
Selvia membantu Asriel yang lainnya untuk mempermudah pekerjaan karena Mortem sendiri selalu saja menjaga jarak dan melarikan diri agar kubus hitam yang menempel di keningnya bisa memberikan kekuatan yang berjumlah besar. Kuharu tersenyum serius karena ia tidak akan menyerah, kubus yang ia lihat mulai diselimuti dengan kegelapan sedikit demi sedikit karena masa di kubus itu benar-benar berubah dimana Mortem tidak pernah bertemu dengan Rxeonal dan Yusa sendiri tidak pernah bertambah kuat sehingga hanya Rxeonal saja yang bertahan dan melawan Ceytamold.
Selvia sendiri bahkan tidak bisa menahan Mortem dimana sihir Crimson-nya bertambah kuat dimana ia menghujani wilayah itu dengan sihir Crimson, Asriel mengerahkan seluruh Lenergy-nya untuk mengubah semua itu menjadi es yang melayang di atas langit, setelah itu ia memberikannya kembali kepada Mortem tetapi ia melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya sehingga mereka terlempar ke belakang.
Selvia kembali bangkit lalu ia mencoba untuk menggunakan sihir Void-nya, sihir Crimson yang dimiliki oleh Mortem pantas untuk diserap sampai habis tetapi ia tidak bisa merasakan batasan apapun di dalam dirinya sehingga ia mulai menciptakan beberapa celah hitam di sekitarnya yang melepaskan beberapa rantai, Mortem membalasnya dengan menciptakan celah merah yang meluncurkan beberapa kristal sehingga mereka mulai sibuk bertarung.
Asriel kembali berdiri, ia menatap Mitsuki dan Marie yang sedang bertarung melawan pasukan Giblis itu. Asriel membutuhkan sebuah rencana untuk mengakhiri semua ini dengan cepat sebelum mereka terlambat karena titik hitam itu bahkan sudah menyebar dalam ukuran besar sehingga daratan juga ikut memiliki titik hitam sekarang, "Tidak salah lagi... aku harus menanggung resiko itu sebelum semuanya terlambat!"
Asriel mengangkat lengan kanannya ke atas sehingga lengan kanannya diselimuti dengan es, ia mulai menggunakan sihir [Atmosphere Free] dimana ia membuat serangan area efek dimana udara di daerah sekitar musuh membeku dan membuat musuh sulit bernafas. Mortem terlihat seperti terpengaruh dengan sihir itu dan Selvia mendapatkan banyak kesempatan dimana ia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan rantai lalu menyerap seluruh sihir Crimson yang berada di dalam dirinya sehingga Asriel maju lalu mencoba untuk menarik kubus hitam itu yang memiliki banyak kekuatan di dalamnya.
"K-Kuat sekali... berbeda dengan kubus hitam yang aku tarik waktu itu..." Asriel memaksakan tangan kirinya untuk menarik kubus hitam itu sehingga ia berhasil dan mampu mendorong Mortem mundur sampai ia terlempar ke belakang, Asriel memegang erat kubus itu sehingga tubuhnya sekarang terbelit dengan rantai Void milik Selvia. Ia melebarkan matanya dan melihat Selvia yang terpengaruh dengan kubus hitam juga, sepertinya ia tidak menyadarinya ketika terlalu sibuk menarik kubus hitam milik Mortem.
Sekarang Asriel hanya perlu berhati-hati dalam melawan Selvia karena ia bisa merasakan Lenergy-nya yang diserap, ia mengubah rantai yang membelit dirinya menjadi es, ia langsung menghancurkan-nya dan mencoba untuk mengeluarkan kemampuan yang sama tetapi pergerakan Selvia sangat cepat sehingga ia melancarkan satu tendangan dan Asriel nyaris terkena serangan itu di bagian wajahnya, untungnya ia menundukkan kepala lalu melompat ke belakang.
__ADS_1
Mitsuki dan Marie melihat Asriel sekarang berhadapan dengan Selvia, musuh yang cukup kuat karena sihir Void-nya itu. Mereka mulai membantu Asriel karena mereka tidak akan terlalu fokus dalam menggunakan sihir melainkan seni berpedang mereka, Selvia mengeluarkan katanya Moirai Arma-nya yang dapat memanggil hewan mitologi. Ia mulai mengayunkan katananya beberapa kali sehingga melepaskan beberapa kegelapan yang membentuk seekor naga tetapi Asriel mengubah semua naga itu menjadi bola es yang besar.
Pertarungan Mitsuki dan Marie melawan Selvia di mulai, Asriel melebarkan matanya ketika ia melihat kedua punggung temannya memiliki titik hitam. Kubus waktu yang mereka tempati mulai bertambah tidak stabil dan itu buruk sehingga ia bisa melihat tapak kanannya yang memiliki titik hitam juga, pertarungan Rxeonal dan Ceytamold masih terus berlanjut, seharusnya di rekaman itu ditunjukkan pertarungan terakhir antara Yusa melawan Ceytamold.
"Ini benar-benar buruk... masa sekarang benar-benar berubah ketika beberapa orang tidak bertemu dengan satu sama lain, sialan si Kuharu itu... dia benar-benar cerdik dalam merencanakan sesuatu yang berkaitan dengan waktu, aku sekarang mulai muak melihat sesuatu yang bersangkutan dengan waktu." Ungkap Asriel, ia mengeluarkan kubus waktunya yang menyinari beberapa kubus hitam yang ia bawa, sepertinya ia hanya membutuhkan tiga lagi. Satu kubus hitam di Selvia dan duanya di Ceytamold, dia bertambah kuat dan kekuatannya bisa ia rasakan.
