Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 175 - Mengejar


__ADS_3

Aroma tidak sedap dari jengkol itu mampu membuat Korrina pingsan, untungnya Haruka dapat mengundurkan waktu sebelum Korrina menghirup aroma itu. Dengan mereka yang sudah menikmati makanan Indonesia, mereka berencana untuk pulang dan memasak lalu mempersiapkan pernikahan untuk Shira dan Megumi.


Dengan mereka yang sudah tiba di rumah Andrian, Korrina mulai menghitung Legend's Diamonds yang ia bawa... Sepertinya masih belum cukup untuk bisa ia berikan kepada beberapa manusia yang tidak mampu, dia juga harus menukarkan semua berlian itu dengan mata uang yang ada di Indonesia yaitu Rupiah.


Andrian sudah menyediakan dapur yang besar untuk Arata dan Ophilia memasak, Korrina tidak mau memasak karena dia sedang memikirkan sebuah cara agar tidak ada lagi manusia yang miskin di Indonesia, dia bersama Haruka pergi mengelilingi keraton itu sambil memikirkan sebuah rencana agar mereka bisa mendapatkan uang yang cukup banyak untuk membuat beberapa orang miskin bisa mendapatkan pekerjaan.


Arata menempatkan sebuah piring di atas meja makan, "Nasi padang, silahkan kau nikmati, Korrina."


Korrina menghabisi nasi padang itu dengan cepat dan ia langsung pergi dari ruangan itu lalu mencari Haruka yang sedang sembunyi. Andrian mencicipi nasi padang yang dimasak oleh Arata, rasa yang sangat enak terdapat di makanan tersebut hingga ia benar-benar harus memuji hidangan lezat itu tanpa harus dipaksa.


Waktu untuk mempersiapkan pernikahan seperti singkat untuk menyiapkan banyak makanan jadi Korrina menghubungi beberapa teman-nya untuk pergi ke rumahnya lalu mendekorasi tempat pernikahan-nya. 


Teman yang dihubungi pertama adalah Akina dimana ia memberi dirinya saran untuk melakukan dekorasi menggunakan bunga kebajikan yang dimiliki oleh dirinya bersama kedua teman malaikat-nya yaitu Asuka dan Chiara, Korrina langsung setuju dan membiarkan mereka untuk melakukan dekorasi dengan tempat pernikahan itu.


Banyak sekali teman-teman Korrina yang datang ke rumah-nya hanya untuk mempersiapkan pernikahan Korrina, sebagian datang hanya untuk mendapatkan upah yang akan diberikan oleh Korrina dan ternyata upah yang akan ia berikan tidak buruk juga.


Tech sudah membantu mereka untuk lebih mudah berkomunikasi dengan Korrina, di saat yang bersamaan mereka melihat Korrina dan Haruka yang sedang bermain petak umpat, seharusnya mereka bekerja terlebih dahulu dan di seling dengan bermain nanti saja tetapi di balik permainan-nya itu mereka bisa melihat ruangan yang mereka masuki sangat indah.


Emas dimana-mana, mereka mulai berpikir bahwa Korrina sedang berlibur bersama Haruka di suatu tempat tetapi mereka salah karena Agfi dan Rexa memberitahu mereka semua bahwa Arata dan Ophilia juga ikut bersama Korrina untuk mencari makanan yang sangat lezat di Yuutouri.


Untuk mereka yang sedang merancang pesta pernikahan berjalan cukup baik tetapi bumi... Indonesia sepertinya mengalami banyak konflik yang di alami sampai beberapa TV yang ada di dapur dan ruang bermain-pun menunjukkan sebuah berita dimana ******* kembali menyerang hanya untuk mendapatkan sebuah uang dan juga beberapa dari mereka melakukan tindakan yang buruk seperti membebaskan tahanan yang ada di penjara.


"Ada apa sekarang..." Aditya mengerutkan dahi-nya sambil melihat berita itu, semua polisi sepertinya tidak dapat mengalahkan semua ******* itu yang membawa beberapa mobil, jumlah mereka terlalu banyak dan itu membuat Aditya segera menyiapkan peralatan tempur-nya untuk melawan mereka semua.


"Kau ingin mengatasi-nya...?" Tanya Andrian.

__ADS_1


"Tentu saja, sudah tugas-ku untuk melindungi Indonesia dari segala ancaman dan perbuatan buruk, aku akan pastikan bahwa mereka menikmati kehidupan kedua mereka di neraka...!" Aditya mengisi peluru senapan-nya sampai penuh.


"Karena bosan memasak sepertinya aku ingin ikut dengan-mu, manusia." Kata Arata yang mulai maju menghampiri Aditya.


"Aku suka semangat-mu, Legenda... Kalau begitu mari kita kejar ******* itu---" Sebuah layar virtual muncul tepat di depan mereka, layar itu menunjukkan sebuah peta dimana terdapat titik merah yaitu para ******* yang sedang kabur dan dua titik biru di belakang-nya yaitu Korrina dan Haruka.


Mereka sudah terlebih dahulu mengejar semua ******* itu sampai Andrian dan yang lainnya tidak menyangka bahwa mereka berdua selalu saja ingin menyelesaikan suatu konflik, tanpa menghabiskan waktu lainnya mereka pergi menggunakan motor yang Andrian sediakan... Untungnya Arata memiliki pengalaman mengendarai sebuah motor.


