Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 481 - Walaupun Jatuh, Tetaplah Bangkit


__ADS_3

"Grrrgghhhh...!!! Berisik!!! Kau tidak akan pernah merasakan kesakitan dari rasa kegagalan dan kekecewaan terhadap diri sendiri...!!!"


"Berjuang seharian dan setiap hari tetapi memberikan hasil yang begitu memalukan dan buruk membuat diriku kesal...!!!" Shuan bertambah mengamuk, lebih dari sebelumnya sehingga kuku dan taringnya bertambah tajam.


"Kamu dulunya tidak seperti ini, Shuan. Papa mengharapkan harapan yang begitu besar kepada penerusnya seperti dirimu, Papa juga pernah mengalami hal yang sama..."


"Tetapi dia tidak marah-marah dan merasa putus asa seperti ini... Kau terlihat begitu depresi sedangkan Papa tidak karena perjuangannya masih belum cukup keras bagi dirinya sendiri---"


Minami terkejut ketika satu pukulan mengenai wajahnya, membuat dirinya terdorong ke belakang dan mengenai tembok di belakangnya.


Serangan itu terasa berbeda karena Beast Neko Legenda yang berada di dalam dirinya seperti mengendalikan Shuan dengan penuh amarah dan rasa benci.


Ia selalu di permalukan terutama lagi harga dirinya yang terus hancur menjadi kepingan kecil, bagi dirinya usaha dan kerja keras sudah ia lakukan beberapa kali.


Tetapi hasil itu hanya memberikan kegagalan dan keburukan bagi dirinya sendiri sampai ia sudah muak, amarah yang terus mempengaruhi dirinya menganggap perkataan Minami sebagai perkataan yang tidak berguna.


"Minami...!" Methode terkejut ketika melihat Minami baru saja di pukul oleh adiknya sendiri, ia mulai membantu dirinya untuk berdiri.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Methode.


"Iya, terima kasih, Methode."


"Oi, Shuan, itu tadi tidak lucu! Apa yang kau lakukan kepada kakakmu sendiri?!" Tanya Honoka dengan tatapan kesal.


"Jangan ikut campur dengan urusan kami, kalian tidak akan pernah bisa merasakan kegagalan yang begitu memalukan bagiku sendiri...!!! Sudah berusaha beberapa kali tetapi hasil yang di berikan tetap sama...!!!"


Perkataan Shuan sekarang mengandung suara jeritan dari Beast tersebut di dalam dirinya, melihatnya saja membuat Minami yakin bahwa ia  telah sepenuhnya terkendali oleh amarah tersebut sampai menjadi dirinya sebagai budak.


"Kamu masih memiliki waktu, Shuan. Percuma saja mengeluh karena ini dan itu, Papa sendiri tidak pernah menunjukkan hal seperti ini kepadamu melainkan ia hanya terus berjuang."


"Kegagalan dan kekalahan itu adalah hasil yang biasa, jika kau gagal maka bangkit dari kegagalan tersebut untuk mencari hasil yang lebih memuaskan bagi dirimu sendiri!"


"Setiap kegagalan mengandung kesuksesan di dalamnya dan aku yakin jika kamu mau berhenti di pengaruhi oleh amarahmu maka semuanya akan berjalan dengan lancar." Minami mulai mendekati Shuan lalu menepuk kedua bahunya.


"Kegagalan bukan sesuatu yang harus disesali, itu adalah prosesmu untuk tingkat kesuksesan terhadap kekuatanmu..."


"Kamu hanya harus mencoba lebih keras lagi, seperti diriku. Aku juga mengalami hal yang sama denganmu tetapi aku tetap berlatih dan berusaha sampai mengunjungi berbagai tempat latihan yang berbeda."


"Bagimu sekarang sudah mudah karena Haruka mau meminjamkan tempat latihan ruang waktu itu sedangkan dulu aku berlatih pada saat mereka berjuang mati-matian demi kedamaian ini..."

__ADS_1


"Dulu itu keadaan hidup sangat sulit, Shuan. Kau harus bisa bersyukur sekarang karena sudah tidak ada lagi beban yang harus di urus." Minami mencoba untuk menjadi Kakak yang baik dengan menenangkan adiknya.


"Kebanggaan terbesar keturunan Shiratori bukanlah tidak pernah gagal tetapi mampu bangkit setiap kita jatuh...!!!" Seru Minami keras sehingga Methode dan Shou setuju dengan perkataan itu.


Itu adalah kata-kata yang menunjukkan keturunan Shiratori untuk tetap berusaha dan bangkit ketika mengalami kegagalan dan kekalahan.


"Kau bisa mengatakan itu karena kau berada di tingkatan yang sangat berbeda denganku, sudah aku bilang berapa kali bahwa kau tidak akan merasakan hal menyakitkan yang aku alami...!!!"


"Kau sendiri selalu saja di anggap oleh Ayah dan Ibu karena kemampuan dan potensimu itu terutama cahaya melalui alam dan hewan...!"


"Lebih baik mereka dan semua orang terutama Touriverse mengandalkan dirimu saja, yang sekarang akan menjadi pahlawan dan harapan baru...!"


"Aku sudah kesal... Muak... Aku adalah kegagalan yang begitu besar...!"


"Shuan---"


"SUDAH CUKUP!!! AKU TIDAK INGIN MENDENGAR PERKATAAN APAPUN DARIMU, MINAMI!!!" Suara Shuan terdengar sangat dalam sekarang.


