Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 886 - Kekuatan Dewa yang tak dapat ditampung


__ADS_3

"Kau bilang apa tadi, Shinobu Koneko...?"


"Apa ada untungnya untukku membantu dirimu?" Perkataan seperti itu langsung menarik seluruh amarah Demetrio karena ia terlihat seperti meremehkan tawarannya.


"Aku tahu kita memiliki kesamaan terhadap tujuan itu, tetapi kamu perlu mengingat sebuah fakta bahwa harapanku sudah membutakan dirimu."


"Kau tidak bisa mengikuti hal yang sama denganku, perbuatanmu juga bahkan sampai tidak bisa dimaafkan untuk menjaga kedamaian dan mengamankannya."


"Rasanya malah kau yang mengancam mereka semua tanpa kebebasan yang selalu mereka inginkan... ancaman dari peringatan kutukan batu adalah contoh bahwa aku tidak mau menerimanya."


"Lagi pula menawarkan hal itu kepadaku...? Aku tidak membutuhkan yang namanya bantuan Dewa atau kerja sama dengan seseorang yang akan memanfaatkanku." Ekspresi Shinobu terlihat serius dan mengancam sekarang.


"Harapanku akan terus bersinar, mencoba untuk mengubah dunia ini dan tentunya mengungkapkan berbagai misteri..."


"...dengan melakukan itu maka aku akan membunuh semua orang yang menghalangi dan tidak menerima apa yang aku inginkan." Kedua mata Shinobu bersinar merah sampai membuat Demetrio kesal.


"Tidak, terima kasih... tidak ada untungnya menjaga keamanan tetapi di sisi lainnya terasa seperti memperbudak dan mengancam mereka dengan hukuman bodoh Dewa!"


Demetrio mulai tertawa mendengar jawaban Shinobu, "Ternyata kau cukup menarik, Shinobu Koneko... tubuhmu tidak menunjukkan betapa berbahaya dirimu dan kecerdasan yang kau simpan dalam otakmu."


"Sama seperti buku, kau tidak boleh menilainya terlebih dahulu dari sampul sebelum melihat isi yang terkandung di dalamnya." Jawab Shinobu.


"Aku kira kau akan setuju dan membantu diriku agar tidak ada kekacauan lainnya... tetapi tolakan yang kau berikan padaku memicu adrenalin yang aku miliki untuk menghukum dirimu."


"Kou Comi pernah membantu diriku tetapi kau tidak sama sekali..."


"...jangan membawa Mamaku ke masalah seperti ini, beliau dulu hanya membantu semua orang yang bisa di bilang masih waras, tidak seperti sekarang yang sudah rusak!"


"Untuk apa aku berbuat baik kepada dunia yang sudah keras dan kejam ini...? Lebih baik aku membantunya dengan bersikap lebih kejam, aku hanya membantu mereka yang menerima harapan cerahku." Jawab Shinobu.


"Aku adalah Shinobu Koneko...! seorang Neko Legenda terakhir!" Seru Shinobu yang mulai melepaskan aura emas di sekitarnya sampai tubuhnya terlihat begitu cerah.


"Rasanya akan sangat sia-sia untuk membunuh dirimu begitu cepat, ternyata kau tidak memiliki pikiran yang begitu terbuka ya, Shinobu Koneko..."


"...sudah aku bilang bukan? Kau tidak akan pernah mengerti, kebenaran yang kau incar... semua itu tidak akan aku berikan! Melihat orang yang tidak bersalah terkutuk menjadi batu sudah menunjukkan betapa busuknya dirimu!"


Demetrio berdiri dari atas takhta nya sampai melepaskan dorongan yang mengandung God Lenergy di dalamnya, Shinobu menahan semua tekanan itu dengan tatapan waspada sampai rambut emasnya bergerak cepat.


"Demetrio... apakah kau akan melawannya langsung? Setidaknya berikan aku kesempatan untuk melawan dirinya sekarang!"


"Tawaran itu sudah disia-siakan oleh si kerdil ini! Sekarang berikan aku kesempatan untuk melawan dirinya..." Barak menatap Tarrant yang mulai bersujud di hadapannya sampai ia menunjuk dirinya.


"Terima kasih, Tarrant... lihat saja, dengan sambaran petir Dewa... aku akan mengubah dirinya menjadi kucing panggang yang lezat!" Barak melebarkan matanya sampai mengubah tubuh Tarrant menjadi gumpalan listrik yang merasuki tubuhnya.


"Asimilasi ya... ternyata kandidat dan Dewa bisa melakukan hubungan seperti itu untuk bertambah kuat." Kata Shinobu yang mengetahuinya ketika melihat kejadian itu.


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya...?!"


