Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 94 - Pertemuan yang Tidak Terduga


__ADS_3

Arata dan Yusaki saling menatap satu sama lain, Yusaki bisa melihat wajah Arata yang terlihat sangat mengerikan sampai dia segera menghalang wajahnya menggunakan senjata-nya yaitu payung. Ia membuka lebar payung itu sampai membuat Arata terdorong ke belakang sedikit karena payung itu memiliki daya dorong yang lumayan juga.


"Apakah itu senjata yang dipegang oleh iblis takdir... Moirai Arma...?" Tanya Arata kepada Kizura.


[Moirai Arma], nama dari senjata yang digunakan oleh seluruh iblis takdir. Setiap Moirai Arma memiliki bentuk unik mereka tersendiri termasuk kemampuan juga. Senjata ini tidak akan pernah bisa hancur sebelum sang pengguna terbunuh dan tidak ada pengganti-nya.


"Ya... Jangan menakuti dirinya, Kakak. Dia masih kecil dan sangat berwaspada terhadap sekitarnya, senjata Moirai Arma yang ia pegang itu adalah sebuah payung yang dapat berubah menjadi senjata serangan jarak jauh dan juga dekat. Masih terdapat beberapa potensi tersembunyi di dalam payung yang Yusaki pegang." Ucap Kizura karena ia pernah melatih Yusaki sebanyak dua kali.


"Menarik juga..."


Yusaki mundur beberapa langkah dari Arata tanpa mengatakan apapun karena dia merasa ketakutan ketika dekat dengan Arata. 


"Sepertinya kau menakuti dirinya..." Kata Kizura.


"Candaan-ku terlalu berlebihan sepertinya." Arata terkekeh pelan.


Yusaki melihat Arata dan Kizura yang ternyata sedang iseng kepada dirinya, ia mulai tidak menghiraukan mereka dan pergi ke tempat yang lebih sepi untuk melanjutkan latihan-nya. 


Arata melihat Yusaki yang sedang mengayunkan payung-nya yang tertutup seperti pedang, penglihatan Arata sempat melihat payung itu melepaskan aura merah dan hitam secara bersamaan.


Yusaki bahkan mengubah tongkat payung-nya menjadi pegang senjata pistol, ia menembakkan sebuah bola merah melalui puncak payung itu sampai bola itu memiliki daya kehancuran yang cukup besar. Daratan yang berada di depan Yusaki mulai berlubang besar karena terkena dengan bola merah yang ia tembak.


"Jadi payung itu bisa dijadikan senjata api...? Seperti pistol...?" Arata mulai melihat proses latihan Yusaki dari jauh.


"Dia juga dapat mengubah payung-nya menjadi pedang dan perisai. Intinya payung yang Yusaki pegang itu sangat berguna untuk dirinya bertarung di kondisi apapun." Kizura menyilangkan kedua lengan-nya.


Yusaki menatap Arata dan Kizura yang sedang melihatnya bertarung, pipi-nya mulai merona sampai ia melempar payung-nya ke arah Arata dan muncul di bawah payung tersebut sambil menatap wajah Arata dengan tatapan yang terlihat datar.


"Legenda ya...? Aku penasaran kekuatan Legenda itu seperti apa." Yusaki mulai berbicara.


"Hohhh... Jadi kau ingin latih tanding melawan diriku...?" 


"Boleh dicoba." Yusaki mundur beberapa langkah dan bersiap untuk latih tanding melawan Arata.


Itsuki dan Karla melihat Yusaki dan Arata yang akan bertarung, Itsuki tidak memiliki niat apapun untuk menghentikan mereka berdua karena dia sudah mempercayai Yusaki sepenuhnya bahwa dirinya tidak akan kalah dengan mudah. Arata sudah pasti akan melatih dirinya dan memberi dirinya pengalaman selagi melakukan latih tanding bersama Yusaki.


"Apakah kau siap, iblis kecil...?" Tanya Arata, ia meminjam sebuah pedang tajam dari iblis yang sedang berlatih.

__ADS_1


"Aku siap kapanpun. Aku mohon untuk tidak menahan diri." Kata Yusaki.