"TERUSLAH MENGATAKAN HAL YANG SAMA, AKU MUAK...! AKU MEMBENCI KAU, MATI SANA!!!" Shuan bergerak pergi keluar dari ruangan itu dengan cepat sampai membuat seluruh orang di dalam ruangan itu terkejut.


"Oi, Shuan!!!" Shou mulai mengejar Shuan yang sekarang sudah menghilang dari pandangannya sendiri.


Perdebatan antara kedua saudara memanglah hal yang sulit karena kata-kata tajam bisa saja keluar kapan pun, Haruka sendiri bahkan menakuti hal tersebut.


Ia juga merasa bersyukur bahwa kedua adiknya tidak sekeras kepala seperti Shuan tetapi Haruka bisa memaklum kan dirinya karena dia adalah seorang Neko Legenda.


"Sudah ya, Haruka... Aku yakin Shuan tidak menyadari perkataan yang ia keluarkan tadi karena amarahnya sendiri" Haruka merasa sedikit tenang ketika melihat Minami tenang-tenang saja.


"Ya... Begitulah jika mengorbankan diri kepada amarah Neko Legenda, sangat sulit untuk di beritahu. Aku masih menyayangi dirinya tetapi sekarang ia bertolak belakang dengan arti menyayangi..."


"Tidak apa-apa, akan aku urus nanti." Minami tersenyum kepada Haruka, Haruka tidak melihat senyuman palsu atau apapun tetapi Kou bisa melihat jelas banyak kesedihan terdapat di jiwa dan pikiran Minami.


"Kesulitan dari kehidupan Neko Legenda yang seperti itu, kau mudah di pengaruhi dengan rasa amarah terutama lagi kau bisa saja menjadi budak ya kapan pun."


Methode memberi Minami sebuah pelukan untuk menenangkan sepupunya, "Sudah ya, Minami. Kita bisa mengajarkan dirinya hal yang benar nanti."


"Untuk sekarang biarkan dia dulu, ya kan, Shou---" Methode sadar bahwa Shou telah pergi mengejar Shuan, "Dia sudah pergi..."


Kou hanya bisa diam melihat Shuan yang telah kehilangan kendali terhadap dirinya sendiri, seharusnya ia bisa menenangkan dirinya tadi tetapi tubuhnya begitu lemah sampai ia sulit untuk bergerak dan berbicara.

__ADS_1


"Astaga, Shuan itu... Memang tidak bisa menjaga perkataannya yang tajam kepada Kakaknya." Honoka menghela nafasnya selagi menggelengkan kepalanya.


"Hahaha, tidak apa-apa, dia masih belum waktunya untuk tumbuh secara dewasa, awal mula Neko Legenda memang seperti itu dan aku terlihat seperti satu-satunya yang membawa masalah itu..."


"Maafkan diriku, teman-teman. Seharusnya kami berdebat di ruangan sepi tetapi aku malah membuat kalian khawatir karena berbeda di tempat seperti ini..."


"Terutama lagi Kou masih dalam proses pemulihan di ruangan ini..."


"Maafkan aku..." Minami menundukkan kepalanya, mencoba untuk meminta maaf kepada mereka semua.


"Itu bukan salahmu kok, Minami, jangan khawatir ya." Honoka memberi Minami sebuah pelukan hangat sehingga sampai ia merasa begitu nyaman ketika menerima pelukan tersebut.


"Honoka..."


"Sshhh... Kau pasti lelah, istirahat dulu ya..."


"Mmm..." Minami memejamkan kedua matanya.


**


"Pada akhirnya... Mereka yang memiliki bakat dan warisan akan bertambah kuat tanpa usaha yang begitu besar....!!!" Shuan terus bergerak maju dan tidak memedulikan mereka yang ia tabrak.


Shuan hanya bisa berlari lurus ke depan tanpa mementingkan murid lainnya yang lewat dan terjatuh karena dorongan yang ia lepas.


"Aku dengar Haruka saat ini sedang mengunjungi adiknya yang sedang sakit." Rokuro mulai berbicara.


"Ahh... Malang sekali untuk Kou, aku harap turnamen segera tiba agar kedua saudara itu bisa---" Asriel dan Rokuro tiba-tiba terjatuh di atas lantai karena terkena tabrak Shuan.


Rokuro segera menoleh kepada Shuan dengan tatapan kesal, "S-Shuan...?"


"Ada apa dengannya? Kenapa dia malah lari-lari tidak jelas seperti itu..." Rokuro bangkit dari atas lantai, ia bisa merasakan dosa amarah yang begitu kuat dari Shuan sehingga ia merasakan sesuatu yang janggal.


"Dia terlihat terburu-buru---" Shou tidak sengaja menabrak Asriel sehingga mereka berdua secara refleks menatap Shou yang sedang terburu-buru mengejar Shuan.


"Ahh, maaf, permisi." Shou mulai melepaskan satu rantai gerhana bulan yang langsung mengikuti Shuan dari belakang agar ia bisa terus melacak ke mana ia akan pergi.


"Orang itu terlihat tidak asing..." Rokuro bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari Shou sehingga ia mulai mengikuti dirinya dari belakang, bertujuan untuk mengejar Shuan juga.


Asriel bergerak mengikuti Rokuro, "Tunggu aku."

__ADS_1


Redagon yang selama ini berada di dalam bayangan melihat kejadian yang baru saja terjadi, Shuan melarikan diri karena sesuatu dan itu membuat dirinya semakin tertarik karena ia dapat memperbaiki dirinya sendiri.


"Bertambah semakin menarik saja..."


__ADS_2