Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 291 - Pertarungan Antar Kekuatan Kuno


__ADS_3

Haruka dan Okaho mulai bersiap, ia melesat menuju arah Konari dengan kecepatan yang sama... Konari tidak berniat untuk menggunakan sihir apapun karena mereka berdua pasti mampu membalik keadaan. Haruka melayangkan satu pukulan yang sudah diselimuti dengan sihir Crimson, Konari berhasil menahan-nya menggunakan kedua lengannya lalu Haruka mengangkat lengan lain-nya untuk menciptakan sihir Crimson.


Okaho menendang perut Konari sehingga ia terdorong ke belakang dan Haruka melempar bola itu ke arah Konari sehingga mampu memutuskan tubuh-nya menjadi dua tetapi ia masih belum bisa disebut kalah ketika memiliki sihir realita dan juga pemulihan yang besar, Konari melepaskan satu petir yang tercipta dari segel sihir sehingga Haruka menciptakan kristal waktu di tangan kanan-nya lalu melemparnya ke depan.


Kristal waktu itu berputar sehingga mampu menghentikan waktu untuk sihir petir tersebut, Okaho muncul di atas Konari sambil mengepalkan kedua tinju-nya karena ia ingin sekali menghantam wajah-nya sampai hancur tetapi Konari menatap-nya sehingga Okaho langsung terpengaruh sihir penghentian waktu, Konari menatap Haruka lalu ia menghembuskan nafas dan mengubah nafas itu menggunakan realita menjadi laser yang sangat tajam.


Haruka mulai menghindari serangan laser itu tetapi Konari melakukan cara yang lain sehingga ia bernafas dan nafas-nya itu ia ubah menjadi sihir ledakan yang besar, untungnya Okaho sempat untuk mengubah sihir itu menjadi dorongan besar yang mampu melempar Haruka ke belakang. Sepertinya menyerang Haruka itu cukup menyulitkan jika Okaho menjaga-nya dari jauh.


Sekarang Konari mulai mengincar Okaho, ia melesat menuju arah-nya sehingga tubuh-nya langsung ditusuk dengan berbagai alat tajam yang ia ciptakan dengan mengubah nafas yang ia hembuskan menjadi benda tajam menggunakan sihir realita, "Sungguh menyenangkan bukan? Realita bisa menjadi apapun yang kita mau... Hal ini mampu membuat-ku tersenyum."


Okaho mulai mendapatkan sinyal dari Haruka untuk memancing-nya, Konari harus bisa mendekati Okaho... untungnya Okaho mencoba untuk menarik Konari menggunakan kedua lengan-nya sehingga Konari menghilang lalu muncul di sebelah-nya sambil melayangkan satu pukulan. Untungnya pukulan itu menembus wajah Okaho yang berubah menjadi udara dan kedatangan Konari langsung disambut.


Sambutan dari serangan kombinasi Haruka dan Okaho, walaupun mereka diserang oleh sihir yang sama... Konari berhasil melarikan diri dengan terbang ke atas, ia mulai memejamkan kedua mata-nya dan Okaho menyambut diri-nya dari atas dengan mengayunkan Keris-nya yang mampu membelah tubuh Konari menjadi dua.


Serangan itu belum cukup karena tubuh bagian atas Konari mulai berputar sehingga ia menghilang dan bersatu dengan kegelapan, "Ck... sekarang dia lebih mengandalkan sihir realita-nya itu, sangat menyusahkan!" Seru Okaho keras yang mulai melihat sekitar.

__ADS_1


"Bukannya sihir-mu juga realita...?" Kata Haruka, ia bergerak menuju arah Konari lalu melancarkan satu pukulan tetapi pukulan-nya tiba-tiba berhenti ketika Konari menggunakan sihir waktu lalu realita dimana ia mengubah udara di depan Haruka menjadi benda tajam dan panjang yang menusuk perut-nya, "U-Uck..." Mulut Haruka mulai mengeluarkan darah yang mengalir deras.


Okaho datang lalu ia mencoba untuk menghantam wajah Konari sehingga tinju-nya berubah menjadi debu, setelah itu Konari mendorong mereka ke belakang. Luka yang diterima oleh Haruka sembuh dengan mudah karena bantuan dari sihir waktu-nya itu. Konari melayang ke atas udara lalu ia mulai mengumpulkan sumber kekuatan yang besar di atas tangan-nya dengan mengubah udara menjadi energi tipe apapun.


Konari mengubah semua energi yang ia kumpulkan itu menjadi meteor berukuran semesta di atas kepala-nya, dengan cepatĀ  Haruka dan Okaho mulai menggunakan sihir [Reality] dan [Time] untuk menciptakan kombinasi hebat yang dapat menghilang semua meteor itu lalu mengubah-nya menjadi gas beracun sehingga Konari terpengaruh dengan racun tersebut lalu terjatuh.


