
Arata dan Satori mulai menatap satu sama lain, ia maju ke depan lalu melempar lima pedang dosa itu ke arah yang berbeda karena dirinya tadi sempat melihat satu celah yang bebas untuk bisa menyerang dirinya.
"Shimatsu Arata, kenapa kau mencoba untuk menghabiskan waktuku? Kenapa tidak langsung menunjukkan potensi aslimu...?" Tanya Satori.
Satori memindahkan semua pedang itu, ia tidak mencoba untuk memindahkannya ke dimensi lain karena Arata masih bisa menariknya sampai kemungkinan besar menembus celah dimensi lebih besar lagi.
"Kau meremehkan diriku ya... aku tidak ingin mengandalkan Kuro lagi karena aku sendiri sudah cukup kuat untuk menandingi siapa pun!" Arata menunjuk pedang Greed ke depan.
Satori mengerutkan dahinya lalu ia melompat ke belakang sehingga melihat satu pedang Envy di belakangnya, ia langsung memindahkannya ke tempat lain tetapi Arata mulai menyambutnya dari sebelah.
"... ..." Satori hanya bisa diam karena satu serangan Arata tidak dapat mengenai tubuhnya karena sempat tertahan oleh sesuatu yang kasat mata sampai ia sendiri tidak dapat melihat atau merasakannya.
"Ck... Apa-apaan dengan sihir perlindungan ini...?! Apakah benar-benar berkaitan dengan ruang dan waktu atau semacamnya?!" Arata mundur ke belakang lalu menyerang Satori dari bawah daratan.
Serangannya tetap tertahan oleh sesuatu yang tidak bisa ia lihat, Satori saat ini masih memberikan dua celah di perlindungannya itu karena ia tidak membutuhkan lapisan-lapisan sihir untuk melindunginya.
Kekuatan yang masih di tahan karena dirinya masih ingin melakukan beberapa tes dengan beberapa Legenda, sebentar lagi juga ia akan merasa puas sampai melanjutkan kemenangan dari pihak itu dengan menghapus tubuh mereka.
Satori mulai mengacungkan jarinya lalu mengayunkannya sampai Arata berpindah tepat di hadapannya, Satori langsung menghantam wajahnya sampai ia terdorong ke belakang dengan tanda bintang di pipinya.
"... ..." Arata mengetahui jelas cara bekerja dari kemampuannya sekarang ketika mengingat kembali perkataan Kou.
Satori mengangkat kedua lengannya lalu melepaskan hujan bintang ke arah Arata, dengan cepat pedang Gluttony langsung memakan semuanya sampai membalikkan sihir itu ke arah Satori dengan melepaskan bintang hitam.
Satori maju ke depan sampai semua sihir itu menghilang, Arata tersenyum serius lalu ia memegang erat pedang Greed dan Gluttony nya lalu melakukan gaya pedang silang untuk mempersiapkan serangan lain.
Lima pedang lainnya saat ini sedang mengeliling tubuh Satori, mencoba untuk melakukan prediksi dimana celah yang tersedia untuk dirinya menyerang sampai Arata mengangkat alisnya ketika melihat sedikit aura yang ia miliki melewati celah itu.
Celah yang terletak di bagian bahu Satori sehingga ia sendiri terlihat tidak menyadarinya, Arata mulai melepaskan pedang Lust ke arah celah itu tetapi Satori memindahkannya ke arah lain.
Arata langsung panik ketika melihat pedang Lust itu hampir saja menusuk seseorang, dengan cepat ia menghilangkannya lalu maju ke depan untuk melempar kedua pedang yang ia pegang.
"Apakah kau melihatnya, Arata? Kemampuanku bisa di bilang pertahanan dan lindungan yang sangat kuat bahkan sampai bisa melakukan [Reflect] kepada dewa yang melampaui maha kuasa."
"Ternyata benar... kau memang sulit untuk di tembus... jika seseorang kesulitan untuk menyentuhmu maka aku yakin serangan yang kau lakukan juga masih tersembunyi."
"Mau lihat?" Satori menjentikkan jarinya sehingga tanda bintang di pipi Arata mulai mengeluarkan bintang emas kecil yang berjumlah ratusan, semua bintang itu mulai menebas tubuh Arata beberapa kali.
"Hugggghhhh...!!!" Arata memuntahkan banyak darah melalui mulutnya yang juga ikut mengeluarkan bintang-bintang kecil.
"Serangan bintangku dapat muncul di tanda yang aku tandai... luka yang bisa saja berakhir fatal tetapi kau dapat menyerapnya dengan Greed---" Satori mengerutkan dahinya ketika ia langsung menahan dua pedang Arata yang menembus pertahanannya itu.
