
Minami menghela nafasnya, menghilang kekuatan itu lalu ia menghampiri Hana untuk memulihkan seluruh luka yang terima.
Hana bisa merasakan seluruh tubuhnya merasa nyeri dan terbakar tetapi ia bisa melihat tubuhnya mulai di belit dengan akar yang lalu memulihkan tubuhnya.
"Minami..."
"Pertarungan yang sangat menyenangkan, Hana, ini pertarungan yang sangat aku harapkan darimu..."
"...untuk sekarang kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal itu, soal Leviathan dan Envy yang mempengaruhi dirimu." Minami mengangkat kedua jarinya sehingga dua bibit emas mulai melayang di kedua jarinya.
"Aku menyegelnya di dalam bibit emas ini, sekarang aku akan memberikannya kembali padamu." Minami menjatuhkan kedua bibit itu yang langsung menumbuhkan sebuah bunga, bunga tersebut memancarkan tubuh Hana.
Tato Envy kembali muncul di leher dan ia merasa lebih dari sebelumnya, Minami mulai membantu Hana untuk berdiri lalu memberinya sebuah tepukan di punggung.
"Aku mengharapkan pertarungan lagi nanti, Hana. Untuk sekarang, aku telah mengalahkan dirimu dan meraih kemenangan yang aku inginkan." Minami tersenyum, membuat Hana merasa senang juga.
Setidaknya mereka sudah berusaha bersama-sama untuk bertarung, membuat para penonton menjerit gila karena melihat pertarungan yang begitu sengit bahkan sekarang Jorgez telah mengumumkan turnamen permohonan telah berakhir.
""MINAMI! MINAMI! MINAMI!""
"Sepertinya kamu akan mendapatkan lebih banyak penggemar lagi, Minami. Kamu bertarung layaknya seperti burung dan elang yang terbang bebas..." Hana tersenyum.
"Y-Ya... Masalahnya hidupku akan tidak tenang jika di teror oleh para penggemar tetapi tidak apa, biarkan mereka bersenang-senang saja dulu dan menikmati performa diriku." Minami bersama Hana pergi meninggalkan arena.
"Tiga Final ini memberikan kita semua hasil yang cukup mengejutkan bukannya begitu, Morgan?"
"Ya! Seluruh murid mampu menunjukkan potensi dan bakat mereka secara keseluruhan di turnamen ini, semuanya bekerja dengan baik dan aku yakin mereka akan membawa masa depan yang cerah seluruh alam semesta."
"Final terakhir tadi cukup memberikan kita semua rasa kepuasan terhadap sebuah pertarungan, bisa kita lihat bahwa para pria dan gadis mampu bertarung dengan baik..."
"...saya sebagai kepala Akademi dan penemu turnamen permohonan memiliki banyak harapan kepada seluruh murid yang berpartisipasi dan mengikuti turnamen ini."
"Dengan ini, saya menyatakan turnamen dan akademi permohonan berakhir, sebelum itu mari kita menikmati sebuah pertarungan penutup terakhir antara ketiga peserta yang sudah memenangkan final."
"Di persilahkan untuk para pemenang memasuki arena yang sempit ini, kalian akan menciptakan sebuah pertarungan penutup untuk mengenakan akademi dan turnamen permohonan bagi generasi selanjutnya."
***
"Bertarung dengan Minami... ini kesialan yang pertama." Ungkap Asriel sambil menatap Minami sedang mengenakan Kisetsu lainnya.
"Aku tidak bisa mengharapkan apapun dari pertarungan ini, sejak awal aku tidak bisa membandingkan diriku dengan Minami." Rokuro menatap Minami yang saat ini sedang menjilat lengannya sendiri.
"Asriel... Rokuro... Mari kita ciptakan pertarungan terakhir ini menjadi hebat, aku tidak mengharapkan sebuah penahanan diri." Minami menghampiri Rokuro dan Asriel.
""Ya!"" Ketiga pemenangan itu berjalan keluar dari ruangan peserta, bergerak menuju arena yang terlihat begitu kecil dan sempit bahkan peluang untuk kalah terlihat begitu besar.
