
Minami telah kehilangan keberuntungannya, seperti mortal biasa. Mereka pasti akan terhentikan dengan batasan yang tidak bertahan terlalu lama, ia bisa saja menang jika Kuharu tidak memiliki pengunduran waktu yang dapat memulihkan lukanya sendiri. Sekarang, takdir Minami bertambah buruk ketika Kuharu memutuskan untuk menggunakan jam pasir untuk menjebak dirinya di dalam sebuah dunia yang akan menyediakan Minami dengan kematian yang berbeda.
Takdir yang cukup mengerikan bagi Minami untuk melihat semua kematian yang ada, ia sudah merasakan seluruh kematian itu sebanyak 100 kali dan tidak akan pernah berhenti karena ia terjebak di dalam jam pasir untuk selama-lamanya. Minami merasakan trauma yang sangat besar dan mental yang benar-benar hancur, ia hanya bisa menjerit kesakitan dan mengerang kesakitan selagi meminta untuk menghentikan semua ini, ia juga sempat untuk meneriakkan Ayah dan Ibunya karena rasa sakit yang tidak bisa ia rasakan.
"AAAAAAHHHHHHHHHHH!!!" Minami menjerit keras, ia sekarang berada di dalam ruang penyiksaan dimana tubuhnya perlahan-lahan mengalami mutilasi, anggota tubuhnya perlahan-lahan di potong lalu di masukkan ke dalam mesin giling, ia terus menjerit keras dan menangis tanpa henti karena semua kesakitan yang ia rasakan itu. Yang lebih menyakitkan lagi adalah ekornya yang ditarik dengan pelan-pelan sampai ia terus menjerit tanpa henti.
"MAMAAAA!!! PAPAAAAGGHHHH!!! SAKIIIIITTTTT!!! TOLOONGGG...!!! HENTIKAN SEMUA INI...!!! SAKIT! SAKIT! SAKIT....!!!" Minami meminta tolong tetapi ia tidak bisa bergerak karena ruangan itu hanya akan menyediakan kematian dan siksaan yang berbeda untuk Minami, tidak ada jalan keluar dan cara agar semua kematian yang Minami rasakan berhenti. Satu-satunya cara agar ia bisa bebas itu dengan mencoba untuk menghancurkan jam pasir yang menempel di kening Kuharu.
Minami tidak akan bisa mati dan ia akan terus merasakan kematian, arwahnya juga akan tetap berada di dalam tubuhnya tetapi mental-nya pasti akan benar-benar rusak sehingga ia bisa saja menjadi gila dan merasakan trauma yang berbeda. Waktu terus berjalan dan Minami akan terus merasakan kematian yang berbeda. Kuharu bisa melihatnya sendiri dan ia menikmati pemandangan itu dengan menertawakan Minami, ketika Minami tidak lagi berada di masa depan, sekarang, dan lalu.
Golden Minami yang menjaga kelompok Honoka dan Asriel tiba-tiba menghilang begitu saja sehingga memperingati mereka semua bahwa bahaya mulai dekat. Minami memperingati mereka sebelumnya jika Golden Minami hilang begitu saja maka sesuatu yang buruk terjadi kepada dirinya yang asli, Rokuro dan Hana berhasil menjalankan misi mereka dengan mengumpulkan seluruh energi waktu yang dapat mengaktifkan kubus waktu mereka.
Kubus waktu yang mereka pegang melepaskan kekuatan yang sangat besar sehingga Kuharu menyadarinya tetapi ia terlambat karena mereka sudah menghilang dan tiba kembali di dalam Realm of Time, Kuharu memutuskan untuk mengurus masalah tentang mereka nanti, setelah ia selesai berurusan dengan sampah lainnya. Rokuro dan Hana berada di wilayah yang sangat dominan bagi dirinya jadi ia dapat bersenang-senang dengan mereka nanti, membiarkan mereka bertemu kembali dengan Haruka.
Kuharu melepaskan aura kegelapan yang menyegel seluruh kubus waktu yang berada di Realm of Time agar Rokuro dan Hana tidak berurusan dengan masalahnya, akan sangat menyulitkan jika keturunan Shimatsu turun tangan dengan kemampuan panggilan makhluk hidup yang cukup menyebalkan.
__ADS_1
Rokuro dan Hana tiba kembali di Realm of Time dan mereka sudah mengetahui tentang Minami yang hilang begitu saja, awalnya Minami tidak ingin pergi tetapi Rokuro mengingat dirinya bahwa Minami memperingati sesuatu juga, "Apakah kau melupakan perkataan yang dikatakan oleh Minami sebelumnya, Kakak?"
"... ..." Hana hanya bisa diam sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat khawatir dan takut, "Kita hanya harus fokus dengan tujuan utama kita, jangan sampai kita menambahkan rugi itu, Minami mengulurkan waktu agar kita bisa bertemu dengan Haruka. Aku yakin dia baik-baik saja, aku tahu kau pasti kesal dengan dewi sialan itu..."
"Tidak... aku baik-baik saja sekarang, Minami terkadang benar-benar tidak waras... aku yakin sekarang dia baik-baik saja, Ibu pernah bilang bahwa kita harus positif. Tetap positif dengan apapun itu." Kata Hana, Rokuro mengangguk dan mereka segera pergi untuk menemui Haruka yang berada di jarak yang tidak jauh dari mereka. Tidak menghabiskan waktu yang cukup lama sebelum mereka bisa melihat Haruka yang masih lumpuh tetapi sesuatu yang berbeda bisa terlihat...
