
"Hah... Hah... Hah..." Shira mulai bernafas dengan sangat berat sehingga ia mulai berubah kembali menjadi wujud normal-nya, ia mulai tersenyum lalu mengusap darah yang terdapat di mulutnya, "Sialan... Tubuhku..." Shira perlahan-lahan mendarat di atas daratan lalu ia berlutut di atas tanah itu selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat lelah, keringat mulai berjatuhan dari wajah Shira karena ia telah menghancurkan batasan-nya sehingga dia tidak bisa bangun atau menggerakkan sedikit tubuhnya, "Apa... Apaan ini...?" Shira mulai menatap kedua telapak tangan-nya.
"Grrgggghhhhh..." Obelisk mendarat di depan Shira dengan ekspresi yang terlihat kesal, Shira mulai menatap Obelisk dengan ekspresi yang terlihat kesal karena dia masih bisa bertahan, Shira hanya melukai kedua lengannya yang dipenuhi dengan darah, "Apakah semua dewa kehancuran itu sama sepertimu...? Apakah kau ini abadi...?" Tanya Shira dengan nada yang terdengar pelan karena ia harus bernafas lebih banyak oksigen untuk bisa menenangkan tubuhnya yang terasa menyakitkan.
"Tidak... Semuanya berbeda. Aku tidak abadi karena... Abadi hanyalah untuk seorang dewa yang lemah." Ucap Obelisk sehingga aura kegelapannya mulai muncul di seluruh tubuhnya, "HUAAAAGGGGGHHHHHHH!!!" Teriak Obelisk keras sehingga ia mendorong Shira ke belakang dengan dorongan yang besar, Shira mulai menatap Obelisk dimana kedua matanya mulai berubah menjadi merah, "Cih... Korrina mengatakan bahwa dewa kehancuran memiliki kekuatan kemarahan yang sangat besar dan mereka sudah jelas bisa mengendalikannya... Aku bahkan tidak bisa merasakan titik kekuatannya, apakah semua dewa tidak memiliki batasan...?" Ungkap Shira yang mulai kembali bangkit dengan kedua kakinya yang bergetar.
ZWOOOSSHHH!!!
Shira membulatkan kedua matanya ketika insting bertarung-nya mulai merasakan Obelisk yang mencoba untuk mengincar jantung-nya, Shira menarik pedang Luz Legendaria lalu ia menahan hantaman dari tinju kanan milik Obelisk. *CLAAANG!!!* Shira terdorong ke belakang dengan seluruh tubuh yang bergetar dengan sendirinya, Obelisk sendiri tidak mempercayai bahwa Shira baru saja menebak serangan mematikan Obelisk, "Bagaimana dia bisa menebak-nya...? Apakah insting bertarung-nya hampir sama seperti para dewa...?" Ungkap Obelisk yang mulai menatap Shira yang terlihat lelah dengan ekspresi yang serius.
"Tidak... Tidak mungkin, jika dia memiliki insting bertarung yang sama dengan dewa maka dia sudah jelas akan memiliki energi sihir berjenis dewa yang bernama God Lenergy... Legend's Boost, itu adalah kemampuan berbahaya milik Legenda yang harus aku waspadai karena ketika mereka terluka atau berada di kondisi yang sekarat dan mereka masih tetap bertarung maka mereka bisa saja menginjak puncak para dewa dan dewi... Dia juga berpotensi untuk menginjak kemampuan yang dapat melampaui pengetahuan-ku." Obelisk mulai menyilangkan kedua lengannya. Ia pernah berpengalaman melawan seorang Legenda yang pernah mengalami Legend's Boost selama empat kali dan Legenda itu saat ini mampu menginjak puncak para dewa dan dewi sehingga memiliki wujud yang berjulukan dewa, tetapi untungnya Obelisk berhasil mengalahkannya menggunakan Vanish.
"Hmph... Aku yakin dia memiliki seorang guru yang hebat. Dengan melihatnya seperti ini, dia pasti berjuang mati-matian demi menjadi yang terkuat, tetapi ia bertambah kuat karena teman-temannya... Mungkin saja Korrina yang tadi aku bunuh adalah guru-nya...!? Hmph, tadi itu hanya keberuntungan kecil!" Obelisk mulai menunjukkan kuda-kuda bertarungnya sehingga membuat Shira menjatuhkan pedangnya karena ia sudah tidak bisa memegang pedang Luz Legendaria lagi, "Tubuhku... Sialan...!" Kedua lengan Shira mulai bergetar dengan sendirinya sehingga beberapa urat mulai muncul yang mengartikan bahwa seluruh tubuh Shira saat ini dipenuhi dengan Lenergy yang termanipulasi menjadi jumlah yang membuat tubuhnya tidak bisa menampung-nya lagi.
