
Semua penghuni Touriverse tidak mengeluarkan satu pun kata ketika mendengar ruangan Shinobu, Korrina dapat melihat mereka semua terpengaruh dengan kemampuan yang ia miliki.
"Koneko, jangan sembarangan menggunakan The Mind!" Korrina mencoba untuk menghentikan Shinobu tetapi keempat temannya langsung menghalangi dirinya.
"Menyerah lah, tidak ada yang bisa kau lakukan... jika Shinobu tidak turun tangan sekarang juga maka akan terjadi pertumpahan darah di dalam dimensi ini." Ucap Koizumi.
"Jika semua ini diteruskan maka mereka hanya memerangi diri sendiri dari dunia yang sama, musuh kita sebenarnya bukanlah penghuni kita sendiri melainkan penghuni layer di bawah kita." Kata Ako.
"Korrina, sepertinya kau sangat waspada dengan Shinobu." Shira dan yang lainnya menyadari Korrina terlalu mencurigakan Shinobu sebagai sesosok Legenda yang misterius.
"Hanya saja... dia... dia cukup mengerikan." Korrina mengakuinya dengan ekspresi ketakutan mungkin karena ia bisa merasakan aura mistis dan Astral yang menyelimuti tubuhnya.
"Kau ingin melanjutkan semua ini atau tidak...? Ada dua pilihan yang dapat bisa kalian pilih untuk meminta diriku melakukan sesuatu untuk menghentikan semua keributan ini..." Shinobu mengacungkan kedua jarinya.
"Memusnahkan mereka yang mencoba untuk menciptakan keributan lagi atau mencuci otak mereka agar bisa melupakan tentang perselisihan?" Tanya Shinobu.
Mereka dibingungkan dengan kedua pilihan yang terbatas karena Shinobu mulai menghitung dari sepuluh sampai nol sebelum ia mengikuti apa yang ia inginkan, mereka semua langsung menatap Korrina.
"Ke-Kenapa aku...?"
"Shinobu menatap dirimu, itu artinya dia yang memilihmu untuk memutuskan apa yang akan Shinobu lakukan." Kata Arata.
Korrina menghela nafasnya, "Cuci otak mereka... singkirkan semua pikiran dan perasaan negatif yang akan menghambat mereka semua."
"The Mind..." Shinobu menaikkan persentase kekuatan dari The Mind sampai dua persen lalu ia menyingkirkan seluruh ingatan, pikiran, dan perasaan mereka tentang Ragnarok.
Shinobu menjentikkan jarinya sampai mereka kembali sadar sampai tidak mengetahui apapun yang terjadi sebelumnya, "Bisa di bilang mereka semua sudah kembali seperti semula..."
"...masih waras, astaga, jika saja aku melakukan ini sejak awal maka Touriverse akan mengalami kemajuan pesat." Shinobu menyentuh kepalanya yang terasa pusing.
"Tetapi aku membutuhkan tahapan dan proses untuk bisa mengakses The Mind secara berlebihan." Kedua pupil Shinobu kembali berubah seperti biasanya lalu ia tersenyum polos di hadapan mereka.
"Penghuni Touriverse...!" Shinobu memperbesar suaranya sampai mereka semua dapat mendengarkan dirinya, penjelasan tentang Ragnarok itu sudah diterima.
Dan tentunya ketakutan dan trauma mereka berhasil Shinobu habis sampai ia hanya perlu memberikan semangat besar agar seluruh ras Touriverse mau berlatih tanpa henti sebelum Ragnarok dimulai.
"Nenek, apakah Nenek mau yang memberikan pidato dan perkataan semangat di hadapan mereka semua...?" Tanya Shinobu.
Korrina mengulurkan lengan kanannya seperti membiarkan dirinya sebagai ratu Touriverse baru memberikan semangat besar kepada seluruh penghuni Touriverse.
"Bukannya dia cukup dapat diandalkan ketika ia benar-benar serius dan marah?" Tanya Shira.
"Jangan ditanya, Shira... amarah dan keseriusan yang ia miliki tidak bisa dianggap remeh begitu saja." Korrina mengeluarkan rokoknya untuk menenangkan dirinya lagi dengan kejadian sebelumnya.
