Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 514 - Pemilihan Peserta


__ADS_3

Setelah semua peserta mengukur kekuatan murni mereka, para wasit mulai mengajak mereka untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang dapat mengukur sihir mereka.


Sebagian dari peserta menyerah ketika melihat Rokuro menghancurkan mesin tadi, jika ia dapat melakukan itu kepada seluruh bahan terkuat yang di campur maka apa yang akan ia lakukan kepada mereka nanti.


Semua peserta seperti biasanya harus menunggu bagian untuk memeriksa ukuran sihir mereka, kali ini Haruka meminta teman-temannya untuk tidak melakukan apapun karena pengukuran sihir satu ini tidak bisa di tipu.


Sebuah ruangan besar yang di selimuti dengan kristal, kristal itu dapat menyerap seluruh sihir seseorang hanya untuk mengukurnya dan hasilnya akan terlihat dari luar dengan angka dan tingkatan.


"Jika kekuatan murni yang di ukur oleh mesin tinju tadi masih belum cukup maka terdapat satu tes yang sangat diperlukan." Haruka mulai berbicara.


"Kekuatan murni masih bisa di tahan atau di sembunyikan sedangkan sihir tidak jika mencoba untuk mengukurnya." Haruka menunjuk ruangan di hadapannya.


Terlihat beberapa peserta masuk dan keluar dengan hasil yang cukup mengejutkan, setiap kristal yang berada di dalam hancur berkali-kali sehingga memberikan hasil [Null].


"Kristal itu dapat mengukur seluruh sihir sampai titik penuh, memberikan hasil yang maksimal." Haruka melihat Honoka masuk ke dalam ruangan kristal itu, menyebabkan ruangan tersebut hancur seketika.


"Untuk apa sih tujuan adanya pengukuran sihir ini jika hasilnya tetap sama!?" Tanya Honoka kesal karena semua ini hanya menghabiskan waktu saja.


Lima bulan ini ia sudah merasa bosan dan kesal tinggal di kota permohonan sehingga ia ingin secepatnya pulang dan menghirup kembali udara segar di Yuusuatouri.


Semua peserta telah mengukur sihir mereka masing-masing dan hasilnya bukan main karena mereka semua adalah peserta kuat yang akan berpartisipasi.


Sekarang giliran Kou untuk masuk dan ia tidak jauh lagi mendapatkan hasil yang sangat rendah yaitu nol, soal sihir tidak begitu membuat dirinya peduli karena ia masih bisa bertarung menggunakan Kouko.


"Apakah kau yakin, Haruka? Gadis seperti Kou..." Rokuro menatap Haruka dengan tatapan serius.


"Tenang saja, aku sendiri merasakan hal yang sama denganmu sejak pertama kali Kou ingin ikut turnamen ini tetapi sekarang..."


"...Kou mengingatkan diriku kepada Mama yang penuh rencana dan penuh tekad dalam melakukan sesuatu dengan tujuan yang jelas." Haruka tersenyum serius.


"Ingat-ingat saja sejak dulu, Rokuro, dia tidak terkalahkan dalam pertarungan apapun karena pikirannya itu loh." Kata Asriel.


"Kau benar... Ayahku sendiri bahkan tidak bisa menyentuh dirinya tetapi apa yang terjadi sekarang? Dia jarang sekali menggunakan The Mind..." Ucap Rokuro.


"The Mind hanya akan memperburuk keadaan sehingga mempercepat kemunculan demam dan penyakitnya, jadi Kou sendiri sudah mengetahui apa yang akan ia lakukan selanjutnya." Haruka melihat Kou menghampiri dirinya.


"Kakak, selanjutnya kita akan melihat pemilihan peserta..." Kou mulai menatap semua temannya yang melihat dirinya dengan tatapan khawatir.


"Jangan memasang wajah seperti itu... Walaupun sulit, aku akan mencoba dan bertarung. Dorong terus kesakitan yang di rasakan, menyerah hanya akan membuat kesakitan itu bertambah parah..." Kou mengepalkan kedua tinjunya.


Tidak lama kemudian, Shuan mendekati Kou lalu memberi dirinya sebuah usapan di kepala untuk menyemangati dirinya karena ia dari awal sudah beberapa kali di paksa oleh Kou.


