
"Hahhhh~ anginnya begitu sejuk sampai aku hanya ingin bermalas-malasan di kasur empuk ini!" Kata Konomi yang berguling-guling di atas kasur kecilnya.
"Benar juga ya... ternyata dari namanya saja tidak memiliki kebohongan apapun, rasanya cukup membebaskan~" Kata Hinoka yang sedang menarik mengikuti embusan angin.
Koizumi dari tadi hanya melihat isi ruangan itu karena ia ingin memastikan bahwa para Legenda yang memiliki kepercayaan itu tidak merencanakan sesuatu aneh.
Shinobu hanya membaca bukunya bersama Ako selagi menikmati camilan Whiskas, mereka semua malah bermalas-malasan karena efek dari udara segar dan embusan angin yang begitu sejuk.
Suara gemuruhnya saja sudah cukup untuk membuat salah satu dari mereka tertidur yaitu Konomi yang sudah tertidur lebih cepat sampai mereka hanya membutuhkan waktu lima menit untuk kembali sadar dengan tujuan.
"Ga-Gawat...! Udaranya terlalu sejuk sampai kita melupakan tujuan asli itu!" Peringat Shinobu yang baru saja menghabisi Whiskas nya.
Berkat perutnya yang mudah lapar, ia langsung menyarankan mereka semua untuk mengunjungi restoran atau toko yang menyediakan makanan unik di kerajaan itu.
"Jadwal pertama kita... makan ya...?" Kata Ako yang mulai terkekeh pelan karena dirinya sempat melihat banyak sekali jadwal untuk makan dalam catatan Shinobu sampai ia langsung merobeknya.
"Ja-Jangan dipikirkan...! Anu... musim sejuk... lapar-lapar..." Kata Shinobu yang mulai berbicara seadanya sampai Hinoka langsung memeluk dirinya dari belakang.
"Hohhh~ lagu yang bagus, Koneko~ Lapar-lapar-ho~ lapar-lapar-ho~" Hinoka mulai bernyanyi pelan sehingga Shinobu mengikuti dirinya selagi mengangkat lengannya ke atas dan ke bawah bersama Hinoka.
"Kenapa mereka semua menjadi seperti ini...?" Tanya Koizumi yang terlihat curiga karena mereka bersikap semakin aneh ketika mengunjungi negara Mitch.
Realitanya mereka hanya bersikap seperti biasanya tetapi lebih malas dan lemas karena musim sejuk yang perlu di isi dengan kegiatan makan dan menghangatkan tubuh dari cuaca yang sangat dingin.
***
Mereka berlima berjalan bersama di tengah desa, pemandangannya terlihat sangat indah bahkan mereka melihat banyak sekali angin yang berbentuk dan menghembus sesuatu sampai rambut mereka terus bergerak karena menerima embusan itu.
"Aroma dari angin terasa lezat ya, kemungkaran besar restoran sudah dekat." Kata Ako sehingga ia tercengang ketika melihat Shinobu menangkap kupu-kupu lalu memakannya dengan wajah polos.
"Am..." Shinobu mengunyahnya lalu ia bergerak sungguh cepat untuk menangkap seekor kodok, ia langsung memakannya secara diam-diam tetapi dirinya tetap terlihat oleh Ako yang terus memperhatikan dirinya.
"Mmmm..." Shinobu mulai menatap ke atas lagi untuk mencari camilan lainnya tetapi pandangannya langsung terarah kepada Ako yang memasang tatapan canggung.
"Fuehhh...!?" Shinobu langsung bersembunyi di sebelah Koizumi.
"Kenapa, Shinobu!? Apakah musuh dekat...?!" Tanya Koizumi yang langsung waspada dengan sekelilingnya tetapi ia tidak melihat orang aneh yang mencoba untuk menyerang.
Suasananya begitu damai tetapi Koizumi tetap waspada dengan apapun sampai ia sempat melihat beberapa Legenda fanatik mulai menawarkan beberapa keras yang berisi pendaftaran untuk menyembah Dewa Erion.
"Apakah kita akan baik-baik saja? Semua Legenda itu yang menawarkan Kepercayaannya terlihat cukup menyebalkan."
