Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 351 - Beban


__ADS_3

Sudah hampir beberapa hari kita terjebak di dalam kubus waktu yang membawa kita ke dalam masa yang berbeda-beda, tidak ada jalan keluar selain melanjutkan semua tujuan ini demi menyelamatkan teman kita yang bernama Haruki Comi. Pada awalnya kami tidak mengerti kenapa bisa tiba di kubus waktu dan kenapa memilih jalan mengerikan seperti ini, sekali saja masa berubah maka kubus waktu itu akan menghapus seluruh masa yang terdapat di dalam kubus hitam tersebut.


Walaupun kita sudah memilih jalan yang mengerikan seperti ini, sebagai seorang Legenda kita hanya perlu melanjutkan dan menjalankannya saja seperti biasanya tanpa perlu mengkhawatirkan apapun. Ini semua demi masa depan dan keselamatan Haruka karena dia sudah melakukan banyak hal kepada Touriverse, jadi ia pantas untuk kembali dan beristirahat penuh bersama kami. Sekarang, kami berada di masa yang cukup palsu, Yuusuatouri yang palsu dimana tidak ada kejadian aneh terjadi melainkan Honoka yang tiba-tiba pingsan begitu saja.


Suhu tubuhnya panas dan kami mulai khawatir sehingga mencari tempat yang aman untuk Honoka, kami hanya perlu waspada dengan tempat sekitar karena Kuharu bisa saja menyerang kapanpun dan menggunakan sihir penghentian waktunya itu. Tidak lagi masalah seperti ini membuat diriku khawatir sampai keringat dingin terus keluar, kami sudah bersatu dengan kelompok Haruki tetapi Minami dan Kou pergi entah kemana, apakah mereka baik-baik saja berduaan seperti itu ya?


***


"OKAHOOOOOOOOOOOOOO...!!!" Minami menjerit keras selagi menangis, ia menghantam daratan beberapa kali menggunakan kedua tinjunya sehingga melepaskan beberapa cahaya emas di sekitarnya dan bahkan cahaya yang terlihat seperti cahaya yang dimiliki oleh bulan dan bintang, Kou hanya bisa diam sambil menatap Minami karena kondisinya masih bisa disebut parah, ia menangis tanpa suara karena kehilangan seorang Kakak yang selalu mengasuh dirinya sejak kecil.


Minami memancing banyak sekali dewa dan dewi, mereka bahkan sempat curiga kepada Minami sehingga mereka tidak beri satu kesempatan untuk melakukan sesuatu karena Minami mengamuk bahkan sampai membunuh mereka menggunakan cakar-nya dan menghabiskan tubuh mereka dengan memakannya sampai habis. Kou merinding ketika melihat Minami bisa menjadi hewan berdarah dingin seperti itu, ia juga sempat khawatir bahwa masa ini bisa berubah karena Minami yang membunuh semua dewa dan dewi itu.


Kuharu bisa melihatnya bahkan ia juga ketakutan ketika melihat Minami mengamuk seperti itu, kekuatan seorang Neko Legenda jika mengamuk tidak bisa terbayangkan, mereka dapat mengendalikan diri mereka tetapi akal mereka hanya menganggap semua di hadapannya sebagai musuh tanpa harus memandang bulu. Minami mengamuk bahkan sampai membuat wilayah sekitar berguncang dahsyat karena perubahan dirinya yang berubah menjadi [Golden Beast Legend], para Dewa dan Dewi itu ketakutan bahkan sempat memanggil beberapa pasukan Mortal untuk melawan Minami.

__ADS_1


Amukan Minami benar-benar menakutkan seluruh dewa dan dewi yang berada di wilayah itu sehingga Kou memaksakan tubuhnya untuk bergerak dan menghentikan Minami tetapi tidak bisa karena ia berakhir terjatuh, ia sempat takut bahwa seorang dewa-dewi kuat datang dan menghentikan Minami dengan cara yang mematikan, Kou memejamkan kedua matanya sehingga Minami mengerang keras bahkan sampai menghantam wajahnya dengan daratan, mencoba untuk menyingkirkan sesuatu di dalam pikirannya.


"RAAAAAAGGGGHHHHH...!!!" Minami melepaskan laser emas melalui mulutnya ke segala arah sehingga laser itu terarah menuju Kou tetapi Kouko melindungi dirinya dengan keluar dari tubuh-nya lalu menahan semua serangan itu. Sesosok jiwa Eternal yang berada di dalam tubuh Kou tidak bisa bertahan cukup lama, ia perlahan-lahan bangkit dari atas tanah lalu menatap Minami dengan tatapan yang terbuka lebar sampai Minami melebarkan matanya sendiri.


Minami tiba-tiba memuntahkan darah yang cukup banyak lalu ia perlahan-lahan berubah kembali menjadi wujud semula dengan ekspresi yang terlihat kesal, ia berlutut di atas tanah sambil menggenggam erat daratan dengan kedua tapaknya. Ia selama ini sadar, hanya saja kemarahan dan rasa tidak menerima terhadap seorang teman yang sudah mengorbankan diri demi Minami terus memberitahu dirinya untuk melampiaskan semua amarah itu demi memancing Kuharu.


Minami masih merasa marah dan kesal, ia sendiri bahkan menatap Kou dengan tatapan yang mengancam karena seorang adik dan seorang anggota keturunan terakhir dari Comi benar-benar tidak berguna. Hanya bisa menyusahkan orang, seorang gadis penyakitan yang bahkan membuat Minami bangun lalu menghampiri Kou dengan ekspresi yang terlihat mengancam. Kou hanya bisa bernafas berat sambil menatap Minami, demamnya bertambah parah bahkan ia sampai batuk darah karena tidak bisa menahan tubuhnya yang memiliki fisik sangat lemah.


