
Diablo mendarat di atas tanah selagi memegang daratan untuk mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang terus terdorong karena Megumi yang berhasil mengenai wajahnya dengan satu serangan cahaya yang kasat mata.
"Diablo, aku menantang dirimu... dalam pertarungan satu lawan satu." Kata Megumi dengan tatapan serius, sudah lama sekali ia melepaskan semua keberaniannya untuk menantang kematian itu sendiri.
"Aku tidak menyangka kau akan lolos dalam ujian yang aku berikan... semua pasukan Undead itu memang tidak ada apa-apanya bagi seorang Neko Legenda yang layak." Diablo menepuk pakaiannya yang kotor.
"Beri aku alasan untuk mempercayai tantangan asli darimu, Shiratori Megumi. Kenapa kau ingin melawan raja Iblis seperti diriku...? Atas alasan seperti apa?" Tanya Diablo.
"Kekacauan yang kau perbuat sejak itu... aku ingin memenuhi harapan semua Legenda yang gugur ketika berperang melawan pasukanmu."
"Aku juga melakukan semua ini demi menunjukkan harga diriku sebagai bangsa Neko Legenda yang sebenarnya..."
"...bertarung, aku harus!" Megumi memunculkan aura emas yang sangat besar sehingga Diablo merasa lebih tertarik dari sebelumnya karena ia tidak pernah melihat Neko Legenda akan berhadapan dengannya secara langsung.
"Sungguh Neko Legenda yang menarik... aku tidak akan menyangka generasi di masa depan masih memiliki Legenda seperti ini... ya..."
"...sangat pantas di namakan sebagai Legends Never Dies, kata legendaris untuk bangsa Legenda. Kau berhak mengatakan hal seperti itu karena dirimu yang di anggap rendah telah menunjukkan dunia bahwa kau sanggup."
"Pujian dari seorang raja Iblis terkuat itu cukup spesial, mungkin aku harus berterima kasih sebelum menang atau kalah dalam pertarungan ini." Megumi menunjukkan kuda-kuda bertarungnya.
"Akhirnya, dalam jutaan tahun lamanya... aku telah menemukan lawan yang begitu layak, tetapi anehnya... kenapa selalu Shiratori yang menarik perhatianku." Diablo menyilangkan kedua lengannya.
"Untuk sekarang, aku tidak begitu peduli. Lawan yang layak adalah lawan yang selalu aku inginkan sejak lama..."
"...selain Shukaku yang sudah membuat diriku merasa puas, aku harap kau bisa memuaskan diriku yang sudah kehausan dengan pertarungan hebat."
"Akhirnya, lawan yang layak! Pertarungan kita pasti akan berakhir legendaris!!!" Diablo memunculkan aura hitam dengan warna merah darah di dalamnya sampai Megumi mulai bersiap.
Megumi menyerang secara agresif dengan mengubah tubuhnya menjadi cahaya lagi, Diablo mencoba untuk menyerang tetapi serangan yang ia lakukan berubah menjadi tumbuhan emas.
Kedua lengannya ikut berubah menjadi pohon emas sampai ia bisa melihat Megumi muncul tepat di hadapannya lalu ia memukul wajahnya cukup keras sampai mencengkeram perutnya.
"GOLDEN SPIRITS...!!!" Megumi menggunakan kemampuan Golden Spirit untuk kedua kalinya, ia berhasil mengeluarkan Founder's Origin secara paksa dari dalam tubuhnya itu.
Megumi memisahkan Founder's Origin dari tubuh Diablo, dalam arti lainnya adalah Megumi telah memisahkan kekuasaan Diablo terhadap memiliki tongkat itu sampai ia tidak dapat menggunakan pedang seperti itu lagi yang berhasil Megumi segel.
"Golden Spirit dapat memisahkan dan menghancurkan konsep seperti apapun...! Kekuasaan serta julukanmu dengan tongkat ini...! Sudah aku pisahkan...!!!" Megumi mengangkat tongkat itu ke atas sampai mengubahnya menjadi bibit.
Bibit itu masuk ke dalam daratan sampai mengejutkan Diablo yang awalnya ingin menggunakan tongkat itu sebagai serangan terakhir seperti kartu as simpanan di balik punggungnya.
Ternyata sejarah tentang Golden Spirit memang sangat kuat dan mematikan jika bisa di kuasai oleh seseorang yang benar seperti Megumi, ia hanya bisa menggunakannya sebanyak tiga kali sebelum tubuhnya menjadi cahaya abadi.
"Ck... ternyata Golden Spirit... memang kemampuan yang tidak bisa aku hindari... sama efeknya dengan Founder's Origin, hanya saja kau dapat menghilangkan dan memisahkan sesuatu." Diablo merapatkan giginya kesal.
"Jadi? Bukannya pertarungan kita akan terlihat lebih adil seperti ini...? Sekarang maju!!!" Megumi melebarkan matanya lalu ia menendang perut Diablo cukup dalam sampai ia terdorong ke belakang.
