
"Kau sepertinya memang memiliki kaitan yang ketat denganku sampai aku sendiri dapat merasakan cahaya emas di dalam dirimu itu." Shira mulai berbicara.
Pasukan Ghisaru langsung menerima banyak harapan ketika Shira akhirnya datang dan selesai menyelesaikan latihan itu, kemungkinan besar ia berhasil menyempurnakan Golden Spirit yang dapat membantunya untuk terus maju.
Megumi yang sedang tertidur dapat merasakan cahayanya sampai ia membuka kedua matanya lalu tersenyum puas, melihat seseorang yang ia harapkan akhirnya datang juga untuk mengakhiri Satori.
"Jadi itu ya... Shiratori Shira, aku tidak menyangka dia langsung melampaui semua harapanku tentang dirinya." Kata Diablo yang terlihat puas melihat Shira telah datang.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Melarikan diri untuk melawan dirinya...?" Tanya Haruki.
"Tidak, harga diri Legenda ku akan hancur jika aku membiarkan kalian semua, tidak ada pertarungan yang dapat di jeda dan aku akan menunggu giliran Satori ketika ia kalah melawan Shira." Diablo memunculkan aura yang lebih besar.
"Aku tidak ingin menjadikan kedatangan terlambatku ini sebagai kegagalan lagi..."
"...tidak seperti aku terlambat ketika menghadapi Zoiru, aku akan menghentikan dirimu agar bisa menyeimbangkan kembali planet Legenia." Shira mengepalkan kedua tinjunya sampai ototnya menonjol urat.
Shira hampir saja terpengaruh dengan rasa amarah dan kekesalannya tetapi ia bisa mendengar Satori mulai memperingati dirinya tentang sesuatu.
"Apakah kau merasa marah dan frustrasi? Jika kau terus menunjukkan perasaan itu maka kemampuan cahaya yang kau miliki akan melemah..."
Shira langsung sadar seketika sampai cahaya dan asap emas yang terlepas dari tubuhnya mulai kembali masuk sehingga ia memejamkan kedua matanya lalu menatap ke depan dengan tatapan tenang.
"Sebenarnya kau ini siapa...?"
"Aku? Dalam topeng ini, kau mungkin dapat melihat kebenaran dan jawaban yang kau inginkan. Untuk sekarang, kau panggil saja diriku dengan sebutan Satori."
"Satori..." Shira terdiam seketika sampai ia merasa penasaran, ia mulai menghembuskan nafasnya selagi memikirkan sesuatu yang begitu tenang.
"Satori... bisakah aku menanyakan sesuatu? Kenapa kau mencoba untuk menyembunyikan wajah itu dan kenapa kau ingin membangkitkan kembali era kerajaan?"
"Aku adalah Legenda yang hidup di zaman kuno, jutaan tahun lamanya semua Legenda memiliki pola pikiran yang berbeda dengan sekarang, Shira..."
"...bisa di bilang aku adalah seorang Legenda munafik yang hanya memihak kepada pihak kemenangan demi keutamaan dirinya sendiri." Jawaban Satori sampai membuat Shira mengerti dengan situasi.
"Begitu ya... Legenda sepertiku ingin menjadi jauh lebih kuat, mencari sebuah jalan yang terus tersedia agar kedamaian abadi dapat muncul kembali untuk alam semesta..."
"...hanya saja, semuanya sudah terlambat karena sesuatu yang harus terjadi memang perlu di biarkan, sekarang aku hanya ingin membunuh mereka yang mencoba untuk tidak menerima perubahan era yang pantas."
"Seperti era sekarang, penuh dengan kedamaian tetapi banyak sekali orang yang menghancurkannya. Lebih baik aku maju terus agar bisa mewujudkan impian yang selalu aku inginkan... yaitu ketenangan."
Tubuh Shira langsung melepaskan gelombang cahaya ke atas langit sampai rambutnya mulai bergerak karena menerima beberapa embusan dari dorongan cahayanya itu sampai ia tidak peduli lagi dengan keselamatan yang sudah terlambat.
