Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 618 - Kita Berperang!!!


__ADS_3

"Zoiru...!?" Kou melompat ke belakang dengan panik sampai ia mulai mengarahkan Keris itu kepada Zoiru.


Kou melebarkan kedua matanya ketika melihat tubuh Android Tech mengalami kematian sistem oleh Zoiru yang menekan tombol darurat, melihat Zoiru berada dekat dengan dirinya membuat Kou merasa khawatir.


"Kenapa kamu datang ke sini...? Apa yang kamu inginkan...? Menculik diriku...?" Tanya Kou dengan nada yang terdengar ketakutan bahkan Zoiru langsung mengangkat kedua lengannya.


"Tidak perlu takut, nak. Aku tidak akan melukai seseorang yang memiliki penyakit." Kata Zoiru karena ia juga memiliki rasa belas kasihan kepada orang tertentu dan itu hanya Kou saja karena kondisinya.


Lengan Kou yang sedang memegang Keris itu bergetar karena saking takutnya melihat Zoiru, ia sampai melepaskan Keris itu tidak sengaja dan ia mulai mengambil sebuah buku.


"Apa yang akan kau lakukan dengan itu...?"


"Buku adalah kekuatan dunia!" Seru Kou sehingga Zoiru mengambil buku tersebut lalu menghantam dirinya dengan itu karena pikirannya yang dikendalikan oleh Kou.


"Kou, sepertinya kau sudah salah dengan kedatangan diriku. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu..."


Zoiru melancarkan satu serangan dan serangan itu langsung di tahan oleh aura putih yang keluar melalui tubuhnya.


"Ehh...?"


"Ibumu memperhatikan dirimu dan dia adalah teman masa kecilku juga jadi aku tidak dapat melukai putrinya, sebagai pembalasan yang sudah ia lakukan kepadaku sejak itu." Zoiru duduk di atas kursi Kou.


"K-Kamu mencurigakan... aku jadi takut..." Kou turun dari atas meja dan ia bisa membaca pikirannya bahwa ia tidak berbohong sama sekali.


"Kau tidak tahu bahwa aku, Ophilia, dan Korrina adalah teman masa kecil?" Tanya Zoiru sambil membaca buku panduan Kou.


"Pertemanan kalian tidak bertahan lama! Apa yang kamu inginkan dariku...!?" Kou merebut kembali buku itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, ia mencoba untuk memberanikan diri.


"Mungkin kau harus tahu soal ibumu sejak dulu, dia tidak seperti yang kau bayangkan ketika dia melahirkan dirimu, kau tahu." Zoiru menatap Kou dengan tatapan serius.


"Aku tahu... Ibuku dulu penjahat dan pemberontak alam semesta... itu juga karena dia memiliki alasannya sendiri berkat Nenek dan Kakekku yang memperlakukannya buruk."


"Setelah tertangkap basah oleh para dewa agung, kita asalnya akan mengalami penghapusan memori, hanya Ophilia yang berhasil kena tetapi kami berhasil melarikan diri." Zoiru menceritakan kembali masa lalu.


"Kou...!!!" Terdengar suara Ophilia dari belakang Zoiru karena ia sendiri merasakan jelas keberadaan Zoiru, saking paniknya ia datang sendirian tanpa Arata yang sedang sibuk berlatih.


"Zoiru...!!! Jangan ganggu dia...! Dia masih kecil!" Ophilia mencoba untuk mendekati tetapi tubuhnya langsung tertekan dan tidak bisa digerakkan sama sekali.


"Ophilia, kau terlihat sehat seperti biasanya. Tenang saja, aku hanya ingin berbincang dengan penerus dari Korrina Comi." Zoiru menatap Kou yang terus memperhatikan dirinya.


"Terus... apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Kou untuk memastikan, ia memiliki kesempatan lainnya untuk membaca Zoiru seperti buku agar semua informasi yang ia butuhkan telah di dapatkan.


"Korrina tentunya berhasil menghajar ayahnya yang mencoba untuk menghapus ingatannya itu, dia juga menyelamatkan diriku sampai kita kabur bersama."


"...meninggalkan Ophilia yang sudah hilang ingatan." Zoiru menoleh ke belakang sehingga ia bisa melihat Ophilia mulai memegang kepalanya.


"Ingatanmu masih belum penuh sepenuhnya, Ophilia. Pertemanan kita sejak dulu berjalan cukup panjang dan kau melupakannya..." Zoiru menghela nafasnya.


"Intinya dulu Korrina telah melakukan beberapa hal yang perlu di balas suatu saat nanti, ia telah memberi diriku ini." Zoiru mengeluarkan sebuah Grimoire of Oath.