"Bi-Biarkan saja..." Kata Shinobu yang menangkap kupu-kupu lainnya lalu memakannya sampai habis sehingga mereka tiba di lokasi yang pas untuk mengisi perut mereka dengan hidangan negara angin.
"Baguslah...! Waktunya menikmati banyak makanan enak!" Hinoka mulai menepuk perutnya sendiri sampai ia masuk duluan ke dalam restoran itu lalu menyambut mereka semua.
"Meja untuk lima orang!" Seru Hinoka sampai dirinya langsung terbawa arus oleh angin yang menempati dirinya di atas kursi yang kosong sampai kedua teman dan sepupunya juga ikut terseret.
Kebetulan Ako duduk di sebelah Shinobu yang langsung salah tingkat tetapi Ako menghentikan dirinya dengan menggenggam kedua lengannya, "Tenang saja kok..."
"...kamu tidak aneh sama sekali, justru sangat polos dan itu terlihat imut." Ako terkekeh pelan lalu ia mengelus kepala Shinobu sampai ekornya bergerak cepat dan ia menurunkan kepalanya seperti kucing.
Sebuah catatan berisi menu mulai mendekati mereka dengan angin yang menyeretnya, mereka semua terlihat kagum bahwa semuanya memang mengandalkan angin, kemungkaran besar negara lainnya juga sama dan lebih unik.
"Wah, semuanya terlihat enak..." Kata Konomi yang mulai membuka semua halaman menu itu.
Untuk makanan, Koizumi memiliki rasa curiga dikit bahkan dirinya langsung ingin makan karena perutnya tidak bisa membantu dirinya untuk tetap waspada dan konsentrasi seperti biasanya.
"Apakah mereka menyediakan kentang goreng...?"
"Makanan pedas...! Makanan pedas...!"
"Satu-satu..." Kata Konomi yang mulai mengambil sebuah catatan kecil dan menulis pesanannya sampai Koizumi langsung memikirkan sesuatu.
"Karena kalian semua sudah bekerja cukup baik ketika melawan penyihir stres itu, biarkan aku mentraktir kalian di makan siang ini." Perkataan Koizumi mengangkat alis mereka semua.
""Benarkah...!?"" Wajah mereka semua terlihat begitu bahagia bahkan Shinobu sempat mengeluarkan air ludahnya karena tidak sabar untuk memasang apapun.
"Bebas?" Tanya Hinoka.
__ADS_1
"Ya, bebas." Koizumi baru saja melakukan pergerakan yang salah karena bebas itu artinya bisa memesan makanan sebanyak dan semahal apapun sampai mereka menerimanya dengan senang hati.
Shinobu langsung memeluk Koizumi dengan erat sampai wajahnya ia usap-usap dengan dadanya, "Kakak... terima kasih... Koneko sangat menyayangi Kakak~"
"Ya... Kakak tidak akan melakukannya untuk kedua kali loh, ingat itu ya." Kata Koizumi selagi mengusap kepalanya sampai ia melihat ekor Shinobu bergerak begitu cepat.
"Ahhhh...! Iri sekali...!!! Kenapa harus Koizumi yang dipeluk!?" Tanya Hinoka yang merasa sangat iri kepada Koizumi sampai ia sempat melihat wajahnya sempat merendahkan dirinya.
"Apa-apaan tatapan itu!?"
"Milik kita sudah tidak bisa disebut lagi ya, Hinoka... kau lihat siapa sepupu tertua yang paling terbaik untuk Shinobu!" Koizumi memeluk Shinobu erat.
"Hehehe~ Nyan~" Shinobu mengeluarkan suara kucing.
"Ahh, imutnya... kenapa sepupu kecilku imut--- tidak! Maksudku... cepat pesan makanan kalian!" Koizumi langsung melepas pelukannya lalu membiarkan dirinya memesan di dalam catatan kecil itu.
Koizumi baru saja menyadari suatu perubahan terhadap Shinobu, dirinya sekarang tidak segan menerima pemberian apapun tanpa menanyakannya sebanyak dua sampai lima kali.
"Langka sekali... biasanya dia akan menolak dan menanyakannya beberapa kali... apakah paman Shira dapat mengubahnya menjadi seperti ini?" Ungkap Koizumi.
"Aku tidak mengira kamu akan mentraktir kami, Koizumi. Terima kasih ya." Konomi memberi catatan kecil itu kepada Ako untuk memilih makanannya..