"Hmph, menarik sekali, Arata... ternyata kau memang menggunakan diriku untuk menembus pertahanan ini." Satori tersenyum dengan penuh rasa tertarik bahwa Arata memecahkan misteri dari perlindungan itu.
"Aku sengaja membiarkan dirimu menyerang...!!!" Seru Arata keras sehingga ia memasukkan kelima pedangnya itu lalu menyerang Satori dari arah yang berbeda.
Semua pedang itu mulai Satori tahan satu per satu sehingga ia lengah ketika melihat Arata menabrak tubuhnya lalu menciptakan aura pedang melalui lengannya yang berhasil menyatukan lengan kirinya itu.
JBAAASSSHHH!!!
Arata melompat ke belakang lalu mengembalikan semua pedang itu tetapi ia bisa melihat pedang Wrath menusuk bahu kanan Satori yang terlalu fokus kepada Arata dengan tangannya itu.
"Menarik... aku tidak menyangka kau akan melukai diriku separah ini, baiklah... waktunya untuk serius, bukannya begitu?" Tanya Satori yang mulai memunculkan tangan baru sampai ia memasangnya kembali.
"Kau ini sebenarnya siapa...?" Tanya Arata.
"Aku? Kenapa kau ingin mengetahui identitasku? Lebih baik kau cari tahu sendiri dengan menghancurkan topeng ini..." Satori mulai menepuk topengnya sendiri sampai Arata bertambah semakin penasaran.
***
Diablo terbang tinggi ke arah Haruki untuk melakukan pertarungan yang ia nantikan juga setelah Megumi, jika ia selesai berurusan dengannya maka Arata adalah korban selanjutnya yang saat ini sedang bertarung dengan Satori.
Haruki dan Diablo melesat menuju arah satu sama lain sampai pedang mereka saling beradu sampai menyebabkan shockwave yang besar di atas langit sampai menghancurkan daratan lagi dan lagi.
Kali ini Haruki dapat mengimbangi dirinya berkat bantuan dari Legend's Boost, ia menghapus kedua pedang dan lengannya itu menggunakan lubang hitam yang ia ciptakan melalui pedangnya itu.
__ADS_1
Haruki melihat celah serangan yang jelas, ia langsung menggunakan kesempatan itu untuk melakukan serangan seribu tebasan dengan kecepatan yang sulit untuk dilihat oleh mata biasa secara berturut-turut.
Setiap serangannya juga mengandung penyerapan darah yang dapat membantu Haruki untuk mendapatkan kekuatan secara instan agar ia dapat mengimbangi Diablo yang memiliki banyak kekuatan dan sihir kuno.
"Sudah kuduga... ternyata kau memang menarik, aku tidak menyangka raja sepertiku akan memandang bangsa Legenda berbeda."
"Kalian semua memang menarik, dalam segi kekuatan dan jalan apapun!" Diablo tersenyum serius, ia mencoba untuk melempar meteor panas itu tetapi Haruki berhasil menghapusnya dengan lubang hitam.
Diablo mencoba untuk menyerang menggunakan pedang tulang itu tetapi Haruka menggunakan kemampuan yang dapat melindungi tubuhnya dari serangan itu, ia melakukan serangan lain tetapi Diablo berhasil menangkap bilah pedang itu.
Diablo menciptakan api hitam kemerahan besar lalu ia melepaskannya ke Haruki yang langsung menghilang dengan cepat sehingga ia mulai menghantam wajahnya lalu menusuk perutnya.
Diablo mulai memegang erat tangan Haruki sampai ia bisa merasakan tulangnya retak seketika, "Jangan harap aku akan terjatuh dengan trik yang sama..."
Sebuah kristal merah muncul di dada Diablo yang memancarkan sinar merah, Haruki melebarkan matanya karena ia bisa merasakan kumpulkan Lenergy yang kuno di dalam kristal tersebut sehingga menebalkan pelindungnya.
Satu laser merah terlepas dari kristal itu sehingga pelindung Haruki perlahan-lahan retak tetapi satu pedang Greed mulai menyerap laser itu sampai Arata muncul tepat di sebelah Diablo lalu menebas kristalnya sampai ia terpental menuju daratan.
"Arata... apa yang kau lakukan di sini?! Bagaimana dengan Satori...?" Tanya Haruki dengan tatapan yang terlihat lega karena ia mengiri dirinya akan mati ketika menerima serangan tadi.
"Aku tidak memiliki kesempatan apapun untuk bertarung dengan Satori, aku sendiri di paksa oleh Kou untuk membantu dirimu melawan Diablo." Kata Arata sambil menunjuk Satori yang sedang berhadapan dengan Kou.
"Perlindungan yang katanya paling kuat bahkan dapat membalikkan apapun... jika terus seperti itu, aku hanya akan merasa bosan bertarung dengannya." Kata Arata yang mulai mengembalikan semua pedangnya.
