Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 380 - Mencoba Untuk Menaikkan Tingkatan Hubungan


__ADS_3

Pada akhirnya, Haruka mencoba untuk melawan rasa takutnya demi memenangkan tantangan ini karena setiap mereka berdua menghabiskan waktu bersama maka salah satu dari mereka pasti akan memiliki sebuah tantangan yang harus dilakukan, jika tidak maka akan mendapatkan hukuman yaitu menurut perintahnya itu sedangkan yang memenangkan tantangan juga mendapatkan hal yang sama yaitu mendengarkan sebuah perintah, permainan ini muncul karena Haruka dan Rokuro terus dipaksa oleh dirinya untuk menerimanya.


Ketika pintu gerbang besi di belakangnya tertutup rapat, Haruka mulai mendekati Rokuro dengan berlindung di belakang punggungnya sambil menyentuh bajunya, Rokuro hanya bisa merendahkan dirinya karena ia mungkin tidak akan bisa memenangkan tantangan ini, ia mengenal jelas kelemahan dirinya dan ia gunakan kelemahan ini untuk menaikkan tingkatan dari hubungan teman menjadi sesuatu yang berbeda dan lebih baik lagi yaitu pacar.


Mereka terpaksa untuk berjalan lurus dan melewati beberapa ruangan yang begitu gelap, salah satu dari mereka dilarang untuk menggunakan sihir kata pemilik bangunan itu karena akan sangat tidak menyenangkan jika dapat melihat sesuatu yang gelap, tidak lama kemudian sebuah patung yang mengerikan menyambut mereka dengan mencoba untuk mengejutkan mereka tetapi tidak cukup efektif untuk mengejutkan Rokuro, hanya Haruka saja yang ketakutan bahkan sampai berlindung di belakang Rokuro.


"Apakah Legenda pantas untuk takut dengan hal seperti ini, Haruka? Lihatlah lebih dekat lagi dan hadapilah, dasar gadis bodoh... ini hanya palsu, tidak ada namanya patung atau hantu yang dapat menakuti dirimu di sini." Rokuro tersenyum kecil karena ia tidak bisa menahan lagi melihat Haruka yang mengeluarkan suara teriak lembut.


"Masih tetap mengerikan... seharusnya kau tidak mempermainkan ketakutan seseorang seperti itu, sejak lahir aku sudah mendapatkan ketakutan ini dari Mamaku sendiri, huuu... kau sendiri aneh, kenapa tidak takut dengan benda mengerikan seperti itu!" Haruka mengembungkan pipinya dan mulai menatap ke depan sehingga ia melihat makhluk mengerikan lainnya, ia kembali bersembunyi di belakang punggung Rokuro.


"Payah sekali... apakah kamu benar-benar gadis yang mencuri ciuman pertamaku?" Tanpa disengaja perkataan yang seharusnya tidak ia ucapkan keluar dari mulutnya, suasana yang tadinya mengerikan berubah menjadi canggung sehingga Rokuro berjalan ke depan tanpa mengatakan perkataan apapun kecuali 'lupakan'.


"Hei!!! Jangan tinggalkan aku sendirian...!" Seru Haruka yang mulai mengejar Rokuro karena ia tidak ingin ditinggal sendirian di dalam ruangan itu karena ia tidak mengetahui dimana jalan keluar yang sebenarnya, mereka sekarang kembali bertemu dengan melewati lorong yang begitu sempit di hadapannya pelan-pelan karena Haruka terus menggenggam erat baju Rokuro agar tidak tersesat atau dirinya yang terus melarikan diri dengan melakukan lelucon kepadanya.


Rokuro tiba-tiba melihat gejala aneh yang begitu asli di sekitarnya mungkin pemilik gedung itu memasang berbagai macam sihir yang dapat menipu pandangan, ia terus melihat gadis kecil berambut merah lewat tetapi wajahnya tidak dapat dilihat dengan jelas, ilusi kuat seperti ini membuat kepalanya terasa pusing, mungkin karena ia lelah jadi saja ia menganggap semua yang ia lihat itu asli sehingga mereka tiba di sebuah ruangan yang cukup luas sekarang.


Rokuro melebarkan matanya ketika ia melihat sebuah makanan di belakangnya yang terlibat begitu lezat, efek dari ilusi itu bertambah sangat kuat bahkan perutnya terasa begitu lapar sampai membuat kedua lengannya bergerak dengan sendiri untuk mengambil makanan yang berbentuk tongkat itu, seperti camilan manis dan Rokuro mencoba untuk mencicipinya dengan menghisap-nya pelan-pelan sampai efek dari ilusi itu hilang seketika mereka masuk ke dalam ruangan lain.


Rokuro tiba-tiba sadar bahwa ia sedang menghisap jari telunjuk Haruka dengan ekspresi yang terlihat begitu malu karena ia baru saja kalah untuk bergerak duluan, sekarang Rokuro yang lebih agresif kepada dirinya itu.


"Ahh.. Maaf, sepertinya ruangan ini bukan hanya mengerikan tetapi dipenuhi dengan sihir yang berbahaya, lebih baik kita melarikan diri dari tempat ini sebelum semuanya bertambah buruk." Rokuro berhasil mengamankan rasa malunya dengan berbalik arah karena wajahnya terlihat begitu merah, untungnya ruangan begitu gelap jadi mereka tidak dapat melihatnya.


"Aku tidak begitu peduli... beraninya kamu menghisap jari telunjuk-ku..."