"Sepupu baik hati!" Hinoka menepuk punggung Koizumi sampai keningnya menerima satu sentilan darinya karena ia tidak begitu nyaman menerima itu.
"Jangan seenaknya menepuk punggung seseorang yang lebih tua darimu."
"Buuuu... tidak seru."
"Apakah... baik-baik saja untuk memesan hidangan pembuka dan penutup...?" Tanya Ako.
"Menurutku boleh saja... Kakak bilang bahwa kita dipersilahkan untuk memesan apapun." Kata Shinobu dengan ekor yang bergerak semakin cepat.
"Teman baik hati!" Konomi langsung meniru Hinoka dengan memanggil Koizumi dengan sebutan baik hati sampai ia menghela nafasnya panjang.
"Dengan syarat...! 10.000 berlian untuk setiap orang, jangan lebih!" Kata Koizumi karena perasaannya sudah tidak enak.
""Baik...!""
"Piring putih... satu ribu berlian..."
"...piring hijau itu dua ribu berlian..."
"...piring yang memiliki garis seperti angin... tiga ribu berlian..."
"...piring yang memiliki warna emas melingkar... empat ribu..."
"...yang terakhir adalah wajah mengerikan Erion di piring... lima ribu." Shinobu langsung memecahkan rumus agar bisa makan kenyang sehingga dirinya memasang tatapan penuh tekad.
"Kamu bisa membeli mereka semua dengan sepuluh ribu berlian, tapi jika kamu tidak berhati-hati maka kamu bisa salah perhitungan." Shinobu memegang dagunya sendiri.
"Sesuai yang diharapkan dari sepupu kecilku yang pintar~ sebelum makan harus memecahkan sedikit matematika neraka ya~" Kata Hinoka selagi mengelus kepala Shinobu.
"Terima kasih atas penjelasannya, Shinobu."
"Kalau begitu aku memesan hidangan ini... daging yang dibakar menggunakan angin panas? Unik sekali... ditambah dengan satu cangkir teh panas yang dihangatkan oleh angin." Kata Konomi.
"Semuanya langsung sepuluh ribu ya..." Kata Koizumi.
"Kalau begitu aku ingin ayam yang ditaburi dengan saus tiram... ditambah dengan kue coklat serta teh manis." Ucap Ako.
"Kue coklat ya... lezat sepertinya."
"Entah kenapa aku merasa sangat tidak sabar mencoba hidangan kambing ini... rasanya pasti pedas karena semua cabai akan di iris oleh sihir angin..."
"...di akhiri dengan minuman besar yaitu soda... ditambah dengan susu! Rasa yang akan meledak di dalam mulutku, pasti akan membuat suaraku semakin insan." Kata Hinoka.
"Apa pengaruhnya soda susu dengan suaramu...?"
"Sampai sekarang... aku sudah memesan hidangan seribu... satu hidangan dua ribu... dan tentunya satu hidangan tiga ribu..." Kata Shinobu.
__ADS_1
"Jumlahnya tiga ribu..."
Koizumi memasang tatapan kaget seketika karena Shinobu tidak menjumlahkan sebagian angka yang tadi ia sebutkan, "Tunggu, Shinobu. Ada yang belum kau jumlahkan..."
"Kamu gadis yang pintar kan?"
Makanan yang dipesan mulai berdatangan dengan arus angin, semuanya tertata dengan rapi sampai pembicaraan Shinobu dan Koizumi sempat terpotong karena dirinya langsung tergoda dengan aroma kentang goreng.
Mereka semua langsung menikmati makanan itu bersama-sama dikejutkan dengan berbagai macam hal seperti angin yang membawakan banyak sekali bumbu untuk ditaburkan.
Mereka hanya perlu memintanya maka arus angin akan membawanya sampai menambahkan kelezatan terhadap makanan yang mereka saat ini nikmati.
Makanan yang lezat itu terasa tidak enak ketika pendengaran mereka tertanggung oleh perayaan beberapa Legenda yang menyanyikan lagu berkaitan tentang kepercayaan dewa angin Erion.
"Berisik sekali... aku tidak bisa menikmati makanan ini dengan tenang..." Kata Ako.