Kou melebarkan kedua matanya, "A-Apa...!? Bagaimana bisa Mama memilikinya?"


"Kau tidak tahu sepenuhnya tentang Korrina, Kou. Dia mengalami kehidupan yang jauh lebih menyakitkan dan menderita di bandingkan dirimu..."


"...intinya dia adalah tikus percobaan yang sudah melaksanakan berbagai macam ciptaan baru. Kebetulan ayahku menitipkan Grimoire ini kepada Ayah Korrina..."


"Grimoire adalah buku sihir yang perlu di jaga karena jika terjatuh ke tangan yang salah maka Touriverse bisa saja mengalami kekacauan yang disebabkan oleh Shinku sejak itu."


"Mungkin Korrina masih memiliki Grimoire lainnya di tubuh itu tetapi ia tidak mengetahuinya karena ingatannya yang sudah hilang..."


"...dia adalah wadah untuk apapun. Kekuatan, sihir, dan semuanya Kou. Untungnya dia tidak mengaitkan apapun dengan anak-anaknya termasuk dirimu." Zoiru mengelus kepala Kou.


Kou hanya bisa diam, jika saja Korrina berada di dekatnya maka ia dapat mengembalikan semua ingatannya itu agar ia bisa menceritakan semua hal tentang masa lalunya.

__ADS_1


"Tidak, Kou..." Ophilia mulai berbicara.


"Kau tidak perlu menjadi seperti ibumu yang dulu, aku mengenalnya sangat dekat seperti sahabat sejak kecil dan apa yang di katakan Zoiru benar..." Ophilia benci mengakuinya.


"Selama ini aku terus merahasiakannya kepada kalian semua tetapi ingatanku soal rahasiaku bersama Korrina telah kembali karena Zoiru yang mengingatkannya..." Ophilia memasang tatapan bersalah.


"Dia memang seperti itu, Kou... dulunya bisa di bilang sebagai wadah, tikus percobaan, dan pelampiasan terhadap apapun. Bisa di bilang ia sudah mati beberapa kali tetapi hidup karena kemampuan reinkarnasinya..."


"...dunia dan orang di sekitarnya memperlakukan dirinya seperti boneka tanpa perasaan apapun sampai Korrina ingin menghancurkan apapun."


"Tetapi... semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Ayahmu, lebih baik lagi ketika Haruka lahir..." Ophilia tersenyum dan ia mulai mendekati Kou.


"Kelahiran Haruka, mengadopsi Honoka, dan kelahiranmu mengubah dirinya sepenuhnya sampai apa yang ia rasakan sangat berbeda sekarang."


"Kalian adalah sumber kebahagiaan dan alasan dirinya untuk hidup... sayangnya dia terpaksa pergi untuk melindungi kita semua dari jauh." Ophilia menundukkan kepalanya lalu menarik Kou untuk menjauhkan dirinya dari Zoiru.


"Ingatanku bersamanya di hapus karena kita tidak ingin mengingat sisi gelap itu... sudah lama sekali dan aku yakin dia tidak akan mengingatnya lagi." Perkataan Ophilia membuat Kou terdiam seketika.


"Mama..." Kou meneteskan beberapa air matanya, ternyata kehidupan masa lalunya sama menyakitkannya dengan kondisinya dulu tetapi jauh lebih buruk.


"Bagaimana, Kou? Kau sudah mendapatkan senjata yang Korrina inginkan sejak dulu, menghancurkan apapun yang membuat ibumu menderita." Zoiru bangkit dan mendorong Ophilia mundur.


"Apa yang...!? Zoiru...!!! Hentikan---" Tubuh Ophilia langsung tertekan sampai ia terjatuh.


"Ini bukan urusanmu lagi, Ophilia. Aku hanya ingin membuat sebuah sumpah dengan ratu Touriverse juga penerus dari teman masa kecil kita..." Zoiru menghapus air mata Kou.


"Bagaimana, Kou? Korrina selama ini tidak pernah memenuhi tujuan yang ia inginkan sejak dulu... dia malah menelan ludahnya sendiri dengan menjadi ratu Touriverse."


"Sekarang dia sudah tidak ada... itu artinya semua warisan dan apa yang ia tinggalkan berpindah kepada dirimu." Zoiru mengulurkan lengan kanannya yang mengeluarkan aura hijau.


"Apakah kau tidak merasa kasihan kepada Ibumu sejak itu? Sekarang kesempatan yang pas untuk membalaskan semua... dunia buruk yang merusak ibumu itu..."