"Koneko belajar dan berusaha keras, hehehe." Jawab Shinobu yang mulai tersenyum sampai Demetrio menyilangkan kedua lengannya lalu memberikan Barak kesempatan karena dia adalah pion untuk pandangannya sendiri.

__ADS_1


"Barak... aku tidak ingin melukai dirimu, lebih baik Dewa yang baru saja terangkat diam saja... karena masih sempat, lebih baik kau turun jabatan." Peringat Shinobu dengan tatapan polosnya.


"Apa yang kau katakan tadi...!? Perkataan seperti tadi berhak mendapatkan hukuman yang besar...!!!"


"Mortal seperti kau hanya bisa diam dan menerima amarah dari seorang Dewa...!!!" Barak mulai mengamuk ketika mendengar peringatannya itu, tubuhnya melepaskan banyak serangan petir..


"Kau tidak memberikan Koneko pilihan lain..." Shinobu memasang tatapan serius yang mengartikan dia tidak akan mengampuni musuhnya, ia mulai menghadapi Barak yang melepaskan banyak petir hitam.


"Jangan kemana-mana, Demetrio! Karena setelah dia, selanjutnya adalah giliranmu!" Peringat Shinobu yang langsung terbang tinggi ke atas langit untuk menghindari serangannya.


Shinobu melihat semua temannya masih bertarung melawan Dewa lainnya, seperti Demetrio memang bisa disebut pemimpin karena ia terus menyalurkan banyak sekali God Lenergy tak terbatas kepada mereka.


"Ayo... tunjukkan padaku seberapa jauh kekuatanmu itu, Shinobu Koneko." Demetrio tersenyum penuh rasa tertarik karena tidak sabar melihat kemampuan cahayanya lagi.


Shinobu melihat Barak melesat maju menuju arah dirinya lalu melancarkan banyak sekali serangan listrik yang berhasil ia tahan menggunakan kedua tapaknya itu yang menyebabkan semua petir ke dalam daun emas.


Shinobu hanya menunggu waktu yang pas untuk menyerang karena ia bisa mengetahui cara bertarung Barak, celahnya terus terlihat sampai ia berhasil menyentuh tinjunya itu lalu menghantam keras perutnya..."


"UURKKK...!!!" Pukulannya itu mengenai dada bagian kiri Barak sampai ia merasa kesakitan karena tulang di dalamnya hancur sampai cahaya yang dilepaskan dari pukulan itu menembus paru-parunya.


Shinobu melakukan dua putaran ke depan sampai menendang wajah Barak sehingga ia terpental ke belakang dengan petir yang terus menyerang Shinobu tetapi semua petirnya malah menyerang daun emas yang mengelilingi tubuhnya.


Shinobu melihat Barak berubah menjadi petir lalu ia mencoba untuk menabrak dirinya tetapi Shinobu langsung menyelimuti tubuhnya dengan cahaya untuk menahan serangan yang dilakukan oleh Dewa tersebut.


"Kau cukup tangguh... Koneko malah terasa panas di bagian tubuh ini karena diberikan pemanasan yang baik..." Shinobu tersenyum selagi menahan semua serangannya itu tanpa henti.


"Tapi..." Shinobu jungkir balik ke belakang lalu ia melepaskan dua tendangan melalui kedua tapaknya sampai melempar Barak ke atas langit yang begitu jauh.


"Tangguh saja tidak cukup untuk mengalahkan diriku..." Shinobu melihat Barak menabrak daratan sampai ia merasa sangat lemah karena luka fatal yang ia terima.


Koizumi sempat melihat pertarungan Shinobu yang berakhir begitu cepat melawan Barak, "Sepertinya dia memang menahan diri sebelum kedatangan para Dewa ini..."


"...sesi latihan apa yang kau alami, Shinobu... atau memang lawanmu sangat lemah karena kau pernah bercerita bahwa Dewa agung ini tidak memiliki banyak pengalaman tidak sebanding dengan Demetrio?"


"Sudah selesai... dan tak akan bangkit lagi, sekarang kau adalah kawanku, Demetrio!" Shinobu menunjuk Demetrio yang tersenyum sampai dirinya bisa melihat Barak yang kembali bangkit dengan tatapan kesal.


"Apa yang sebenarnya sudah selesai? Lihat saja ke belakang lalu selesaikan urusanmu dengan Dewa agung listrik itu." Demetrio menyilangkan kedua lengannya sampai Shinobu melirik ke belakang.


"Kenapa kamu masih bisa bangkit...?" Tanya Shinobu.


"Mungkin karena melakukan asimilasi dengan Tarrant, kau memiliki daya tahan yang lumayan kuat atau kemungkinan memiliki nyawa lebih dari satu."


"Apakah kau masih bisa bertarung, Barak?"


"Tentu saja..."