SWOOOSSSHHHH!!!
Obelisk tiba di depan Shira dengan tinju kanannya yang terlumuri dengan sihir kehancuran, Shira membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Obelisk yang tiba-tiba muncul di depannya tanpa ada aba-aba, "S-Sial..." Shira tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya karena ia sudah benar-benar berada di batasannya, "APAKAH ITU BATASAN YANG KAU MILIKI, SHIRAAA!!!" Teriak Korrina keras sehingga Shira pikir bahwa ia mendengar suara itu di dalam pikirannya, ia menatap ke depan dimana ia melihat Obelisk yang berhenti bergerak, "A-Apaaa----" Shira langsung terjatuh ke belakang sehingga ia masuk ke dalam portal milik Catherine.
Sebuah portal merah muncul di depan Korrina lalu Shira terjatuh keluar dari portal milik Catherine, "Huhh...?" Shira melirik ke belakang lalu ia melihat Obelisk yang terlihat seperti kebingungan, "Arata, aku serahkan kepadamu. Catherine, Agfi, bantulah Arata agar ia tidak terluka!" Suruh Korrina dan mereka bertiga langsung mengangguk. Arata menatap Korrina dengan ekspresi yang terlihat serius lalu ia menatap kembali dan mulai mengulurkan lengan kanannya, "Semoga beruntung."
"Terima kasih, aku membutuhkan itu." Arata memanggil pedang dosa Wrath dan Gluttony-nya lalu ia memegang kedua pedang itu erat. Ia langsung melempar kedua pedang itu ke arah Obelisk dan Obelisk melihatnya lalu ia menangkis kedua pedang itu sehingga terdorong ke depan, Arata segara bergerak menuju arah Obelisk dan meninggalkan Korrina yang mencoba untuk berjabat tangan dengannya, "Ehh...?" Korrina mulai menatap telapak tangan kanannya.
"Apakah itu kata lain dari tolakan---"
BAAGGGGG!!!!
__ADS_1
Shira menghantam puncak kepala Korrina cukup keras, "AWWWW!!!" Teriak Korrina yang mulai berlutut di atas tanah selagi memegang puncak kepalanya yang baru saja terhantam oleh tinju kiri Shira, sepertinya saat ini Shira sedang merasa kesal karena Korrina baru saja membohongi kematiannya, Shira sekarang tau bahwa Korrina yang di Vanish oleh Obelisk hanya sekedar ilusi belaka. Korrina mulai menatap Shira dengan ekspresi yang terlihat kesal, "KENAPA KAU MELAKUKAN ITU, HAH!?" Tanya Korrina.
"KENAPA KAU MENIPUKU!? Candaan-mu itu tidak lucu lagi, Korrina! Aku kira kau sudah mati...!!!" Ucap Shira yang terlihat kesal, ia tiba-tiba kembali lumpuh lagi sehingga ia berlutut di atas tanah dengan kondisi yang lemah. Ia tadi bisa menyerang karena bantuan dari kemarahannya terhadap Korrina yang selalu saja membohongi kematiannya sendiri, "Aku melakukannya demi kebaikan-mu, Shira! Kau membutuhkan motivasi untuk bisa menjadi kuat, sepertinya dirimu yang masih berada di bawah kita semua itu tidak cukup untuk bisa mengalahkan Obelisk." Ucap Korrina yang mulai menjelaskan semuanya secara rinci agar Shira bisa mengerti.
"Kau membutuhkan banyak motivasi kenapa kau harus bertambah kuat... Kemampuan tadi ketika melawan Obelisk sangatlah hebat sehingga wujud Saint Observation yang digabungkan dengan sihir penguat Light of Hope mampu membuat kami semua terkejut, jika kau tadi menggunakan cara itu lagi maka kau bisa disebut sudah berada di level yang sama dengan kita semua! Kau hanya harus mengontrol-nya saja." Ucap Korrina yang mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Sadarlah! Apa yang akan terjadi jika motivasi-mu itu hanyalah Megumi... Bukannya tujuan-mu yang sebenarnya adalah menjadi yang terkuat sehingga bisa melindungi siapapun termasuk Megumi!?"
Shira mulai terdiam lalu ia mengangguk, "M-Maafkan aku karena sudah salah paham." Korrina menghela nafasnya lalu ia menepuk wajahnya karena Korrina juga merasa bersalah karena tidak memberitahu tentang rencana dimana dia akan berpura-pura mati, "Aku juga salah... Maafkan aku." Korrina tersipu malu karena ia melakukan rencana yang lumayan kurang ajar, ia menyilangkan kedua lengannya, "Aku juga terlalu kurang hajar sih karena sudah merencanakan rencana yang aneh itu..."
