Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 426 - Mencoba untuk Bertahan melawan Angkatan Tiga


__ADS_3

Masalah Shuan dan Asriel terjadi secara bersamaan, otomatis pertarungan yang dihadapi oleh Shuan juga berlangsung sama dengan Asriel yang kesulitan mengurusi semua larva itu terus menyerang dirinya dengan gas racun yang keluar melalui mulut mereka bahkan semua kecoak itu sangat agresif sampai pergerakannya itu cukup cepat.


Asriel berhasil mengalahkan semua kecoak itu tetapi Manusia yang bernama Giga memiliki peliharaan lainnya yang jauh lebih mengerikan, seekor larva pemakan daging apa pun bahkan kemampuannya ditingkatkan oleh sumber mana.


Kecepatan larva itu meningkat lebih tinggi karena bantuan dari sayap yang tumbuh di kulitnya, daging dan kulit Asriel mulai digigit beberapa kali dan semua larva itu mencoba untuk masuk ke dalam tubuhnya lalu menggigit seluruh organnya tetapi ia berhasil bertahan dengan sihir es-nya itu.


Manusia yang dapat mengontrol serangga pemakan daging itu cukup mengerikan karena Asriel bisa merasakan gigitan semua larva itu menyakitkan bahkan sama seperti kecoak tadi.


Pasukan Larva itu dapat melepaskan cairan dan gas melalui mulut sehingga gas bersama cairan itu mampu membuat semua es yang ia ciptakan meleleh.


Tidak sengaja mengenai cairan itu saja membuat kulit Asriel melepuh, ia mencoba untuk tidak menanggung risiko dengan menghirup gas itu tetapi sangat sulit juga untuk mendekati jarak manusia itu karena dirinya yang terus menjaga jarak dengan Asriel yang dikepung oleh pasukan larva pemakan daging.


Asriel mulai membekukan seluruh lorong di hadapannya tetapi semua es itu mulai meleleh karena sebagian dari larva itu melepaskan cairan beracunnya.


Tidak lama kemudian Asriel mulai menerima beberapa serangan lagi dari mereka tetapi ia mulai menghindarinya dan menghancurkan semua larva itu satu-satu.


Mereka memiliki pergerakan yang bertambah semakin cepat, ia juga harus berhati-hati dengan cairan yang mereka keluarkan itu karena ia tidak ingin kulitnya melepuh lagi, untungnya ia dapat menyembuhkan lukanya dengan sihir es.


"Aku tidak menyangka larva memiliki kemampuan yang sangat menakutkan seperti ini, kau tidak buruk juga, manusia."


"Sangat menyebalkan juga untuk bertarung melawan seorang musuh yang sangat mahir dalam jarak yang begitu jauh apalagi jika dirinya tidak ingin bertarung secara langsung dari jarak yang dekat..."


Asriel menarik nafas dalam-dalam lalu ia melepaskan gelombang es di hadapannya tetapi semua larva itu melepaskan gelombang cairan yang membuat semua es itu meleleh bahkan sampai membuat daratan dipenuhi dengan lubang karena terbakar oleh cairan tersebut


"Sial... Mereka lebih menjijikkan dibandingkan kecoak..."


Tidak ada pilihan lain selain menggunakan strategi dan rencana yang ia pikirkan yaitu melarikan diri dengan bersembunyi di setiap ruangan kelas yang ia lewati.


Semua larva itu mulai mengikuti dirinya dan kehilangan jejak terhadap Asriel yang menciptakan tembok es tebal, ia mulai melirik ke belakang lalu menunjuk ke tembok itu menggunakan kedua tapak tangannya.


"Dark Pulse!" Asriel meluncurkan serangan tembakan tajam yang memiliki elemen kegelapan, mampu untuk menebus sihir tetapi tidak mampu untuk menebus pertahanan yang dimiliki oleh pasukan larva itu.


Asriel tercengang ketika melihat semua larva itu melindungi dirinya dengan cangkang keras yang menyelimuti kulitnya, cangkang itu bahkan diperkuat oleh energi sihir yang bernama [Mana].