"Lebih baik aku membiarkan kehidupanku ini terus maju, kita lihat takdir akan membawa kita sampai mana karena aku sendiri akan terus berlatih untuk mendapatkan ketenangan itu!"
Cahaya yang Shira lepaskan mampu menghancurkan wilayah di sekelilingnya sampai mengubahnya menjadi tumbuhan emas yang memperbaiki semua kehancuran itu sampai seluruh pasukan Ghisaru mendapatkan peningkatan lain.
Kerajaan yang berada di Legenia langsung hancur sampai di makan habis oleh tumbuhan emas yang Shira beri kehidupan, tidak ada lagi yang namun kebusukan dalam planet Legenia, satu-satunya hal yang perlu di isi dengan kebaikan dan ketenangan.
Dengan mudahnya Shira berhasil memusnahkan semua kerajaan dan Legenda yang mempercayai kerajaan sampai Satori dapat merasakannya, ia sebenarnya menunjukkan ekspresi kaget di balik topeng itu karena potensinya terus meningkat.
"Kita akan menyaksikan kekuatan cahaya Shira yang ia dapatkan... potensi yang jauh lebih hebat dari Golden Universal..." Kou mulai berbicara.
__ADS_1
"...hasil latihan itu benar-benar memberikan jalan kekuatan yang Shira selalu inginkan sampai aku yakin dirinya sudah bisa mengendalikan situasi."
"Hanya Legenia saja yang tidak perlu ternoda, biarkan sisanya karena jika aku membunuh mereka maka keseimbangan dan populasi Legenda akan hancur sehingga Dewa kehidupan bisa saja menciptakan Legenda yang jauh lebih kuat dan tidak waras."
Satori melihat Shira yang sedang melihat ke atas langit, langit yang awalnya di penuhi dengan warna hitam sekarang terlihat begitu cerah sampai ia dapat membalikkan keadaan dengan mudah menggunakan kekuatan batunya.
"Tanahnya berhenti bergetar... aku tak merasakan sesuatu, sungguh hening..." Ophilia mulai berbicara.
"Badai yang tadi itu rasanya seperti tak pernah terjadi..." Kata Chloe.
Shira menatap Satori dengan tubuh yang terlihat biasa saja, dirinya tidak mengeluarkan sedikit aura atau cahaya apapun sehingga tidak ada yang dapat merasa keberadaan dan esensinya tetapi mereka tetap bisa melihat Shira.
Shira mulai melangkah ke depan sampai Satori mempersiapkan pelindung ruang itu untuk memindahkan serangan atau Shira sendiri agar tidak bisa menyentuhnya.
Melihat perkembangan Shira seperti itu membuat Satori tersenyum lebar bahwa ia sejak awal selalu menginginkan kejadian ini terjadi sebelum ia menghadapi takdir selanjutnya.
Shira memasang tatapan serius sampai membuat tubuh Satori merinding, ia mulai memunculkan bintang emas yang besar melalui tapaknya tetapi Shira langsung menahan lengan kanannya itu.
Satori bisa melihat Shira berhasil menembus pertahanan itu tanpa usaha apapun, tubuh cahayanya murni sekali sampai ia merasakan genggaman Shira mengandung banyak kekuatan di dalamnya.
"Aku ingin kau bertarung serius denganku, jangan harap untuk bisa lepas lagi dan membiarkan pasukan Undead itu membunuh Legenda yang aku sayangi..." Bisik Shira.
Satori melancarkan satu tendangan ke belakang tetapi Shira melompat ke atas lalu ia menunduk dan melewati satu pukulan yang dilepaskan oleh Satori, semua pergerakannya dapat ia lihat berkat bantuan cahayanya.
Shira menyerang balik dengan menyentuh dada Satori menggunakan tinjunya lalu mendorongnya pelan sampai ia terpental ke belakang, menerima tekanan besar yang mampu mengeluarkan darah dari mulutnya.
