Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 371 - Lagi-lagi Kekuatan yang Bertolak Belakang


__ADS_3

Kuharu melebarkan matanya untuk menghentikan waktu lalu ia menyempatkan waktunya untuk membaca masa depan, ia bisa melihat Hana melancarkan beberapa serangan dengan tubuh aslinya dan ia bisa melihat keanehan dari setiap gelembung yang mengapung di wilayah Realm of Time. Semua gelembung itu ternyata dapat memanggil Leviathan yang tidak terlalu besar tetapi memiliki kekuatan yang cukup untuk melukai seseorang, ia hanya perlu berhati-hati dan menghindari semua serangan itu.


Waktu kembali berjalan, Kuharu menghindari semua serangan itu sehingga ia menginjak air yang menciptakan gelembung kecil. Gelembung itu mulai membentuk Leviathan yang menabrak perut Kuharu, setelah itu Leviathan tersebut berubah menjadi Hana yang sedang melancarkan satu serangan yang mengenai wajahnya. Kuharu terlempar ke belakang dengan tatapan yang terlihat kesal, sepertinya masa depan yang ia lihat itu benar tetapi ia tidak bisa melihat serangan atau pergerakan apapun.


Sihir air sama menyulitkan-nya dengan cahaya dan es jika digunakan dalam keadaan tertentu, Kuharu mencoba untuk mengangkat jari-jarinya agar ia bisa memanggil beberapa letusan Crimson tetapi semua letusan itu tiba-tiba berubah menjadi air yang menciptakan ombak besar lalu ombak itu berubah menjadi Leviathan yang sangat besar, "TIME STOP!!! BERHENTILAH WAKTU!" Kuharu dengan paniknya menghentikan waktu hanya untuk menghindari serangan Leviathan yang besar itu.


Ketika waktu kembali berjalan, Leviathan kecil mulai menabrak perutnya lagi dan ia tidak menyadari gelembung itu bertambah lebih banyak karena faktor dari genangan air yang terus bermunculan di atas daratan. Leviathan itu mulai berputar dan menghantam wajah Kuharu dengan ekornya sampai ia terdorong ke belakang, Kuharu merasa frustrasi sekarang karena ia terlalu meremehkan kekuatan dari seorang penerus keluarga Phoenix dan Shimatsu, kemampuan mereka yang dapat memanggil makhluk mitologi itu cukup menyulitkan.


Ditambah lagi dosa iri hati yang akan terus bertambah kuat ketika musuh yang dilawan memiliki rasa iri yang sangat besar, Kuharu memiliki riwayat yang besar terhadap rasa iri karena ia ingin sekali memiliki tubuh sendiri. Dulunya ia sangat iri kepada Haruka yang dapat hidup damai dan tenang sedangkan dirinya hanya bisa menderita di dalam ruangan segel untuk para Eternal, hal itu tidak bisa dihilangkan dan Hana setidaknya memiliki beberapa kesempatan untuk memenangkan pertarungan ini karena Kuharu dan Haruka sekarang berada di ruangan yang sama.


Kuharu melompat waktu dan ia berhasil menghantam perut Hana dan Hana berhasil menyerang balik dengan memuntahkan darah yang berubah menjadi air bening, air itu menciptakan Leviathan lagi untuk menghantam wajah Kuharu. Hana melepaskan semua gelembung itu untuk menciptakan beberapa Leviathan yang dapat menyerang Kuharu tetapi Kuharu berhasil melarikan diri dengan melompati waktu sehingga ia menginjak genangan air yang mulai membentuk Hana.

__ADS_1


Hana melompat keluar lalu melancarkan satu serangan yang mengenai tepat di perutnya sampai pukulan itu menembus perutnya, Kuharu tersenyum jahat karena ia juga berhasil memukul Hana tepat di bagian dadanya itu. Hana melebarkan matanya ketika ia dikejutkan dengan Kuharu yang memiliki dua tubuh sekarang, pukulan-nya itu hanya mengenai ilusi milik Kuharu sedangkan Kuharu yang asli berada tepat di belakang ilusi itu dengan serangan yang sudah mengenai dada Hana, "Apakah kau pikir mengambil alih tubuh Eternal milik Haruka tidak akan memberikan diriku sedikit kekuatan yang ia miliki...? Kemampuan yang tidak jauh lagi dari keturunan Comi...?"


Hana merasakan retakan besar di bagian tulang yang terkena serangan oleh Kuharu, Hana terjatuh di atas tanah dan Kuharu bisa melihat beberapa air itu mulai kering lalu masuk kembali ke dalam tubuhnya untuk memulihkan luka yang ia dapatkan dari serangan tadi, "Ughhh... Hagghh... hah... hah..." Hana merasa sesak nafas, ia mencoba untuk bangkit dengan pelan-pelan tetapi ia merasakan tekanan besar yang mencoba untuk menjatuhkan tubuhnya itu.


