Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 856 - Kekuatan Pemberian Dewa


__ADS_3

Shinobu melesat maju ke dalam lautan itu untuk mencari letak Grimoire of Water, dan membiarkan semua temannya mengurusi masalah dari para Saint Elemental yang tidak memiliki urusan apapun lagi dengannya.


Saint Earth sudah terkalahkan oleh dirinya sampai ia tidak bisa bangun lagi karena mengalami kondisi pingsan dengan dedaunan emas yang tumbuh panjang sampai menahan tubuhnya itu.


Di sisi lainnya, Ako dan Konomi berhasil mengalahkan gabungan naga api dan listrik itu dengan mudah sampai mereka berpencar untuk mengarahkan serangan menuju kedua Saint itu.


Konomi mengayunkan tombaknya tetapi Andou menahannya menggunakan kedua tapak tangannya yang dipenuhi listrik hitam, ia memasang tatapan serius sampai keningnya menunjukkan lambang kepercayaan listrik.


"Aku akan menjaga keamanan itu... tidak ada yang namanya kejahatan terhadap kepercayaan! Kenapa kalian harus berbuat jahat seperti ini!?" Tanya Andou yang terus menahan tombak itu.


"Sepertinya Shinobu benar, terdapat banyak Reinkarnator yang menggunakan tubuh Legenda tetapi tidak pernah mengerti sudut pandang mereka masing-masing." Kata Konomi.


"Kau seharusnya sadar... mati sekali bisa dijadikan sebagai pelajaran untuk dirimu berubah, dengan tubuh Legenda itu maka kau sudah resmi harus mengikuti apa yang bangsa kita lakukan!"


"Semua solusi itu adalah... bertarung!" Konomi langsung menusuk pipi Andou lalu ia melihat dirinya menyerang balik dengan melepaskan sambaran petir melalui kedua tapaknya.


Konomi memegang erat tombak itu lalu ia memutarnya 360 derajat untuk melempar kembali sihir itu ke arah yang berbeda sampai ia mencoba untuk tetap fokus dengan tubuhnya yang sudah bertarung seharian.


Rasanya cukup melelahkan sampai kedua matanya sempat buram ketika melihat Andou melepaskan banyak petir hitam melalui kedua lengan dan kakinya untuk mempercepat pergerakan.


"Itulah kenapa... takdir akan berubah ketika aku turun tangan, semua itu pasti bisa berubah dengan kekuatan dari pertemanan!" Seru Andou yang mulai bergerak maju menuju arah Konomi.


"Jika pertemanan tidak cukup maka cara kasar bisa digunakan, aku akan memberikan dirimu beberapa kesempatan untuk menyadari kesalahan itu!" Andou masih menunjukkan rasa belas kasihan karena ia adalah Manusia yang berada dalam tubuh Legenda.


Reinkarnator itu bisa di bilang datang dari dunia berbeda, dewa yang berada di dalam Kamitouri membawanya ke dalam alam semesta apapun termasuk Yuusuatouri sampai melakukan reinkarnasi yang menjadikan mereka sebagai bangsa apapun.


Andou melesat ke atas langit lalu melihat Konomi yang mencoba untuk menyerangnya tetapi ia menerima sambaran sampai terpental ke dalam air.


Andou bergerak secepat petir menuju arah Konomi yang menghilang tombaknya hanya untuk menggantinya dengan Railgun yang menembak ratusan peluru energi menuju arah dirinya yang berhasil menghindarinya.


Semua petir yang mengelilingi tubuhnya berhasil menangkis peluru itu ke arah yang berbeda, Andou berubah menjadi petir lalu menabrak perut Konomi sampai ia memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


Konomi menyerang balik dengan menggunakan kemampuan arwahnya untuk menyatukan kembali semua listrik itu sampai membentuk tubuh Andou kembali yang menerima satu pukulan di wajah oleh Konomi.


Setelah itu, ia menarik keluar tombaknya yang sudah dilapisi dengan sihir es pada bilah tersebut, ia melancarkan satu tebasan yang mengenai dadanya sampai meninggalkan luka yang membeku merah.


"Aggghh...!"


Koizumi dan Hinoka melihat Lumi yang berada di atas langit, menciptakan banyak sekali es batu yang berbentuk kubus sampai mengelilingi tubuhnya.


"Hinoka, apakah kau yakin tidak akan menghalangi diriku?" Tanya Koizumi yang mencoba untuk tidak menggunakan sihir waktunya karena ia sudah menggunakan Time-Replay sejak melawan kandidat es itu.


"Tidak! Tidak! Aku akan membantu dirimu, sapizumi!" Hinoka tersenyum lebar sampai kepalanya menerima satu pukulan oleh Koizumi.


"Awwwweee...!"


"Hinosapi! Aku akan menggunakan dirimu sebagai serangan!!!" Koizumi melakukan satu putaran yang ditambah dengan tendangan sampai mengenai pantatnya.


"Sakiitttt!!!" Hinoka terpental menuju arah Lumi yang sempat memasang tatapan bingung karena mereka entah kenapa malah menyerang satu sama lain sampai Koizumi melempar sepupunya kepada dirinya.

