Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 636 - Pencegahan


__ADS_3

"Ti-Tidak mungkin... Shira kalah begitu saja...? Di antara kita semua... dia tidak mampu memenangkan pertarungannya!?" Tanya Haruki dengan tatapan yang terlihat kesal.


"Mungkin kita sudah terlalu meremehkan apa yang dapat Dewa Agung Oath lakukan, dia masih bisa terus bertambah kuat..." Kuro menatap Zoiru dengan tatapan yang terlihat kesal juga.


"...tetapi aku tidak mengerti, dewa agung sepertinya dirinya yang memulai segalanya dari nol adalah sesuatu yang menakjubkan. Dia memang musuh yang layak atau bisa saja dia tidak bisa kita anggap musuh."


"Kenapa tidak menganggapnya seperti musuh?" Tanya Shizen.


"Tujuan Zoiru hanya satu... dia tidak seperti Zangetsu yang menginginkan kehancuran terhadap seluruh alam semesta agar bisa membangkitkan Ayahnya itu." Jawab Kuro.


"Hei, k kampung." Panggil Zoiru yang mulai melempar Shira ke depan sehingga Shizen menangkap dirinya dan melihat Shira masih hidup ketika menerima pemulihan dari Zoiru.


"Aku sudah berterima kasih kepada Shiratori Shira yang sudah mau membuatku puas bertarung, untuk sekarang dia masih hidup..." Zoiru memasukkan tangannya ke dalam mulut Bamushigaru.


"Walaupun kau sudah hampir mati beberapa kali oleh Shira, harga dirimu tetap menunjukkan sisi baikmu untuk menghidupkan kembali Shira." Kuro mulai berbicara kepada Zoiru.


"Jelaskan aku, Zoiru. Kenapa kau menginginkan kebangkitan terhadap Bamushigaru dan yang lainnya...? Apa yang kau incar sehingga kau terobsesi dengan makhluk sihir itu?" Tanya Kuro.


"Pertanyaan bagus, apa yang aku lakukan tentunya menghidupkan kembali sahabatku? Bukannya terdengar positif...? Tetapi di pandangan kalian buruk..."


"...ingat ya, alasan kalian semua mendapatkan arwah dan hidup di semesta ini adalah dengan satu tujuan paling penting yaitu bertahan hidup, Keledai-keledai kampung." Zoiru menunjuk mereka semua.


"Satu-satu dari kalian... termasuk diriku sudah pasti memiliki tujuan paling inti yang semua orang sudah pasti tahu, bertahan hidup dan hidup sepanjang mungkin di semesta ini." Zoiru menyilangkan kedua lengannya lalu ia duduk di atas udara selagi mengangkat kakinya ke atas.


"Jika kalian gagal bertahan atau menjalani hidup... memangnya kalian para keledai kampung pantas untuk menikmati semua kehidupan ini? Kebangkitan Bamushigaru bukanlah masalah untuk siapa pun..."


"...kalian saja terlalu manja dan tidak ingin memenuhi tujuan untuk bertahan hidup, jika gagal maka kalian memang sudah bisa di panggil sebagai keledai kampung yang tidak berguna." Zoiru menempati pipinya di atas tapaknya itu.


"Melihat kalian berusaha itu adalah salah satu tujuan untuk bertahan hidup juga, cukup menakjubkan... tetapi kalian masih saja mengeluh tentang kebangkitan Bamushigaru."


"Kenapa tidak menerimanya saja, bangsa Legenda?" Tanya Zoiru sehingga pertanyaannya membuat mereka semua terdiam seketika, tujuan soal bertahan hidup memang paling inti sejak kelahiran mereka.


"Lihat? Memangnya kalian pikir aku jahat? Tentu saja tidak... anggap saja aku melakukan apa yang inginkan, maupun itu baik atau buruk di pandangan kalian semua..."


"...misalnya jika terdapat seseorang yang mengganggu atau menghalang, apakah kalian akan membiarkannya saja? Bukannya itu sama saja kalian menyerah dengan kehidupan?" Tanya Zoiru.


Mereka semua hanya bisa menatap Zoiru dengan tatapan kesal, tidak bisa memberi jawaban yang pas bahkan Kou sendiri tidak memedulikannya karena ia sedang menyatukan semua buku sihir itu.


"Aku yakin Korrina Comi pasti akan datang jika situasinya bertambah buruk seperti ini." Yuuna mulai berbicara, mencoba untuk menyemangati semua Legenda.


