
Semua peserta berkumpul di tempat yang disediakan hanya untuk penonton saja sehingga terdapat banyak sekali penonton yang berasal dari luar datang hanya untuk berkunjung serta Tournament of Solicitation sudah jelas akan disiarkan di televisi dengan saluran TTV yang mengartikan Touri Television dimana semua semesta sudah pasti akan memiliki saluran ini di televisi mereka. Shira duduk di atas tempat duduk yang disediakan hanya untuk peserta yang berasal dari setiap kelas, ia duduk di sebelah Megumi dan juga Naoki. Tempat penonton mereka terlihat nyaman karena terdapat kipas angin serta jendela di depan mereka menunjukkan arena ke satu dan terdapat dua televisi berlayar besar di sebelah kiri dan kanan yang menunjukkan arena dua dan tiga.
Shira mulai melihat sekeliling dimana semua peserta dari kelas tiga telah berkumpul kecuali Korrina yang pergi entah kemana, Akina sudah menceritakan semuanya dan sepertinya pikiran Korrina mulai terkendali dengan rasa yang sangat ingin untuk bisa menang agar mampu menyelamatkan Alvin yang terjebak di Crimson Realm. Rexa dan Agfi hanya bisa diam karena mereka juga tidak bisa berbicara dengan Korrina yang mengunci dirinya di dalam kamarnya, bahkan Korrina mengabaikan kedua putrinya.
"Soal Mama bisa kita urus nanti karena aku yakin dia akan kembali seperti semula jika ia menenangkan pikirannya untuk sebentar saja." Ucap Agfi yang sedang memegang sebuah pulpen dan buku karena ia ingin menganalisis semua peserta yang mengikuti turnamen itu termasuk dengan Arata yang akan melawan Yuuki nanti, Agfi bisa mendapatkan beberapa informasi di pertarungan mereka berdua nanti.
"BAIKLAH!!! SEMUA PENONTON YANG MENANTIKAN TOURNAMENT OF SOLICITATION!!!!" Teriak Morgan keras, ia berada di tempat para juri dan saat ini ia sedang berdiri selagi memegang sebuah microphone dengan volume yang mampu membuat semua penonton bisa mendengar suara Morgan yang sangat keras, "Uh yeah!!! Kita akan memulai turnamen-nya...! Sudah lama sekali kita semua menunggunya!!!" Teriak Jorgez yang mulai bergaya di sebelah Morgan, sepertinya ia juga akan menjadi pembawa acara bersama Morgan.
"Hanya 48 peserta yang berhasil lolos dan berpartisipasi di turnamen ini! Aku sangat bangga melihat kalian semua yang bisa mengikuti turnamen ini karena lolos dari seleksi. Turnamen ini akan dimulai dan hadiah pemenang sepertinya sudah ditentukan yaitu mendapatkan tiga Solicitation's Order!!!" Ucap Morgan sehingga membuat semua penonton terkejut karena Morgan menyediakan tiga Solicitation's Order yang mengartikan bahwa akan terdapat tiga pemenang yang bisa mengambil Solicitation's Order tersebut, "T-T-Tiga ya...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkesan.
"Sepertinya turnamen yang ini adalah turnamen yang terakhir! Aku tidak akan mengadakan turnamen apapun karena hari ini adalah hari yang terakhir dimana terdapat tiga pemenang yang bisa mendapatkan tiga barang yang mampu mengabulkan sebuah permintaan!!!" Solicitation's Order memiliki bentuk kubus dengan warna yang emas cerah bahkan kubus itu terus berputar 360 derajat tiada hentinya sebelum Solicitation's Order itu digunakan maka kubus itu akan berhenti bersinar dan berubah menjadi hitam.
"Oh hell yeah! Kita bisa lihat bahwa terdapat tiga arena yang akan berjalan secara langsung di ronde pertama ini karena turnamen ini akan menyediakan lima ronde, kenapa lima ronde!? Karena tiga arena ini akan di gunakan untuk ronde satu dan dua, jadi ketiga kedua ronde ini telah selesai maka kita semua akan melanjutkannya ke ronde tiga sampai semi-final dimana di semi final akan terdapat satu peserta yang akan dilawan pada saat final nanti." Ucap Jorgez, Shira mulai berpikir bahwa turnamen sepertinya akan berjalan dengan waktu yang cepat karena sistem tentang ketiga arena itu.