"Intinya kita harus berjuang keras di hari yang di tunggu-tunggu seperti ini... Bangsa Legenda harus tetap berjuang keras dan tentunya tidak menahan diri ketika melawan rekan." Shuan menatap semua temannya.


Mereka langsung mengangguk, setelah itu melakukan beberapa jotos pertemanan untuk saling bersemangat dalam melakukan turnamen.


Pelaksanaan tes kekuatan dan sihir telah berakhir, selanjutnya para peserta di beri istirahat sebentar hanya untuk menunggu kedatangan para penonton untuk memasuki ruangan tertentu untuk menonton pertandingan.


Semua peserta bisa melihat tiga arena yang sangat besar bahkan beberapa penonton sudah berkumpul dan duduk di tempat yang tersedia, Haruka mulai memeriksa ketiga arena itu dan semuanya sama.


"Arena yang memiliki ukuran yang cukup besar untuk bertarung, ini pertama kalinya aku melaksanakan sebuah turnamen..." Haruka tersenyum.


"Tunggu, Haruru, kamu belum pernah mengikuti turnamen sebelumnya?" Tanya Hana.


"Ya, terakhir kali aku hanya melihat turnamen permohonan dari dekat, itu juga ketika aku masih bayi dan terlihat cukup menebarkan. Kali ini aku dapat merasakannya..." Haruka tersenyum serius dan ia merasa tidak sabar dengan lawannya nanti.


"Ahh, apakah Anda salah satu peserta dari turnamen ini?" Seorang gadis dengan sebuah microphone mulai mendekati Shuan hanya untuk melakukan sedikit interview.


"Tentu saja..."

__ADS_1


"Apakah Anda berantusias untuk turnamen ini?"


"Ya, tujuanku untuk bertarung melawan semua peserta yang sangat kuat dengan hasil mendapatkan permohonan yang aku inginkan..." Shuan mengepalkan kedua tinjunya.


"Aku akan mengalahkan siapa pun dan tentunya meraih kemenangan, kemenangan, dan terus menang! Dan tentunya aku akan menjadi seorang pemenang!"


Shuan seketika sadar bahwa ia telah terbawa suasana dalam mengatakan sesuatu yang tidak terdengar merendahkan diri.


"Ahh... Sepertinya aku keceplosan." Shira dan Megumi yang sedang menatap layar besar di atasnya mulai tertawa ketika mendengar apa yang Shuan katakan.


"Wah, langsung mendeklarasikan kemenangan ya."


***


"Astaga, untung saja tidak telat." Terdengar suara Methode, Minami langsung melirik ke sebelah berat dan melihat Methode bersama Shou baru saja tiba tepat waktu sebelum pemilihan peserta di mulai.


"Kalian kemana saja sih? Tanpa kalian, pertarungan bisa saja kurang menyenangkan." Kata Honoka.


"Turnamen seperti ini tentunya jangan melupakan sesuatu yang harus Legenda kenakan yaitu Kisetsu." Ucap Shou yang saat ini sudah bersiap-siap dari awal.


Mereka terlihat sangat berciri khas seperti seorang Legenda dan itu membuat mereka semua sadar bahwa pakaian yang mereka kenakan itu biasa saja.


"Benar juga... Apakah masih sempat untuk ganti pakaian---" Kata Minami sehingga perkataannya terpotong dengan Honoka yang menjentikkan jarinya sampai mengubah seluruh pakaian temannya menjadi Kisetsu.


"Honoka... Aku tidak ingin mengenakan pakaian ini..." Ucap Haruka yang merasa ketat seketika di bagian dadanya.


"Heh... Kakak jarang sekali menggunakan Kisetsu."


"Lumayan berat di bagian dada..." Haruka melirik sedikit kepada Rokuro yang terus memperhatikan dirinya.


"... tidak, tidak jadi. Mungkin ini akan menjadi pengalaman baru untuk bertarung dengan Kisetsu." Haruka mengangguk dan tersenyum penuh dengan rasa bangga.


Semua Legenda telah mengenakan pakaian khusus Legenda yaitu Kisetsu yang dapat mempermudah gerakan mereka, dengan ini mereka dapat menunjukkan kepada seluruh alam semesta bahwa Legenda adalah petarung yang hebat.