"Kau benar... dia pasti akan datang dengan rencananya yang dapat membawa kemenangan untuk kita semua!" Ophilia kembali terlihat bersemangat sehingga ia mulai menatap Zoiru yang hanya bisa tersenyum.


"Korrina Comi? Sampai kapan aku harus menunggu kedatangan dirinya...? Apakah kalian tidak ingin melupakannya...? Dia tidak akan pernah kembali selama seumur hidup." Jawab Zoiru.

__ADS_1


"Hentikan semua omong kosong itu, aku yakin dia pasti datang." Kata Shizen.


Kuro hanya bisa diam, mengetahui jelas bahwa apa yang Zoiru katakan adalah sebuah kebenaran, kali ini tidak akan datang untuk menyelamatkan apapun.


"Sudahlah..." Kata Kuro sehingga mengejutkan semua orang di sekeliling.


"A-Apa yang kau katakan, Kuro?!" Tanya Shizen.


"Korrina tidak akan datang... dia sudah hilang, Hikari bilang bahwa dirinya berada di surga paling atas, pemilik surga sepertinya tidak akan bisa turun atau mengurus urusan seperti ini..." Kata Kuro.


"M-Mustahil... aku yakin dia akan datang sebentar lagi! Ancaman ini bukan hanya Touriverse saja loh, seluruh alam semesta bahkan masa alternatif...!" Seru Ophilia, ia melihat sekeliling.


"Sudah cukup, Ophilia. Kita tidak bisa mengandalkan dirinya lagi yang sudah banyak membantu kita, dia berada di tempat yang sangat jauh sampai kita tidak bisa mengejarnya..." Kata Kuro yang mulai maju ke depan dan memunculkan pedang besarnya lagi.


"Cukup menyedihkan bukan... kalian terlalu mempercayai dirinya sampai dia tidak pernah datang." Zoiru kembali berdiri, melihat Haruki dan Shizen maju ke depan dengan senjata yang mereka pegang.


Zoiru mengetahui apa yang Kou lakukan di belakang Shuan, ia melakukan proses penyusunan kembali terhadap Grimoire itu sehingga ia mencoba untuk merebutnya kembali.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah... jauhkan dirinya dari Kou." Perintah Kuro sehingga mereka semua setuju.


"Kau tidak bisa menerima takdir yang sudah seharusnya muncul... apa yang akan kalian coba lakukan? Menghampiri kematian itu sendirian...?" Zoiru tersenyum serius.


"Teruslah melawan takdir dan sumpah yang sudah bersatu... lihatlah hasil menyakitkan itu sendiri." Zoiru memukul tinjunya sendiri sampai mendorong mereka semua.


"Bangsa Legenda yang cukup menakjubkan soal pertarungan apapun... bukan kalian lagi yang membuat sejarah..." Perkataan Zoiru membuat semua bangsa Legenda itu terdiam seketika.


Kuro melempar pedang besar itu ke arah Zoiru tetapi ia berhasil menangkisnya ke atas lalu menghantam wajah Kuro sampai ia terhempas ke belakang.


Kemudian, Zoiru melakukan sebuah putaran yang di lanjut dengan tendangan sampai mendorong Haruki ke belakang dan menabrak tubuh Shizen.


Zoiru hanya bisa menguap selagi bertarung melawan mereka yang sudah tidak ia anggap lagi sebagai lawan yang cocok untuk dirinya, ia bahkan sampai tidak sengaja membunuh mereka dengan satu sentuhan.


"Kakak...!" Seru Shuan keras sehingga Minami memancarkan cahaya besar ke arah Shuan dan Zoiru.


Zoiru menahannya menggunakan satu telunjuknya sehingga Shuan melepaskan tata Surya emas untuk menyerangnya tetapi ia bisa melihat Zoiru menghancurkannya dengan embusan nafasnya.


Minami muncul di hadapan Zoiru dan mencoba untuk menyerangnya tetapi Zoiru memegang erat kakinya lalu melemparnya ke arah Shuan sehingga tubuh mereka mulai menabrak satu sama lain.


Zoiru menerima satu tebasan oleh Yuuna, ia mencoba untuk menyerangnya tetapi Ophilia menghentikan Zoiru dengan menarik tubuhnya ke belakang menggunakan Phoenix sehingga Kuro mulai menusuk perutnya.


Zoiru menghantam wajah Kuro sampai ia terpental ke belakang lalu ia menunjuk Yuuna dan Ophilia, melepaskan laser yang mengenai perut dan kaki mereka.


Dengan cepat Minami dan Shuan maju untuk bekerja sebagai pendukung dari belakang untuk memulihkan seluruh bangsa Legenda yang terluka parah dan jika bisa menghidupkan mereka sebelum embusan nafas terakhir.