"Benarkah? Kalau begitu, akan aku beri ka sedikit kekuatan lagi!" Demetrio mengangkat kedua jarinya lalu melepaskan banyak God Lenergy yang merasuki tubuh Barak sampai pupilnya pecah.


Kedua matanya mengeluarkan banyak listrik bersamaan dengan rambutnya itu, Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat Barak tidak bisa menerima semua kekuatan dewa agung milik Demetrio yang berlebihan.

__ADS_1


"Arrrggghhhhh....! Ahhhh...!!!! Grrrraaahhhh...!!!" Banyak sekali busa-busa keluar dari dalam mulutnya karena tidak bisa menahan semua pemberian kekuatan Demetrio.


"... ...!" Shinobu memasang tatapan kesal lalu ia menatap Demetrio yang terus memberikan dirinya kekuatan.


"Kau tahu tubuhnya masih belum terbiasa dengan God Lenergy sebanyak itu?! Mereka baru saja bebas dari dimensi elemen untuk ratusan tahun lamanya...!" Peringat Shinobu.


"Kau harus berhenti memberikan dirinya kekuatan karena tubuhnya sudah tidak menampungnya lagi...!" Seru Shinobu yang merasa kasihan kepada Barak.


"GRAAGGHHHH!!!" Barak berada di belakang Shinobu, mencoba untuk menyerang dirinya dengan menangkap tetapi Shinobu dapat mendengar pergerakan yang coba ia lakukan.


Shinobu menahan semua serangan fisik dan listrik milik Barak, "Kau juga hentikan...!!! Lebih dari ini, tubuhmu akan hancur karena tidak bisa menerima semua itu sekaligus!"


Barak tidak mendengar peringatannya itu, ia melancarkan sat tendangan yang berhasil Shinobu tahan menggunakan lengan kanannya sampai ia terdorong sedikit ke belakang dengan tatapan geram.


"Shinobu Koneko...! Aku ingin melihat semua kemampuan yang kau simpan, tunjukkan semua itu kepadaku agar aku memiliki motivasi besar untuk menghentikanmu!"


"Kau tidak akan memperlihatkan kemampuan cahaya lainnya...? Aku tahu kau menyimpannya karena aku sudah mengenal Shinji cukup lama sampai aku merasakan kekuatan yang sama darimu tetapi kau simpan..."


"... ..."


"Hingga kau menunjukkan kekuatan yang kau sembunyikan dariku, aku akan terus memaksa Barak untuk terus bertarung dengan dirimu!"


"Lakukan saja. Aku tidak peduli." Jawab Shinobu dengan tatapan serius karena itu memberikan dirinya keuntungan untuk membiarkan Dewa agung mati begitu saja karena God Lenergy pemberian Demetrio.


Shinobu mendengar jeritan Barak yang kesakitan, ia menurunkan kedua lengannya sehingga Demetrio memasang tatapan serius lalu menahan serangan Shinobu dari belakang.


Demetrio melihat ke depan dimana Shinobu yang saat ini dirinya lihat mulai berubah menjadi daun emas yang masuk ke dalam daratan, "Dia bahkan tidak bisa menahan kekuatan sebesar itu... menyediakan."


Barak memuntahkan banyak darah dan isi perutnya sampai tubuhnya terjatuh di atas tanah tanpa nyawa tersisa sedikit pun, Demetrio mulai mengambil sesuatu dari tubuh Barak yang ia masukkan ke dalam tanah.


"Bukankah dia temanmu?"


"Teman? Apa yang kau maksud dengan teman... mereka hanya sekedar pion di pandanganku, temanku yang sebenarnya adalah Dewa generasi sepertiku..."


"...termasuk pamanmu itu yang bermana Shiratori Shinji."


"Aku tidak mengenal dengan orang yang bernama Shinji ini... rasanya cukup menyebalkan untuk mendengar perkataanmu yang menganggap mereka sebagai pion!"


"Hmph! Anggap saja aku seperti apapun maumu..."


"Baiklah... aku siap untuk menunjukkannya padamu... kekuatan yang aku dapatkan, hanya untuk menghentikan tindakan bodohnya itu!"


"Itu dia yang aku ingin dengar..."


Shinobu memejamkan kedua matanya sampai auranya terlepas dari tubuhnya lalu menciptakan sebuah bentuk bulat yang langsung membentuk matahari dan bulan emas sampai mengelilingi lehernya.


"Ini... ternyata kau memang menguasai Golden Sun dan Golden Moon..."


"Benar... ini adalah kekuatan yang diwariskan oleh Papaku sendiri." Shinobu langsung memasang tatapan serius karena ia akan bertarung melawan Demetrio yang menerima banyak kekuatan dari pengikutnya.

__ADS_1


"Golden Sunshine: Blessing of The Golden Moon and Sun!"


__ADS_2