Satori melakukan perpindahan cepat di sebelah Shira lalu ia melancarkan lebih banyak serangan, Shira menahan semua itu menggunakan tapak tangannya saja selagi memperhatikan Arata dan Haruki yang sedang melawan Diablo.
Satori merasa semakin kagum melihat Shira terus menahannya dengan mudah tanpa harus melihat dan berpikir, ia melakukan satu tendangan tetapi Shira menghindarinya.
"Gerakan Shira terlihat semakin mulus..."
Satori mulai mengangkat satu bintang emas di tapaknya lalu ia membantingnya tepat di atas daratan sampai ia bisa melihat Shira saat ini berdiri tepat di belakangnya sampai pergerakannya tidak bisa di lihat dengan kasat mata.
"Kau benar-benar melampaui semua harapan yang aku inginkan... kau bertarung tanpa harus berpikir, kau bertarung dan terus melanjutkan latihan itu." Satori mulai berbicara.
"Tubuhmu bergerak dengan sendirinya dan memutuskan bagaimana harus mengelak... cahaya itu terus berkembang lagi dan lagi sampai kau bisa saja menjadi inti dari cahaya itu sendiri." Satori tersenyum bangga.
"Kalau begitu, mari lanjutkan... jangan mengecewakan diriku lagi dengan wujud seperti itu!" Satori mulai terbawa emosi karena ia ingin sekali memukul Shira.
Tubuhnya mulai melepaskan cahaya emas sampai bintang-bintang kecil yang mengelilingi tubuhnya, daratan kembali bergetar dan Shira mempersiapkan dirinya untuk menerima sambutan serangan darinya.
Shira melihat Satori melepaskan asap dan cahaya emas melalui tubuhnya sampai memenuhi wilayah itu, rambutnya bergerak semakin cepat sehingga Shira menunduk lalu mengulurkan kedua lengannya ke depan.
Kedua lengannya melalukan persilangan yang terlihat cukup rumit sampai Shira mulai menyelimuti kedua tapaknya dengan cahaya emas yang bergerak seperti aliran listrik.
Satori melesat maju ke depan lalu ia melihat Shira membuka kedua tapak tangannya itu untuk menahan serangan apapun darinya, Satori tidak sempat mendekati Shira karena tubuhnya langsung terangkat.
Satori merasakan tubuhnya dipenuhi cahaya menyengat sampai Shira berhasil mengendalikan tubuh itu sepenuhnya menggunakan teknik baru yang ia pelajari, ia mengangkat tubuhnya ke atas sampai keluar menuju luar angkasa.
Shira menjatuhkan dirinya kembali menuju daratan, tetapi kali ini Satori mendapatkan kejutan yaitu satu pukulan Shira yang mengenai perutnya sampai memindahkan planet Legenia ke posisi yang awal.
__ADS_1
BAAAMMMMM!!!
Pukulan yang terasa begitu menyakitkan dan dalam sampai topeng yang Satori gunakan mulai retak, ia terpental menuju luar angkasa lalu mendarat di planet lain sampai menyebabkan lubang yang begitu besar.
"Benar-benar sempurna..." Haruka melihat Shira telah melalui banyak perjalanan dalam kekuatan, tetapi yang satu ini benar-benar membuat dirinya terkejut.
Satori terjatuh di belakang Shira dengan perut berlubang, punggungnya juga sampai meledak dan mengeluarkan banyak isi tubuhnya tetapi ia masih bisa bangkit.
Pukulan yang ia terima tadi di perutnya mengandung efek dari Golden Spirit sehingga ia sekarang bisa saja mati jika tubuhnya terluka cukup fatal, ia tidak menyangka Shira dapat memisahkan akar kehidupannya di dalam cahaya yang tidak bisa hilang.
Hampir sama seperti ketidakadaan tetapi Shira dapat mengatasinya dengan mudah sehingga harapan yang selalu ia pegang telah terlampaui dengan perlakuan Shira terhadap dirinya itu.
Satori bangkit lalu ia menyentuh dadanya yang terasa kesakitan, ia sampai memuntahkan lebih banyak darah sampai topeng itu sekarang telah kotor karena darah miliknya.