"Kalian bertiga semangat...!!!" Seru seluruh teman-teman mereka.
__ADS_1
"Rokuro...! Semangat!" Seru Ophilia.
"Asriel! Raih kemenangan lagi!" Seru Chloe.
"Minami! Ayo! Sekarang adalah pertandingan terakhirmu!" Seru Megumi.
Minami, Rokuro, dan Asriel mendapatkan banyak semangat serta sorakan, karena sudah bertarung sangat lama, entah kenapa mereka merasa kelelahan karena ingin secepatnya pulang.
"Saya sebagai kepala akademi dan penemu kubus permohonan sudah berjanji sejak awal bukan? Ketiga pemenangan..."
"...akan melaksanakan sebuah pertarungan penutup atas nama turnamen dan akademi permohonan."
"Pemenangan tentunya akan mendapat kubus permohonan yang jauh lebih hebat." Morgan menoleh ke belakang melihat seluruh penjaga mulai menyimpan tiga kubus emas di atas pilar dan kubus yang dapat mengabulkan tiga permohonan itu berada di pilar paling atas.
"Kalau begitu... bersemangat lah dan buatlah pertarungan penutup yang hebat!" Kata Morgan sehingga ia melompat ke belakang.
Minami langsung menggunakan kekuatan dari Golden Mother’s Nature: Bioluminescence, membuat Rokuro dan Asriel terkejut seketika karena keberadaannya menghilang dan seluruh kekuatannya tidak bisa di ukur begitu saja.
"Mari kita ciptakan pertarungan penutup yang hebat, Asriel, Rokuro!" Minami menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.
Entah kenapa, melihat Minami langsung menggunakan kekuatan penuhnya membuat Rokuro merasa bersemangat sehingga ia mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.
"Semoga saja aku bisa selamat di pertarungan ini... semoga saja keberuntungan masih ada di dalam diriku..." Ungkap Asriel yang mulai melakukan kuda-kuda bertarungnya.
"Bersiaplah...!" Morgan mulai menjadi wasit.
Kembang api mulai bermunculan di sekeliling tempat bahkan seluruh penonton mulai bersorak keras, menantikan pertarungan penutup yang memuaskan.
"...di mulai!!!"
Minami muncul di hadapan Rokuro dan Asriel lalu ia menghantam perutnya menggunakan sikutnya, membuat mereka terkejut karena kecepatannya dan pergerakannya yang tidak bisa di lihat.
Setelah itu, Minami mengangkat kedua lengannya sehingga wajah mereka menerima satu tinju yang mampu menghempas kedua Legenda itu ke belakang.
Asriel maju ke depan lalu melepaskan badai es ke arah Minami, Minami melepaskan bunga matahari besar yang mampu menyinari semua badai itu dan mengubahnya menjadi cahaya.
Minami maju ke depan lalu menendang perut Asriel dengan penuh kekuatan, Rokuro mengayunkan sabitnya ke arah Minami tetapi ia berhasil menghindarinya.
Minami melepaskan satu cahaya yang meluncur ke arah Rokuro lalu menghantam perutnya beberapa kali sampai ia terjatuh di atas arena, Asriel mencoba untuk tidak menghiraukan Minami.
Ia lebih memilih untuk menjatuhkan Rokuro yang saat ini melemah tetapi Minami muncul di hadapannya lalu menghantam wajahnya sampai ke belakang.
"Minami... kau ingin melawan kami langsung ya...? Apakah kau membiarkan kami untuk bekerja sama...?" Tanya Asriel dengan tatapan serius.
Rokuro kembali bangkit lalu ia menyerap seluruh cahaya Minami, setelah itu ia mengangkat sabitnya untuk melepaskan beberapa serangan ke arah Minami.
Serangan itu menembus tubuh Minami dan ia mulai mengangkat lengan Asriel lalu melemparnya ke arah Rokuro sehingga mereka mulai bertabrakan.
__ADS_1
"Aku ingin menang... aku ingin memperbaiki diriku yang bodoh sejak itu." Kata Minami, mengingat kembali dirinya dulu yang ceroboh dan bodoh.
