
~Touri~
Zangetsu saat ini masih sibuk mengubah Touri menjadi tempat yang baik, sekarang isi dari semesta Touri dipenuhi dengan sesuatu yang mengerikan, aneh, dan juga gila. Banyak bangunan yang berbentuk aneh dan langit-langit sekarang berubah menjadi merah secara permanen sehingga air biasa juga diganti menjadi darah oleh Zangetsu.
Konari hanya diam, wajah-nya terlihat datar dan kedua mata-nya terlihat mati... ia hanya akan diam karena Zangetsu atau Komi belum memerintahkan-nya untuk melakukan sesuatu. Shira yang lain-nya masih memiliki banyak waktu untuk bergegas dan memikirkan sebuah rencana, harapan satu-satunya sudah pasti ada di dalam diri Haruka dan Okaho.
Zangetsu merasa sangat senang bahkan ia menciptakan tahta-nya sendiri yang tercipta dari seluruh tulang milik populasi Touri, ia duduk di atas tahta itu lalu menatap semesta Touri yang dipenuhi dengan lubang portal, banyak sekali penghuni dimensi sihir yang keluar dari portal itu untuk bersujud kepada Zangetsu dan merayakan pesta besar-besaran.
Ukuran-nya sekarang sudah bisa ia ubah menjadi sama besar-nya dengan ukuran Touri, Komi masih belum selesai dengan ritual-nya sehingga sekarang ia tidak bisa berbicara atau bergerak... dia hanya bisa diam dan melakukan meditasi sambil melakukan ritual pembangkit itu, buku sihir Necromancer itu berputar dan terbuka lebar sehingga menyerap banyak sekali arwah lalu mengubah-nya menjadi salah satu dewa-dewi yang Komi hidupkan.
"Hahaha... sebentar lagi...!!! Sebentar lagi kita akan menguasai inti semesta yang selanjut-nya yaitu Palouce!!! Mari kita mengubah semua-nya menjadi kekuasaan kita dan kita akan menciptakan sesuatu yang baru!!!" Seru Zangetsu keras sehingga mereka semua mengerang keras dan menikmati kehidupan baru mereka di Touri yang baru ini.
***
Clare membawa Yuuna untuk mengunjungi gedung tersebut, semakin Yuuna mendekat maka semakin keras suara jeritan dari semua ras Astral itu yang sedang disiksa. Keberadaan mereka tidak bisa Yuuna rasakan walaupun mereka itu hanya arwah yang dapat bergerak dan memiliki wujud yang sama dengan wujud mereka ketika masih hidup.
"Entah kenapa... firasat-ku memburuk dan membaik ketika mendengar gedung itu, apakah aku akan menemukan beberapa penghuni Touri yang terbunuh oleh Konari dan Zangetsu?" Ungkap Yuuna, jarak gedung itu cukup jauh sehingga mereka menghabiskan waktu selama sepuluh menit untuk sampai.
Terlihat gedung itu ditutup dengan pintu yang sangat tebal dan bahkan Yuuna bisa merasakan bawah itu adalah benda asli, pintu juga itu memiliki segel yang kuat tetapi Clare dapat membuka pintu itu dengan mudah dengan mengetuk-nya menggunakan tongkat-nya itu, ketika pintu itu terbuka... bau yang tidak sedap bisa Clare rasakan dan bahkan kulit-nya merasakan sesuatu yang panas.
__ADS_1
"Tekanan dan bau yang kuat... s-s-sebenarnya tempat ini apa...?!" Tanya Yuuna dengan ekspresi yang terlihat kaget.
"Ruang penyucian untuk mereka yang beruntung, keberuntungan mereka habis ketika mereka berhasil menjadi Astral tetapi keburukan melanda mereka dengan siksaan pedih yang pernah melakukan... sekali mereka membunuh atau merugikan satu sama lain maka mereka akan disiksa habis-habis oleh dewa-dewi kematian lain-nya menggunakan sabit." Kata Clare, tidak perlu ada lagi yang harus ia jelaskan jadi ia pergi meninggalkan ruangan itu untuk kembali bertugas menjaga pintu masuk.
"Baiklah... tidak ada yang tahu jika aku tidak mencoba-nya." Yuuna masuk ke dalam gedung itu sehingga pintu tertutup dengan sangat rapat, "Sial... apakah ini jebakan...?" Yuuna menepuk wajah-nya lalu ia maju ke depan dan melihat banyak sekali ruangan yang terlihat sama persis seperti sel penjara.
Ruangan ini benar-benar terlihat seperti neraka, setiap ruangan terdapat banyak sekali ras Astral yang sedang merenung dan melakukan aktivitas mereka seperti seorang tahanan, banyak sekali dewa-dewi kematian yang sedang bertugas dan menyiksa beberapa ras Astral, di setiap sel memiliki sebuah pintu yang menunjukkan sebuah nama.
Yuuna mencoba untuk mencari nama yang pernah ia kenali sebelum-nya, bukan hanya nama yang tertera tetapi terlihat juga sebuah catatan informasi tentang Astral itu sendiri, kebanyakan mereka semua berasal dari semesta Palouce dan Reaoum, sangat langka sekali untuk menemukan ras Astral yang berasal dari Touri.
