
"Ba-Bagaimana bisa...? Kau menjinakkan bangsa Giblis secepat itu, ternyata kemampuan yang dimiliki oleh keturunan Comi menang tidak bisa diremehkan." Kata Yusa.
"Maupun makhluk itu tidak memiliki otak dan pikiran, Koneko masih bisa memasukkan pikiran waras ke dalamnya dimana bangsa Giblis sekarang berpihak dengan kita."
"Bangun." Shinobu mulai membangunkan satu Giblis yang tidak memperlihatkan kegilaan apapun melainkan ia hanya diam dan menunggu Shinobu mengatakan sesuatu.
"Lihat? Mereka sekarang terlihat seperti hewan peliharaan yang akan menuruti majikannya..."
"Astaga, jika saja Shinobu lahir di era Rxeonal... kita pasti tidak akan berurusan dengan bangsa gila ini yang sulit mati karena kemampuan adaptasi dan pembelahan diri sialan itu." Kata Shira.
Korrina dari tadi hanya bisa memperhatikan Shinobu dengan ekspresi kaget karena ia memang bisa menggunakan The Mind tanpa hambatan apapun tidak seperti Kou yang akan jatuh sakit.
"Apakah tahapan The Mind memang mengerikan seperti ini...? Selama ia mau belajar dan terus membaca banyak informasi di segala dunia maka The Mind akan terus berkembang."
"Tubuhnya juga masih bisa menampung kekuatan tersebut, apakah kita akan menerima kesempatan menang yang besar ketika mengetahui banyak sekali orang kuat akan ikut...?"
"Tetapi sesuai informasi yang aku dapatkan dari Zephyra tentang Kountraverse, terdapat beberapa ras baru yang akan mengikuti Ragnarok."
"Itu artinya mereka akan mengikuti dirimu? Ironis sekali seorang Legenda akan menjadikan Giblis sebagai pasukan..." Kata Yusa.
"Justru semakin banyak kau memiliki pasukan maka kau tidak perlu mengurusi hal kecil seperti peperangan." Shinobu mulai menyentuh daratan untuk menumbuhkan bunga emas
Mahkota bunga itu terbuka lebar sampai menyedot seluruh Giblis itu ke dalamnya sampai berubah menjadi bibit yang dapat Shinobu tumbuhkan untuk memanggil pasukan Giblis.
"Aku menyimpan mereka di dimensi pohonku sendiri, di dalam sana mereka bisa bertambah semakin banyak sampai aku dapat memanggilnya kapan pun."
"Itu artinya kau sudah menyingkirkan seluruh pasukan Giblis yang ada di Zuusuatouri?" Tanya Yusa lalu jawaban yang ia dapatkan adalah sebuah anggukan dari Shinobu.
Mereka bisa merasa lebih tenang lagi ketika mengetahui barisan yang paling depan akan dikuasai oleh pasukan Giblis yang bisa dijadikan sebagai serangan serta pertahanan untuk mereka semua.
Koizumi mulai memperhatikan Shinobu dengan ekspresi kesal karena sepupu kecilnya terus berkembang sampai mengejutkan dirinya beberapa kali.
Perubahan yang dialami oleh Shinobu dapat mengubah segalanya sampai ia benar-benar meraih tujuannya dengan baik, jika ia tidak melakukan sesuatu maka Shinobu bisa saja mengamankan tingkatan paling tinggi.
"Kalau begitu, Yusa... apakah kami bisa menyerahkan bangsa Iblis kepada dirimu untuk menjelaskan Ragnarok?" Tanya Korrina.
"Akan aku coba... tetapi berikan kami waktu beberapa hari untuk bisa merelakan kesakitan dan ketakutan yang dirasakan pada saat Ragnarok dimulai."
"Pada akhirnya bangsa Iblis yang terobsesi dengan peperangan juga akan merasakan ketakutan besar yang ketika mendengar Ragnarok." Kata Haruki.
"Ragnarok bukanlah perang biasa... melainkan perwujudan kiamat dan penghakiman dimana kita yang memberikannya langsung kepada mereka semua!" Jawab Yusa.
"Jika saja kalian terjun ke dalam medan perang itu maka yang kalian rasakan hanyalah tegangan yang menyebabkan tubuh kalian merinding."