"Aku harus menunggu waktu yang tepat untuk menyerang sepertinya... Larva itu memiliki tiga hal penting dalam pertarungan dan aku harusĀ  mengalahkannya dengan strategi." Ungkap Asriel.

__ADS_1


Asriel mulai mencari tempat persembunyian yang lebih aman selagi melepaskan serangan area efek es yang mampu membekukan musuh tetapi semua larva itu berhasil melindungi tubuh mereka dengan menggunakan cairan panas dan beracun itu.


Melihatnya saja membuat Asriel berkeringat karena musuh satu ini harus diserang secara langsung, semua larva itu hanya sebuah pengalihan bagi dirinya tetapi mereka terus mengejar dirinya tanpa henti.


Asriel menemukan tempat persembunyian yang lumayan jauh dan ia berhasil bersembunyi di balik kelas yang sudah hancur bekas pertarungan yang pernah dilakukan oleh murid lain karena ia berada di dunia pertempuran.


"Aku tidak ingin menanggung risiko... aku harus mengalahkan manusia itu dengan cara yang tidak akan membuat diriku kelelahan, semuanya mudah hanya saja sihir dan kemampuan yang ia miliki itu sungguh mengerikan."


"Sampai sekarang, aku bisa merasakan semua larva itu menggigit kulitku sampai berlubang..."


"Ck, apakah [Desperia Frost-Bound] akan mempan kepada larva dan Manusia itu?" Asriel mencoba untuk mengatur nafasnya karena ia mendengar suara sayap dari semua pasukan larva itu yang baru saja melewati ruangannya.


"Menggunakan Atmosphere Freeze juga membutuhkan waktu karena aku harus mendekati dirinya, serangan area efek yang membuat udara di daerah sekitar musuh membeku dan membuat musuh sulit untuk bernafas."


"Aku dapat bergerak bebas dan mengubah dirinya menjadi es untuk mempersempit pergerakan Manusia itu tetapi semua larva itu memiliki gas beracun dan cairan yang dapat membuat sihirku meleleh, aku yakin itu bukan sihir jadi tidak bisa digagalkan."


"Kemungkinan kemampuan alami yang harus aku lawan dengan sesuatu yang alami lagi, intinya aku harus melepaskan suhu dingin untuk menjadikan setiap ruangan sebagai kekuasaanku."


Asriel mulai melubangi setiap tembok untuk bisa melepaskan suhu dingin agar seluruh ruangan bisa memiliki suhu dingin untuk memperbesar kesempatan menyerangnya.


"Aku yakin lorong yang ditempati oleh manusia itu pasti panas sekali karena aku sempat melihat lantai itu berlubang."


Asriel telah kehilangan jejak terhadap Giga yang saat ini masih berlindung di lorong tadi karena ia hanya ingin membiarkan semua pekerjaan ini dilaksanakan oleh pasukan larva tadi.


Bagggggg...!


Asriel melebarkan matanya karena dikejutkan dengan kedatangan larva yang berukuran jauh lebih besar, larva itu berada tepat di sebelah kanan kepalanya, untungnya Asriel berhasil menyelimuti kepalanya dengan es sehingga larva itu gagal untuk menggigit wajah Asriel sekaligus.


Dengan cepat ia berguling ke depan lalu menatap larva itu yang sedang melayang, terlihat sangat mengerikan bahkan tubuh Asriel seketika merinding ketika melihat larva besar yang memiliki ukuran setara dengan seekor kucing.


"Jijik sekali!!!" Asriel meluncurkan es runcing melalui kedua telapak tangannya tetapi larva itu berhasil menghindarinya dan melepaskan cairannya lagi.


Cairan yang mengenai lantai langsung membuat lantai itu berlubang, Asriel sempat merasakan suhu yang terasa begitu panas yang disebabkan oleh larva itu.


Asriel mencoba untuk melarikan diri tetapi lantai di hadapannya dipenuhi dengan cairan larva sehingga ia melirik ke belakang dan melihat larva besar itu mengejar dirinya sambil menunjukkan mulut bulat yang dipenuhi taring.

__ADS_1


Asriel menahan larva itu menggunakan kedua lengannya yang dibekukan dengan es tetapi kedua lengannya bisa merasa suhu yang begitu panas, musuh yang Asriel lawan benar-benar tangguh bahkan Asriel sampai menghindari serangan larva itu dengan menunduk lalu berguling ke depan.


