Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 23 - Yang Pertama


__ADS_3

Shira dan Megumi tiba di kastil milik Korrina dimana Korrina bersama dengan Mika menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut karena mereka pulang dengan bekas luka yang sangat banyak, Mika menangis bersyukur bahwa Megumi terlihat baik-baik saja, "Megumi... Syukurlah...!!!" Mika memeluk Megumi dengan sangat erat lalu ia menatap wajahnya yang terlihat senang.


"Ya, terima kasih kepada Shiratori Shira yang sudah menyelamatkanku." Ucap Megumi yang mulai menunjukkan Shira, Shira sedang tersenyum kepada Mika selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat tenang. Korrina menyadari suatu hal tentang Shira bahwa mata kirinya telah buta dan hancur.


Mika menyadarinya juga, ia bergerak menghampiri Shira dan setelah itu ia memeluknya dengan sangat erat, "Ehh...?" Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"M-Mama...!!!" Megumi mulai merasa cemburu melihat Mika tiba-tiba memeluk Shira, Megumi menghampiri mereka berdua lalu ia memisahkan mereka berdua, "Jangan seenaknya memeluk Shira!" Seru Megumi selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius.


"Iya, iya." Mika menatap Megumi yang sedang mengembungkan pipi-nya, Mika menghampiri Shira lalu ia menatap mata kirinya dengan ekspresi yang terlihat kaget, "Mata kirimu...? A-Apa yang terjadi...?" Tanya Mika.


Shira melihat wajah Mika yang terlihat sangat khawatir, ia mulai tersenyum kecil lalu ia menyentuh mata kirinya yang terasa masih menyakitkan, "Ini adalah bekas luka abadiku ketika aku berhasil menang melawan Rionald.... Jangan mengkhawatirkan tentang diriku ini, aku bisa hidup tanpa satu mata."


"Tapi..."


Korrina menghampiri Shira lalu ia menatapnya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Kau memanglah Legenda amatiran yang hebat, Shira." Ucap Korrina yang terkesan karena bisa mengalahkan Rionald, Shira mulai berpikir bahwa Korrina sedang menyindirnya tetapi Korrina mulai memotong rambutnya hingga menjadi pendek.


ZWOOSSHH!!!


Shira membulatkan kedua matanya ketika ia melihat Korrina yang baru saja memotong rambutnya menjadi pendek, bukan hanya Shira yang terkejut melainkan Mika dan Megumi mulai ikut terkejut melihat hal itu terjadi, "N-Nona Korrina...! A-Apa yang kau lakukan...!?" Tanya Mika sehingga Korrina berjalan pergi lalu mengambil sebuah gelas kaca besar, "Aku mencoba untuk memberi hadiah terima kasih-ku kepada Shira menggunakan sihir penyembuhan yang baru saja aku pelajari." 


Korrina memasukkan semua rambut yang ia pegang ke dalam gelas itu lalu ia memasukkan air suci yang ia simpan di botol besar, botol itu baru saja ia keluarkan di dalam kulkas. Shira mulai meneliti Korrina yang sedang mencampurkan botol berisi rambut-nya dengan air suci, rambut-rambut Korrina mulai meleleh hingga membuat air suci itu yang tadinya berwarna biru muda mulai berubah menjadi warna emas, "Sacred Purification." Korrina mulai menghalang botol itu menggunakan telapak tangan kirinya yang bersinar biru muda.

__ADS_1


Korrina mulai mengocok botol itu ke atas dan ke bawah, "Dengan meminum ini, mata kiri dan kemungkinan lengan kiri-mu akan menguasai cahaya suci yang bernama Enchantment Testament Light." Ucap Korrina selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Enchantment Testament Light...?" Tanya Shira dan yang lainnya, ini pertama kalinya Mika mendengar sebuah sihir yang bernama itu, mungkin saja itu sihir jenis baru.


"Enchantment Testament... Sebuah sihir jenis yang beratribut lumayan fatal bagi tubuh pengguna, seseorang yang terkena sihir yang memiliki jenis Enchantment Testament maka mereka bisa saja terbakar hangus dan bisa saja mereka akan disucikan menjadi partikel-partikel kecil, yahhh... Sihir ini bisa disebut seperti penyucian." Korrina mulai mengeluarkan sihir api yang memiliki warna biru mudah dan api-api itu juga dilumuri dengan kilat putih dan partikel-partikel putih.