__ADS_1


Perilaku sepupu yang selalu terjadi setiap hari sempat membingungkan musuh, Hinoka melakukan sebuah putaran ke depan lalu menghantam semua es batu itu sampai meledak sehingga Lumi menghindari serangannya dengan terbang ke atas langit.


Hinoka terbang mengikuti dirinya sampai ia dikejutkan dengan aura es yang berwarna putih kebiruan itu menunjukkan patung es di dalamnya yang bertujuan untuk menipu dirinya.


Pada akhirnya Hinoka menerima satu pukulan es yang membekukan tubuh bagian tengahnya oleh Lumi yang muncul di hadapannya dengan kecepatan penuh, ia bisa merasakan tulang di dalamnya ikut membeku juga.


Lumi membawa Hinoka masuk ke dalam lautan lalu melepaskan sihir es area yang sangat besar sampai membekukan lautan itu bersamaan dengan Shinobu yang sedang menggali di dalam air itu untuk mencari Grimoire of Water.


Lumi melompat keluar dari dalam bongkahan es itu lalu melihat Koizumi yang menghela nafasnya karena ia melakukan serangan yang salah sampai ia melihat Hinoka kalah begitu saja.


"Sepupumu sudah kalah... namanya adalah Hinosapi... bukannya begitu?"


"Benar, tetapi kau memberikan diriku keuntungan bahwa es itu sepertinya hampir sama seperti Lucia tetapi kau tipe orang yang menipu mereka dengan perangkap kecil itu ya."


Koizumi melompati waktu sampai Lumi langsung membekukan tubuhnya, satu pukulan yang ia lepaskan menempel dengan es itu tetapi ia langsung menarik keluar belatinya untuk memecahkan es tersebut.


Bongkahan es itu menciptakan kaki yang berhasil menendang pinggang Koizumi sampai tubuhnya langsung membeku, ia menggunakan Greed lalu menebas es di hadapannya sampai menunjukkan Lumi di dalamnya.


"Serangan yang sama tidak akan berguna kepadaku...!" Seru Koizumi dengan kedua matanya yang menunjukkan lambang Greed, ia merapatkan giginya lalu mencekik leher Lumi sekuat tenaga.


Cekikan itu sudah cukup untuk membuat mulutnya mengeluarkan darah serta air ludahnya yang langsung membeku, Koizumi melemparnya menuju daratan es yang ia bekukan.


Hinoka melompat keluar dari dalam es itu lalu melepaskan ledakan yang membawa Lumi menuju daratan, Hinoka dan Koizumi langsung melepaskan sihir Crimson yang berbentuk seperti tembakan kepada Lumi.


Ako melepaskan banyak sekali panah menuju arah Aidan sampai mengenai tubuhnya yang terbakar, pembakaran itu dapat melindungi dirinya dari serangan tetapi Ako tetap maju sampai mengubah busurnya menjadi pedang.


Keempat Saint itu tertekan dengan mereka semua, Demetra kembali bangun sampai ia merasa sangat kesal karena gadis kecil seperti Shinobu berhasil mengalahkan dirinya sampai ia hampir merasakan kematian.


Demetra bangkit tetapi ia langsung berlutut dengan kedua yang bergetar, ia memuntahkan banyak darah sampai luka di tubuhnya itu mengeluarkan banyak partikel emas yang berpindah menuju arah Shinobu.


"Dewa Admon... aku... tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu..." Demetra mengeluarkan sebuah kristal coklat dari dalam sakunya yang masih utuh dan mengandung banyak God Lenergy di dalamnya.


"Jika aku ingin menjadi seorang Saint Earth yang hebat... maka aku akan menggunakan kekuatan pemberian Dewa Admon... sebagai jalan pintas!" Kristal itu mulai ia tempelkan dengan dadanya sendiri.


"Hnggghhhh!? Arrrggghhhhh...!!!" Tujuh Demetra langsung mengeluarkan cahaya hitam dan coklat yang menyebar sampai menarik semua tanah di planet tersebut.


Kedua kalinya dilapisi dengan tanah liat yang mulai menyebar di seluruh tubuhnya sampai tanah liat itu mendapatkan lindungan dari berbagai macam jenis batu dari dataran yang berbeda.


Demetra mencoba untuk menghentikan kekuatan tambahan itu dengan mencoba untuk melepaskan kristal tersebut tetapi jantungnya udah menerima kekuatan mutlak itu sampai ia terus menjerit kesakitan.


Pertarungan mereka berhenti mendadak ketika melihat Demetra yang terus menggaruk-garuk dadanya itu, terasa sangat gatal sampai kulitnya berubah menjadi batu yang sangat keras.


Koizumi dan Hinoka menoleh ke belakang lalu melihat sumber cahaya coklat yang begitu besar sampai terjadi badai pasir dari arah timur, sumber Lenergy yang sulit mereka rasakan terdapat di dalam badai itu.


"Ck... apalagi sekarang?" Tanya Koizumi.