Penghuni Touriverse langsung memperhatikan Shinobu yang melayang ke depan, seluruh Dewa dan Dewi juga akan mendengarkan semua perkataan yang ia keluarkan.
"Maaf, Mama... aku tidak bisa menumbuhkan kepercayaan dan kewarasan kepada mereka semua..." Batin Shinobu.
"...semua ini adalah situasi yang darurat sehingga aku terpaksa menggunakan The Mind hanya untuk membangkitkan kepercayaan dan kewarasan mereka kembali sebelum Ragnarok dimulai."
__ADS_1
"Tujuan yang gagal... tetapi masih ada tujuan besar yang menunggu di hadapanku yaitu bertahan hidup dari hari penghakiman." Shinobu menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembusnya pelan.
"Pernahkah kalian bertanya-tanya mengapa perang tidak pernah berakhir...?" Shinobu memulai dengan perkataan yang cukup mendalam.
"Mengapa tidak ada satu pun hal yang tidak bisa dicapai...?"
"Mengapa perdamaian tidak pernah bertahan cukup lama...?"
"Itu karena..."
"...kemenangan."
"Diperoleh dengan kerugian yang tak terhitung, kita tidak pernah bisa pulang lagi ketika terjun ke dalam medan perang Ragnarok..."
"...tugas yang seharusnya Dewa dan Dewi lakukan telah diserahkan kepada kita untuk menghakimi penghuni di luar layer kita semua, mempercepat waktu dari takdir kematian mereka."
"Kesedihan yang akan kita rasakan ketika mengetahui perang berakhir, melihat semua orang yang gugur dan tidak mampu bertahan dari penghakiman!"
"Penyesalan akan melindungi seseorang yang dekat... seseorang yang membutuhkan perlindungan kita semua di dalam medan perang kejam dimana anak-anak dan bayi terpaksa harus ikut...!"
"Putus asa karena tidak bisa mengubah apapun... mencoba untuk melarikan dari realita tidak akan mengubah sebuah fakta bahwa kita akan terseret ke dalam medan perang untuk bertahan dengan pertarungan!"
"Perang tidak bisa mencapai apa yang dicari perdamaian...! Itulah kenapa kita jadikan Ragnarok sebagai perang terakhir untuk memuncak tinggi sampai tidak terikat dengan layer, terlepas dari perbudakan!"
"Mereka yang memperbudak kita adalah sampah, sehebat apapun mereka... kita semua bisa mencapai kehebatan yang mampu menghentikan mereka semua!!!" Seru Shinobu keras yang mulai memasang tatapan serius lagi.
"...mereka yang sudah terikat dengan layer akan mengkhianati jenis mereka sendiri untuk bisa menyelamatkan diri mereka sendiri dari perbudakan!!!"
"Untuk terlepas dari perbudakan ini... itulah kenapa kita harus bisa memenangkan Ragnarok, dan menjadikan semua ini sebagai perang terakhir agar kita bisa menghentikan Zephyra!"
"Lakukan lah apapun sebisa mungkin, meskipun itu mengubah kita menjadi mesin pembunuh atau monster di hadapan musuh kita..."
"...di saat seperti ini kita tidak bisa memedulikan satu sama lain jika masih dalam perbudakan, yang perlu kita laksanakan adalah pertarungan demi bisa bertahan dalam Ragnarok!!!"
"Jika itu buruk..."
"...maka takutlah akan keburukan itu..."
"...dan pergilah ke dunia kematian sekarang juga!"
"Selama kita seluruh penghuni yang diperbudak mencari perdamaian..."
"...perang akan selalu terjadi!" Shinobu mulai menoleh ke belakang lalu ia bisa melihat seluruh keluarga dan temannya terus mendengarkan dirinya.
Air mata sempat mengalir keluar dari mata asli Shinobu tetapi ia berhasil menyembunyikannya, "Aku yakin banyak dari kita akan mati!"
"Tapi meski begitu...!!! Berperang dalam Ragnarok dan bertahan di medan perang adalah tujuan yang sangat berharga agar kita tidak diperbudak lagi!!!"
"Dengarkan aku, penghuni Touriverse!" Shinobu mengangkat kepalanya sampai mereka semua melakukan hal yang sama untuk memperkuat tekad serta kehormatan.