"Ya, aku mengerti..."


"Minami, bagaimana jika mengenakan penutup mata yang aku berikan itu?" Tanya Mitsuki.


"Ahh, kau ada benarnya juga. Mengingatkan kembali Minami ketika dalam perjalanan dalam mengalahkan Kuharu." Kata Asriel.


Semua orang langsung setuju sehingga meminta Minami untuk mengenakan penutup mata tersebut.


"Heh...!? Tidak...! Itu adalah sebuah pengecualian...! Aku datang untuk bertarung bukan bergaya..." Minami tersipu merah karena ia tidak mau berpakaian seperti dulu lagi di hadapan kedua orang tuanya sekarang.


"Hehhh... menurutku itu keren loh." Kata Hana.


"Tidak... Lebih baik aku melompat keluar dari arena dan di diskualifikasi." Minami menghela nafasnya, membuat semua teman-temannya tertawa.


"Aku menantikan pertarungan seperti apa saja yang akan aku hadapi nanti." Ucap Rokuro selagi menatap seluruh peserta yang sedang menikmati kudapan yang di sediakan.


"Turnamen seperti ini, aku akan mendapatkan kubus permohonan itu." Kata Asriel.


"Hmph, jangan harap akan semudah itu!" Kata Bakuzen.


"Jangan pernah menahan diri, aku mengharapkan pertarungan yang sangat sengit dari awal." Ucap Mitsuki.


"Mari kita sama-sama berjuang keras!" Seru Haruka.


""Ya!!!""

__ADS_1


***


Semua peserta mulai mendengar sebuah pengumuman dari Morgan yang sedang berada di tempat penjurian bersama kedua juri legendaris yang pernah mewakili turnamen sebelumnya.


"Baiklah semuanya, kami akan mengumumkan kartu pertandingan ronde pertama..." Morgan mengangkat lengannya sehingga layar yang mereka semua lihat mulai menunjukkan kartu acak.


"Nah! Seperti yang terpampang!" Kartu itu mulai terbuka dan menunjukkan seluruh wajah dari setiap peserta.


"Pemanasan yang cukup baik, aku bertarung di ronde pertama dalam arena dua." Kata Minami, ia melihat lawannya dari ras Golem.


"Teman-teman lihat... Kita sepertinya benar-benar berpisah karena ketiga arena itu, aku berada di arena 1 juga..." Kata Haruka yang menunjuk layar di sebelah kanan, ia akan bertarung pada ronde empat.


"Kakak... Sepertinya kita akan bertemu di arena satu." Honoka tersenyum serius.


"Sungguh melegakan, aku tidak perlu bertarung melawan ketiga saudara itu." Ucap Bakuzen yang berada di arena tiga.


"Sepertinya kita akan bertemu di arena tiga, Bakuzen. Dan tentunya kau, Shiratori Shuan." Ucap Rokuro, Bakuzen dan Shuan sama-sama berada di arena tiga.


"Akhirnya harapanku terpenuhi untuk bertemu denganmu nanti, Rokuro." Kata Shuan.


"Jangan melupakan soal diriku, Shuan, aku berada di arena tiga juga." Ucap Shou.


"Arena dua... ternyata Hana, Kou, dan Mitsuki juga berada di arena dua." Ucap Minami sehingga Hana, Kou dan Mitsuki langsung tersenyum serius karena tidak sabar dalam menghadapi Minami nanti.


"Arena satu ya... Mungkin akan menyenangkan jika aku berhadapan langsung denganmu, Haruka." Ucap Methode.


"Aku kurang beruntung sepertinya untuk menginjak arena satu..." Ungkap Asriel.


"Dengan ini, kita harus melakukan yang terbaik untuk menjadi seorang pemenang..." Ucap Kou pelan, merasa sedikit gugup karena ia harus menghadapi tiga teman yang ia anggap sangat kuat.


"...mari berjuang keras di turnamen ini!" Seru Minami.


""Ya!!!""


Arena 1


-Haruka


-Honoka


-Methode


-Asriel


Arena 2


-Kou


-Mitsuki


-Minami


-Hana


Arena 3


-Shuan


-Rokuro

__ADS_1


-Bakuzen


-Shou


__ADS_2