Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 301 - Kita mulai Dengan yang Baru


__ADS_3

Lima tahun terakhir ini, semuanya terasa seperti ajaib entah kenapa diriku masih bisa tinggal di dunia seperti ini walaupun konflik dan ancaman terus berdatangan sehingga sebagian besar konflik dan ancaman itu pernah menghancurkan dunia ini terutama seseorang yang sangat kita sayangi di sekitar kita. Semua orang memanggil diriku Shiratori Shira sebagai puncak dari harapan segala Touriverse karena sudah mengalahkan seorang cucu dari sang pencipta, kemenangan ini pantas untuk dirayakan.


Tiga tahun ini kami terus bersenang-senang dan merayakannya bersama walaupun konflik masih sering bermunculan, setidaknya tujuan mereka tidak sama seperti Zangetsu yang mencoba untuk menghancurkan Touriverse dan menciptakan Touriverse yang baru tetapi lebih mengerikan, awalnya aku tidak ingin dipanggil sebagai seorang pahlawan atau harapan karena kita semua menang bukan karena diriku saja melainkan semua orang bekerja keras untuk berjuang demi meraih kembali kedamaian yang pantas kita dapatkan.


Semua orang sibuk dengan kegiatan dan aktivitas mereka masing-masing terutama diriku yang harus bekerja, kita para Legenda juga membutuhkan berlian untuk bertahan hidup. Korrina awalnya memaksa kami semua untuk tidak bekerja melainkan bersantai karena ia akan memberikan berlian yang ia miliki, kami menolak tentunya karena harga diri seorang Legenda itu harus bisa kerja keras dan berjuang dalam tahap apapun terutama bekerja untuk mendapatkan berlian.


Sudah bertahun-tahun aku tidak pernah bertemu dengan teman-temanku lagi karena aku sibuk menjadi seorang pedagang bersama Megumi, kita kadang berdagang mengelilingi desa, planet, dan tentunya semesta untuk bisa mengenal lebih dalam lagi tentang Touriverse. Syukurlah dagangan kita selalu laris dan terjual habis ketika kita mengelilingi semua tempat yang menarik perhatian kita.


Akhir-akhir ini juga aku bahkan tidak pernah mendengar berita tentang Haruki yang pergi untuk memburu ras Vampir, pekerjaan dia itu seperti memburu tetapi dia tidak menerima uang melainkan kekuatan. Apa yang aku harapkan dari Legenda sepertinya itu, ia terlalu bekerja keras soal kekuatan sehingga aku sendiri mulai lelah dan bosan terlalu fokus dengan kekuatanku sendiri. 


Soal Arata mungkin aku sudah lupa bahkan Shizen sendiri aku tidak pernah mendengar berita tentang dirinya lagi, jika soal Korrina... dia sudah tidak bisa ditanyakan lagi karena aku setiap hari selalu melihat dirinya dimanapun aku berada, pasti wajahnya akan terpasang terutama suaranya juga akan bisa dengar karena dia sudah dikenal oleh seluruh penduduk Touriverse karena perkataannya ketika mencoba untuk menyemangatkan Palouce dan Reaoum.


Aku tidak menyangka gadis yang dulunya tidak bisa melakukan sosial bisa seperti itu, ia bahkan mempersatukan kembali bangsa yang selalu bermusuhan di kedua inti semesta itu, tetapi aku sendiri merasa kasihan untuk dirinya karena dia sangat sibuk setiap hari dan tidak pernah diberi waktu untuk beristirahat atau menjaga Haruka yang masih tidak sadar diri, tiga tahun ini tetap seperti itu... diam dan tidak bernyawa.


Pahlawan yang sebenarnya itu Haruka tanpa bantuan dan kekuatan aslinya maka Touriverse benar-benar hilang secara keseluruhan. Berkat bantuan darinya, Touriverse bisa kembali kali ini jauh lebih baik dengan penduduk yang lebih banyak dan tempat yang lebih luas serta satu semesta seperti Yuusuatouri ini memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat jadi aku tidak perlu khawatir dengan seseorang yang mencoba untuk menghancurkan Yuusuatouri lagi dan lagi.


Itu mungkin... cerita yang harus aku katakan karena aku tidak akan melakukan sesuatu yang serius, aku hanya ingin menikmati waktu kedamaian-ku dengan berdagang bersama Megumi. Kita saat ini sedang berada di Yuutouri, semesta yang sangat pantas untuk seseorang yang ingin berdagang, soal rumah aku bisa serahkan kepada Minami yang sekarang sudah berumur menjelang menuju remaja yaitu 12 tahun.


***

__ADS_1


"Nyaaaa... Hari yang membosankan seperti biasanya, nyaaa..." Minami mengusap wajahnya beberapa kali lalu ia menjilat lengan kanannya, saat ini Minami hanya bisa menganggur di dalam rumahnya dan merasakan arti dari kebosanan yang paling besar. Kedua orang tuanya pergi untuk berdagang dan ia sendiri harus mengurus rumahnya itu sendirian tanpa meminta bantuan siapapun.