"Baiklah... melawan Diablo juga bukan hal yang mudah untuk di lakukan, kita membutuhkan strategi melalui kerja sama." Jawab Haruki sambil menatap Diablo yang kembali bangkit.
Diablo mengangkat kedua lengannya lalu menurunkan hujan meteor yang sangat panas sampai membakar daratan, Arata dan Haruki langsung menghancurkan semua meteor itu tanpa meninggalkan sisa sedikit pun.
Arata muncul tepat di hadapan Diablo lalu ia dikejutkan dengan tatapannya itu yang memancarkan cahaya sampai ia terpental ke belakang, untungnya ia berhasil menangkap kemampuan itu menggunakan Greednya.
"Ternyata kau memang nekat ya..." Peringat Kuro.
"Aku lakukan... aku tidak ingin melemah dan langsung lumpuh lagi ketika bertarung melawan Zoiru." Jawab Arata dengan tatapan penuh tekad karena ia ingin mengandalkan dirinya sendiri dalam situasi apapun.
Arata menatap Haruki dan ia langsung mengangguk karena satu kesempatan bisa mereka dilihat, semua itu melalui kerja sama dan strategi yang baru agar Diablo bisa terkecoh.
***
Kou mengendalikan pikiran Satori untuk melepaskan dirinya, ia dengan cepat mengambil kembali Keris itu lalu menebas lengan kanan Satori sambil meninggalkan luka yang abadi.
"Kau telah menjadi Ibu dari Shiratori, aku harap kau tidak mengecewakan garis darah keturunan itu karena aku membiarkan Shinobu hidup." Satori mulai berbicara.
Kou merapatkan giginya kesal karena tubuhnya terus melemah ketika ia memaksakan dirinya untuk terus menggunakan The Mind, ketika ia mencoba untuk melakukan Heaven's Mind, alam sadarnya akan berpindah ke surga.
Haruka mencoba untuk membantu tetapi ia bisa melihat seluruh teman dan keluarganya di tekan oleh pasukan Undead yang terus bermunculannya tanpa habis sampai ia tidak memiliki pilihan lain selain membantu mereka.
Haruka mencoba untuk berharap bahwa Kou dapat mengatasi Satori sendirian karena ia sendiri bisa merasakan keberadaannya menghilang, sesuatu yang ia rasakan sejak Kou pertama kali lahir.
"Kou... aku mohon, selamat lah... jangan tinggalkan aku sendirian lagi tanpa satu-satunya adik yang aku miliki..." Ungkap Haruka selagi melawan semua Undead itu.
"Mungkin kau tidak pantas untuk menjaga keturunan terakhir dari Shiratori." Satori mengepalkan kedua tinjunya lalu ia melepaskan gelombang emas ke atas langit.
SWOOOSSHHH!!!
Kou melebarkan matanya ketika melihat Satori telah menunjukkan kekuatan aslinya melalui aura emas yang menyelimuti tubuhnya sampai ia bisa melihat bintang-bintang emas kecil mulai mengelilingi tubuhnya itu.
Sebagian dari perhatian mereka tertarik ke arah Satori yang memancarkannya cahaya begitu silau sampai Arata dan Haruki terkejut ketika merasakan cahaya yang mirip dengan Shira.
"Aku kira... dia itu Shiratori Shira... ternyata Satori memiliki cahaya yang sama dengannya...?" Tanya Haruki yang awalnya mengira cahaya itu berasal dari Shira.
"Si sialan itu... apakah dirinya menggunakan kemampuan ruang dari luar angkasa untuk meniru cahaya yang sama dengan Shira atau dia memiliki kaitan yang ketat dengannya...?" Kata Arata.
"Kalian sungguh bodoh untuk tidak mengetahui fakta begitu cepat ya... aku sendiri tidak memiliki kewajiban untuk memberitahu identitas aslinya." Kata Diablo yang melayang tepat di hadapan mereka.
"Tidak ada yang namanya pengalihan dalam pertarungan, mari lanjutkan..." Diablo memunculkan sirkuit sihir hitam di sekeliling tubuhnya sampai menciptakan aura hitam kemerahan yang menyengat.
__ADS_1
"Aku sudah merasa puas mengetahui era maju ini... aku akan memperlihatkan kelayakan dirimu terlebih dahulu, Shiratori Kou." Satori menunjuk Kou lalu mengangkat tubuhnya dengan aura emas.
Kou tertarik ke arah Satori lalu ia menerima satu pukulan yang cukup dalam di bagian perutnya sampai ia memutuskan banyak darah dari dalam zirah itu.
Satori melakukan satu putaran lalu menendang dadanya sampai Kou terpental ke belakang, "Kemampuan yang kau miliki... aku ingin melihatnya lebih lanjut lagi sebelum menghadapi takdirku yang akan datang."