"Dengan kekuatan Bamushigaru, kau pasti dapat memenuhi tujuan Korrina yang dulu. Aku datang hanya ingin membalas kebaikannya sejak itu..." Zoiru mendekat tangannya itu kepada Kou yang sedang menundukkan kepalanya.


"... ..." Kou mengulurkan lengan kanannya kepada Zoiru untuk berjabat tangan agar sumpah itu bisa terlaksanakan.


"Tidak...!!! Kou...!!! TIDAAAKK!!! JANGAN!!! KORRINA TIDAK MENGINGINKAN SEMUA ITU...!!! DIA SUDAH TOBAT...!!!"


"SEMUA KEBENCIAN ITU SUDAH HILANG KARENA KALIAN...!!!" Teriak Ophilia keras untuk menghentikan Kou membuat sumpah dalam menghancurkan apapun yang sudah menyakiti Korrina.


Zoiru tersenyum, merasa lebih tenang ketika perbuatan baik Korrina akhirnya di balas sekarang, ia bisa melihat tangan Kou mulai mendekat, sangat dekat.


"Aku ingin bebas..." Kou mulai berbicara dengan lemas.


"Ya... kau akan mendapatkan kebebasan itu ketika kau mau membantuku membangkitkan Bamushigaru."


"Setelah itu semua penderita dirimu dan Korrina akan hilang karena terbalaskan oleh dirimu yang meneruskan..." Kata Zoiru.


Tidak berniat buruk melainkan mencoba untuk membalas kebaikan Korrina dengan membantu Kou menghabiskan semua alam semesta itu dengan membangkitkan Bamushigaru.


Jari kecil Kou menyentuh tapak Zoiru dan ia bisa melihat tangan putih yang mengejutkan dirinya, dia melirik ke kiri dan melihat Korrina berdiri di sebelahnya mengambil sebuah Keris lalu melemparnya kepada Kou.


"... ...!!!" Zoiru melebarkan kedua matanya ketika melihat Kou mengambil Keris itu lalu memotong lengan kirinya Zoiru tanpa ampun.


"AAARRRRGGGGGGHHHHHH!!!" Zoiru menjerit kesakitan ketika menerima Keris mutlak yang dapat menebas apapun dan memberikan luka abadi yang tidak dapat di sembuhkan.


Melihat Keris itu melayang ke arah Kou sampai ia menyerang dirinya tanpa ampun membuat Ophilia dan Zoiru di serang dengan penuh kejutan.


"Aku tidak akan melakukannya... Ibuku tetap mengatakan ini kepadaku, teruslah berbuat baik walaupun mereka membayarnya dengan keburukan!" Kou memegang erat keris itu sampai tubuhnya dipenuhi dengan garis Crimson.


"Sialan...!!! Kau...!!! Kenapa kau mengkhianati diriku...!? Aku memberi dirimu kesempatan sejak datang ke sini dan kau melukaiku...!!! KELEDAI PENYAKITAN!!!" Zoiru melepaskan teriakan keras.


Zoiru yang sudah memenuhi harga dirinya untuk mendatangi Kou demi membuat sebuah sumpah merasa terkhianat oleh Kou yang menyerang dirinya sampai memberikan luka abadi yang tidak dapat di sembuhkan.

__ADS_1


Zoiru terkejut ketika lengannya yang sudah tertebas sampai tidak dapat di pulihkan kembali, "Brengsek, kau Kou...!!!"


"Aku hanya membalas sesuatu dengan keseimbangan, Zoiru." Kou memasang tatapan mengancam sehingga Zoiru bisa melihat jelas tatapan yang sama dengan Korrina.


"Kau bersumpah sejak itu tidak akan menyebabkan kekacauan apapun di Touriverse... tetapi apa yang kau lakukan adalah menghancurkan Yuusuatouri palsu." Kata Kou.


"Bukannya itu sumpah bohong? Sekarang kau mendapatkan hukuman dari sumpah palsu itu dengan lenganmu yang hilang...!"


"Dan... aku adalah keturunan Comi, aku egois dan keegoisan diriku adalah... tetap berbuat baik tanpa membalas dendam apapun!" Kou maju ke depan lalu ia mengayunkan Keris itu kepada Zoiru yang melemah.


Zoiru mencoba untuk menendang dirinya tetapi tubuh Kou mendapatkan perlindungan lain oleh Korrina yang berwarna putih sehingga terhempas ke belakang dan menerima sebuah tusukan di pinggangnya.


