
Ogun terpental ke belakang karena menerima satu pukulan lainnya dari Shinobu yang berjalan begitu cepat sampai ia tidak bisa melihatnya, dan terus tertipu oleh penampakan yang dilepaskan oleh dirinya.
"Khodam...!" Panggil Shinobu sehingga harimau putih melompat keluar dari dalam tubuhnya lalu menyerang Ogun dengan melancarkan banyak sekali cakaran sampai ia terhempas ke belakang.
"Santet...!" Perut Ogun langsung mengeluarkan banyak sekali silet tajam sampai mulutnya juga terus memuntahkan banyak sekali hal yang tajam.
Semua serangan itu tidak bisa dilihat oleh dirinya bahkan ia sendiri sempat bingung dengan perbuatan apa saja yang dilakukan oleh Shinobu sampai ia menerima banyak sekali serangan misterius yang menyakitkan.
Ogun terjatuh di atas tanah dengan tubuh yang terus mengeluarkan banyak sekali silet dan benda tajam karena efek dari Santet yang terus mempengaruhi dirinya, lama kelamaan kekesalan yang hanya ia rasakan.
"Serangan selanjutnya yang akan mengakhiri dirimu..." Ucap Shinobu yang mulai melakukan kuda-kuda bertarung sampai menyebabkan Ogun mulai melepaskan seluruh kekuatan yang ia miliki.
Tubuhnya melepaskan banyak sekali dorongan menuju arah Shinobu yang menghindari semua itu dengan melepaskan banyak sekali penampakan yang dapat menarik semua serangan tersebut.
"Masih belum selesai...!!! Sialan...!!!" Kedua lengan Ogun membesar seketika sampai memunculkan banyak sekali kembang kematian.
Kedua lengan itu mulai dilancarkan menuju arah Shinobu yang melesat maju menghindarinya, ia perlu menggunakan kecepatannya dengan baik karena pandangannya sempat teralihkan dengan dorongan kematian yang melindungi tubuhnya.
Shinobu sempat dikejutkan dengan lengan kanannya yang langsung patah karena menerima dorongan itu, ia juga melihat pasukan lainnya yang menerima dorongan kematian itu sampai remuk hancur.
Shinobu menatap kembali ke depan lalu menghindari semua serangan itu dengan fokus yang kuat agar ia tidak terkena satupun serangan lain dalam kekuatan Golden Astral yang ia gunakan, "Sialan kau...!!! Shinobu Koneko...!!!"
Satu pukulan sempat mengenai rambut Shinobu sampai menggerakkan hampir seperti embusan angin, ia juga langsung melompat tetapi kakinya menerima sedikit pukulan yang langsung menghancurkan tulang di dalamnya.
Shinobu terus menghindar semua serangan itu selagi mengepalkan tinju kanannya yang mulai diselimuti dengan cahaya emas sampa kedua Neutron emas itu terus mengelilinginya, "... ...!!!"
Banyak sekali kekuatan terlepas dari tinju kanannya itu yang membantu dirinya untuk mengabaikan segala pertahanan yang digunakan oleh Ogun agar pukulan itu bisa mengenai dirinya sekaligus membawanya menuju alam gaib.
"Grrrgggghhhh...!!!" Ogun terus melancarkan pukulan beruntun ke depan sampai jalan Shinobu mulai terhalang sehingga ia tidak memiliki jalan lainnya untuk bisa pergi melewati semua serangan dan pertahanan itu.
Tetapi karena bantuan dari pikirannya yang begitu cerdik, Shinobu mengumpulkan banyak sekali arwah yang langsung menyelimuti tubuhnya agar serangan itu bisa mengenai perlindungannya ketika berada dalam wujud Astral.
__ADS_1
Semua dorongan yang dilepaskan oleh Ogun sempat mengganggu medan tempur karena mereka terpaksa harus menghindari semua itu atau menerima risiko dimana tubuh mereka akan remuk dan hancur.
Ketiga Legenda yang sedang melawan Brimgard bahkan sampai menghindar semua itu dengan ekspresi serius, "Apakah kau bisa melihat potensi sebenarnya yang dimiliki oleh pasukan Myrmidon...?"
"Seni bela diri kematian yang mereka pelajari membantu semuanya untuk bertahan dalam keadaan apapun bahkan satu pukulan yang dinamakan sebagai Fist of Endless Path..."
"...dapat membunuh siapapun, walaupun inti kehidupan dan nyawamu berada di tempat lain, semuanya tetap akan hancur dengan pukulan tersebut yang mengabaikan segalanya!"
"Kemampuan sehebat apapun itu, aku yakin cucuku dapat berpikir kritis sampai membantu dirinya untuk bisa selamat dari serangan yang dilepaskan oleh Myrmidon itu." Shira menatap Shinobu yang sempat menghentikan pergerakannya.
"Kau tidak akan bisa menghindari semua---" Ogun mengangkat kedua alisnya ketika Shinobu melewati semua dorongan dan pukulan itu dengan tubuh Astralnya.
Semua serangan yang mengenai tubuhnya tertarik menuju Astral yang melindungi tubuhnya, sekali serangan itu mengenai tumbal tersebut maka semua serangan dan Fist of Endless Path akan berubah menjadi titik nol karena efek dari Golden Spirit yang ia masukkan ke dalam semua Astral itu
"... ...!!!" Ogun tidak bisa berkata apapun ketika melihat Shinobu sudah berada di hadapannya dengan satu pukulan emas yang langsung dilancarkan ke depan.
"GOLDEN...!!!" Shinobu menghantam perut Ogun cukup dalam sampai kedua Neutron emas yang mengelilingi tinjunya langsung melakukan penarikan total yang menghancurkan seluruh tulang dan organ di dalam tubuhnya.