"Kekuatan yang sangat mengerikan, jadi inikah kekuatan Giblis yang pernah Ayahku maksud...? Sungguh menakjubkan, aku tidak yakin kita bisa menang melawannya, kita hanya perlu mengambil kubus hitam itu saja sudah cukup." Asriel memasukkan kubus itu kembali lalu ia melihat Mitsuki dan Marie yang bekerja sama melawan Selvia tetapi tetap gagal, ia hanya perlu mendukung mereka dari belakang menggunakan sihir es yang ia miliki.
Mitsuki melancarkan beberapa serangan tetapi Selvia diselimuti dengan rantainya sendiri sehingga Asriel mengubahnya menjadi es, Mitsuki melakukan tebasan tombak ke arah Selvia dimana bagian ujung berbentuk mata pedang berlapis aura putih kebiruan menciptakan tebasan yang sangat kuat ke salah satu bagian tubuh Selvia dimana ia melukai kedua kakinya sampai Selvia terjatuh karena tujuan utama mereka hanya mengambil kubus yang menempel di kening mereka sehingga Ceytamold mengganggu dengan menghantam daratan sampai mereka terlempar ke atas langit.
"Tadi itu hampir saja, Mitsuki. Mari kita berjuang bersama." Kata Asriel, ia membantu Mitsuki berdiri lalu ia mulai terlihat merah di bagian wajahnya. Mereka melihat Selvia yang melepaskan beberapa lantai dari celah hitam yang ia ciptakan, Asriel mengubah semua rantai itu menjadi es dan Mitsuki langsung menghancurkan-nya karena sihir Void itu cukup berbahaya untuk mereka karena Lenergy dan tenaga mereka bisa terserap kapanpun.
Selvia melebarkan matanya untuk menciptakan meteor hitam yang meluncur ke arah mereka, Asriel mencoba untuk menggunakan sihir es-nya tetapi tapak kanannya langsung menghilang dan berubah menjadi hitam sehingga itu mengejutkan dirinya bahwa kubus waktu ini sebentar lagi akan hancur. Ia tidak bisa merasakan apapun bahkan kesakitan saja tidak bisa tetapi ia tidak dapat mengeluarkan sihir melalui tapaknya yang hilang itu sehingga Mitsuki sendiri yang harus menghancurkan meteor itu.
__ADS_1
Mitsuki mulai melancarkan beberapa serangan ke arah kubus yang menempel di kening Selvia, ia melakukan semua cara sehingga lengan kirinya langsung berubah menjadi hitam dan membuat serangannya menjadi kurang seimbang. Selvia menghantam wajah Mitsuki lalu membelit tubuhnya dengan rantai sehingga Asriel terkejut ketika melihat itu, ia berhasil melepaskan Mitsuki dengan melancarkan sihir es dan Mitsuki langsung berputar lalu menarik Selvia agar ia bisa mendekat.
Mitsuki menarik keluar kubus hitam itu menggunakan mulutnya dan ia berhasil sehingga tubuh Selvia mulai dipenuhi dengan titik hitam yang mempengaruhi tubuh Mitsuki juga, "S-Sial... kita tidak memiliki banyak waktu." Mitsuki menoleh kepada Marie yang sedang bertarung melawan Ceytamold, ia terlihat kesulitan tetapi Marie mencoba sekuat mungkin untuk menghindari semua serangan itu karena ia hanya perlu menarik kubus hitam itu.
Asriel menatap kedua tapaknya yang berubah menjadi hitam, wilayah ia lihat juga sudah setengahnya menghilang menjadi hitam sehingga ia mulai mengajak Mitsuki untuk pergi menuju tepat yang aman dimana mereka bisa menjauhi semua kehitaman itu. Marie menarik satu kubus yang menempel di dada Ceytamold dengan bayaran pukulan-nya menghantam wajah Marie sampai ia terlempar ke belakang.
Ceytamold melepaskan gelombang besar ke arah Marie dan ia langsung menahan gelombang itu dengan tubuh yang mengeluarkan banyak darah, kedua lengannya diselimuti dengan kehitaman dan wilayah itu mulai berguncang dengan dahsyat. Waktu mereka tinggal sedikit lagi, Asriel bisa melihatnya di dalam kubus waktu yang menunjukkan hitungan mundur dari kehancuran kubus waktu yang mereka tempati.
Kuharu tertawa terbahak-bahak karena ia sebentar lagi berhasil menyingkirkan ketiga Legenda itu, Mitsuki mulai membawa Marie mundur dan Asriel mencoba cara lain yaitu melarikan diri jika situasi sudah berubah menjadi semakin buruk seperti ini. Kubus waktu yang ia pegang mulai menyelimuti tubuhnya bersama kedua temannya dengan warna hijau sehingga mereka mengalami perpindahan yang sangat cepat dan menghilang begitu saja.
"Ck... menggunakan perpindahan masa darurat ya, sayang sekali... satu percobaan itu kalian sia-siakan." Kuharu tersenyum lalu ia mengambil sebuah kubus waktu yang sudah hancur dan menghitam, ia masih melihat Ceytamold yang berada di dalam sana. Ia bisa Kuhari jadikan sebagai senjata untuk melawan mereka, kubus waktu lainnya yang tersisa juga mengalami hal yang sama yaitu warna dari kehijauan itu mulai di ambil alih dengan warna hitam.
"Kalau begitu... aku urus yang lainnya saja untuk mempersiapkan pertarungan setengah akhir? Ahahaha, tentu saja. Pertarungan terakhir yang asli itu melawanku, benarkan... Ha-ru-ka?" Kuharu menatap Haruka yang masih menundukkan kepalanya, kedua tatapan-nya juga terlihat mati seluruh kekuatan dan kemampuannya mulai berpindah ke dalam tubuh Kuharu.
__ADS_1
"Hahaha, aku bisa merasakannya..."
"...aku menjadi waktu itu sendiri."