Tournament of Solicitation sepertinya hanya akan berakhir dalam waktu satu minggu atau bahkan lebih jika semua peserta bertarungan dengan sangat lama atau mereka berdua sama-sama tangguh sehingga pertarungan berjalan cukup lama sekali. Shira mulai yakin bahwa turnamen akan dibuat lama oleh Arata, Korrina atau yang lainnya karena ia tahu mereka bertarung selagi mengobservasi seluruh kemampuan musuh mereka.
"Dan ingatlah! Tournament of Solicitation sudah jelas akan memiliki peraturannya sendiri yang sangat ketat karena... Pembunuh akan segara di diskualifikasi!" Ucap Lina yang mulai berbicara di microphone, "Arena bisa berubah menjadi tempat apapun misalnya... Arena bisa berubah menjadi tempat lahar atau berair, itu keputusan Morgan!"
Sepertinya pertarungan tidak akan selalu terlihat di atas arena kotak yang tidak memiliki apapun melainkan sekarang arena akan dipenuhi dengan tumbuhan atau hal-hal yang lain seperti air dan lahar. Shira hanya bisa berharap bahwa di pertandingannya arena bisa berubah menjadi sebuah tempat yang bersinar agar ia bisa menyerap semua cahaya itu lalu menjadikannya sebagai sumber kekuatan. Beberapa peserta yang memiliki hati atau niat jahat merasa kecewa bahkan mereka tidak akan bisa membunuh siapapun di turnamen.
__ADS_1
"Seluruh peserta diharapkan untuk bertarung di tempat arena saja, jangan sampai keluar dari batas yang tersedia seperti garis merah..." Lina mulai menunjuk arena dimana terdapat garis merah yang mengelilingi kotak arena itu bahkan arena itu memiliki ukuran yang tinggi sehingga jika seseorang terjatuh lalu menginjak tanah yang berwarna merah itu maka mereka akan kalah, "Mudah bukan? Dengan sistem ini, turnamen akan berjalan dengan cepat." Ucap Lina.
"Peserta diperbolehkan untuk menghancurkan arena kecuali tempat yang dihalangi oleh barrier-barrier itu." Ucap Morgan yang menunjukkan sebuah barrier bulat, barrier itu melindungi tempat arena saja dan jika seorang peserta menyentuh barrier itu maka mereka kalah." Ucap Morgan, semua peserta mulai berwaspada dan akan lebih berhati-hati ketika bertarung karena terdapat banyak sekali hambatan yang membuat mereka kalah dengan mudah.
Agfi mulai mencatat dan ia tahu cara bertarung yang akan ia gunakan nanti, ia hanya perlu menggunakan racun dan bertarung di bawah karena itu lebih mudah baginya, "Terlalu banyak hambatan... Sial..." Ucap Naoki yang mulai berkeringat. Morgan juga menjelaskan bahwa jika arena hancur lalu peserta menginjak arena yang sudah hancur sampai tanah merah maka mereka juga akan kalah.
Korrina yang sedang berbaring di atas kasurnya mendengar penjelasan Morgan dengan sangat jelas lalu ia mencatat-nya, "Terdapat beberapa peserta yang membuatku menghalangi kemenangan..." Ucap Korrina pelan lalu ia mencatat beberapa peserta yang ia anggap layak dan tangguh untuk ia lawan, Korrina masih tidak merasa yakin untuk bisa bertarung dengan mereka.
"Sepertinya terdapat beberapa peserta yang dapat melawan balik ilusi dan lompatan waktu... Itu menyebalkan juga." Ucap Korrina yang mulai mencoret tulisan Ilusi dan Lompatan Waktu di buku-nya karena ia tidak boleh mengandalkan kedua sihir itu terus menerus di turnamen nanti, ia hanya membulati semua tulisan jenis sihir sacred dan sihir Crimson, "... ..." Korrina mulai menatap kedua telapak tangannya lalu ia mencoba untuk memunculkan sihir Crimson, tetapi kedua lengannya hanya bergetar lalu mengeluarkan sedikit darah sehingga kedua lengannya mulai terlumuri dengan aura crimson.