"Enchantment Testament ini adalah sihir jenis yang langka karena seseorang tidak mampu menyempurnakan atau mengontrol-nya dengan mudah, jadi mereka yang dicalonkan untuk memiliki sihir ini hanya bisa menyerah sehingga sihir Enchantment Testament yang mereka miliki langsung hilang, biasanya sihir ini akan hilang dengan cepat jika si pengguna tidak secepatnya mengontrol atau menguasai sihir ini." Korrina menghampiri Shira yang terlihat kebingungan. Enchantment Testament mampu menghapus segala efek negatif mulai dari ilusi, racun, sihir penghapus ingatan, dan semua sihir negatif lainnya. Enchantment Testament juga akan mampu mengubah sihir yang mereka gunakan menjadi sebuah kekuatan dan Lenergy yang sangat besar, dan kekuatan itu akan meningkat besar untuk sementara waktu ketika mereka menyerang musuh-nya.


Singkatnya Enchantment Testament Light, jika Shira menggunakan sihir itu maka Enchantment Testament Light akan mengumpulkan semua cahaya yang ada di semesta Yuusuatouri, jika Shira mampu menguasai Enchantment Testament dan meningkatkan-nya lagi menjadi lebih tinggi maka sihir Enchantment Testament bisa saja mengumpulkan semua cahaya dari semua semesta, semua cahaya yang dikumpulkan itu bisa saja dijadikan sumber kekuatan yang besar dengan mengatakan ENCHANTMENT POWER SOURCE, semua cahaya itu yang telah di ubah menjadi kekuatan yang besar mampu menghancurkan anggota tubuh atau alat-alat fatal yang miliki semua ras, tapi itu hanya bisa digunakan sekali, serangan selanjutnya akan bisa digunakan setelah beberapa jam kemudian. 


Enchantment Testament ini terdapat di setiap mata pengguna mulai dari kiri dan kanan, salah satu dari kedua mata itu. Enchantment Testament tidak akan bisa digunakan di kedua mata karena efeknya akan berbahaya dan terlalu kuat bisa saja tubuh pengguna hancur. Ketika sihir Enchantment Testament itu ada di mata kiri maka tubuh bagian kiri-nya akan kebal terhadap apapun dan juga serangan lengan kiri mereka akan terasa lebih menyakitkan. Bahkan jika si pengguna menggunakan senjata maka senjata itu akan dilumuri dengan sihir Enchantment Testament.


Korrina memberikan botol itu kepada Shira, "Ingat... Sihir ini tidak bisa dibangkitkan atau digunakan sesuai dengan kehendakkan-mu sendiri. Sihir ini datang pada saat panggilan yang sebenarnya dan aku sarankan untuk terus berlatih karena sihir ini cukup berbahaya juga." Shira mengambil botol itu lalu ia menatap Mika dan Megumi yang terlihat serius, mereka berdua mengangguk lalu Shira tersenyum kecil.


Mata kiri Shira mulai bersinar dengan sangat cerah, Korrina menghalang mata kirinya menggunakan penutup mata itu lalu perlahan-lahan Shira mulai kehilangan sumber Lenergy besar yang tadi ia rasakan, "Hah...?" Shira mulai menatap Korrina, "Kau masih belum siap untuk menggunakannya."


Ketika Korrina mengatakan hal itu, ia berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga. Shira hanya bisa diam dan sadar bahwa ia masih terlalu lemah walaupun sudah mengalahkan Rionald, dia bisa menang karena sihir yang Rionald gunakan itu cukup beresiko. Shira mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal lalu ia mengepalkan kedua tinjunya, ia sudah memiliki motivasi lainnya untuk bertambah kuat dan terus berjuang walaupun kau sudah menang melawan musuhmu.


