Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 640 - Tidak ada yang Terbaik


__ADS_3

"Siapa kamu dan apa yang kau perbuat kepada Shiratori Shira!?" Tanya Haruki sambil menunjuk Shira yang baru saja mengatakan sesuatu yang mustahil.


"Jangan-jangan kepalamu memang menerima pukulan keras dari Zoiru... menyebabkan ledakan big bang, menghancurkan dua alam semesta, dan sekarang menyerah?" Kuro sendiri terlihat kaget.


"Hahhh... aku hanya lelah mungkin, lebih baik menghadapi realitas dengan benar. Aku sendiri tidak tahu harus apa melawan naga sebesar itu." Kata Shira karena ia sudah tidak memiliki semangat untuk bertarung.


"Oi! Kau sakit!? Demam!? Stres?!" Shizen mulai menyentuh kening Shira tetapi ia langsung menghentikan dirinya dengan tatapan datar bahwa ia terlihat baik-baik saja.


"Aku hanya berpikir dua kali soal perkataan yang Zoiru keluarkan... dia tidak bisa aku anggap sebagai musuh tetapi perbuatannya sangat mengancam seluruh alam semesta." Kata Shira yang mulai melihat seluruh penghuni semesta menyerang Bamushigaru.


"Kau ada benarnya juga... aku sendiri setuju dan lebih baik diriku diam saja tanpa turun tangan seperti ini." Jawab Kuro dan semua orang terlihat setuju dengan perkataan Shira.


"Tetapi lihatlah lebih atas lagi, Shira! Dia sudah menyebabkan Kakakmu terbunuh!" Peringat Yuuna dan Shira hanya bisa memasang wajah murka, merasa gagal sejak dulu.


"Aku memang seperti ini... terlambat dan gagal untuk menyelamatkan anggota keluarga yang sangat dekat dengan..."


"...mungkin ini pertama kalinya aku merasakan kegagalan yang cukup mendalam bahkan aku sendiri sudah kehilangan semua niat dan semangat itu." Shira mengepalkan kedua tinjunya.


"Mengetahui diriku yang sudah berlatih ratusan tahun sejak kecil dan tidak pernah berhenti... tetap kalah oleh seseorang yang berlatih dan berjuang lebih lama." Kata Shira yang merasa gagal dan kecewa.


"Ujiannya memang seperti itu, Shira... ujian hidup namanya dan tujuan inti dari semua ini adalah untuk bertahan dan menjalani kehidupan yang kau inginkan." Kata Kuro yang mulai menepuk punggungnya.


"Bersemangat lah, pahlawan seperti dirimu yang sudah menyelamatkan Touriverse dua kali dengan membunuh Rxeonal dan Zangetsu masa seperti ini..." Kuro mencoba untuk menyemangatinya.


"Aku sudah melepaskan semua yang aku miliki dan dia tidak mau mati... rasanya stres dan kesal melihat dia bangkit lagi-lagi-lagi-lagi-lagi..."


"...dan lagi." Haruki mulai menepuk bahu Shira sehingga ia menatap dirinya dengan tatapan yang bersedih karena rasa kehilangan Kakaknya yang cukup membuat hatinya terasa kesakitan.


"Kau adalah Shiratori Shira... kau sudah melakukan banyak hal untuk mengalirkan semua harapan yang kau miliki kepada kami semua."


"Jika kami tidak bertemu dengan dirimu maka semua ini tidak akan terjadi... hal yang positif juga negatif." Haruki mulai memukul pelan bahu kanan Shira.


"Itu benar, Shira! Kau harusnya bisa mengenal dirimu sekarang juga, kau adalah pahlawan dan harapan untuk Touriverse... bukan Touriverse lagi tetapi seluruh alam semesta!" Shizen ikut berbicara.


"Itu benar! Melihat dirimu menyerah terasa sedikit aneh dan kurang, biasanya kau akan bangkit lagi dan lagi untuk menghentikan seseorang yang kau anggap sebagai ancaman."


"Kalian tidak mengerti... pahlawan tidak memiliki lindungan atau keberuntungan besar yang dapat membawa dirinya menuju puncak kemenangan!" Shira mulai berbicara dengan air matanya yang mengalir keluar.


"Memangnya semua yang aku lihat ini dongeng!? Siklus kehidupan di dunia ini sungguh penuh dengan kesulitan sampai aku sendiri tidak yakin akan bisa menang melawan Zoiru..."


"...aku sendiri tidak bisa di akui sebagai pahlawan melainkan prajurit Legenda yang menjalankan tugasnya untuk memenuhi harga dirinya itu!"