Ophilia tidak ikut dengan mereka karena Arata hanya ingin dia tetap diam di dapur dan memasak berbagai masakan indonesia, padahal dia mengharapkan untuk ikut dan bertarung. 


Di sisi lain-nya, Korrina menaikkan kecepatan motor itu sambil menghindari beberapa peluru yang ditembak oleh semua ******* yang ada di depan-nya, Haruka hanya diam dan tidak melakukan apapun karena menggunakan sihir waktu seperti-nya akan cukup membosankan, Korrina juga melarang-nya menggunakan sihir jika keadaan tidak buruk.


Pemimpin ******* itu yang berada di sebelah pengemudi mulai tersenyum jahat karena ia memancing dua gadis cantik yang benar-benar siap untuk menanggung akibat-nya, pemimpin itu mulai mengangkat kedua lengan-nya hingga semua pasukan-nya mulai mengerahkan semua senapan tingkat tinggi.


"Ck... Haruka pegang erat..." Suruh Korrina dan Haruka menuruti-nya, truk yang sedang ia kejar mulai melaju dengan cepat karena sumber Mana yang terdapat di keempat roda itu.


"Mama! Kita dikepung!" Seru Haruka, ia melihat beberapa motor hitam yang mulai mengepung diri-nya, di jalan sempit dan penuh dengan belokan seperti ini sepertinya akan sulit untuk bertarung. Sekali saja Korrina salah belok maka dia akan jatuh menuju jurang yang sangat dalam.


"Crimson Sense...!" Korrina memejamkan kedua mata-nya hingga insting-nya meningkat dan membantu dirinya untuk menghindari semua peluru yang melesat menuju arah dirinya dan Haruka.


Pemimpin itu melihat aksi Korrina yang cukup menakjubkan dan membuat dirinya yakin bahwa dia bukan Manusia, "Ternyata kita kedatangan seorang Legenda... Lebih baik kita bawa dia ke markas kita!"


"Siap, bos!" Pengemudi itu mulai menambahkan kecepatan truk tersebut hingga pemimpin tersebut mulai menunjuk ke atas dan mengontrol sebuah gunung yang ada di depan-nya, dengan sumber mana tingkatan yang paling tinggi... Ia mampu memindahkan gunung tepat di depan Korrina."


"Mama! Di depan!!!" Seru Haruka keras.

__ADS_1


Korrina mulai menggendong Haruka dan ia segera turun dari motor-nya lalu berselancar ke depan menggunakan kedua telapak kaki-nya yang diselimuti dengan aura crimson, aura tersebut mampu membuat kedua kaki-nya seperti menginjak sesuatu yang licin jadi Korrina meluncur ke depan sambil menggendong Haruka di punggung-nya dan memegang motor tersebut.


Beberapa peluru mengenai pipi-nya dan memberi dirinya sebuah luka gores kecil, luka gores itu segera melepaskan aura Crimson yang sangat besar di tinju kanan Korrina, gunung yang di depan-nya dia tatap dengan tajam lalu menghantam-nya sekuat tenaga menggunakan tinju kanan-nya sampai menciptakan lubang besar dan membuat sebuah jalan untuk mereka.


Korrina melompat ke atas dan kembali duduk di atas motor-nya lalu mengendarai-nya dengan ekspresi yang terlihat serius, semua ******* yang mengejar-nya melebarkan matanya ketika melihat aksi-nya itu... Mereka mulai masuk ke dalam jalan yang dibuat oleh Korrina lalu berakhir cukup tragis.


Jalan yang dibelakang Korrina dipenuhi dengan garis Crimson yang mampu menciptakan duri-duri tajam dan membunuh mereka secara langsung, kedua lensa-nya mulai menunjukkan beberapa rudal yang melesat menuju arah-nya tetapi Andrian datang dan menghancurkan semua rudal itu menggunakan kedua senapan-nya.


"Andrian...!" Korrina menatap Andrian yang sedang berdiri tepat di atas Garuda sambil membidik beberapa rudal yang meluncur menuju arah Korrina.


"Tenang saja, kami akan membantu-mu!" Andrian tersenyum lalu ia membidik truk yang melaju cepat itu menggunakan kedua senapan-nya hingga truk itu tiba-tiba menghilang dengan cepat dan membuat Andrian terkejut.


"Dia menghilang...!"


"Jangan lengah, Andrian! Dia tidak menghilang...! Dia menggunakan Mana-nya itu untuk membuat dirinya tidak bisa di pandang dengan mudah, bagi Legenda itu mudah untuk merasakan keberadaan seseorang yang tidak bisa dipandang dengan kedua mata.


Arata yang sedang mengendarai motor-nya bisa melihat truk itu yang masuk ke dalam markas yang tidak bisa dipandang dengan mata telanjang, Korrina menatap Arata dan Aditya yang baru saja datang dengan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"Kalian... bagaimana bisa melewati jalan kematian-ku?" Tanya Korrina.


"Aku sudah terbiasa dengan keberadaan Crimson, Korrina... Jadi aku tahu bahwa kau memasang sebuah perangkap di dalam gunung yang memiliki lubang besar itu." Jawab Arata dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Keberadaan ******* itu, dimana mereka sekarang?" Tanya Andrian.


"Ikuti aku..." Arata mulai menaikkan kecepatan-nya untuk melaju masuk ke dalam tempat persembunyian itu.

__ADS_1


"... ..." Korrina menatap kedua telapak tangan-nya.


"...Semoga tidak terlambat."


__ADS_2