
"Kau ingin tahu kenapa proses pengerasan lahar itu bisa terjadi begitu cepat...? Kau tadi menerima satu serangan dariku dan aku menandakan sebuah tato Greed di salah satu anggota tubuhmu.
Itu artinya kau sudah menginjak perangkap yang tidak bisa kau lepas begitu saja jadi aku lebih memilih untuk bertarung di dalam lahar yang sudah kau ciptakan."
"Sayang sekali ya, lahar yang kau ciptakan itu sudah tidak lagi membuat diriku kesusahan karena aku sendiri tidak bisa merasakan apa pun lagi karena wilayah kekuasaan yang kau ciptakan telah menjadi wilayah kekuasaan milikku juga berkat Greed.
Pukulan lahar yang kau lepaskan tadi mampu menghancurkan sisi wilayah ini sehingga lahar itu keluar dan menyentuh air lautan."
"Karena aku masih berada di dalam lautan itu dengan Greed maka air itu akan merasakan kekuatan yang begitu besar sehingga mampu mengeraskan semua lahar itu dengan cepat."
"Untungnya aku keluar dari dalam lahar itu tetapi kau tidak bahkan telat karena tanda Greed itu masih berada di anggota tubuhmu..."
"...membuat kecepatan pengerasan lahar menjadi lebih cepat dan sekarang kau sudah terjebak tidak bisa melakukan apa lagi karena aku menggunakan Greed untuk memperkuat lahar yang sudah mengeras ini."
"Kau tidak bisa menghancurkannya tetapi aku bisa." Tatap Rokuro keras sehingga membuat Grust dan mencoba untuk menggunakan kekuatannya tetapi tidak bisa.
Semakin ia memaksa untuk menggunakan kekuatannya maka tato Greed yang berada di anggota tubuhnya akan menyerap semuanya, membuat dirinya kehabisan tenaga dan energi sihir untuk melakukan sesuatu.
"Aku sudah menyimpan kemampuan ini untuk terakhir dan sepertinya kau adalah lawan terakhirku dari kelas 3S..."
"...aku cukup iri dengan Asriel dan Shuan yang sudah mengalahkan seorang murid menyebalkan yang memiliki kemampuan bakteri itu, kesempatan menang yang aku miliki bertambah ketika itu terjadi sedangkan kau dari awal memang tidak memiliki kesempatan apa pun..."
"Kekuatan ini lebih mudah dikalahkan dibandingkan temanmu yang bernama Bergord itu!"
"Ughhh...!!! Ugaahhhhhh!!!"
"Percuma saja melawan, kau terjebak---" Rokuro melihat Golden Earth yang melayang di atas langit-langit, ia bisa melihat Shuan yang sedang menggerakkan ekornya memberi dirinya kesempatan untuk segera mengakhiri musuhnya.
"Maaf ya, Shuan, sepertinya kau tidak mendapatkan bagian."
"Tidak apa, setidaknya aku dapat membantu kalian saja sudah cukup... walaupun sebenarnya ingin sih." Shuan menatap arah lain.
Melihat Golden Earth yang melayang di atas kepala Rokuro membuat dirinya merasa sangat senang bahkan tidak sabar untuk memberi Grust sebuah pelajaran, ia mencekik lehernya lalu menarik dirinya keluar dari dalam lahar yang keras itu.
Asriel dan Shuan mulai mundur beberapa langkah untuk mengerjakan pekerjaan lain seperti mengumpulkan mayat dan mengambil kartu identitas mereka untuk dijadikan sebagai poin yang berjumlah yang besar.
Grust mencoba untuk melawan tetapi ia sudah tidak memiliki kekuatan dan tenaga untuk menyerang dirinya karena tato Greed itu baru saja selesai menyerap kekuatan yang berada di dalamnya.
__ADS_1
"Aku mohon maafkan diriku, aku menyesal..."
"Di kamus Legenda, Legenda tidak memaafkan. Mereka menyelesaikan semua dengan pukulan, mengerti? Sekarang, aku akan membuka acaranya ya..."
"T-Tidak...!" Rokuro membuka penyiksaan itu dengan melancarkan beberapa serangan yang mengenai wajahnya lalu ia melemparnya menuju rumah di sebelahnya.
Grust mulai pasrah karena ia pernah mendengar ras Legenda ketika marah pasti tidak akan memberi ampun dan ia sendiri bahkan berurusan dengan Legenda yang salah.
Legenda yang tidak akan memberi rasa ampun melainkan ia hanya akan terus menyerang dirinya tanpa henti.
"S-Sial... aku tidak ingin... aku tidak ingin mati..."
"Kau tidak mati, kau menderita."
Rokuro langsung menangkapnya dengan rantai dosa kerakusan lalu menarik Grust ke arahnya lalu mencekiknya dengan sangat keras.
“Ini saja kah? Kemampuan yang kau miliki? Jangan senang dulu, kau terlalu naif untuk melawan diriku dengan lahar.
Semua lahar pernah aku rasakan dan tidak ada kepanasan yang mampu menghentikan diriku!” Rokuro mempererat cekikannya sampai Grust tidak bisa bernafas.
“S-si... alan” Grust berusaha untuk melepaskan cekikan Rokuro namun yang dia lakukan tidak berguna karena Grust tidak memiliki tenaga yang tersisa dan ia berharap semua ini bisa berakhir tetapi Golden Earth terus memulihkan luka-lukanya.
