lagi kelemahan sialan itu...!!!" Brimgard melepaskan gelombang Nothingness menuju arah mereka yang langsung dihindari.
"Kau berhasil mengalihkan pandangannya dengan mencoba untuk membuatnya kesal, kerja bagus." Kata Haruki yang kembali melanjutkan serangannya.
Brimgard melupakan kembali tujuan yang diberikan oleh Zephyra untuk membunuh Shinobu karena ia sendiri yakin bahwa rekannya dapat menghentikan dirinya terutama lagi Ogun yang dapat membunuh siapapun dengan kemampuan seni bela diri kematian itu.
"Kalau begitu inilah yang akan menjadi pengakhiran bagi dirimu...!!!" Seru Ogun yang mengepalkan kedua tinjunya sampai memunculkan banyak sekali tato kematian.
Shinobu menatap Ogun dengan tatapan mengancam lalu ia muncul tepat di belakangnya sampai menyebabkan dirinya tidak mengetahui kemana Shinobu pergi karena tubuhnya yang sempat berpisah karena bantuan dari Golden Spirit.
Ogun menoleh ke belakang lalu ia melihat banyak sekali serangan pukulan beruntun yang sudah mengenai seluruh tubuhnya secara instan dengan kecepatan yang membuatnya kewalahan.
Shinobu menendang wajah Ogun sampai ia terpental ke belakang, "Mustahil... kecepatan itu tidak bisa aku lihat dengan mudah, sebenarnya gadis ini siapa sampai memiliki kecepatan yang tidak dapat aku ukur dan rasakan---"
Shinobu menghantam lengan Ogun yang sudah menaikkan pertahanannya itu sampai ia langsung tersenyum serius, "Sekarang aku dapat membacanya... kau dengan kecepatan sialan---"
Ogun dikejutkan dengan tubuh Shinobu yang menghilang seperti bayangan ketika menerima sinar matahari, yang asli selama ini sudah melompat ke atas lalu melancarkan satu tendangan.
Tendangan itu menghempas Ogun ke depan sampai ia langsung merasa frustrasi karena saking bingungnya dengan kemampuan dan kekuatan yang Shinobu gunakan berkaitan dengan cahaya serta Astral.
"Apakah penampakan bisa disebut sebagai ilusi?" Tanya Shinobu.
"Bisa jadi... tetapi karena Anda adalah penguasa segala Astral maka seseorang yang mencoba untuk melawan makhluk halus maka efek terornya akan bertambah kuat."
"Mungkin untukmu efek itu hanya memperkuat dirimu sampai puncak yang melampaui musuhmu itu." Jawab Sakti yang sedang mempelajari tubuh rumit Shinobu karena campuran dari Astral dan Legenda.
"Kalau begitu... kekuatan Astral dan cahaya ini cukup hebat..." Shinobu kembali tersenyum polos selagi menatap kedua tapaknya yang sempat ia buat tembus pandang.
"...itu artinya Koneko harus tetap melanjutkan tekad mereka yang sudah gugur terutama lagi Demetrio...! Koneko..."
__ADS_1
"...akan berjuang!"