Korrina mulai mencabut sehelai rambutnya lalu ia memberikan-nya kepada Shira, "Kita sudah berada di puncak akhir sekarang. Mari kita sempurnakan rencananya." Ucap Korrina, Shira mengangguk lalu ia mengambil sehelai rambut Korrina dan setelah itu ia langsung memakannya, "Siap!!!" Korrina tersenyum lalu ia mulai menyembuhkan kondisi Shira sampai pulih kembali.
***
CLANG! CLANG! CLANG!
Arata menebas perut Obelisk sehingga itu membuatnya terdorong ke belakang, "Hmph. Percuma saja!" Agfi mulai membidik Obelisk dengan busur-nya, ia mulai memberi panah-panahnya racun yang bernama Altilis ball yang mampu menyegel sirkuat sihir dan menyebabkan darah mengumpal membentuk bola di organ-organ dalam tubuh terutama otak, jantung dan paru-paru. Obelisk mencoba untuk menendang Arata, tetapi Arata melompat ke atas lalu ia menebas punggung Obelisk menggunakan kedua pedangnya sehingga membuat Obelisk terdorong ke depan dan tertusuk oleh panah milik Agfi.
BUSSHHHH!!!
"ARGGGHHH!!!" Ruinous Armor Obelisk langsung menghilang dan Arata dengan cepat menebas punggung Obelisk beberapa kali sehingga itu benar-benar melukainya, Obelisk menghantam wajah Arata sehingga itu membuatnya terpental ke belakang lalu tergeletak di atas tanah. Obelisk mulai meluncurkan Devastation Orbs ke arah Agfi dan Agfi langsung menghapus semua sihir itu menggunakan panah yang mengandung racun Altilis Ball.
BAAMMMM!!!
Semua Devastation Orbs itu langsung hilang dan Obelisk muncul di depan Agfi dengan kedua tinjunya yang terkepalkan, "JANGAN MENGGANGGU KAMI---" Catherine mulai memunculkan sebuah portal merah di atasnya lalu ia mulai menghisap masuk Obelisk ke dalam portal itu dan mengeluarkannya tepat di depan Arata yang langsung menendang perut Obelisk mundur, "Grrrggghhhh...!!! MORTAL SIALAN!!!" Teriak Obelisk keras.
Arata dan Obelisk mulai saling menyerang satu sama lain sehingga serangan mereka tidak mampu mengenai sasaran mereka melainkan serangan yang mereka lakukan terus diserang balik dan berhasil ditahan, walaupun serangan mereka berhasil di tahan, hal itu menyebabkan planet yang mereka tepati bergetar dan mulai perlahan-lahan hancur. Korrina memejamkan mata kiri-nya selagi memulihkan, "Tahanlah, Arata..."
__ADS_1
Pertarungan mereka mampu menghancurkan semua meteor yang melayang di luar angkasa, Arata mengayunkan kedua pedangnya beberapa kali, tetapi Obelisk berhasil menghindari semua serangan itu dengan mudah. Obelisk menyerang balik dengan menendang Arata, tetapi Arata langsung menahan serangan itu menggunakan kedua pedangnya sehingga ia melihat Obelisk yang mencoba untuk menghantam Arata menggunakan sihir Devastation Orb-nya, Agfi menghancurkan sihir itu dengan menembak panahnya.
Obelisk tersenyum lalu ia menghantam wajah Arata, tetapi Arata langsung menghilang karena masuk ke dalam portal yang baru saja muncul di belakangnya, "Sialan!!!" Obelisk melirik ke arah Catherine lalu ia melesat menuju arahnya, tetapi Agfi langsung menembak beberapa panah sehingga Obelisk melesat ke atas lalu mulai mengeluarkan Devastation Orbs dari seluruh tubuhnya sehingga semua sihir itu langsung mengenai mereka semua kecuali Agfi.
Arata kembali bangkit lalu ia melesat menuju arah Obelisk sehingga perut Arata langsung terkena hantam oleh tinju kanan Obelisk cukup dalam sekali, "Hurrgghhh...!!!" Arata memuntahkan banyak sekali darah melalui mulutnya, Obelisk menghantam kepala Arata menggunakan kedua kepalanya lalu ia melanjutkan serangan itu dengan menendang punggung-nya, Obelisk mulai melakukan serangan kombo dengan hanya menggunakan kedua tinjunya saja. Obelisk mengakhiri serangan-nya dengan menendang wajah Arata sehingga ia terpental ke belakang dan masuk ke dalam portal yang dibuat oleh Catherine.