Asriel menghancurkan tembok ruangan yang menghalangnya agar bisa menjaga jarak dengan larva besar itu yang memiliki cairan berbahaya dan serangan yang fatal yang mampu menghancurkan dagingnya


"Aku harus memberitahu yang lain tentang semua murid angkatan ketiga memiliki kemampuan yang begitu aneh dan mengerikan, jika saja aku tidak terseret ke dalam musuh yang memiliki kekuatan seperti ini maka aku sudah menikmati minuman dinginku!"


"Musuh seperti ini pantasnya di lawan oleh Shuan atau temanku yang lainnya...!" Asriel merapatkan giginya.


Ia merasa kesal, mencoba untuk mencari Giga yang saat ini masih bersembunyi di lorong, ia juga bahkan tidak bisa melihat jejaknya atau merasakan keberadaannya saja karena efek dari sihir segel kota permohonan.


Asriel menoleh ke belakang dan ia melihat larva besar itu menghilang entah ke mana, pergerakannya cukup cepat dan itu sudah jelas karena larva yang mencoba untuk menyerang dirinya itu memiliki Mana untuk meningkatkan dan mendapatkan kemampuan yang mengerikan.


Asriel melihat sekeliling selagi melepaskan suhu dingin untuk bisa mencari posisi Giga.


"Sialan!!!" Asriel melepaskan sihir es lainnya tetapi semua sihir itu meleleh ketika larva besar itu mengeluarkan cairan melalui mulutnya.


Ia bergerak cepat menuju arah Asriel dan mencoba untuk menggigit dagingnya agar bisa masuk ke dalam tubuhnya tetapi Asriel berubah menjadi patung es untuk melakukan perpindahan dalam jarak yang sangat dekat.


Asriel sadar bahwa dirinya tidak bisa melakukan perpindahan yang cukup jauh karena efek dari sihir segel itu juga, ia mulai menggunakan semua suhu dingin dengan menciptakan es tajam yang mengepung larva besar itu bahkan sempat membunuh seluruh pasukan larva yang sudah berkumpul dan mengetahui posisinya saat ini.


Setidaknya Asriel berhasil mengalahkan semua larva kecil itu tetapi ia tidak bisa menghancurkan larva besar itu karena pertahanan tubuh yang begitu keras ditambah lagi dengan cairan yang dapat membuat sihir es miliknya meleleh.


Pergerakan larva itu bertambah cepat dan ia menyerang lalu mengupas kulit Asriel dan berhasil untuk menggigit dagingnya dengan cepat, larva itu juga menarik dagingnya lalu mengunyahnya dengan cepat.


"U-Uck...! T-Tubuhku..." Asriel bisa merasakan seluruh tubuhnya merasakan suhu panas karena larva itu berhasil melepaskan cairannya yang mengenai tubuhnya itu.


Asriel terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang kesakitan, larva besar itu mulai mengumpulkan cairan melalui mulutnya, mencoba untuk membuat kulit dan daging Asriel meleleh karena larva itu ingin menikmati organ tubuh dan tulang Asriel.


Larva itu melepaskan cairannya melalui mulutnya tetapi cairan tersebut langsung membeku dan menyebar ke tubuh larva itu dan membuatnya terbeku, Asriel tersenyum lalu menghancurkannya dengan satu tendangan.


"Hah... hah... hah... tadi itu hampir saja."


Asriel berhasil menyelamatkan dirinya dengan mengubah tubuh aslinya menjadi patung es jadi cairan yang mengenai tubuh patung es itu secara otomatis langsung menyebar dan membekukan cairan bersama larva itu.


"Sihir perangkap es milikku ternyata bekerja dengan baik, untungnya yang kau tahu hanya makan jadi kau lengah dengan perangkap penyebaran es tadi."

__ADS_1


"Sepertinya ruangan ini sudah menjadi kekuasaan ku karena suhunya yang mulai terasa sangat dingin..." Asriel terkejut ketika melihat kakinya dipenuhi dengan anggota tubuh larva yang beku.


"...menjijikkan!"


__ADS_2