"AAAGGGGGHHHHH...!!! BRENGSEK!!!" Amarah Zoiru terbakar sehingga ia memegang Keris itu lalu melemparnya ke arah lain, setelah itu ia bisa melihat garis merah Kou menghilang.


"... ..." Kou memasang tatapan pasrah ketika semua kekuatan yang tadi ia rasakan hilang seketika, ia mengepalkan tinju kanannya lalu menghantam Kou.


Untungnya Kou mendapatkan perlindungan lagi sehingga ia terhempas ke belakang dan di tangkap oleh Minami yang datang tepat waktu.


Zoiru merapatkan giginya ketika ia melihat beberapa Legenda berdatangan termasuk Arata, Shizen, dan Yuuna.


"Aku menghubungi mereka semua dengan telepati... cukup egois bukan, Zoiru?" Tanya Kou sambil memasang tatapan serius.


"Kau dapat memperbesar harga dirimu itu tetapi harga diriku sebagai Comi tidak akan pernah mati." Kou menunjuk Zoiru sehingga semua teman-temannya mengeluarkan aura yang besar.


Zoiru tersenyum serius, "Lagi-lagi aku mendapatkan sebuah tipuan besar dari gadis dengan keturunan sama..."


"Kau melakukan sesuatu yang Ibumu lakukan sejak itu, cukup menyebalkan karena sejarah seperti terulang."


"Aku gagal lagi ternyata... tetapi tidak ada salahnya mencoba!" Zoiru mengepalkan tinjunya sampai menjatuhkan semua Legenda itu kecuali Kou.


"Tidak baik melakukan sekarang dan di tempat seperti ini... semuanya akan hancur, baiklah, Kou... aku akan melaksanakan sumpah kedua..." Kata Zoiru yang masih merasa kesakitan karena luka itu.


"Delapan bulan... mulai dari sekarang, kalian dapat melakukan apapun yang kalian inginkan. Latihan untuk bisa menginjak tingkatan yang sama denganku..." Zoiru mulai mendekati Kou.


Kou bisa melihat Zoiru tidak memiliki niat untuk melakukan serangan, "Apa maksudmu?"


"Mari lakukan sesuatu dengan cara yang lebih adil. Harga diri sebagai bangsa Legenda kalian melawan diriku bersama seluruh pasukan Oather..."


"...aku menyatakan sebuah perang yang di langsungkan dengan ritual pembangkitan Bamushigaru. Kau bisa mencegahnya tetapi pasukanku akan menghentikan kalian semua..." Zoiru mengulurkan lengan kanannya.


"Delapan bulan yang akan datang, mari kita berperang, bangsa Legenda! Bukannya itu adil?!" Tanya Zoiru yang seperti biasanya masih memenuhi harga dirinya.


"Delapan bulan... kau memberi kami waktu yang sangat panjang." Kata Kou, ia mulai menatap Legenda lainnya dan ia bisa melihat Arata mengangguk.


Semuanya setuju soal perang itu dan ternyata sumpah itu tidak buruk juga, lebih baik melakukan perang untuk bisa menghentikan pencegahan kebangkitan Bamushigaru.


Kou juga memiliki banyak waktu untuk menghancurkan kuil Oath dan tentunya mempelajari buku sihir Oath yang sudah ia baca menggunakan kekuatan The Mind.


Sebagian dari isi buku itu mengalami perubahan karena dirinya, ia mulai mengulurkan lengan kanannya untuk melakukan perang yang dapat menghentikan Zoiru untuk membangkitkan Bamushigaru.


"Kami setuju... menyelesaikannya dengan perang." Kou dan Zoiru mulai berjabat tangan dan sumpah telah di laksanakan.


"Kalau begitu... sampai jumlah delapan bulan yang akan datang, aku tentunya akan menyiapkan sebuah arena." Zoiru menghilang dan membuat Kou merasa lebih berani sekarang.


Apa yang sebelumnya ia lakukan sangat nekat karena berhasil melukai Zoiru menggunakan Keris itu, ia menganggapnya sebagai keberuntungan tetapi ia tidak tahu bahwa Korrina lah yang membantu di surga.


Arata bangkit lalu menatap Kou, "Apa yang harus kita lakukan sekarang, Ratu Touriverse?"


Semua Legenda yang datang mulai mempercayai Kou sebagai pemimpin perang karena dia adalah ratu Touriverse, Kou menghampiri mejanya lalu ia mengambil kacamatanya dan mengenakannya.


Kou menatap mereka semua dengan tatapan serius, "Sudah jelas bukan? Cara Legenda...! Semua solusinya adalah bertarung dan tinju..."


"...kita berperang!"

__ADS_1


__ADS_2