"Makanannya sudah enak... yang bikin tidak enak adalah suara dan nyanyian mereka yang jauh lebih buruk dari Hinoka!" Koizumi menutup kedua lubang telinganya.
Shinobu menemukan solusi mudah yang dapat membantu mereka untuk menikmati kembali makanan itu, ia mengeluarkan beberapa daun emas yang pas untuk menyumbat lubang telinga mereka agar tidak mendengar suara itu.
"Ahh! Solusinya cepat sekali, Shinobu!" Konomi kembali menikmati makanan itu.
"Terima kasih~" Hinoka kembali menyiksa perutnya dengan hidangan yang sangat pedas itu karena ia terus menambahkan bumbu pedas dan irisan cabai.
Setidaknya hari ini mereka tidak begitu tertimpa dengan masalah apapun, semuanya terlihat normal hanya saja perlu bertahan dari para Legenda yang bersikap berlebihan soal kepercayaan angin.
"Nyaaaaa~ Sampai sekarang, aku sudah memakan dua hidangan seribu, satu hidangan dua ribu, dan dua hidangan tiga ribu...!" Shinobu bersikap berbeda ketika menikmati makanannya.
Shira berhasil mengubah pola pikirannya soal makanan sampai musim sejuk ini dirinya merasa sangat kelaparan sampai Koizumi merasakan dosa Gluttony di dalam dirinya.
"Musim sejuk untuk Neko Legenda cukup mengerikan ya... Shinobu terlihat seperti kucing yang kerjaannya meminta makan kepada majikannya." Kata Konomi.
"Benar... tapi aku senang untuk Nobu, dia tidak pernah makanan sebanyak ini dengan menerima traktir dari Koizumi." Ucap Ako.
"Aku makan terlalu banyak... tapi Koneko hanya memiliki total lima ribu berlian!" Kata Shinobu dengan tatapan yang terlihat bahagia sampai ekornya terus bergerak cepat sehingga menciptakan dorongan angin sejuk.
"Sh-Shinobu... apakah kau tidak bisa menghitungnya sekali lagi...?"
"Konomi! Ako! Koizumi! Koneko! Bagi dong makanannya... biarkan aku tabur irisan cabai dan bumbu pedas ini!" Kata Hinoka.
"Tidak mau! Kau ini kenapa, Hinoka?! Sejak awal kau menawarkan kami racun yang tidak baik untuk perut kita masing-masing." Tolak Koizumi.
***
"Semuanya jadi 60.000 berlian."
"... ..." Koizumi memasang tatapan datar ketika melihat tagihannya, seseorang telah membantah peraturan yang ia berikan sampai tagihannya melebihi 50.000 berlian..
"Kita hanya berlima, seharusnya kan 50.000?" Tanya Hinoka.
"Bukankah Shinobu sedikit berlebihan...?" Tanya Konomi yang melihat meja dekat dengan kursinya memiliki banyak tumpukan piring.
"Dua hidangan terakhir... harganya 5.000 tiap hidangannya..." Kata Ako.
"Totalnya saja sudah 10.000."
"Kenapa kamu tidak mengikut aturan?" Tanya Hinoka kepada Shinobu yang sedang memasang tatapan polos.
"Kalian lupa ya..."
"...Koneko sebenarnya bisa di bilang dua orang dalam satu tubuh dengan jiwa yang sama, Shiratori Shinobu dan Koneko Comi." Kata Shinobu yang sudah merencanakannya sejak awal demi mendapatkan banyak makanan lezat.
"Ini pertama kalinya Shinobu bersikap rakus ya...? Imut sekali... aku biarkan saja untuk saat ini." Ungkap Shinobu.
"Tidak apa-apa kalau begitu... hanya untuk hari ini saja ya!" Peringat Koizumi.
"Mmm~" Shinobu langsung menggerakkan ekornya cukup cepat sampai Koizumi terkejut ketika melihat dirinya seperti kucing yang diberi makan oleh majikannya.
"Buuuuuu... Koizumi memang mudah lengah dengan kepolosan Shinobu, dia pilih kasih~ seharusnya kita juga mendapatkan bonus 10.000 berlian juga." Sarkas Hinoka.
__ADS_1
"Berisik! Jika kau beralasan seperti itu maka keluarkan semua makanan hasil traktirku dari perutmu!"