Satori muncul di hadapan Kou lalu ia menendangnya perutnya sampai dirinya terpental ke atas langit, Kou mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya tetapi wajahnya langsung di cengkeram oleh Satori.
Satori melesat dengan kecepatan penuh ke bawah lalu membanting tubuh Kou di atas daratan sampai zirahnya mulai rusak sampai mendapatkan peringatan dari Tech bahwa ia perlu melepas zirah itu.
Satori melompat ke belakang lalu ia menatap Kou yang mulai keluar dari dalam zirah dengan tubuh terluka, Kou mencoba untuk bangkit tetapi kedua pandangannya buram sampai ia terjatuh di atas tanah.
"... ..." Kou memejamkan kedua matanya sampai Satori bisa merasakan sedikit rasa kasihan tetapi ia melakukannya demi melihat potensi asli The Mind.
Situasi semakin tidak terkendali, pasukan Ghisaru mengalami keguguran satu per satu karena tidak dapat menahan Undead yang memberikan mereka untuk memulihkan diri.
Legend's Boost mereka telat untuk aktif karena pasukan Undead itu langsung membunuhnya, mereka semua terus bertambah kuat tanpa pembatas apapun sampai Haruka merasa kesal ketika melihat Kou telah kalah.
"Sialan... aku... aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi." Seru Ophilia dengan tubuhnya yang mengalami pengurangan Lenergy karena terlalu berlebihan melepas makhluk sihir replika.
"Mama, aku akan melindungi dirimu... tenang saja..." Hana muncul di hadapan Ophilia lalu ia melepaskan beberapa gelembung untuk menyingkirkan semua Undead yang mendekat.
"Sialan... mereka akan terus muncul dan bangkit tanpa henti, kekuatan yang mereka miliki juga terus meningkat..." Kata Chloe yang mulai berkeringat.
"Aku sendiri tidak dapat mengontrol arwah mereka yang banyak sekali..." Jawab Yuuna.
"Sialan! Sialan! Sialan!!!" Shizen mulai melempar beberapa sihir ledakan yang mulai membasmi beberapa Undead tetapi mereka tetap bangkit sampai kebal dengan ledakan apapun.
ZWOOOSSSHHH!!!
Semua orang yang berada di medan perang menerima dorongan yang begitu lembut sampai terdorong ke depan, mereka seperti merasakan keberadaan yang datang tetapi keberadaan itu dapat di rasakan dengan mudah.
"... ...!!!" Haruka melebarkan matanya ketika melihat ratusan Undead yang ia lawan mulai mengeluarkan banyak partikel emas.
...
...
"Vanish!"
Semua Undead itu langsung berubah menjadi partikel emas yang menipis sampai terhapus, semuanya sekaligus sehingga medan perang itu terlihat begitu sepi, yang tersisa hanya Diablo dan Satori.
Diablo menerima serangan yang sama dari kedua Legenda itu sampai ia terpental menuju daratan lalu menatap ke arah sumber cahaya yang jauh lebih cerah dari Satori.
"Si brengsek itu... ternyata dia terlambat ya." Arata tersenyum serius.
"Datang-datang menunjukkan kekuatan yang baru." Haruki menghela nafas lega.
Satori yang sedang menyiksa Kou mulai melempar dirinya ke arah lain, ia mulai menatap seseorang yang baru saja datang dengan tampilan yang dihalangi oleh cahaya emas begitu terang.
"Aku menunggu dirimu lama sekali..."
Seseorang yang baru saja datang mulai menghilang semua gelombang cahaya emas itu termasuk auranya sendiri sehingga bongkahan emas yang menyelimuti tubuhnya hancur sampai menunjukkan seorang Legenda.
Legenda yang tidak mengenakan baju apapun karena ia baru saja selesai melaksanakan latihan, rambut emasnya terlihat begitu cerah sampai semua orang tidak bisa merasakan keberadaannya sekarang.
Legenda itu membuka kedua matanya sampai melepaskan dorongan cahaya yang mampu menghempas mundur Satori dan Diablo sedangkan pasukan Ghisaru mendapatkan peningkatan yang besar.
Satori berputar lalu ia menginjak daratan cukup dalam, ia sekarang merasa begitu puas ketika melihat seseorang yang dia tunggu akhirnya datang.
Legenda itu maju ke depan lalu menyembuhkan kondisi Kou sampai sempurna, setelah itu ia mulai menatap Satori dengan tatapan yang mengancam.
Setiap langkahannya mampu meluncurkan beberapa gelombang dan partikel emas dari dalam daratan sampai Satori bisa melihat daratan yang hancur kembali pulih sampai dipenuhi dengan tumbuhan emas.
"Golden Multiversal..." Satori menyilangkan kedua lengannya lalu tersenyum.
__ADS_1
"...Shiratori Shira."