Hana berubah menjadi genangan air dan ia muncul dari jarak yang sangat jauh dari Kuharu, ia mencoba untuk memikirkan cara yang lain agar bisa menembus ilusi-nya itu terutama mengatasi pengendalian waktu yang dapat ia lakukan dengan cara yang berbeda-beda, "Pertarungan ini mulai bertambah sulit sekarang... menggunakan ilusi ditambah dengan pengendalian waktu itu cukup menyusahkan, semua serangan yang aku lakukan dari awal juga dapat ia hindari dengan lompatan waktu, sesuatu yang berkaitan dengan membaca pergerakan diriku... waktu... waktu... aku tahu dia bisa membaca masa depan... membaca pergerakan yang akan dibuat musuhnya di masa depan, seperti itu..." Ungkap Hana.


Kuharu melebarkan matanya untuk melompati waktu selama sepuluh detik, ia menggunakan waktu itu dengan cara yang baik dimana tubuhnya dipenuhi dengan aura Crimson dan ia langsung melancarkan serangan yang bertubi-tubi untuk melukai Hana, serangan itu sudah cukup untuk Hana semakin terluka, ia tidak mau berurusan lebih lanjut lagi dengan seorang Legenda yang dapat mengontrol air iri hati. Waktu kembali berjalan dan Hana terjatuh di atas tanah dengan darah yang mengalir keluar di seluruh tubuhnya.


Setelah itu, Kuharu membalikkan tubuhnya dan mengangkat jarinya, "Waktu kembali berjalan..." Waktu kembali berjalan dengan hasil wajah Kuharu terkena pukul oleh gelembung merah dan semua gelembung itu membentuk naga Leviathan berwarna merah yang langsung melahap tubuhnya. Untungnya Kuharu masih bisa bertahan karena ia belum dicerna sama sekali, dengan cepat Kuharu menanggung resiko dengan mengulangi kembali waktu dimana ia sekarang kembali dan berdiri tepat di hadapan Hana yang sedang mengatur posisinya.


"Uck..." Kuharu memuntahkan darah segar yang banyak melalui mulutnya dan bahkan penglihatannya mendadak buram, jantungnya berdetak sangat pelan karena mempermainkan seluruh waktu dengan mengundurkan-nya itu dipenuhi dengan resiko tertentu. Hanya Kuharu saja yang mengingat kejadian pengulangan waktu sedangkan mereka semua tidak ingin, sekarang Kuharu mengingat rencana yang akan Hana lakukan dan ia langsung melompati waktu.

__ADS_1


Lompatan waktu itu ia menyempatkan beberapa serangan yang mengenai tubuh Hana, semua serangan itu mengenai tubuh bagian Vital Hana. Waktu kembali berjalan dan tubuh Hana merasa sangat lemas bahkan ia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menatap Kuharu dengan tatapan yang terlihat pusing, "Aku menang... tidak ada lagi harapan untuk dirimu, Hana... Cobalah untuk memulihkan semua luka-luka itu." Kuharu melihat semua genangan air itu masuk ke dalam tubuh Hana dan ia mulai menjerit kesakitan ketika mencoba untuk memulihkan luka-lukanya itu.


Jeritan itu berhenti ketika Hana memindahkan seluruh air itu ke arah Rokuro, Kuharu melebarkan matanya ketika ia merasakan keberadaan dengan tekanan yang cukup besar. Ia melirik ke belakang dan melihat Rokuro yang bangkit selagi menatap daratan dengan tatapan yang dipenuhi dengan rasa amarah dan ancaman. Kuharu dengan panik menggunakan penghentian waktu karena ia merasakan sesuatu yang berbeda di dalan tubuh Rokuro, waktu berhenti dan ia dikejutkan dengan Rokuro yang bisa bergerak dengan kaku.


Rokuro bergerak mendekati Kuharu dengan kaku, walaupun waktu berhenti... ia masih bisa bergerak dan melakukan pergerakan untuk mencoba mendekati dirinya. Kuharu mencoba untuk menyerang Rokuro tetapi ia berhasil menahan serangan itu menggunakan kedua lengannya sehingga tubuh Kuharu mendadak tidak bisa ia gerakan, satu serangan mulai mengenai wajahnya dan melemparnya ke belakang. Waktu kembali berjalan dan menciptakan beberapa pertanyaan di dalam pikiran Kuharu.


"A-Apa...!? B-Bagaimana bisa dia bergerak di dalam penghentian waktuku itu...? A-Aku sendiri tadi... merasakan sesuatu yang aneh, tubuhku tidak bisa bergerak... apakah aku juga ikut terpengaruh dengan penghentian waktu itu...?" Ungkap Kuharu dengan tatapan yang terlihat kesal, semakin lama ia bertarung dengan yang lainnya semakin banyak kekuatan yang dapat melawan dirinya. Kuharu tidak bisa mengerti lagi, Rokuro adalah keturunan Shimatsu dan Phoenix. Lagi-lagi berkaitan dengan kekuatan dari tujuh dosa besar itu, terlihat jelas dari tato yang mulai muncul di leher Rokuro.


"Rokuro... brengsek kau... ternyata Shimatsu juga ancaman... terutama tujuh dosa besar yang menandakan sebagai..."


"...Greed!"

__ADS_1


__ADS_2