Kou hanya bisa menatap Minami dengan wajah yang ketakutan karena kerah bajunya langsung di tarik oleh Minami, ia menunjukkan kepalan tinju kepada Kou dan Kou sudah siap untuk menerima serangan itu dengan menatap Minami pasrah, "Jangan menatapku seperti itu, aku tidak memandang siapapun dengan penampilan... seseorang yang sudah membuat banya kerugian, seseorang yang memiliki kekuatan besar dan hebat... tidak bisa digunakan itu sampah!!!"


"Semua ini... semua ini benar-benar salah dirimu, seharusnya kau tidak ikut sejak awal jika apa yang kau lakukan hanya memberi kami semua beban! Seharusnya kau lebih baik diam dan menjadi seorang gadis seperti seorang putri yang hanya bisa diam di kamar selagi menunggu seorang pangeran yang datang...!!! Kau benar-benar tidak berguna...!!! Semua rencana yang kau berikan dengan kekuatan pikiran itu menghabiskan satu nyawa, nyawa yang benar-benar berharga!!! Apakah kau tahu itu, hah!?" Seru Minami keras sehingga Kou hanya bisa diam dan menangis karena ia terus dimarahi seperti itu, suhu tubuh Kou yang bertambah panas tidak dapat membuat Minami khawatir dan peduli seperti biasanya.


Sikap Minami yang biasanya konyol dan bodoh berubah menjadi tegas dan penuh rasa amarah karena mengingat semua beban dan ketakutan yang akan terjadi sejak dulu. Kehilangan Haruka itu sebenarnya sudah membuat dirinya sangat kesal sehingga ia ingin memberontak dan membunuh mereka yang melanggar hukum tetapi ia dapat menahannya, sekarang semuanya hancur begitu saja. Dinding kesabaran yang selalu berada di sisinya hancur, ia sampai tidak peduli lagi kepada Kou.

__ADS_1


Minami hanya bertemu dengan Kou selama beberapa minggu tidak bertahun-tahun seperti Haruki dan Okaho, jika di pikirkan kembali semua ini benar-benar salah Kou karena ia sudah mau ikut. Seharusnya dia diam di rumah, Minami masih belum mengerti kenapa Okaho memilih Kou untuk ikut, ia sendiri tahu bahwa seorang hantu seperti Kou hanya akan memberi beban besar karena penyakitnya itu.


"... ..." Kou terus batuk darah, ia mencoba untuk mengeluarkan sebuah alat untuk memberitahu Minami bahwa ia meminta maaf tetapi alat yang ia keluarkan langsung Minami hancurkan karena ia tidak mau melihat perkataan apapun yang ia tulis, tubuhnya seperti bergerak sendiri karena amarah itu sendiri, seorang Neko Legenda memang seperti itu karena inti yang menakutkan dari diri mereka sendiri adalah amarah besar. Hal sekecil apapun itu, bagi Neko Legenda semuanya itu bermanfaat dan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan begitu saja.


Masalah sepele bagi mereka yang tidak artinya hilang dan hancur begitu saja bisa dianggap serius oleh seorang Neko Legenda sampai mereka semua melepaskan amarah itu, "Apakah kau benar-benar pantas untuk memanggil dirimu sebagai anggota keluarga Comi!?" Tanya Minami dengan tatapan yang lebih kesal karena pikirannya dipenuhi dengan ingatan Haruka dan Okaho, Kou tidak bisa melakukan apapun kecuali menatap Minami dengan tatapan sedih dan bersalah.


Kouko tidak bisa membantu dirinya karena jika ia mengeluarkan pelindung arwah di dalam tubuhnya maka penyakit lain bisa saja muncul dan menyebabkan dirinya mengalami kesakitan yang sangat besar, "Dasar sialan!!! Kau benar-benar ********...!!! Tidak ada gunanya eksistensi dirimu ini!!!" Minami menggenggam erat kerah baju Kou bahkan Kou menatap dirinya dengan tatapan yang dipenuhi ketakutan.


Tidak bisa mendengar apa yang Minami perkataan tetapi perasaan yang ada di dalam diri dan pikirannya mampu diketahui oleh Kou dengan mudah sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima semua amarah itu sendirian karena semua yang dikatakannya itu benar, "Aku tidak pernah mendengar sejarah seorang anggota Comi akan memiliki seorang anggota yang benar-benar tidak berguna, hanya berguna dalam keadaan tertentu tetapi lebih banyak dalam menerapkan sebuah beban!!!"


"Kenapa!? Kenapa kau harus menjadi seorang anggota gagal!? Kenapa kau setuju dengan pilihan Okaho harus ikut!?" Minami menjatuhkan Kou dan ia langsung memegang erat kerahnya menggunakan kedua tangannya sehingga Kou terus menatap dirinya dengan tatapan yang dipenuhi air mata, Minami juga ikut menangis karena Shira pernah memberitahu dirinya bahwa suatu saat nanti kehidupan Legenda akan menjadi sulit dan dipenuhi beban, ia harus siap tetapi sekarang ia tidak siap.


"Seorang Legenda seharusnya tahu apa itu batasan, fisik lemah dan penyakit permanen yang kau rasakan itu... kau pasti bisa menghancurkan semuanya...!!! Tidak ada Legenda yang tidak bisa melakukan apa yang mereka inginkan, hancurkan batasan yang kau miliki itu atau tetaplah menjadi Legenda yang memberi teman-teman disekitar nya beban yang sangat besar!!!"

__ADS_1


__ADS_2