Karla sempat terkesan mendengar Yusaki yang memberitahu Arata untuk tidak menahan diri, Itsuki hanya bisa tersenyum dan bangga melihat Yusaki yang terlihat seperti Yusa dan juga dirinya sendiri. Kizura juga sudah jelas tidak merasa khawatir kepada Yusaki karena dirinya pernah ia latih dua kali.


"Kakak, sebaiknya kau tidak perlu menahan diri untuk melawan Yusaki. Kau bisa saja terluka karena serangan dan kemampuan yang ia miliki." Kata Kizura.


"... ..." Arata mengangguk dan segera menatap Yusaki dengan tatapan serius.


Awan-awan merah mulai muncul di atas langit, hujan darah turun deras dan membuat firasat Arata terasa tidak enak. Tanpa ia sadari Yusaki berada di atas kepala-nya, dengan sekuat tenaga Yusaki mengayunkan payung-nya yang tertutup ke arah kepala Arata dan membuat dirinya lengah sampai terdorong ke belakang.


"Dia mampu melakukan teleportasi 'kah...? Apakah kecepatan-nya yang mampu membuat dirinya muncul di atas---"


Arata bisa Yusaki yang bermunculan di sekitar air hujan itu, Arata sekarang mengerti kemampuan unik Yusaki dimana ia bisa melakukan teleportasi dengan air hujan apapun. Kemungkinan besar Yusaki memiliki sihir air yang sudah ia kuasai, Arata bisa merasakan keberadaan Yusaki di belakang-nya. 


Mereka berdua memancarkan serangan yang sama sampai senjata mereka mulai saling berbenturan, Arata melebarkan matanya ketika melihat puncak payung itu menciptakan bola merah yang cukup besar, Arata sempat untuk menundukkan kepalanya dan berhasil menghindari serangan bola merah tersebut.


"Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama...!" 


Arata melancarkan beberapa serangan kepada Yusaki, tetapi Yusaki berhasil menahan semua serangan itu dengan payung-nya yang ia buka menjadi sebuah perisai. Arata bisa mendengar suara tarikan yang berasal dari Yusaki dimana ia menarik sebuah pedang keluar dari gagang payung itu lalu ia mencoba untuk menyayat pipi Arata.


"Jadi inikah [Oui]...? Aku tadi berhasil menghindari serangan-mu tetapi aku bisa melihat bilah pedang-mu itu melepaskan dorongan tipis yang mampu menyayat pipiku." Arata tersenyum tipis.


[Oui], itu adalah sumber energi sihir yang dimiliki oleh Iblis dimana mereka dapat menggunakan sumber sihir itu sebagai kekuatan atau peningkatan untuk senjata yang mereka pegang seperti membuat pedang yang tidak tajam menjadi tajam. Berbeda dengan Legenda dimana sumber energi sihir mereka bernama [Lenergy].


Iblis tidak terlalu banyak menggunakan sihir, mereka hanya mengandalkan Oui untuk serangan tambahan. Tetapi terkadang terdapat beberapa iblis yang menggunakan Oui untuk sihir dan menggantikan tenaga mereka yang sudah hilang.


Arata menghela nafas-nya panjang dan mulai menghadapi Yusaki dengan santai, sekarang Arata bisa mengerti tentang cara bertarung yang Yusaki gunakan. Dengan hanya menggunakan pedang saja Yusaki tidak dapat mengenai Arata lagi walaupun dia sudah mengerahkan seluruh kemampuan-nya.


"Sepertinya kau masih harus berlatih lagi, Yusaki... Aku merasa tidak terhibur sekarang." Ucap Arata.


Arata tidak menyerang balik karena Yusaki sudah mulai merasa kelelahan sampai hujan yang deras itu mulai menghilang, sepertinya Yusaki dapat memanggil hujan darah yang deras untuk membantunya dalam bertarung. Tetapi sekarang Yusaki sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan melawan Arata.