Beberapa telah berlalu, Korrina memberitahu Shira bahwa ia akan pergi beberapa minggu untuk mencari informasi tentang turnamen dimana pemenang bisa mendapatkan sesuatu yang ia mau, Megumi dan Mika juga memberitahu Shira bahwa mereka berdua akan pergi untuk beberapa hari hanya untuk bertemu dengan adik Megumi yang bernama Himene, itu artinya Shira sendirian tinggal di kastil itu dengan Agfi, Yuuki, dan Rexa. Mereka bertiga juga sudah jelas akan memiliki urusan pribadi mereka.


Shira tidak memiliki pekerjaan lain selain berlatih dengan sangat keras, ia berlatih di berbagai tempat mulai dari bawah lautan, langit-langit, di dalam air lahar, di dalam tempat yang beracun. Semua tempat yang ada di planet Legenia kecuali luar angkasa karena ia masih belum cukup siap untuk berlatih di luar angkasa apalagi matahari, tempat latihan yang sangat ia inginkan adalah matahari jadi ia bisa mempererat hubungannya dengan matahari. Agfi memberi Shira sebuah saran untuk berlatih di tempat latihan yang Korrina ciptakan bernama Transcended Training of Time and Space.


Tempat latihan yang cukup manjur bagi Shira yang mencoba untuk berlatih setiap hari, Agfi menjelaskan tentang ruangan itu, di dalamnya hanya terdapat partikel-partikel putih dan Shira hanya akan bisa melihat awan dan angin-angin yang menghembus kencang. Tempat latihan itu tercipta dari waktu dan angkasa itu sendiri karena Korrina pernah mendapatkan kristal hijau yang melambangkan waktu dan kristal ungu kehitaman layaknya seperti warna dari luar angkasa dan kristal itu juga melambang angkasa. Korrina menciptakan ruangan sebesar dua puluh empat kali dua puluh empat (24x24).

__ADS_1


Waktu berjalan lebih cepat di dalam ruangan itu, satu detik layaknya sama seperti 1 jam dan imajinasi atau pikiran bisa menjadi nyata di tempat itu. Ketika mendengar hal itu, Shira merasa cukup terkejut dan secepatnya masuk ke dalam ruangan tanpa mendengarkan peringatan Agfi yaitu ruangan itu tidak akan bisa diakses lagi ketika Shira sudah mencapai batasannya, jadi secara otomatis ketika Shira tidak bisa berlatih lagi maka ia akan di tendang keluar, ia harus menunggu satu tahun untuk masuk ke dalam ruangan itu lagi.


Ketika Shira berada di tempat itu ia melakukan beberapa push-up, sit-up, squat-jump, dan pull-up. Ketika ia sudah selesai, Shira langsung memikirkan matahari karena ia ingin sekali berlatih di atas matahari. Matahari yang ada di dalam imajinasi Shira mulai muncul di depannya dan itu membuat Shira membulatkan kedua matanya karena matahari itu memancarkan sinar dan panas yang sangat kuat hingga membuat Shira memunculkan tembok sinar-nya, tetapi tembok itu malah membuat Shira lebih terasa panas.


Shira mengamuk dan ia memaksakan seluruh tubuhnya, ia melompat ke puncak atas matahari itu lalu ia mulai duduk di atas hingga perlahan-lahan pantatnya mulai terbakar dan ia terus berkeringat hingga keringat-keringatnya mulai menghilang karena panas dari matahari itu yang dahsyat, seluruh tubuh Shira perlahan-lahan terbakar termasuk dengan penutup mata kirinya. Ketika Shira membuka mata kirinya, seluruh tubuhnya terasa seperti tidak merasakan apapun termasuk dengan panas yang dimiliki matahari itu, ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kebingungan lalu ia menatap lengan kirinya yang dilumuri dengan sinar emas dan partikel-partikel putih.


Tanpa disengaja Shira menggunakan Enchantment Testament Light dan ketika ia menggunakannya, ia tidak merasa kesakitan atau kekuatan yang besar. Di dalam pikirannya mungkin karena ia sedang berada di atas matahari, resiko dari sihir Enchantment Testament ini terhalang oleh matahari atau bisa saja matahari itu sedang terserap oleh lengan dan mata kiri milik Shira. Shira menggelengkan kepalanya karena ia tidak mau menghabiskan lebih banyak waktu lagi, ia terus berlatih di situ dengan melakukan beberapa pukulan dan tendangan ke depan.