"Ckkk... sial kau, Okaho... Haruka...!" Konari kembali bangkit lalu mengubah efek racun yang ia hirup itu menjadi aroma yang sangat wangi, kerja sama mereka cukup baik sampai membuat Konari kesal karena ia tidak bisa melukai mereka dan meninggalkan luka yang benar-benar menyakitkan.


Kecepatan Konari mulai meningkatkan sehingga ia melepaskan dorongan besar di sekitar-nya, ia melesat menuju arah Haruka lalu menendang wajah-nya sehingga ia terdorong ke belakang, Konari sekarang menyerang menggunakan sihir waktu dan realita yang dicampur menjadi satu sehingga membuat mereka berdua bingung.


Okaho tepat maju ke depan sambil memegang Keris-nya, ia mengayunkan senjata-nya beberapa kali ke arah Konari dan ia berhasil menghindari semua serangan itu sambil mundur ke belakang dan melakukan beberapa backflip ke belakang, Haruka kembali untuk menyerang tetapi Konari melebarkan kedua mata-nya sampai tubuh Haruka tidak bisa bergerak.


Okaho muncul di belakang Konari lalu ia menendang punggung-nya sampai ia terlempar ke depan dan Konari berhasil menstabilkan tubuh-nya untuk mendarat di atas tanah dengan selamat. Okaho melebarkan mata-nya lalu ia melirik ke kanan sehingga Konari langsung menghantam wajah-nya sampai ia terdorong ke belakang, ia memanfaatkan kecepatan, realita, dan waktu secara bersamaan.


Kecepatan Konari meningkat dengan pesat sampai ia berhasil melancarkan beberapa serangan yang mampu membuat Okaho terjatuh di atas tanah tetapi ia melompat ke atas sehingga Konari menyambut-nya dari atas dengan menghantam puncak kepala-nya sampai ia terjatuh di atas tanah. Bukan hanya ketiga hal yang Konari manfaatkan tetapi ia juga menggunakan ilusi untuk membingungkan Okaho.

__ADS_1


"Sial kau...!!! Dasar pengecut, berani-beraninya kau menggunakan sihir ilusi, realita, dan waktu secara bersamaan kepada-ku!!!" Okaho mengubah udara di sekitar menjadi aura Crimson dan aura itu mampu melukai Konari sehingga terpaksa harus mundur dan memulihkan luka-nya itu tetapi Okaho tidak akan memberi diri-nya kesempatan untuk memulihkan diri.


Kecepatan pemulihan diri Konari sungguh cepat hingga sekarang ia menyerang Okaho dengan sangat agresif, Okaho sekarang lebih memilih untuk menghindar dan menahan semua serangan itu karena ia memanfaatkan tiga kemampuan yang menyebalkan secara bersama tetapi Okaho sadar jika ia terus melarikan diri dan menahan maka waktu akan tersia-siakan sehingga ia sekarang langsung menyerang.


Mereka mulai melancarkan serangan bertubi-tubi, setiap serangan yang mereka lakukan mulai teradu. Pergerakan mereka sangat cepat bahkan Haruka dari jauh seperti melihat pergerakan kasat mata yang bermunculan di sekitar-nya... saking cepat-nya mereka, mereka mampu menimbulkan ledakan dimana-mana dengan asapnya juga.


Konari berhasil menghantam Okaho, satu hantaman itu memberi diri-nya kesempatan untuk melancarkan serangan bertubi-tubi yang mengenai wajah-nya. Ketika Konari mencoba untuk mengakhiri serangan-nya, Okaho menghilang lalu muncul dari bawah tanah dan berhasil menendang dagu-nya sehingga ia terlempar ke atas dan Okaho muncul tepat di atas-nya lalu melancarkan satu serangan yang dapat dihindari lagi oleh Konari.


"Ggrrrggghhhhh!!!" Okaho merapatkan gigi-nya dan emosi-nya sudah mencapai puncak paling tinggi ketika melawan Konari.


Mereka muncul di atas langit lalu mulai melancarkan beberapa serangan tetapi setiap serangan yang mereka lakukan mampu dihindari dengan mudah karena pergerakan mereka sama cepat-nya sehingga serangan yang mereka lakukan sekarang tidak mampu melukai satu sama lain tetapi ketika mereka mundur lalu melayangkan satu pukulan dalam waktu yang tepat...


Baaammmmm...!!!


Tinju Okaho mengenai wajah Konari sedang tinju Konari mampu mengenai wajah Okaho juga sehingga mereka mulai menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat kesal, "Sialan kau..."

__ADS_1


"Mungkin sudah saat-nya aku menghancurkan Limiter itu---" Okaho menendang perut-nya lalu ia menghantam tengkuk Konari sampai ia terlempar menuju daratan.


"Jangan coba-coba..."


__ADS_2