Rokuro sekarang menginjak kepalanya lalu menyayat tubuh Grust dengan pelan-pelan namun pasti, pasti dia akan merasakan kesakitan yang begitu besar, setelah itu Rokuro memutilasi sedikit demi sedikit kakinya sampai menyisakan pahanya saja.
“Arghh!! Hentikan...! Tolong hentikan...! Aku akan melakukan apa saja, jadi kumohon hentikan itu!” Rokuro berhenti menyayat tubuhnya lalu ia mencengkeram kepalanya dan menariknya ke atas.
“Hah? Apa yang kau katakan? Rasanya aku melihat seorang ras yang memiliki harga diri rendah ya!?”
Rokuro menusuk perut Grust sampai menembus punggungnya lalu menendangnya sampai dia terpental jauh dan menabrak beberapa rumah sampai dia berhenti ketika mengenai tempat persembunyiannya yang mengandung listrik pagar.
Grust mulai tersambar dengan listrik itu dan ia mencoba berusaha untuk melarikan diri dan dia baru saja sadar bahwa kakinya sudah tidak ada karena terpotong.
“Sial! Sebagai angkatan ketiga...!!! Seseorang yang lebih tua darimu aku tidak menerima jika terus di siksa seperti ini” Grust langsung menyiapkan sebuah sihir untuk menyerang Rokuro.
Namun dia kalah cepat dengan Rokuro yang sudah berada di depannya lalu memutuskan satu tangannya lagi.
“Huaaaarrggghhh!!!” Grust terlihat menderita, namun Rokuro bukannya mengasihaninya, dia malah seperti menikmati penyiksaan ini.
__ADS_1
Rokuro mulai menguliti kulit Grust secara perlahan, mulai dari perutnya lalu dilanjutkan ke lehernya, Grust terus menjerit kesakitan dan memohon ampun kepada Rokuro
"Aku... Mo... hon... bunuh... saja..."
"Memohon lah kepada Golden Earth, benda itu yang tidak membiarkan dirimu mati!"
Namun tiba-tiba saja dia berhenti berteriak dan matanya terlihat seperti orang mati, Rokuro memeriksa energi kehidupannya yang masih terdapat di dalam tubuhnya namun terlihat lemah.
“Sepertinya aku sedikit berlebihan...” Rokuro mengakhiri penyiksaannya dengan menghancurkan satu mata milik Grust dan ia kembali berteriak namun tidak lama setelah itu dia langsung pingsan.
"Kerja yang bagus, Rokuro. Perang berakhir sampai titik ini, kita telah menang dan poin yang akan kita terima banyak sekali." Shuan menghampiri Rokuro lalu menepuk bahunya, mencoba untuk mengajak dirinya memperbaiki wilayah yang sudah hancur ini.
"Apa sekarang?"
"Kita bereskan semuanya terlebih dahulu, setelah itu kita periksa tempat persembunyian mereka yang berada di hadapan kita saat ini. Setelah itu, kita akan memeriksa gedung informasi dan pasar gelap."
Rokuro setuju dengan Shuan, ia mulai memberi dirinya beberapa kekuatan agar Shuan dapat menggunakan Golden Earth untuk memperbaiki semua hal yang sudah hancur dan menjadi kacau.
Hanya membutuhkan waktu selama lima menit saja sudah cukup untuk mengembalikan semuanya ke semula.
Setelah itu, mereka mulai mengambil keuntungan poin itu terlebih dahulu bahkan sampai mendapatkan lebih dari 50 juta poin karena Grust dan Eldamon memiliki banyak sekali poin, poin yang didapatkan juga pasti hasil dari rampasan.
Mereka juga tidak lupa untuk membantu Grust dan Eldamon menekan pilihan untuk mengundurkan diri dari akademi, keuntungan mereka masih tetap bertambah jika dilaporkan kepada Morgan, sekarang tujuan selanjutnya adalah memeriksa tempat persembunyian kelas 3S.
Rokuro maju ke depan lalu menghancurkan semua pintu dan perangkap yang tertera bahkan sistem penjaga pun ia rusak karena tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi, mereka bisa melihat banyak sekali foto-foto yang berisi informasi penting.
Informasi yang terkandung tidak jauh lagi berkaitan dengan sistem poin, ketika mereka masuk ke dalam ruang kumpulan, Asriel menemukan isi rencana mereka di papan tulis dan mereka segera memeriksanya.
"Bukan hanya Eldamon saja yang mengincar kita tetapi semua angkatan tiga ingin sekali menyelesaikan semuanya dengan cara yang salah, angkatan ketiga bagian empat menggagalkan rencana mereka karena sebuah ujian yang akan terjadi nanti." Asriel menunjuk informasi tentang kelas A sampai E yang akan fokus menjalani ujian itu.
"Itu artinya sisa angkatan masih tetap menjalankan cara yang salah. Kita sudah menghabisi seluruh murid dari kelas 3S, sisanya tinggal 3T yang katanya pernah berpapasan dengan Haruka."
"Ehh? Haruka?"
"Ya... kelas 3T lebih tertarik menguasai sistem nilai tetapi poin yang mereka kumpulkan banyak juga, sasaran yang mereka incar adalah murid yang mementingkan nilai seperti Haruka, Mitsuki, dan Kou."
"Itu yang aku ketahu dari Haruka tetapi ia sendiri tidak mengetahui rencana apa yang akan mereka coba lakukan, intinya Haruka sangat khawatir dengan Kou karena..."
__ADS_1
"...mereka mengincar dirinya."