"Kami mengerti... itulah kenapa kita semua bangsa Legenda akan tetap lawan untuk mencatat sejarah baru tentang Ragnarok yang tidak akan di lupakan..."
"Semoga beruntung memberitahu ras lain tentang Ragnarok, kami akan menunggu pengumumannya darimu." Yusa menatap Shinobu yang langsung memiringkan kepalanya.
"Ehh? Aku?"
__ADS_1
"Ya, kami akan mengikuti apa yang dikatakan oleh ratu Touriverse baru... berikan kami semua perintah yang kau inginkan dalam medan perang.
"Ba-Baik." Shinobu mengangguk lalu kepalanya menerima sebuah elusan dari Korrina.
"Itu artinya aku bisa menyerahkan sisanya kepadamu bukan? Menyatukan kembali penghuni Touriverse hanya untuk memberitahu mereka berita buruk yang dinamakan sebagai Ragnarok."
"Baiklah... Shira, Haruki, dan Arata, aku bisa menyerahkan sisanya kepada kalian berdua untuk memandu Shinobu agar ia bisa mengajak ras lainnya bukan?" Tanya Korrina.
""Baik.""
"Memangnya kau akan pergi kemana, Korrina?" Tanya Arata.
"Kamitouri, aku perlu membahasnya dengan para Dewa, dan tentunya mencoba sebisa mungkin untuk menenangkan mereka tentang Ragnarok..."
"...kita harus menang! Tanpa memedulikan tujuan lain, kemenangan adalah prioritas kita!"
"Dengan mencapai kemenangan maka kita harus bertahan dari tantangan dan lawan yang mencoba untuk menghambat jalan kita menuju kemenangan!" Seru Korrina untuk menyemangati mereka.
Semangat terbakar muncul kembali di dalam tubuh mereka lalu Korrina melambaikan tangannya kepada mereka untuk pergi menuju Kamitouri agar bisa membahas Ragnarok dengan para Dewa.
"Kita akan pergi kemana sekarang, ratu?" Tanya Shira kepada Shinobu yang langsung menerima sebuah pukulan kecil di perutnya.
"Jangan panggil Koneko ratu!!!" Seru Shinobu yang terus menepuk perut Shira beberapa kali.
***
Setelah merekrut Yusa,Asuka, dan Akina bersedia untuk menjelaskan Ragnarok kepada bangsanya sendiri, sisanya hanya dua ras lagi yang berada di dalam Touri yaitu Elf dan Vampir.
"Kau akan mencoba untuk membicarakannya dengan rekan kerjamu di sini?" Tanya Arata.
"Ya, mereka bisa disebut sebagai The Black Messiah, tetapi sekarang sudah bubar karena pengurangan anggota..."
"...yang tersisa hanyalah dua orang yaitu diriku bersama Vania, sisanya gugur." Ucap Haruki dengan ekspresi sedih ketika mengetahui temannya di Zuutouri berkurang karena gugur melawan pasukan Eldritch.
"Bukannya Zuutouri adalah alam semesta yang di invasi oleh pasukan Eldritch...? Apakah masih ada...? Mungkin bisa Koneko jadikan sebagai teman untuk Eo."
"Semua Eldritch sudah sepenuhnya punah di Zuutouri sejak misi terakhir kami, sekarang tidak ada yang perlu mereka khawatirkan soal penyerangan Eldritch."
"Eldritch yang berada di Zuutouri tidak sekuat peliharaan milik Shinobu ya." Kata Arata.
"Begitulah, tetapi Korrina sempat bilang Eldritch masih berkeliaran di luar layer yang menghuni Singularitas salah satunya adalah Eo'syl yang dipelihara Shinobu."
Shinobu sempat berpikir rumit tentang Eldritch sampai ia kembali disadari oleh teman-temannya yang mengajak dirinya berbicara tentang rencana dan strategi.
Tetapi saat ini mereka perlu fokus memberitahu seluruh penghuni Touri, sisanya bisa diserahkan kepada Korrina yang akan datang bersama para Dewa untuk mengumumkan Ragnarok.
Beberapa menit kemudian, mereka semua mendarat di atas tanah sampai mengejutkan Vania yang sedang mengasah kapaknya itu, "K-Kalian mengejutkan diriku..."