__ADS_1
Diablo menerima tantangan adil itu karena dirinya tidak terlalu membutuhkan Founder's Origin untuk melawan mereka semua, dirinya yang sudah terbiasa dengan tubuh Legenda itu mulai mengingat sesuatu.
Legenda akan terus bertarung dengan apapun yang mereka miliki, ia telah resmi menjadi seorang Ancient Legenda jadi dirinya perlu melanjutkan tantangan itu dengan membalas satu pukulan yang mengenai wajah Megumi.
Megumi terdorong ke belakang sampai ia melompat ke atas lalu melakukan satu putaran untuk melancarkan satu tendangan, Diablo berhasil menghindarinya karena pengalaman bertarungnya berada di tingkatan paling atas.
"Instingmu sebagai kucing hebat juga, sekarang menunduk lah!" Seru Diablo sambil kedua matanya memancarkan cahaya merah, ia memasukkan sihir ke dalam setiap katanya.
Megumi tidak terpengaruh dengan sihir kata itu sampai ia meraung keras lalu mendorong mundur Diablo, setelah itu ia melempar beberapa kuku emas panjang yang berhasil Diablo tangkis menggunakan pedang tulang hitam.
Diablo muncul tepat di hadapan Megumi lalu ia membakar pedang tulang itu dengan api hitam kemerahan, setelah itu mengayunkan pedang itu beberapa kali.
Megumi menahan semua serangan itu menggunakan cakarnya tetapi ia bisa merasakan tubuhnya menerima lebih banyak tekanan yang ia kira sampai Diablo mengangkat tanah yang Megumi injak ke atas.
Megumi terpental ke atas lalu Diablo menyambutnya dari depan dengan melepaskan satu kobaran api hitam yang keluar melalui jari telunjuknya sampai Megumi terjatuh di atas tanah dengan Kisetsu nya yang terbakar.
Megumi mencoba untuk memancarkan cahaya emas yang menyilaukan tetapi Diablo langsung menggunakan kecepatan penuhnya untuk menyerang Megumi dari depan sampai ia terdorong ke belakang.
Megumi menghapus darahnya itu lalu ia mengubahnya menjadi bibit emas yang ia lempar ke depan, Diablo membakarnya menggunakan sihir api tetapi Megumi berhasil mengubah semua api itu menjadi akar tajam yang menusuk perut Diablo.
"Golden Life!!!" Megumi mengepalkan tinju kanannya ke depan sampai menghancurkan tubuh Diablo dengan pohon besar yang tumbuh dari dalam tubuhnya.
"Kemampuan seperti itu masih belum cukup untuk membunuh diriku." Diablo muncul tepat di hadapan Megumi lalu menusuk punggungnya dari belakang sehingga bilah pedang itu keluar melalui dadanya.
"Kau benar... tetapi... aku juga sama, kehancuran jantungku tidak akan bisa menghentikan diriku." Kata Megumi sehingga tubuhnya berubah akar emas yang berhasil menahan tubuh Diablo.
Diablo tersenyum lebar lalu ia mengulurkan lengan kanannya ke depan sehingga Megumi menerima satu dorongan yang terasa seperti jutaan pukulan mengenai perutnya.
"Urgh...!!!" Megumi memuntahkan banyak darah lalu ia terpental ke belakang sehingga kedua mata Diablo bersinar sampai langit-langit berubah menjadi hitam seketika.
Diablo menciptakan meteor besar hitam dengan sihirnya, satu meteor jatuh dapat mengguncangkan seluruh alam semesta, ia dapat menciptakan jumlah meteor itu tanpa batas.
Megumi dengan mudahnya mengubah semua meteor itu menjadi kelopak bunga yang hujan sampai menyinari tubuhnya itu, sekuat apapun sihir Diablo melalui tubuh dan matanya.
Golden Life tetap mengubah semua itu menjadi kehidupan dan keuntungan emas baginya sehingga Megumi bangkit lalu memandang Diablo dengan tatapan serius karena ia masih memiliki banyak kemampuan cahaya tersembunyi.
Megumi mulai menusuk tubuhnya sendiri menggunakan cakarnya sampai kedua matanya memerah, ia mengaktifkan kemampuan alami Neko Legenda secara sengaja dengan melukai dirinya sendiri.
Neko's Rage, kemampuan yang membangkitkan semua amarah Neko Legenda sampai ia dapat mengubah semua itu menjadi kekuatan dan Lenergy tak terbatas ketika perasaannya merasa begitu kesal sampai amarahnya juga terus terbakar.
"Diablo, aku masih belum selesai... kita lihat... Neko Legenda yang berjuang dari nol melawan seorang raja dengan kekuatan yang lahir karena warisan dan julukan."
Megumi dapat menguasai amarah itu sejak dulu sekali sampai ia tidak perlu takut dengan risiko yang di tanggung, ia mulai memejamkan kedua matanya lalu mengembuskan nafasnya pelan sampai mengubah daratan di sekelilingnya menjadi tumbuhan emas.