Arata muncul di belakang Obelisk lalu menusuk punggung Obelisk, "Hurgh---" Arata mulai terus menebas punggung Obelisk dengan kecepatan suara sehingga seluruh tubuh Obelisk mulai terbakar dan energi sihirnya juga mulai terserap habis oleh pedang Gluttony, "DESTRUCTION RAGE!!!" Obelisk meledakkan dirinya sendiri sehingga membuat Arata terdorong ke belakang lalu ia menatap Obelisk yang mulai memulihkan luka-lukanya.
Obelisk muncul di belakang Arata lalu ia mencekik lehernya dari belakang menggunakan lengan kanannya, Obelisk berputar lalu ia menendang wajah Arata sehingga ia terpental ke belakang, "Vani---" Jutaan panah melesat menuju arah Obelisk dan ia langsung meledakkan dirinya sendiri menggunakan sihir Destruction Rage. Obelisk muncul di depan Agfi lalu ia mulai mencoba untuk menghantam wajah Agfi, tetapi Agfi langsung berubah menjadi debu, "Apa---" Arata muncul di depannya lalu ia menebas wajah Obelisk dan membuatnya terpental ke belakang.
Obelisk berputar lalu ia melesat menuju arah Arata, Arata mengayunkan kedua pedangnya bersamaan, tetapi Obelisk menghindarinya lalu ia menendang wajah Arata sehingga ia terpental ke belakang jauh sekali sehingga mengenai beberapa serpihan batu dari planet yang mereka tepati. Obelisk muncul di depan Arata lalu ia menghantam wajah Arata sehingga Arata tidak terluka maupun terpental ke belakang, Obelisk membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Arata menahan serangan tadi dengan hanya menggunakan wajahnya sendiri, pipi dan mulut Arata mulai berdarah lalu ia tersenyum serius.
Arata langsung menebas seluruh tubuh Obelisk sehingga Obelisk tidak bisa melihat pergerakkan-nya, tebasannya mampu membuat planet itu bergetar sehingga punggung Obelisk mulai terbakar dengan api kemarahan. Obelisk melompat ke atas lalu ia menendang wajah Arata sehingga ia terdorong ke belakang, Obelisk mulai menggunakan sihir Ultimate Ruinous Armor dimana seluruh tubuhnya mulai terlindungi dengan sihir kehancuran yang berlapisan.
Agfi mulai menembakkan beberapa panah, tetapi panah itu langsung hancur karena Ultimate Ruinous Armor akan menghancurkan semua sihir yang mencoba untuk menghancurkan armor itu sendiri. Obelisk muncul di atas Arata lalu ia menghantam puncak kepala Arata menggunakan kedua tinjunya sehingga Arata terpental menuju planet dan menciptakan lubang yang besar. Arata muncul di belakang Obelisk dan Obelisk melirik ke belakang lalu ia mencoba untuk menendangnya sehingga Arata menghilang lalu muncul di bawah Obelisk dengan menebus lubang pantat-nya, "HURRRGGHHHHHH!!!" Obelisk langsung menendang wajah Arata sehingga ia terdorong ke belakang.
Obelisk melesat menuju arah Arata dan Arata langsung menyilangkan kedua pedangnya, "Gluttony's Power Unleash!" Arata langsung mengayunkan pedang Gluttony-nya ke arah Obelisk sehingga pedang itu mengeluarkan gelombang tebasan vertikal yang besar, Obelisk langsung menahan gelombang itu menggunakan kedua lengannya, Arata mengangkat pedang Wrath-nya lalu ia memutarnya sehingga api-api dengan berbagai warna mulai muncul, "SIN OF FULL RAGING WRATH!!!" Arata menembak api berwarna hitam, merah, dan kuning ke arah gelombang itu sehingga kedua sihirnya mampu mengenai seluruh tubuh Obelisk.
"A-Apa ini!?" Ultimate Ruinous Armor Obelisk mulai retak sehingga ia langsung meledakkan dirinya sendiri.
BAAAMMMMMM!!!
"Hah... hah... hah..." Obelisk mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal lalu ia tidak melihat Arata di depannya melainkan sekarang Arata sedang berdiri di sebelah Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius. Obelisk tiba-tiba melihat Korrina dan itu membuatnya terkejut serta kesal, "Aku mengerti sekarang... Sepertinya aku tertipu dengan ilusi milikmu, dasar janda...!" Ucap Obelisk dengan nada yang terdengar kesal, ia tidak akan menyangka bahwa ia bisa tertipu oleh sihir ilusi milik Korrina.
Korrina sudah berkumpul dengan keempat rekannya dimana mereka saat ini berada di kondisi pulih, "Siap untuk dikalahkan...? Obelisk...?" Korrina membuka mata kirinya sehingga pupil-nya mulai berubah menjadi warna Crimson lalu bersinar cerah, "Crimson Power...!"
__ADS_1