"...tunggu, Haruki? Jarang sekali aku melihat dirimu membawa teman-temanmu itu." Vania menyimpan kapak besar itu di sebelahnya lalu ia mendekati mereka.
__ADS_1
"Ada perlu apa?" Tanya Vania yang langsung meraih kedua tangan Shinobu hanya untuk berterima kasih kepada dirinya yang sudah membantu masalah tentang penghapusan sihir.
"Jika bukan karena dirimu, bangsa Vampir akan kesulitan menahan semua serangan nuklir itu, kami benar-benar berhutang budi denganmu." Ucap Vania.
"Kalau begitu, sebenarnya kami datang untuk membahas sesuatu yang penting..." Shinobu langsung ke topik utama dengan menjelaskan Ragnarok kepada Vania.
Vania sempat memasang ekspresi kebingungan karena ia sendiri tidak begitu mengetahui jelas tentang perang Ragnarok, tetapi ketika Shinobu membahas topik tentang kiamat dengan perwujudan perang.
Wajah Vania memucat seketika mendengar kiamat, itu artinya perang Ragnarok adalah hari dimana semua penghuni akan dihakimi oleh satu sama lain yaitu berperang.
"Pa-Padahal kita baru saja menikmati kedamaian karena sudah bebas dari Eldritch, tetapi kenapa masalah baru muncul...?" Tanya Vania.
"Jawaban panjang, kita adalah budak dalam sebuah layer yang dijadikan sebuah permainan oleh Dewi bernama Zephyra." Jawab Shinobu.
"Jawaban pendek, kita adalah budak takdir..."
"...tetapi Vania, jangan sampai Ragnarok terus mempengaruhi mental atau dirimu secara sepenuhnya karena kita bisa bertahan bersama." Shinobu mencoba untuk menenangkan dirinya.
"Kita memiliki waktu satu bulan untuk merencanakan semuanya, jika kita terus depresi dan murung maka hasil itu adalah kematian yang berjalan lebih cepat untuk kita."
Shinobu mencoba untuk menenangkan Vania sampai ia mulai mengangguk lalu memasang ekspresi serius, "Jika medan perang Dipenuhi dengan makhluk berukuran besar maka kalian bisa menyerahkan tugas itu kepada Vampir."
"Setiap darah yang dijatuhkan oleh penghuni Kountraverse sepertinya akan sangat lezat jika kita hisap sampai bisa menerima kekuatannya."
"Itu baru semangat yang Koneko ingin lihat, kalau begitu..."
"...apakah kamu bersedia untuk melaporkan Ragnarok kepada semua orang? Kita membutuhkan banyak pasukan sebanyak-banyaknya agar bisa menguasai medan perang."
Vania mengangguk lalu ia bersedia untuk memberitahu seluruh ras Vampir bahwa perang Ragnarok akan tiba satu bulan dari sekarang, "Bangsa Vampir jarang sekali mengenal ketakutan karena kita yang memberikannya..."
"...kalau begitu aku akan mengumpulkan dan memberitahunya, kami akan menunggu perintahmu."
"Baiklah... Koneko akan mengumpulkan seluruh penghuni ras untuk membahas Ragnarok, rencana dan strategi bisa diserahkan kepada kami..."
"...yang perlu kalian lakukan hanyalah melakukan persiapan seperti berlatih tanpa henti sampai waktunya tiba!"
"Dimengerti!"
***
Korrina muncul di dalam Kamitouri lalu ia dikejutkan dengan kekacauan yang sedang terjadi karena Ragnarok telah resmi kembali karena diumumkan oleh Zephyra.
"Korrina, syukurlah kami datang... bisakah kamu menghentikan semua ini secepatnya sebelum terjadi pertumpahan darah?!" Tanya Nurosa.
Korrina langsung menggunakan kembali kekuatan Dewi Touriverse secara terpaksa lalu ia menjentikkan jarinya sehingga menyebabkan mereka semua tidak bisa bergerak sama sekali.
"Sudah cukup!"
"Terlalu mengandalkan ketakutan dan kekhawatiran tidak akan pernah bisa mengubah sejarah..."
__ADS_1
"...Ragnarok telah kembali!"