Megumi menunjuk ke atas langit sampai memunculkan matahari besar yang memancarkan tubuhnya dengan jumlah cahaya yang terbatas, semua tumbuhan di sekelilingnya berubah menjadi bunga matahari.
__ADS_1
"Cahaya... aku tidak menyangka kemampuan itu nantinya dapat melakukan apapun yang dapat pengguna itu lakukan..."
"...hasil usaha Legenda memang tidak pernah mengkhianati siapa pun, tergantung dengan persiapan dan jalan yang mereka inginkan." Diablo maju ke depan selagi menghindari serangan cahaya yang Megumi lepaskan secara diam-diam.
Diablo mengangkat tapak kanannya ke atas sampai ia memunculkan matahari hitam yang tidak sengaja melelehkan sebagai dari pasukan Undead dan Ghisaru.
"Hahh..." Megumi menghela nafas sampai mengubah matahari hitam itu menjadi emas sampai Diablo menerima satu pukulan dari Megumi yang bergerak secara kasat mata.
"Menggunakan matahari, meteor, atau serangan sihir apapun yang berkaitan dengan kehancuran alam semesta bukanlah pilihan yang baik ketika melawanku!!!" Raung Megumi keras.
Megumi berubah menjadi cahaya lalu sebagai dari cahaya itu mulai membentuk anggota tubuhnya yang mampu mengecohkan Diablo sampai wajahnya menerima satu pukulan.
Diablo memancarkan cahaya merah melalui kedua matanya tetapi semua kemampuan dan sihirnya berubah menjadi kelopak bunga, kelopak itu langsung membentuk semut yang menempel di tubuh Diablo.
Cahaya itu membentuk kaki Megumi yang sedang melancarkan satu tendangan menggunakan lututnya sampai Diablo terpental ke belakang menerima serangan cahaya yang membakar setengah dari wajahnya.
"Dengan julukan dan alat-alat itu... pertarungan adil terasa begitu sulit bukan?" Tanya Megumi yang mulai menunjuk matahari milik Diablo.
Matahari itu mulai mengecil sampai muncul tepat di atas tapak Megumi, ia mulai memakan matahari itu lalu membuka mulutnya lebar sampai meluncurkan gelombang Shining Justice yang di perkuat.
Diablo menunjuk ke depan lalu mengangkat gelombang itu ke atas langit sampai ia maju ke depan lalu menghantam perut Megumi yang dalam sampai ia terdorong ke belakang.
"Aku menunggu bertahun-tahun untuk melihat Neko Legenda yang menarik sepertimu...! Shiratori Megumi!" Diablo melempar beberapa meteor ke depan yang memiliki panas melebihi matahari.
Megumi mencoba mengubahnya kembali dengan Golden Life tetapi tubuhnya mulai terjatuh di atas tanah karena menerima tekanan gravitasi yang lumayan besar sehingga perutnya langsung di injak oleh Diablo.
Semut yang menempel di tubuh Diablo mulai melakukan perpindahan dan penukaran sehingga Diablo mengangkat kedua alisnya ketika melihat dirinya baru saja menginjak semut emas yang berukuran besar seperti Legenda.
Megumi menendang dagu Diablo cukup keras sampai kepalanya terdorong ke atas karena menerima serangan Megumi yang memiliki ukuran sekecil semut.
Ukurannya yang begitu kecil masih tetap menyimpan kekuatan besar di dalamnya sampai ia sendiri dengan ukuran itu dapat mengubah apapun yang ia inginkan menggunakan Golden Life.
Setelah melakukan tendangan tadi, Megumi mulai menghantam perut Diablo sampai cahaya emas terlepas melalui punggungnya sehingga ia dapat merasakan kesakitan itu.
"Dimana kau, Megumi?! Tunjukkan dirimu...!" Diablo membakar tubuhnya dengan api sehingga Megumi melompat ke belakang lalu mengubah ukurannya kembali menjadi normal.
"Hmph... hebat. Sangat hebat, Megumi." Diablo menghapus darah di mulutnya selagi menunjukkan senyuman serius itu.
"Kau memang lawan layak yang dapat menciptakan pertarungan Legendaris denganku, aku sungguh menantikan waktu ini tiba." Kata Diablo yang mulai menggigit bibirnya sendiri.
"Aku sendiri merasa terselamatkan karena kemampuan dari Golden Life... jika saja aku berhenti berlatih dan pensiun menjadi seorang petarung maka semua ini akan terjadi..."
"...hanya keburukan yang muncul karena mereka membutuhkan semangat juga sepertiku. Aku mulai sadar ketika kedua anak---"
Diablo mulai melempar darah hitam ke arah Megumi sampai mengenai kedua matanya, membuat dirinya buta tetapi Megumi terlihat biasa saja.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mendengar dan mengetahui suatu sejarah dimana Legenda tidak menyelesaikan apapun dengan cerita atau omongan..."
"...hanya tinju mereka sendiri!"