"Aku masih belum bisa mengendalikan sihir Crimson sepertinya... Bahkan sedikitpun." Korrina mengepalkan kedua tinjunya, perasaannya mulai tercampur aduk menjadi satu sehingga pikirannya bisa saja menyuruhnya untuk mencuri Solicitation's Order, tetapi ia harus mengontrol penuh terhadap pikiran dan emosi-nya, "Tidak bisa... Jika aku melakukannya maka semua orang akan menandai diriku sebagai putri dari keluarga Comi yang jahat seperti Sabrina dan Katrina... Bahkan aku akan membuat keluarga Ghifari malu juga." Korrina meneteskan air matanya karena pikirannya terus memikirkan cara-cara negatif untuk menyelamatkan Alvin karena ia sudah tidak tahan hidup tanpa dirinya.
"Ma! Ma!" Haruka merangkak menuju Korrina lalu ia mulai menepatkan buku-nya di atas pangkuannya selagi menatap Haruka yang sedang menatapnya dengan ekspresi yang terlihat bahagia, "Ma! Ma!" Haruka terus memanggil Korrina atau singkatnya ia mencoba untuk menenangkan dirinya yang sedang merasa bersedih.
Korrina mulai menyusui-nya lalu ia meninggalkan buku-nya di atas kasurnya, Korrina pergi menuju kamar mandi karena sudah waktunya Haruka untuk mandi dan tentu saja Korrina masih bisa melihat pertandingan pertama di kamar mandi yang disediakan fasilitas hologram televisi, "... ..." Seseorang mulai mengambil buku Korrina lalu membacanya sebentar.
"Dia sepertinya yakin bahwa dirinya merasa kesulitan untuk melawan mereka diturnamen nanti ya...? Ternyata Korrina memanglah gadis yang strategis, dia tidak akan bergerak sebelum strategi tercipta." Ucap seseorang yang mulai menepatkan buku itu kembali di atas kasurnya lalu ia berjalan pergi meninggalkan kamar Korrina dengan melompat keluar dari jendelanya yang terbuka lebar, untungnya perhatian Korrina telah terambil alih kepada Haruka jadi ia tidak bisa merasakan keberadaan seseorang yang baru saja menyusup masuk ke dalam kamarnya.
***
__ADS_1
Ronde ke satu telah dimulai dengan mempersiapkan semua peserta yang akan bertanding di pertandingan ke satu yaitu Arata Vs Yuuki, Asuka Vs Linqui, dan Mirai Vs Hajime. Semua peserta sudah bersiap di posisi mereka dan Morgan sudah menjelaskan semua peraturan kepada mereka semua untuk berjaga-jaga karena ia merasa khawatir bahwa mereka akan melupakan tentang pertarungannya.
"Uhhhhhhhh yeaaaaa!!! Mari kita beri para peserta semangat yang besar!!!" Teriak Jorgez keras sehingga semua penonton mulai bertepuk tangan cukup keras, "SEMANGAT ARATAAAAA!!!" Teriak Ophilai keras yang mulai bangkit dari atas kursi dan menghalang pemandang Lang, "Oi! Aku tidak bisa melihat pertandingannya!"
"Kak Arata! Ayoooo!!! Kau pasti bisaaaaa!!!" Teriak Akina yang mencoba untuk menyemangati mereka bertiga. Korrina yang sedang menatap hologram melihat Arata dan Mirai yang terlihat serius, melihat ekspresinya saja membuatnya yakin bahwa mereka tidak ingin menghabiskan waktu, "Morgan bilang bahwa ronde tiga nanti... Pertarungan akan berjalan selama 5 menit, jika tidak ada pemenang maka mereka berdua akan di diskualifikasi, peraturan semakin maku semakon ketat sepertinya." Ucap Korrina yang sedang mengusap-usap rambut Haruka.