"Pahlawan tidak memiliki perlindungan apapun... tidak ada... termasuk diriku, aku tidak akan selalu menang! Akan ada waktunya kekalahan muncul..." Shira mengepalkan kedua tinjunya sambil mengejutkan dahinya.

__ADS_1


"Lagian... rasanya kurang, jika Korrina tidak di sini..." Shira menghela nafasnya, melihat Bamushigaru yang menerima banyak serangan sihir dari seluruh ras.


"Kita punya Kou." Kata Kuro.


"Aku tahu itu... rasanya, cukup buruk juga jika aku terus mengandalkan Korrina Comi, aku juga seharusnya bisa mencari cara untuk mengalahkan si brengsek itu." Shira menunjuk ke depan.


"Sudahlah, Shira... kau harus mencari jawaban yang kau inginkan di dalam hatimu itu." Haruki mulai menepuk punggung Shira lalu ia maju ke depan untuk membantu semua pasukan menghentikan Bamushigaru.


"Kau sepertinya benar-benar membutuhkan istirahat yang panjang, jarang sekali atau bahkan tidak pernah aku melihatmu seperti ini." Kuro menepuk punggung Shira lalu ia melesat ke depan.


"Intinya kau diam saja dulu, melihat keadaan... jika sudah baikkan maka mari kita bergabung." Shizen menepuk punggung Shira lalu ia mengikuti Kuro dari belakang.


"Kalau ada yang bisa kami bantu, kamu bisa mengatakannya saja... kita kan sudah seperti keluarga dekat." Yuuna menepuk punggung Shira lalu ia mengikuti ketiga teman di hadapannya.


"Aku memang pengecut dan cupu... pada akhirnya aku tidak bisa melindungi Kakakku lagi bahkan semua usaha yang aku lakukan terasa sia-sia..." Shira menatap kedua tapak tangannya.


"Memangnya dengan usaha... apakah kau bisa menjadi segalanya? Sihir cahaya yang awalnya lemah... berguna dalam menerangi ruangan saja sekarang sudah melebihi alam semesta..." Shira langsung mengepalkan kedua tinjunya.


"Kekuatan datang melalui kebutuhan bukan keinginan... memangnya dengan mendapatkan hasil kekuatan tanpa usaha, itu adalah keinginan bukan? Apalagi bakat... bakat dari lahir..."


"...semuanya masih kurang, aku tidak mengerti lagi dengan kekuatan dan sihir. Di bandingkan siapa pun, aku hanya sekedar Legenda biasa yang ingin bertahan hidup dan menikmatinya dengan baik." Shira menatap ke atas.


"Jangan bandingkan awalmu dengan pertengahan seseorang, putraku." Shira melebarkan kedua matanya ketika mendengar suara Ayahnya, ia bisa melihat cahaya yang membentuk Shukaku.


Shira juga melihat cahaya itu mulai membelah sampai membentuk penampilan ibunya yaitu Shuri.


"Ibu..."


"Shira... kamu putra yang menurut dan lembut ya, masalah yang kau alami adalah hal yang sederhana, namun terlihat besar karena tanpa sadar kamu membesar-besarkannya." Shuri mulai mengelus kepala Shira.


"Bukannya mencari jalan keluar atau solusi, malah fokus dengan masalah itu." Shira tiba-tiba mendapatkan jawaban yang cocok sampai ia pikir bahwa kedua cahaya itu terbentuk melalui hati dan jiwanya sendiri.


"Jangan membandingkan dirimu dengan siapa pun di dunia atau dunia lain, jika kau melakukannya maka apa yang kamu lakukan hanya menghina dirimu sendiri." Kata Shukaku.


"Adik kecil." Cahaya dari dalam tubuh Shira mulai membentuk Shinra yang melayang tepat di hadapannya selagi memberikan dirinya sebuah sentilan kecil.


"Jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain, karena tak semua bunga tumbuh dan mekar bersamaan."


""Tidak ada yang lebih baik, ataupun yang terbaik. Tetaplah mengikuti jalanmu yaitu berusaha dan bekerja keras...""


""...jangan memandang mereka yang tidak berusaha atau mendapatkan kekuatan tanpa usaha yang kau lakukan itu.""


Shira memejamkan kedua matanya lalu ia meningkatkan seluruh auranya sampai melepaskan cahaya yang membentuk alam semesta di belakangnya sehingga menarik perhatian Zoiru dan Bamushigaru.