"Hahhh... Hahhh... Hahhh..."
"Apa kau mulai paham bagaimana rasa sakit dan menderitanya orang-orang yang sudah kau bunuh? Apakah sudah merasakannya sekarang...?"
"Aku sudah merasakannya sejak awal, tidak perlu menceramahi seperti itu, Shiratori Shira. Kau tidak pantas..." Satori tersenyum lalu ia berdiri tegak untuk menatap wajah Shira yang terlihat begitu tenang.
Satori melakukan peningkatan kekuatan cahaya lainnya sampai daratan meluncurkan banyak sekali gelombang cahaya yang menarik perhatian Shira lebih lanjut lagi karena ia penasaran wajah di balik topeng itu.
Satori muncul tepat di hadapan Shira tanpa sepengetahuan dirinya tetapi wajahnya menerima satu tendangan yang Shira lepaskan tanpa perlu melihat ke belakang atau menggerakkan kepalanya sedikit pun.
Satori terjatuh di atas tanah lalu ia kembali bangkit, "Aku masih belum menyerah... setidaknya, biarkan aku melukai dirimu juga, Shiratori Shira."
"Kau sudah tamat, Satori. Era kerajaan tidak pantas di planet seperti ini... tidak... apapun yang menekan atau menyusahkan penduduknya benar-benar tidak pantas..."
"...mereka hanyalah sampah yang perlu di buang, tidak dapat di daur ulang. Itulah kenapa semua Legenda membutuhkan ketenangan untuk terus menciptakan sejarah baru yang bermakna."
Satori memunculkan pertahanan cahaya yang begitu tebal di hadapannya sampai tidak ada yang dapat menembusnya karena ia sendiri pernah melakukan serangan balik kepada seorang dewa yang memiliki kekuatan besar.
Shira bisa melihatnya, kemampuan seperti itu dapat ia pisahkan menggunakan Golden Spirit, ia sempat menarik nafas terlebih dahulu lalu menghembusnya pelan.
Setelah itu, ia melesat maju ke depan lalu memegang sihir kasat mata yang tidak dapat di lawan atau sentuh dengan sihir apapun termasuk serangan yang tidak memiliki konsep.
Satori tercengang ketika melihat Shira berhasil menyentuhnya, ia mulai membukanya secara paksa menggunakan Golden Spirit sampai kemampuan terkuat Satori terbuka lebar dan pecah begitu saja.
"Golden Spiritual... tidak akan bisa di hindari oleh siapa pun dan apapun tanpa alasan atau sebab..." Shira mengatakan kemampuan yang berbeda dengan Golden Spirit sampai Satori melebarkan matanya.
"HRAAAHHHH!!!" Shira melakukan putaran cahaya lalu melancarkan satu tendangan kasat mata yang berhasil mengenai wajah Satori sampai menghancurkan topengnya itu.
BAAAAAMMMMMMMM!!!
Tendangan itu mampu menyebabkan dorongan cahaya di sekelilingnya sampai ia menciptakan lebih banyak tumbuhan emas yang mampu menumbuhkan hutan emas, Satori terpental ke belakang sampai tertahan dengan gunung emas di hadapannya.
Topengnya hancur menjadi kepingan kecil dan wajahnya dapat di lihat dengan mudah sekarang, ia terjatuh dari atas gunung tersebut sampai menciptakan lubang besar di atas daratan.
Shira mendarat lalu menatap ke depan, tendangan tadi masih belum cukup karena ia melihat Satori bangkit selagi menutup wajahnya dengan tapaknya itu.
Shira muncul tepat di hadapan Satori lalu ia meraih tangannya agar ia dapat menunjukkan wajah aslinya itu, ketika ia berhasil menatap wajah di balik topeng itu...
__ADS_1
"... ...!?" Shira melebarkan matanya sampai ia menunjukkan ekspresi yang terlihat begitu kaget ketika mengetahui identitas asli dari Satori.
"Ti-Tidak mungkin...!"