Arata melempar pedang-nya kembali kepada pemilik-nya, Yusaki mengerahkan seluruh tenaga terakhirnya untuk mencoba menghantam perut Arata menggunakan payung yang ia pegang. Arata menahan payung tersebut dan menyentuh dahi Yusaki menggunakan jari telunjuk yang menyebabkan dirinya terjatuh sampai tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Yahhh... Sepertinya Yusaki masih harus berlatih untuk menjadi iblis sehebat Yusa." Itsuki menghampiri Yusaki sambil memegang sebuah sapu tangan untuk membersihkan tubuhnya yang dipenuhi dengan keringat.


"Aku tidak bisa menang, Ibu. Sepertinya aku harus berlatih lagi..." Kata Yusaki dengan nada yang terdengar kecewa.

__ADS_1


"Tidak, kau bertarung cukup baik melawan Legenda seperti dirinya. Apakah kau tahu bahwa dirinya adalah sesosok Legenda yang memiliki pedang tujuh dosa besar? Dengan hanya melukai-nya sedikit saja sudah menjadikan dirimu sebagai iblis yang berkembang menjadi iblis yang sangat hebat...!" Itsuki tersenyum dan memberi sebuah kecupan di kening-nya.


Arata melebarkan matanya ketika merasakan sebuah serangan cahaya yang melesat menuju arah-nya, ia melompat ke belakang dan cahaya itu mengenai daratan sampai menimbulkan ledakan yang lumayan besar. Semua penduduk Lustford langsung panik karena desa mereka tiba-tiba diserang dengan sebuah cahaya.


""Apa itu tadi...!?"" Semua penduduk desa mulai panik.


Kizura hanya bisa diam ketika melihat serangan mendadak tadi, dirinya sudah datang dan mengetahui kebenaran tentang Lustford. Seorang iblis yang sedang menggenggam erat pedang-nya mendarat di depan Arata sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


"Y-Yusa...!?" Karla sontak terkejut melihat Yusa datang dan menyerang dengan tiba-tiba.


"Sepertinya hanya Arata yang Yusa incar... Dia adalah seorang Legenda." Ucap Kizura sampai Shizen mulai berhati-hati ketika menghadapi Yusa.


Shizen dan Arata sudah bersiap untuk menyambut serangan Yusa, tetapi Yusa hanya fokus kepada satu Legenda dihadapan-nya yaitu Arata.


"Jadi kau... Iblis yang pernah menjadi murid adik-ku...?" Tanya Arata.


"Adikmu...? Kizura ya... Hmph, terkadang kebenaran itu tidak bisa diterima dengan mudah ya." Jawab Yusa dimana ia melirik ke belakang dan melihat Itsuki bersama Yusaki yang terlihat terkejut ketika melihat Yusa yang datang dan menyerang.


"Apa yang telah kau perbuat kepada Yusaki...?" Tanya Yusa.


"Aku hanya melakukan latih tanding bersama dirinya." Jawab Arata.


"Kau akan mati, Legenda. Parasit seperti kalian tidak pantas untuk hidup di semesta ini, hanya iblis saja yang cukup meraih kedamaian yang kita sebenarnya incar. Kau sudah bersembunyi di desa ini dalam waktu yang cukup lama sepertinya bahkan kau berani melukai anakku..." Yusa mulai bersiap untuk menyerang Arata, kedua tatapan-nya terlihat tajam sampai memancarkan cahaya kegelapan.


"... ..." Arata memanggil pedang kemarahan-nya dan langsung menggenggam-nya erat.


Alisha dan Karla segera menahan Itsuki dan Yusaki agar mereka tidak mencoba untuk ikut campur dan melakukan sesuatu yang nekat seperti mencoba untuk melukai Yusa atau mengganggu pertarungan mereka.


"Lebih baik kita pergi, Itsuki..." Suruh Alisha.


"Tapi..." 


"Sekarang..."


Arata dan Yusa bersama terbang ke atas langit dan saling bertukar serangan yang mampu melepaskan dorongan besar, dorongan itu mampu mengguncangkan desa Lustford sampai seluruh penduduk segera melarikan diri dan melindungi diri mereka masing-masing.


"... ..." Arata dan Yusa mulai saling menatap satu sama lain karena mereka tahu bahwa pertarungan ini pasti akan berjalan cukup sulit.

__ADS_1


__ADS_2