__ADS_1


"Bangkitkan lah... hasil kerja kerasmu... arti nama dari Shiratori!!!" Seru Shinra keras sehingga Shira membuka kedua matanya lebar sampai kedua pupilnya bertambah tajam dan terlihat seperti mata elang.


Bamushigaru melakukan sebuah putaran untuk menghantam dan menabrak semua pasukan Touriverse yang mencoba untuk menyerangnya, ia baru saja melihat makanan lezat di hadapannya.


"Shiratori Shira... tidak di sangka kau masih menyembunyikan banyak kekuatan dan sihir sebesar ini. Aku yakin kau masih memilikinya di dalam dirimu!" Seru Zoiru dengan tatapan puas.


Minami dan Shuan melihat Shira sempat membentuk cahaya dan aura emasnya menjadi elang yang mengibarkan kedua sayapnya sehingga punggung Shira langsung mengeluarkan sayap elang.


"Itu dia... Shiratori Shira yang kita ketahui!" Haruki tersenyum serius, kedua sayap elang Shira mulai memanjang sampai memberikan banyak peningkatan juga keberkahan untuk semua pasukan.


Alam semesta emas di belakangnya mulai Shira angkat menggunakan tapak tangannya lalu ia memasukkannya kembali ke dalam tubuhnya itu.


"Kekuatanmu sudah setara layaknya seperti seorang pencipta tingkat rendah... jika kau dapat menciptakan alam semesta dengan cahaya maka maju kemarin, Shiratori Shira!!!" Seru Zoiru sehingga Shira mulai menarik nafas dalam-dalam.


"Kakak, apakah itu Golden Spirit?" Tanya Shuan.


"Tidak... Ayah memasuki jalan yang berbeda, jalan yang sama dengan Golden Spirit tetapi ia melewatinya hanya dengan kekuatan murninya yaitu Pure Light." Minami mulai menjelaskan.


"Ternyata apa yang kau katakan benar-benar terlihat... Ayah melewati jalan yang berbeda dengan kita, ia langsung memasuki jalan menuju alam semesta yang emas bahkan lebih besar lagi."


"Intinya... Ayah telah mendapatkan keberkahan dari Golden Eagle atau Golden Akari... elang itu menganggap kerja keras Ayah dan memilih dirinya menjadi seorang Legenda pertama yang menggunakan kekuatan dari berkah itu."


Shira maju ke depan lalu ia menghantam wajah Bamushigaru sampai terhempas ke belakang, setelah itu ia terbang ke atas dan mendarat tepat di atasnya.


Melepaskan pukulan tak terbatas yang mampu menyebabkan banyak lubang di belakang tubuh Bamushigaru sampai mengejutkan Zoiru karena kecepatannya jauh lebih mengerikan sekarang.


"Gawat... Bamushigaru tidak mendeteksi dirinya!?" Ungkap Zoiru sehingga ia melihat Shira memotong kedua sayap Bamushigaru lalu mengangkat keduanya.


Kedua sayap itu ia ubah menjadi pedang emas panjang yang langsung ia ayunkan untuk membelah ekornya sampai Bamushigaru menjerit keras dan menghempas semua pasukan itu ke belakang.


"Dengan ini, dia pasti bisa!" Kata Shizen, semua pasukan berhenti bertarung dan menonton Shira yang berhasil menyebabkan beberapa kerusakan kepada Bamushigaru yang terus berputar ke tingkatan lebih atas.


"ZOIRUUUU!!!" Shira memanggil nama Zoiru dengan nada yang tinggi sampai membuat dirinya panik karena tubuh Zoiru masih dalam proses pemulihan dengan Bamushigaru.


Bamushigaru berhasil menumbuhkan ekornya lalu ia mencoba untuk menghantam tubuh Shira tetapi ia berhasil menghindarinya sehingga Bamushigaru membuka mulutnya lebar lalu melepaskan gelombang hijau ke arahnya.


Shira berputar lalu melancarkan satu pukulan elang yang melepaskan cahaya berbentuk elang sampai cahaya itu mulai melakukan perpindahan dengan Shira.


Zoiru melebarkan kedua matanya ketika melihat Shira berada di depannya mulai menghantam wajahnya lalu ia menarik tubuhnya keluar dari dalam daging Bamushigaru.


Shira mencekik leher Zoiru lalu membantingnya di atas, "Bukan kau saja yang sering berlatih dan berusaha dari nol..."


Kedua sayap Shira menghilang seketika dan kedua matanya kembali seperti biasa, kali ini ia merasa lebih termotivasi untuk tetap berjuang.

__ADS_1


"...aku juga sama sepertimu, Zoiru!"


__ADS_2