Arata menghela nafasnya selagi menatap Yuuki yang sedang menunjukkan kuda-kuda berpedangnya serta ekspresinya menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Aku hanya harus mengakhiri semuanya dengan cepat agar aku bisa melanjutkan tujuanku yaitu mencari pedang tujuh dosa besar, mempercepat kemenangan atau mendapatkan Solicitation's Order lebih cepat itu hanyalah sementara." Ungkap Arata.
"Bersiap...!!!" Lina mulai memberi aba-aba dimana ia mengangkat sebuah senjata api, arena yang Arata dan Yuuki tepati adalah arena yang dipenuhi dengan batu-batuan seperti gunung, arena yang sedang Asuka tepati adalah rumput-rumput yang terdapat sungai besar di tengahnya sedangkan Mirai adalah arena yang dipenuhi dengan pepohonan seperti hutan.
Semua peserta mulai menaikkan aura mereka, "MULAI!!!" Lina menembak sebuah roket ke atas langit sehingga roket itu meledak dan menciptakan ledakan yang cukup besar sehingga membuat mereka melesat menuju arah satu sama lain dimulai dari Arata yang mulai mengayunkan pedang Wrath-nya beberapa kali ke arah Yuuki.
Asuka melompat ke atas lalu ia meluncurkan beberapa laser merah muda melalui kedua telapak tangannya lalu ia membuat Linqui terdorong ke belakang lalu Asuka muncul di depannya dan mulai memukulnya beberapa kali. Mirai mulai mengendalikan semua pohon di sekitarnya untuk mencoba membelit Hajime, tetapi Hajime berhasil terbang ke atas lalu menghindari semua serangan itu sehingga sebuah pohon melesat menuju arahnya dari depan dan pohon itu berubah menjadi Mirai.
"HAGGHHH!!!" Mirai menghantam puncak kepala Hajime sehingga membuatnya terjatuh di tanah merah dan membuatnya kalah. Linqui menahan serangan laser milik Asuka menggunakan kedua lengannya lalu ia muncul tepat di depan Linqui selagi menghantam wajahnya cukup keras dan membuatnya terpental ke belakang. Hajime dan Linqui bahkan tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan atau sihir mereka karena mereka semua ingin secepatnya berakhir dan bisa menggapai Solicitation's Order.
Yuuki bergerak menuju arah Arata dengan kedua lengannya yang terlumuri dengan aura Crimson, "Crimson Buster!!!" Yuuki meluncurkan beberapa bola crimson ke arah Arata dan Arata hanya bisa menghancurkan semua sihir crimson itu lalu ia melesat ke depan, "AKU TIDAK MEMBUTUHKAN MUSUH YANG MENGHABISKAN WAKTU SAJA!!!" Teriak Arata yang mulai menghantam perut Yuuki menggunakan tinju kirinya dan membuatnya terpental ke belakang sehingga keluar dari arena.
Semua peserta langsung bertepuk tangan, sebagian merasa puas dan tidak melihat pertarungan mereka sangat cepat, "PEMENANG PERTANDINGAN PERTAMA ADALAH... ARATA, ASUKA, DAN MIRAI!!!" Teriak Morgan sehingga tepukan tangan mereka mulai bertambah keras. Di saat seperti itulah semua peserta mulai belajar dan menganalisis karena setiap peserta yang berpatisipasi pasti ingin pertandingan berakhir.
__ADS_1
Shira mulai berpikir bahwa pertarungan yang akan datang nanti, semuanya akan terlihat sulit bahkan pertarung pertamanya ia melawan seorang Super Elite Legenda yang bernama Margoro, tubuhnya sangat besar sekali. Arata masuk ke dalam ruangan penonton dimana ia disambut dengan sebuah ciuman dipipi oleh Ophilia dan Akina, "Pertarunganmu cepat sekali, apakah kau tidak merasa puas?" Tanya Ophilia.
"Aku hanya ingin semuanya selain walaupun tadi itu cukup menggoda, Korrina memberitahuku bahwa untuk tidak menahan apapun ketika melawan putra atau putrinya." Ucap Arata sehingga membuat Agfi dan Rexa merasa tersindir. Pertandingan kedua terus berjalan sampai pukul sembilan malam dimana pertandingan yang akan datang nanti dilanjutkan di keesokan harinya.