__ADS_1


Kuro melompat ke arah Zoiru lalu ia mengayunkan pedangnya sehingga serangannya berhasil di tahan menggunakan lengannya yang terbuat dari tulang itu.


Zoiru mendorong pedang itu ke atas lalu ia menghantam perut Kuro sampai menyebabkan lubang kecil yang mengeluarkan banyak darah, setelah itu ia mencekik lehernya dengan kasar.


Zoiru melihat Shizen melepaskan sebuah sihir ledakan ke arahnya tetapi ia jadikan Kuro sebagai perisai lalu melemparnya ke depan sehingga terjadi ledakan yang menghempas semua Legenda ke belakang.


Zoiru melihat Asriel mencoba untuk mencekiknya dari belakang tetapi ia menghantam perutnya lalu melempar dirinya ke depan, semua bangsa Legenda lemah yang menyerang dirinya berakhir mengeluarkan banyak organ tubuh.


"Sungguh menyenangkan...! Mari kita berdansa, keledai kampung!!!" Seru Zoiru keras yang terlihat puas melawan mereka semua satu per satu walaupun di kepung.


Haruki memutarkan kedua pedangnya lalu ia menebas wajah Zoiru dan melakukan beberapa serangan kombinasi yang berhasil memakan dirinya.


Kuro melompat dari belakang Haruki untuk membelah kepala Zoiru menjadi dua menggunakan pedangnya sehingga Shizen mulai menabrak tubuh Zoiru untuk menempelkan beberapa sihir ledakan.


Kuro dan Shizen melompat ke belakang, Yuuna mengeluarkan beberapa arwah untuk menjebak Zoiru sampai ia tidak bisa bergerak dan dirinya langsung menerima satu serangan lain dari Haruki yaitu Chaos Vengeance.


BAAAMMMMM!!!


Terjadi ledakan besar lagi di hadapan mereka semua tetapi Zoiru melompat keluar dari dalam ledakan itu dengan tubuhnya yang sudah pulih kembali bahkan ia sampai mendorong perut Shizen.


"HUEEGGHH!!!" Shizen memuntahkan banyak darah dan wajahnya menerima satu tamparan sampai ia terdorong ke belakang.


Kuro mencoba untuk menyerang Zoiru tetapi lehernya langsung di cekik oleh Zoiru dan ia mulai memunculkan taring besar lalu menusuk punggungnya menggunakan taring itu.


"Agggghhh!!!" Zoiru melempar taring itu ke depan sampai menusuk perut Yuuna dan bangsa Legenda lain yang berada dekat dengan sihir Oath berbentuk taring.


Haruki mengayunkan kedua pedangnya tetapi Zoiru menangkisnya ke atas sampai Haruki menerima beberapa pukulan di perutnya oleh Zoiru, ia menarik kembali kedua pedangnya lalu melakukan sebuah pertahanan.


Setiap serangan yang di lakukan oleh Zoiru berhasil Haruki tahan tetapi ia dikejutkan dengan kedua pedangnya yang mulai memunculkan beberapa retakan, Zoiru mencekik leher Haruki lalu melempar menuju daratan hijau.


Setelah itu, ia mulai melepaskan satu laser yang menyebabkan ledakan besar di wilayah itu sampai melukai semua bangsa Legenda yang sudah mencoba sekuat mungkin untuk menghentikan Zoiru.


"Bangsa Legenda yang sangat keras kepala soal pertarungan dan peperangan... aku akan menikmatinya... amat sangat ketika Bamushigaru bangkit." Zoiru menatap Kou yang berhasil menciptakan Grimoire of Oath.


Kou mundur beberapa langkah dan Zoiru hanya bisa diam lalu mengeluarkan sebuah portal hijau besar di belakangnya untuk memanggil pasukan Oather lainnya.


Dengan ini, semua pekerjaannya bisa berjalan dengan lancar bahkan ia bisa melihat hanya Kou sendiri yang bertahan tanpa bantuan apapun dari bangsa Legenda yang sudah terluka dan sekarat.


"Kou Comi... putri Korrina Comi, apakah kau bisa meneruskan dirinya dengan menghentikan diriku?" Tanya Zoiru.


"Tidak ada yang tahu..." Kou menghancurkan kristal realitas untuk menyembuhkan semua bangsa Legenda itu dan mereka kembali bangkit.


"...aku belum mencobanya."

__ADS_1


"Sungguh keras kepala..."


"...Keledai kampung."


__ADS_2