"God Lenergy... semuanya murni sekali..." Hinoka menunjuk ke depan sampai tubuhnya menerima banyak sekali batu kecil yang sempat menembus tapaknya sampai mengeluarkan darah.


"Koizumi!" Hinoka mendekati Koizumi lalu melepaskan lingkaran merah yang mengandung ledakan di dalamnya, setiap batu yang melewati dan mencoba untuk menabrak tubuh mereka akan meledak.

__ADS_1


Ako dan Konomi melakukan hal yang sama dengan melindungi tubuh mereka dari berbagai macam batu yang berdatangan entah dari mana, semua itu terkumpul ke dalam badai pasir tersebut.


"Sudah waktunya...! Dia melakukan semua itu demi kedamaian dunia!" Ucap Aidan yang langsung berubah menjadi api dan berpindah tempat ke dalam badai itu.


Lumi dan Andou melakukan hal yang sama sampai keempat pemberontak kecuali Shinobu yang sedang berenang ke dalam dasar laut bisa melihat kobaran api, Sambaran petir, dan hujan salju di dalam badai pasir tersebut.


"Apakah mereka mencoba untuk bergabung?" Tanya Ako yang tidak bisa merasakan apapun di dalamnya karena mereka semua menggunakan God Lenergy.


"Sial... God Lenergy itu terlalu murni sampai aku kesulitan untuk merasakannya!" Kata Koizumi yang terus melihat badai itu sampai mereka semua secara bersamaan melepaskan serangan menuju arah badai pasir itu.


Semua badai sihir itu berhenti seketika sampai mengubah langit-langit menjadi gelap, mereka bisa melihat gelombang sihir besar di arah timur.


Terjadi ledakan besar sampai membunuh semua Elf yang sedang melakukan evakuasi menuju tempat yang aman, Anastasia baru saja tiba di lokasi lalu ia bisa melihat sebuah asap coklat yang sempat menghalangi penglihatannya karena pasir.


"Apa yang terjadi di sini---" Anastasia merasakan sebuah serangan yang terlepas menuju arah dirinya tetapi ia langsung memunculkan tongkat sihir yang mengeluarkan nota lagu yang menahan lemparan meteor.


Asap itu mulai menipis sampai keempat gadis pemberontak yang berada di jarak jauh dapat melihat siluet yang berbentuk sangat besar melebihi bangunan kota itu.


"Ahh...! Itu...!" Hinoka terlihat kaget ketika melihat siluet itu ternyata sebuah Golem yang sangat besar dengan tiga kristal di kedua bahu dan dadanya yang melambangkan api, listrik, dan es.


Koizumi bisa melihatnya dengan jelas sekarang, kedua mata Golem itu memancarkan cahaya merah sampai kedua lengan dan kakinya berbentuk sangat besar melebihi tubuhnya sendiri.


"Pemberontak...!!!" Teriak Demetra yang berada di dalam tubuh Golem itu sampai teriakannya mengguncang planet tersebut sampai menyebabkan para pemberontak menutup rapat kedua telinga mereka.


Admon yang berada di dalam ruangan kumpulan bersama kandidat lainnya seperti Pyro dan Lucia terlihat puas ketika Demetra rela menggunakan kristal itu untuk mengubahnya menjadi Golem sempurna.


"Bagus sekali... dia memang Saint Earth yang sangat layak sampai ingin mengubah tampang gadisnya yang cantik menjadi seekor Golem sempurna ciptaanku." Kata Admon.


Demetra mengangkat kedua lengannya lalu menghantam daratan sampai menyebabkan planet itu menjadi pipih seperti piring karena hantaman tadi.


Korban yang terjatuh bertambah semakin banyak sampai mereka juga terpengaruh dengan guncangan itu, "Apa dia gila...!? Dia sudah mengorbankan banyak jiwa Elf yang tidak bersalah!"


"Bunuh semua pemberontak...!!!"


"Hancurkan mereka semua tanpa sisa...!!!" Demetra membuka mulutnya lebar sampai menciptakan bola petir, es, dan api yang bergabung menjadi satu sampai meluncurkan gelombang sihir tebal ke arah mereka.


"Gawat! Menghindar sekarang juga!" Seru Koizumi yang melihat mereka semua tidak memiliki waktu, ia langsung menghentikan waktu dengan memindahkannya menuju dataran rendah.


Gelombang tebal dan besar itu berhasil mereka hindari sampai melewati lapisan langit yang berbeda lalu keluar angkasa dan menabrak satu planet sampai menghancurkannya.


Demetra dapat mengendalikan gelombang itu dengan menurunkan kepalanya, bisa di bilang sihir yang ia lepaskan hampir sama seperti embusan sehingga mereka semua langsung terbang menuju arah yang aman.


"Golem ini... kuat sekali." Kata Konomi.


"Jelas... dia menerima kekuatan Dewa demi bisa mendapatkan kekuatan sebesar ini." Jawab Koizumi.


"Seperti biasa... kita sebagai pengganti orang tua dan tentunya penerus legasi kakek kita akan terus berjuang!"


"Pemberontak...!!! Musnahlah...!!!"

__ADS_1


__ADS_2