"...OVERDRIVEEEEEE!!!" Shinobu memunculkan zirah teknologi di lengan kanannya yang memunculkan banyak sekali pembakaran untuk membantu daya dorongan agar bisa berefek lebih kuat.
"...kau tidak akan pernah bisa melihat apapun yang berkaitan dengan dunia luar, di dalam sana mirip seperti Nothingness, tetapi kau akan menerima banyak teror dari semua bawahanku...!"
"SHINOBUUUUUU...!!!" Teriak Ogun keras sampai ia terpental ke belakang lalu tubuhnya mulai disentuh oleh banyak sekali lengan yang terlepas keluar dari dalam celah itu untuk membawa dirinya menuju dunia itu.
Shinobu melihat Ogun di hadapannya mencoba untuk meraih dirinya tetapi seluruh lengan itu mencoba untuk menari dirinya agar tidak pernah bisa merasakan kehidupan di luar, "Kau tidak sendirian..."
"...masih ada seorang gadis penyihir di dalam sana yang mungkin sudah menjadi gila karena terus di teror dalam dunia kekosongan yang dipenuhi dengan banyak sekali Astral."
"Selamat tinggal." Shinobu muncul di hadapan Ogun lalu ia menyentuh keningnya sampai ia langsung tertarik ke dalam celah dunia itu yang tertutup rapat dimana Ogun tidak akan pernah bisa melihat atau merasakan dunia luar lagi.
Shinobu mendarat di atas tanah lalu ia menghilangkan kekuatan Golden Astral yang menghasilkan kekuatan cukup mengerikan, tubuhnya juga terus nyeri dan lelah karena menggunakan banyak sekali kekuatan yang berlebihan.
__ADS_1
"Fuhhhh..." Kedua telinga Shinobu sempat bergerak tetapi ia dapat merasakan sebuah dorongan besar di belakangnya yang dihasilkan oleh sebuah ledakan.
"Tenang saja, Koneko~ kami akan mengurus semua ini agar kamu bisa beristirahat." Kata Hinoka yang menyelamatkan Shinobu dari serangan materi gelap yang dilepaskan oleh Lilith.
"Awalnya aku sudah tertarik untuk menyerang Shinobu Koneko, tetapi kalian selalu saja menghalangi jalanku ya?" Tanya Lilith yang mulai meregangkan tubuhnya termasuk menggerakkan keempat lengannya itu.
"Whoa, Zerdian itu terlihat berbeda..." Kata Shinobu yang melihat tubuhnya dipenuhi banyak sekali garis yang mengingatkan dirinya kepada parasit yang kemungkinan adalah ras atau individu dalam Kountraverse.
Shinobu melihat Zerdians lainnya mulai mengepung dirinya yang sendiri karena Hinoka dan Yuuna mulai menyerang Lilith agar bisa menghentikan dirinya.
Zerdians yang mencoba untuk melawan Shinobu memiliki garis parasit yang sama, "Gawat sekali ya... ternyata kalian memang bisa merasuki tubuh seseorang dengan paksa lalu membuatnya menjadi milik kalian."
"Hampir sama seperti kerasukan yang aku miliki, tetapi aku tidak begitu menyukai cara untuk mencuri tubuh seseorang dengan sembarangan." Shinobu mencoba untuk menggerakkan tubuhnya yang masih terasa lemas.
Yuuna melepaskan banyak sekali peluru energi menuju arah Lilith tetapi ia berhasil melepaskan banyak sekali parasit yang menyelimuti semua serangan itu agar ia bisa menyerangnya balik.
Namun, semua yang dilakukan oleh Lilith berakhir dengan ledakan karena Hinoka yang dapat menggunakan sihir realitas untuk mengubah apapun dalam jaraknya, untuk jiwa mungkin akan memakan waktu yang cukup lama.
Lilith dikejutkan dengan Yuuna yang melancarkan satu serangan menuju arahnya sampai menebas wajahnya itu lalu melempar tubuhnya menuju arah langit dimana ia dapat melihat peluru energi lainnya menyerang dirinya.
Tetapi semua itu berhasil Hinoka ubah menjadi sebuah ledakan yang mencoba untuk menipu dirinya itu, ia melesat maju ke depan lalu mengepalkan tinju kanannya selagi memperlihatkan senyuman yang menyeringai.
"Aku harap tubuhmu menyukai ledakan untuk yang ke seratus kalinya...!!!" Hinoka menghantam perut Lilith sehingga memicu ledakan yang begitu besar di dalam perutnya.
Hinoka melancarkan banyak sekali serangan beruntun yang terus menghasilkan banyak sekali ledakan pada tubuhnya itu yang menyebabkan dirinya si terpental ke atas daratan dengan kondisi tubuh yang sudah hancur berkeping-keping.
"Yuuna!" Panggil Hinoka yang melihat Yuuna melepaskan satu arwah menuju atau Lilith yang berhasil Hinoka ubah dalam jaraknya menjadi sebuah ledakan yang sangat besar.
Lilith berhasil memulihkan kembali tubuhnya tetapi ia menerima sambutan dari arwah yang menabrak tubuhnya sampai menimbulkan ledakan yang begitu besar sampai tubuhnya hancur berkeping-keping.
Di sisi lainnya terdapat Koizumi, Ako, Yuri, dan Hana yang sedang menghadapi tiga Kitsuna salah satunya adalah Orihime yang sudah memasang topeng Kitsune itu agar bisa memberikan dirinya kekuatan untuk melawan mereka semua.
__ADS_1
"Aku harap kau dapat memperlihatkan diriku pertarungan yang hebat..."
"...pasukan Touriverse!"