__ADS_1


***


Mereka saat ini sedang duduk di atas kursi taman selagi menikmati minuman hangat, entah kenapa suasana terasa canggung tetapi rasa canggung itu ditimpa dengan perasaan kesal Haruka kepada Rokuro karena memiliki keberanian tinggi untuk menghisap jari seorang gadis walaupun mereka masih sekedar teman saja, Rokuro mentraktir dirinya minuman yang begitu hangat tetapi Haruka masih belum bisa menerima maaf-nya itu.


"Ahh... sepertinya Nona perusahaan Comi's Corporation marah, tidak ada pilihan lain sepertinya." Rokuro meminum teh hangat itu, entah kenapa ketika cairan teh itu masuk ke dalam mulutnya.


"Rokuro..."


"Apa?"


"Apakah kau masih ingat? Tempat ini bukannya terlihat cukup untuk membawa sebuah kenangan? Pertama kali kita bertemu, sebelum masuk akademi Yuzu. Sepertinya kau dulu sangat-sangat dingin, mungkin tidak ada satupun orang yang dapat mendekati dirimu karena kau sangat dingin dan kejam ketika memperlakukan seseorang disekitarmu."


"Bukannya seseorang yang berbicara denganku sekarang begitu dekat...? Itu artinya kau salah besar, Haruka---" Rokuro dan Haruka melihat langit-langit melepaskan partikel biru muda yang menandakan musim sejuk telah dimulai, semua orang mulai merayakannya dengan menikmati kesunyian dari suasana yang begitu damai dan sejuk, sebagian pasang menyambut pembukaan acara ini dengan saling memberi satu sama lain dengan cinta dan kasih sayang yang mereka miliki.


Rokuro terlalu fokus dengan langit-langit karena semua partikel itu mengingatkan dirinya dengan salju yang jatuh tetapi partike litu ketika menyentuh tubuhnya, ia merasakan sensasi dingin yang berbeda tetapi lebih nyaman dan lebih aman untuk tubuh. Haruka hanya menatap daratan karena jantungnya berdetak sangat cepat, sudah saatnya menggunakan kesempatan emas ini untuk melakukan gerakan yang pertama, ia perlu memberanikan diri karena ia tidak ingin menunggu lebih lama lagi untuk tidak mengganti hubungan teman menjadi pacar.


"Apa yang kau lakukan, bodoh...? Kita di tempat umum, kau tahu..."


"Tidak apa... hari ini 'kan hari spesial, hampir sama seperti Valentine tetapi musim sejuk jauh lebih berbeda, meningkatkan semuanya di atas tingkat yang lebih atas lagi... kamu mengerti 'kan, Rokuro. Aku melakukan ini karena aku tidak ingin kau memandang siapapun kecuali gadis di sebelahmu yang sekarang pindah untuk duduk di hadapan dirimu, tidak ada satupun gadis yang mendekat... hanya aku saja." Rokuro melebarkan matanya ketika melihat Haruka mendekati bibirnya untuk mencium bibirnya sehingga sekarang kedua bibir mereka bertemu dan saling membagi rasa, kali ini ciuman mereka terasa begitu berbeda karena membawa rasa nafsu dan gairah di dalam diri mereka masing-masing.


Haruka mencium Rokuro dalam waktu yang cukup lama, dua menit kemudian ia berhenti mencium dirinya dan membuat Rokuro tidak bisa berkata apapun karena wajahnya yang sudah berubah menjadi warna merah tomat karena ia tidak menyangka gadis pemalu dan tidak bisa mengungkapkan tingkah kepada dirinya sekarang berani untuk melakukan sesuatu yang agresif seperti ciuman dalam waktu yang lama, saling membagi rasa air liur dengan menyatukan lidah masing-masing.


Haruka berdiri di hadapan Rokuro dan mereka mulai saling menatap satu sama lain tanpa mengeluarkan satupun kata yang keluar melalui mulut mereka, tatapan mereka terlihat begitu canggung terutama suhu tubuh mereka naik seketika merasakan ciuman agresif tadi.

__ADS_1


"Kamu benar-benar tidak memiliki harapan apapun ya, Rokuro... Tidak ada harapan yang aku maksud berbeda-beda dan aku harap kamu dapat mengerti apa yang aku... tidak perasaanku maksud tentang harapan itu..."


"Setidaknya aku merasa cukup dari senang..."


"Ehh...?"


"Aku bilang senang. Tambah senang lagi melihat dirimu yang mau jujur dan lebih memilih untuk bergerak duluan, tantangan tadi seharusnya aku menang dan aku yang pertama ingin memerintah dirimu untuk menciumku tetapi semuanya terlambat karena kau sendiri terlalu agresif." Rokuro tersenyum kecil dengan pipinya yang memerah, ia mencoba untuk mempertahankan rasa keren-nya karena ia tidak ingin Haruka melihat dirinya sebagai sesosok laki-laki yang berbeda.


"Rokuro..."


"Kenapa... um... menerima ciuman itu...? Kenapa kamu tidak marah ketika aku pertama kali mencium dirimu...?"


"Aku sendiri tidak begitu mengetahuinya."


"Eh...?"


"Tapi ketika aku mengetahui dirimu tidak akan pernah kembali lagi karena mencoba untuk mengorbankan diri demi Touriverse, sebelum aku mengetahuinya, kau adalah gadis yang sangat tangguh dan kuat bahkan dapat diandalkan dengan baik sampai aku melihat sesuatu yang berbeda di luar dan dalam dirimu..."


"Benarkah...?"


"Ya, terserah. Semacam itulah..."


"Begitu ya... akupun senang... kalau begitu, maukah kamu ikut denganku...?"

__ADS_1


"Kemana...?" Haruka meraih tangan Rokuro lalu ia mengajak dirinya pergi ke tempat yang lumayan jauh dari taman.


"Ikut saja..."


__ADS_2