Minami menggerakkan ekornya untuk meraih gelas susu, ia segera meminum susu tersebut lalu menatap kembali televisi di hadapannya yang menunjukkan Korrina sedang melakukan wawancara bersama ras yang terlihat sangat asing untuk Minami, ia baru saja mendengar pemberitahuan dari Okaho bahwa Korrina selalu sibuk di luar semesta untuk melakukan beberapa wawancara dan mengurus sesuatu yang penting.


"Enak dan kasihan juga ya... Enak karena marga Comi itu benar-benar kaya tetapi mereka baru saja kehilangan satu anggota yang terpenting... juga musuh yang sangat aku benci..." Ketika Minami mengingat Haruka, air mata mengalir keluar melalui kedua matanya sehingga ia bersikap sok kuat dan mencoba untuk tidak mengaku bahwa Haruka itu adalah sahabatnya sejak kecil.


"Haruka bodoh... kenapa kamu tidak mau bangun dan menemui-ku lagi, nyaa... Uck... Haruka bodoh...!!! Bodoh! Bodoh! Bodoh!!!" Minami menempatkan kembali gelas-nya di atas meja lalu ia berguling-guling di atas kasur-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat sedih, ia tidak bisa menangis cengeng karena ia tidak mau Haruka menertawakan dirinya ketika ia sudah bangun nanti dan ia sendiri tidak terbiasa menangis karena pertama kali melihat Haruka yang tidak mau menjawab atau bangun saja, ia anggap sebagai lelucon yang dibuat oleh Haruka.


Awalnya ia tidak percaya bahwa Haruka akan diam seperti itu dan tidak pernah menjawab perkataan seseorang, biasanya ia akan menyambut siapapun dengan caranya sendiri terutama Minami yang selalu menyambutnya dengan cara yang cukup kasar seperti mengejek dirinya jadi Minami merasa yakin bahwa Haruka pasti melakukan sebuah lelucon yang berlebihan sehingga tiga tahun yang sudah berlalu ini membuat dirinya semakin sedih dan khawatir.


"Dia... ternyata tidak sedang bercanda ya...? Dia serius, nyaa..." 


"M-M-Minami!? Maaf, kami kira kamu sedang melakukan sesuatu yang---"


Minami menatap mereka semua dengan ekspresi yang terlihat bingung, "Ahh... Kalian?"


Minami bisa melihat Asriel dan Rokuro yang sedang mengalihkan pandangan mereka masing-masing, "Nyaa~ Sepertinya kalian tertarik... mau lihat lebih lanjut---" 


Layar virtual yang menunjukkan wajah Rokuro dan Asriel tiba-tiba menghilang karena Minami baru saja mengatakan sesuatu yang tidak pantas. Hana bersama yang lainnya menepuk wajah mereka masing-masing, Hana segera marah kepada Minami untuk segera memakai bajunya karena ia tidak bersikap feminin jika setiap hari selalu saja telanjang, bagaimana jika ia mendapatkan panggilan mendadak lainnya.

__ADS_1


"Minami, sudah berapa kali aku melihat-mu telanjang seperti itu sih? Apakah sekarang rumahmu menjadi tempat yang sangat bebas untuk dirimu?"


"Telanjang itu nyaman bagiku karena aku dapat merasakan kesejukan cuaca panas di musim panas ini bahkan aku juga bisa merasakan cahaya yang merasuki tubuhku. Yahhh, kau tahu sendiri lah laki-laki ingin apa, nyaa." Minami terkekeh.


""Dasar mesum.""


"Aku tidak, nya!"


***


Korrina berbaring di atas kasur-nya dengan ekspresi yang terlihat lelah, Akina masuk ke dalam kamar Korrina karena ia juga memiliki urusan penting sebelumnya karena Korrina meminta tolong kepada Akina untuk mencarikan seorang Malaikat yang benar-benar pintar dan hebat, untungnya mereka dapat menemukannya hari ini sehingga wawancara tadi berakhir cukup cepat.


"Sekali lagi, terima kasih sudah menemani-ku dan mencari seseorang yang bisa diandalkan tentang teknologi, Akina. Aku tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi di Palouce hanya untuk mengembangkan teknologi disana." Korrina menatap ke atas atap dan tubuhnya dipenuhi keringat karena ia sudah bekerja dalam waktu yang cukup lama sehingga tidak pernah mendapatkan waktu istirahat.


"Jika kau membutuhkan bantuan lainnya maka beritahu aku, semua yang kau lakukan benar-benar gila dan berlebihan bahkan setiap hari aku selalu melihat dirimu di acara televisi. Kau terlalu mengurusi pekerjaanmu sehingga kamu melupakan keluargamu." Akina mencoba untuk menyadari Korrina agar ia bisa menggunakan waktunya dengan benar.


"Aku tidak bisa menolak permintaan penting mereka semua, permintaan itu penting untuk masa depan... walaupun aku sendiri harus menghabiskan waktu dan membanting tulang, setidaknya aku dapat mencari informasi juga di luar sana untuk memulihkan kembali... dirinya..." Korrina menoleh ke sebelah kanan dan melihat Haruka yang sedang duduk di atas kursi roda sambil menatap ke bawah dengan tatapan yang terlihat mati.


"Haruka..."

__ADS_1


__ADS_2