"Haruru!" Hana menghampiri Haruka dan ia mencoba untuk memeluk dirinya tetapi ia langsung menembus tubuhnya begitu saja, ia melebarkan matanya ketika dirinya tidak bisa menyentuh Haruka. Rokuro sendiri sontak kaget ketika melihatnya karena tubuhnya terlihat seperti arwah yang perlahan-lahan menghilang, ia mencoba untuk menyentuhnya juga tetapi ia bisa melihat statistik di tubuh Haruka yang menunjukkan dirinya perlahan-lahan akan menghilang.
"Haruru!!! Haruru!!!" Hana mulai menangis, ia tidak bisa menyentuh teman baiknya itu dan Rokuro sendiri memperingati Hana bahwa Kuharu menghilang begitu saja. Entah dimana ia sekarang berada tetapi firasat yang buruk mulai menyerang dirinya, ia melihat kakaknya sendiri mulai menangis karena tidak menerima fakta bahwa waktu benar-benar terbatas bagi Haruka yang akan menghilang dalam waktu yang dekat.
Tubuh Haruka perlahan-lahan kembali sehingga Rokuro bisa menyentuh dirinya tetapi ia sangat lemah, Hana tersenyum lebar ketika melihat adiknya melakukan sesuatu yang sangat membanggakan. Haruka merasakan kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya, ia masih tidak bisa bergerak atau berbicara karena kedua matanya masih lumpuh, ia menatap Rokuro lalu meneteskan beberapa air mata sehingga ia mulai mendekati Rokuro lalu memeluk dirinya sehingga mereka terjatuh di atas daratan karena tenaga yang sudah habis.
"E-Ehh?!" Hana tiba-tiba terkejut ketika melihat Haruka memeluk dirinya begitu saja, Rokuro terlihat malu tetapi ia berhasil menyembunyikan rasa malu itu dan ia mencoba untuk menyingkirkan Haruka tetapi tidak bisa, "Aku tahu kau senang, setidaknya biarkan aku bernafas atau bergerak... Kakak, tolong..." Kata Rokuro dengan ekspresi yang terlihat serius, Hana terkekeh lalu ia membantu Haruka untuk duduk kembali dan ia masih terlihat lumpuh.
"Te... ri... ma... ka... sih..." Haruka mencoba untuk berbicara, mereka bisa mendengarnya bahkan dikejutkan dengan senyuman lembut Haruka untuk sekejap dan ia langsung kembali menatap ke bawah dengan tatapan yang terlihat mati. Rokuro duduk di sebelah Haruka lalu meminta Hana untuk melihat keadaan tentang teman-temannya, Hana memberitahu Rokuro bahwa semua kubus waktu yang ia lihat dan pegang berubah menjadi hitam.
__ADS_1
Honoka pernah memberitahu Hana bahwa kubus waktu yang hitam tidak bisa digunakan, sepertinya semua ini sudah direncanakan oleh Kuharu dan mereka tidak bisa melakukan apapun kecuali menunggu di sisi Haruka. Rokuro merapatkan giginya penuh dengan rasa kesal karena ia ingin melakukan sesuatu untuk mengakhiri semua masalah ini dengan cepat, setidaknya ia merasa lega untuk bisa menyelamatkan nyawa Haruka dengan menggunakan kekuatan Greed-nya itu sehingga ia tertidur dengan kepala yang bersandar di atas bahu Haruka.
"Kau benar-benar lelah ya, Rokuro... yahhh, apa yang aku harapkan dari adikku yang menggunakan kekuatan Greed untuk memberi Haruru kekuatan kembali..." Hana terkekeh pelan, ia tidak menyangka Rokuro akan melakukan tindakan yang cukup hebat kepada seorang gadis, sebagai ucapan terima kasih Hana memindahkan kepala Rokuro dan menempatinya di atas pada Haruka, "Setelah ini kau harus berterima kasih kepada Kakakmu, Rokuro... hahaha!"
***
Asriel berhasil mengumpulkan seluruh kekuatan waktu itu tetapi kubus waktu yang ia pegang tiba-tiba berubah menjadi warna hitam, ia bisa merasakan firasat yang buruk karena melihat Golden Minami yang tiba-tiba hilang begitu saja. Asriel bersama Mitsuki dan Marie mulai waspada dengan mempersiapkan diri dalam menyambut serangan apapun, ia tidak bisa melarikan diri lagi menggunakan kubus waktu itu dan mereka saat ini berada di tempat yang cukup terbuka yaitu halaman yang tidak jauh dari gedung Co. Corp.
Asriel mulai berkeringat karena ia tidak bisa merasakan keberadaan apapun kecuali hawa yang cukup menyengat, secara bersamaan mereka mengedipkan mata mereka sehingga merasakan satu lompatan waktu dan penghentian waktu yang terjadi, Kuharu menampakkan dirinya dengan tatapan yang terlihat senang karena ia akan bersenang-senang dengan mereka, ia akan membuka acara ini dengan mempersiapkan donat, "Tidak menyenangkan jika aku tidak menyediakan camilan ya aku suka bukan...? Donat." Kuharu menjentikkan jarinya sehingga mereka terlempar ke belakang dengan luka lubang besar di bagian perut mereka yang mengeluarkan banyak darah.
"A-Ahaaggghhh!!!" Mitsuki memuntahkan darah yang sangat banyak dan ia tidak bisa merasakan satupun pergerakan apapun, penglihatannya hanya menunjukkan Kuharu yang muncul begitu saja.
Marie mengalami hal yang sama, ia masuk ke dalam lautan dengan tubuh yang lemah, "A... aku... tidak melihatnya..."
"Kemampuan... waktunya..." Asriel menatap ke depan dan melihat Kuharu yang sedang tersenyum, "Apa...? Apakah ini kesenangan yang kalian berikan kepadaku? Aku yakin serangan tidak fatal masih belum cukup untuk menghentikan kalian semua."
__ADS_1
"...Kuharu...? B-Bagaimana bisa..."