Yuuna sampai berkeliling di tempat itu dan mengunjungi setiap ruangan untuk mencari ras Astral yang berasal dari Touri, menghabiskan waktu selama beberapa menit sehingga Yuuna merasa kesal dan lebih memilih untuk menyerah lalu membantu teman-temannya. Seorang dewa kematian tiba-tiba menghampiri Yuuna dengan ekspresi yang terlihat serius.
"Tenang saja, kami para dewa-dewi kematian tidak akan pernah melawan siapapun jika mereka memiliki niat yang baik, jangan-jangan kau berasal dari inti semesta Touri 'kan? Keberadaan-mu itu terasa seperti seorang Legenda." Dewa itu mengubah sabit-nya menjadi sebuah tongkat karena seperti-nya ia mengetahui tujuan kedatangan Yuuna, "Aku juga tentu mengenal diri-mu karena kau adalah Saint Soul, dengan kemampuan arwah-mu itu... aku yakin kau dapat membangkitkan seorang Astral selama beberapa hari."
"Itu benar, aku mencari ras Astral yang berasal dari Touri, aku yakin pembantai Konari terhadap seluruh populasi Touri itu memiliki beberapa keberuntungan untuk sebagian populasi yang mengalami reinkarnasi menjadi ras Astral." Ketika Yuuna mengatakan hal itu, dewa itu langsung menggelengkan kepala-nya... wajah-nya juga menunjukkan ekspresi suram.
"E-Ehh...? Aku merasakan tidak ada harapan di wajah-mu, apakah sesuatu terjadi?" Tanya Yuuna.
"Dengar ya... serangan Konari itu hampir sama seperti sihir tingkat segala-nya yang bernama [Vanish] secara otomatis serangan-nya itu telah membunuh seluruh populasi Touri secara keseluruhan dan menghapus keberadaan mereka, kami para dewa-dewi kematian tidak mendapatkan banyak pemberitahuan tentang populasi Touri yang terbantai menjadi ras Astral." Yuuna melebarkan mata-nya, ia benar-benar dikejutkan dengan kejutan yang sangat besar bahwa seluruh populasi yang terbunuh itu tidak akan pernah bisa kembali seperti-nya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau dewa-dewi yang dibantai oleh Komi!?"
"Tidak, mereka juga terbunuh oleh Komi menggunakan sihir [Vanish], tidak ada harapan lagi, Yuuna." Kata dewa itu, Yuuna langsung menundukkan kepala-nya dan mengepalkan kedua tinju-nya... ia merasa sangat kesal sekali sampai ia benar-benar ingin membunuh Konari dan Komi yang sudah membantai seluruh populasi.
"Tetapi masih terdapat beberapa ras Astral yang berasal dari Touri, tempat mereka itu khusus... mereka juga terbunuh sebelum ancaman Komi menyerang, ikut aku." Dewa itu mengajak Yuuna untuk mengunjungi ruangan bawah tanah yang terkunci dengan segel yang sama seperti pintu masuk tadi, ketika pintu itu terbuka... Yuuna melihat lima ruangan yang menunjukkan ras Astral dari semesta Touri.
Yuuna mulai bingung... dia harus memilih satu penghuni Touri yang benar-benar bisa membantu dalam masalah ini karena sihir pembangkitan-nya hanya bisa digunakan satu kali, ia juga membutuhkan banyak arwah untuk menggunakan kemampuan tersebut, ia membaca empat pintu itu dan ia tidak mengenal mereka sama sekali sehingga ia membaca satu pintu yang menunjukkan sebuah informasi yang sangat ia kenal.
"T-T-Tidak mungkin...!? Selama ini dia menjadi ras Astral...!?" Yuuna mencoba untuk membuka pintu tetapi pintu itu terkunci dan juga tersegel, "Apakah kau yakin untuk mengunjungi diri-nya? Dia sudah tidak ingin lagi berurusan dengan dunia luar loh, dia hanya ingin mengurung diri di dalam tanpa mengetahui informasi baru yang terus bermunculan di semesta-nya sendiri."
"I-Itu artinya dia tidak tahu bahwa Touri sekarang sudah hancur dan Zangetsu sudah bangkit?!"
"Benar sekali... itu adalah permintaan-nya kepadaku, dia itu berbahaya loh... apakah kau yakin ingin masuk ke dalam ruangan itu dan menemui-nya?" Tanya dewa itu, Yuuna tidak memiliki rasa bertentangan apapun sehingga ia mengangguk cepat agar dewa itu bisa membukakan pintu tersebut.
Dewa itu menggunakan tongkat-nya untuk membuka segel, "Sekarang kau boleh masuk, keselamatan diri-mu tidak terjaminkan." Yuuna mencoba untuk tidak menghiraukan perkataan dewa itu sehingga ia membuka pintu, seseorang yang ia baca dari informasi itu ternyata benar-benar dia... dia adalah seorang pria yang sedang duduk di atas kursi-nya sambil menatap ke depan.
Suara pintu yang terbuka itu mampu membuat pria tersebut menatap Yuuna dengan ekspresi yang terlihat lelah, "Kau...?"
"Apakah kau bernama..."
__ADS_1
"...Alvin Ghifari?!"