Dengan memperbaikinya, ia harus menang dan menjadi yang terkuat. Dengan empat permohonan yang akan ia dapatkan ketika menang, Minami dapat meminta apapun yang selalu ia inginkan.
Asriel melepaskan gelombang es yang mengandung kegelapan di dalamnya ke arah Minami tetapi ia berhasil menembus masuk ke dalamnya, Rokuro terus mengayunkan sabitnya ke arah Minami yang mengubah semua serangan itu menjadi bibit emas.
"Ini yang aku duga sejak awal..
Greed ku entah kenapa memakan waktu cukup lama untuk menyerap semua cahayanya..."
"...apakah semua ini adalah fakta bahwa Minami memang menghilang seketika dari dunia ini...? Atau aku terlalu lemah untuk bisa menandingi dirinya...?" Ungkap Rokuro.
Minami melihat Asriel terus melepaskan sihir esnya ke arah dirinya tetapi ia mulai mengubah semua serangan itu menjadi bibit lalu ia mengumpulkan semua bibit tersebut.
Menciptakan kembang besar yang langsung ia lempar ke arah Asriel sehingga terbelit oleh akar-akar emas, akar itu mulai mengangkat tubuh Asriel lalu menghantamnya di atas daratan.
"S-Sial... keberuntunganku sepertinya sudah lama hilang, aku kalah..." Ungkap Asriel yang baru saja menyentuh daratan merah.
"Asriel telah kalah...! Hanya tersisa dua peserta dan salah satunya akan mendapatkan tiga permohonan sekaligus!" Kata Morgan.
Rokuro mencoba untuk fokus tetapi penglihatannya seketika melihat Minami yang mulai membelah menjadi beberapa bagian kecil, ia mencoba untuk menutup kedua matanya lalu membukanya lagi.
Melihat Minami maju ke arahnya dengan kecepatan penuh, Minami mencoba untuk menghantam Rokuro dan Rokuro langsung menahan serangan itu tetapi serangannya menembus pertahanan itu.
"Ck...!" Minami terus menyerang Rokuro beberapa kali lalu ia menghantam puncak kepalanya sampai ia terjatuh menuju daratan.
Minami melepaskan Shining Justice melalui mulutnya, Rokuro terkena serangan gelombang itu sehingga ia terbawa oleh sihir itu lalu menabrak daratan yang mengartikan dia telah kalah.
Asriel dan Rokuro terjatuh oleh Minami yang tidak menginginkan waktunya untuk habis, seluruh penonton menjerit keras ketika idola mereka berhasil memenangkan pertarungan penutup ini.
"Mi-Minami...!" Megumi tersenyum lebar ketika melihat putrinya berhasil memenangkan pertarungan dengan cepat.
"Minami..." Shira tersenyum.
"Pertarungan penutupan Solicitation telah berakhir...!!! Minami memenangkan pertarungan ini dengan menjatuhkan Shimatsu Rokuro dan Shichiro Asriel!!!" Seru Morgan keras.
Seluruh penonton langsung bersorak keras dan memberi Minami sebuah tepukan tangan yang meriah.
Minami menghilang kekuatan itu lalu ia menatap ke atas langit bahwa semua usahanya memberikan dirinya hasil yang memuaskan.
"Aku sudah mengharapkannya sejak awal... Minami pasti akan menang karena aku sendiri tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menandinginya, tidak seperti Kakakku." Rokuro tersenyum serius.
"Ya, ini lah adalah kesialan pertamaku." Asriel terkekeh.
Minami meneteskan air matanya, merasa sangat senang dan bahagia melihat seluruh orang mendukung dirinya dan memberinya sebuah tepukan tangan yang meriah.
"Semuanya berubah... semuanya telah aku perbaiki." Minami tersenyum lalu melepaskan penutup matanya dan ikat kepalanya bahwa semua tujuannya telah selesai untuk saat ini.
__ADS_1
"Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya telah memenuhi tujuannya..." Minami mengangkat lengan kanannya ke atas dan menunjukkan ikat kepalanya yang mulai terembus dengan angin.
"...aku berhasil!"