Beberapa jam kemudian, Shira sudah berada di tempat itu selama 3 jam, seluruh tubuhnya mulai terasa lelah tetapi ia masih bisa berdiri selagi menatap langit-langit dan juga menahan beban yang dimiliki gravitasi matahari, Shira mulai menambahkan kesulitan terhadap latihannya yaitu menaikkan gravitasi. Shira terus menatap ke atas langit selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal karena latihannya masih tidak mampu membuatnya puas, "AAAAAHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!" Teriak Shira keras hingga ia berubah menjadi wujud Saint Enchanted, seluruh tubuhnya bersinar dengan sangat cerah bahkan lebih cerah dari matahari yang terlihat seperti akan padam.


"Motivasiku adalah untuk menjadi yang terkuat... Lebih dari siapapun, aku ingin menjadi seorang mortal yang terkuat bahkan mampu melampaui seorang dewa...!" Shira mulai melompat-lompat dan melakukan beberapa backflip lalu ia mulai menciptakan sebuah pedang di tangan kirinya dan sebuah pistol di tangan kanannya, ia mengayunkan pedangnya asal-asalan dan ia menembakkan pistolnya ke depan dengan menarik pelatuknya, Shira menahan pelatuknya hingga pistol itu terus menembak peluru cahaya tanpa henti, pistol itu memiliki amunisi terbatas karena amunisi-nya adalah cahaya dan cahaya itu berasal dari matahari yang Shira injak.


"AKU INGIN MENJADI SEORANG SAINT LEGENDA YANG TERHEBAT DI SELURUH SEMESTA TOURI...!!! LATIHAN YANG BERAT DAN MENYIKSA INI SANGATLAH INTENS, BISA SAJA TUBUHKU AKAN MATI RASA KETIKA AKU SELESAI BERLATIH...!!!" Shira mulai bisa merasakan tubuhnya yang mulai terasa berat, itu artinya tubuhnya secara tidak langsung mencoba untuk menghentikan Shira dalam menghancurkan batasannya.


"Latihan seperti ini... Aku juga membutuhkan banyak istirahat, itu adalah moto latihan Legenda yang sebenarnya...!" Shira melayang ke atas selagi menahan beban dari gravitasi yang ia rasakan saat ini, "Setiap pergerakan-ku ini membutuhkan kuasa... Aku harus menguasai seluruh pergerakanku atau aku bisa saja gagal dalam melakukan serangan kombinasi..." Shira melempar pedang dan pistol-nya ke depan. Shira tidak tahu kapan ia akan berhenti dan melemah karena batasannya, ia juga mulai memiliki pikiran aneh bahwa tubuhnya akan terbelah menjadi dua karena latihan yang ia alami saat ini, "Tetapi... Aku melakukan ini bukan karena aku bodoh... Motivasiku... Menjadi yang terhebat dan melindungi PACARKU...!!!" Shira mulai menyerap matahari itu sampai padam.


ZWWWOOOOSSSHHH!!!!


Matahari yang tadinya bersinar lebih cerah dari Shira mulai kehilangan cahaya dan kepanasan-nya, saat ini matahari itu mulai berubah menjadi planet biasa. Shira tersenyum kecil lalu ia jatuh menuju daratan hingga tiba-tiba ia bersinar lalu keluar dari ruangan yang bernama Transcended Training of Time and Space. Rexa melirik ke belakang lalu ia melihat Shira yang kembali dengan kondisi yang terluka parah, ia bisa melihat seluruh tubuhnya seperti terbakar. Rexa bergegas mengangkatnya dan membawanya ke kamar lalu menyembuhkannya menggunakan sehelai rambut yang Korrina tinggalkan.


Ketika Rexa memberinya beberapa sihir penyembuhan, Megumi datang dan melihat Shira, ia menghela nafasnya lalu ia mengeluarkan perban. Setelah itu ia mulai menghalang semua luka yang ada di tubuh Shira mulai dari mata kiri dan lengan kirinya yang memiliki warna coklat dengan perban yang ia keluarkan, ketika Megumi selesai merawatnya. Megumi tersenyum lebar lalu ia mencium hidung Shira dan mulai berbisik di telinga-nya, "Aku mencintaimu..."

__ADS_1


__ADS_2