__ADS_1
"Tujuan kita bukanlah untuk kembali hidup-hidup! Ini untuk mengembalikan kemenangan agar bisa mengakhiri semua perbudakan ini agar kita bisa melangkah lebih maju untuk membantah Dewi penghakiman...!!!"
"Apakah kalian mengerti!?" Teriak Shinobu keras sampai telinganya mendapatkan banyak sekali suara teriakan dari seluruh penghuni Touriverse yang terdengar bersemangat.
"LEPASKAN TERIAKAN KALIAN LEBIH KERAS UNTUK MEMPERKOKOH TEKAD KITA!!!" Shinobu meraung keras sampai menggema di dalam dimensi itu.
""AAAAAAAAAHHHHHHHH!!!" Teriak seluruh penghuni Touriverse yang menerima banyak sekali semangat untuk memperkuat tekad mereka agar bisa meraih kemenangan ketiga di Ragnarok.
"Kita tidak bisa berjanji kepada satu sama lain, tidak ada yang tahu siapa yang akan kembali hidup-hidup..."
"...tetapi keguguran dalam perang tidak akan pernah menyia-nyiakan kehidupan mereka yang akan terus berlanjut kepada mereka yang sudah bertahan untuk melanjutkan tekad itu!!!"
"Untuk bangsaku sendiri, kematian bukanlah sesuatu yang mengerikan karena harga diri dan tekad kalian akan terus dilanjutkan kepada mereka yang kasih hidup."
"Yang paling penting adalah kita semua perlu membawa semua tekad dan harga diri dari mereka yang sudah gugur untuk meraih kemenangan itu!!!" Shinobu mengangkat lengan kanannya ke atas.
Shinobu menggigit bibirnya sendiri sampai berdarah untuk menyingkirkan rasa sedih serta tangisan yang ia terus tahan, ia tidak bisa memperlihatkan sisi kelemahan di hadapan penghuninya.
"Itu saja yang bisa aku beritahu kalian, intinya kita semua harus bisa bersatu menjadi persatuan Touriverse untuk mencapai kemenangan beruntun!"
"Jangan sampai kita mengecewakan mereka yang sudah berjuang di Ragnarok ke satu dan kedua, kita juga perlu menunjukkan kepada mereka bahwa tekad dan harga diri yang dibawa tidak akan menjadi sia-sia."
"YAAAAA!!!"
Shinobu langsung meminta mereka semua untuk berlatih dan berusaha sekeras mungkin karena mereka masih memiliki waktu satu bulan dari sekarang untuk mempersiapkan semuanya sebelum perang dimulai.
Zephyra selama ini mendengarkan apa yang Brimgard dan Shinobu katakan di hadapan seluruh penghuni mereka sendiri, ia tidak bisa mengatakan apapun kecuali terkejut dengan Shinobu.
"Gadis kecil ini, cukup misterius sekali ya..." Zephyra mengangkat kakinya lalu ia memperhatikan sebuah bola yang menunjukkan Shinobu sedang berbicara.
"Dia adalah gabungan dari keturunan Comi dan Shiratori, juga seorang gadis kecil sialan yang memusnahkan umat Manusia dan Anastasia..."
"...dia juga bahkan berhasil memelihara Eo'syl yang masih kecil, apakah kau yakin akan membiarkan dirinya hidup dan berkeliaran seperti itu?" Tanya Zangetsu.
"Bahkan jika aku mencoba untuk turun tangan dan mengurusi Shinobu Koneko maka semua orang yang berada di sisinya akan mencoba untuk menyerang..."
"...aku juga tidak begitu yakin dia bisa terpengaruh dengan kemampuanku secara paksa, mungkin karena faktor dari The Mind." Zephyra hanya bisa tersenyum puas.
Mereka seketika sadar Shinobu sempat menatap mereka berdua karena ia sendiri sadar siapa yang mencoba untuk memperhatikan dirinya dari jauh tetapi ia langsung berpura-pura.
"Dia benar-benar harus diperhatikan..."
***
"Apakah kita akan memenangkan Ragnarok yang ketiga ini untuk bisa meraih sesuatu yang lebih tinggi agar tidak terikat dengan layer?" Tanya Korrina.
"Itu benar, karena..." Shinobu berbisik kepada Korrina.
"...ini adalah perang terakhirku."
__ADS_1