
"Alvin..." Korrina baru saja memanggil laki-laki yang lihat itu Alvin, Alvin melebarkan matanya ketika seseorang yang akan membuka pintu itu adalah Korrina sendiri... awal-nya ia akan menyangka bahwa salah satu anak-nya yang akan membuka-nya tetapi apa yang ia pikirkan ternyata salah.
Alvin yang Korrina lihat adalah Alvin yang berasal dari dimensi palsu, walaupun begitu... reaksi Korrina terlihat sangat berbeda... kali ini ia tidak terlihat sedih atau-pun terharu ketika menatap-nya, kemungkinan besar karena faktor dari kedua mata-nya yang melambangkan sebuah hati.
"Y-Yo... Sepertinya kau adalah Korrina Comi yang berasal dari dimensi palsu ya...? S-Salam kenal, aku Alvin yang berasal dari dimensi palsu---" Alvin melebarkan matanya ketika melihat Korrina menarik-nya ke dalam lalu ia menutup pintu keluar dengan sangat rapat bahkan sampai ia menggunakan sihir segel agar tidak ada satupun yang bisa membuka-nya.
Alvin terlihat kebingungan dan ia memiliki firasat yang sangat buruk ketika melihat ekspresi Korrina yang seperti-nya menatap diri-nya dengan tatapan yang tergoda, ia tidak bisa melakukan apapun karena Korrina terus mengajak-nya untuk mengikuti dirinya hingga mereka berdua berakhir di dalam kamar tidur.
Pintu tertutup dengan rapat sampai tersegel oleh sihir, Alvin berkeringat dingin sehingga ia benar-benar panik dengan situasi yang ia hadapi... tidak ada cara yang bisa ia lakukan selain menatap Korrina yang mulai bernafas berat, Haruka bisa merasakan keberadaan Alvin dan Korrina di dalam kamar tidur.
"Ini buruk...!!! Ini buruk...!!!" Haruka mulai panik, ia terus mengacak-acak rambut-nya karena pandangan masa depan yang ia lihat benar-benar terjadi, "Hahaha! Itu artinya aku akan mendapatkan adik baru~ Aku akan menjadikan diri-nya sebagai budak-ku...!" Okaho tertawa terbahak-bahak.
Korrina perlahan-lahan melepas baju-nya yang mengartikan dosa [Lust] telah mempengaruhi diri-nya, Kuro baru saja ingat ketika ia tersipu dan menyerang target yang salah yaitu Korrina sendiri... itu artinya serangan yang ia lakukan mengenai Korrina bahkan pedang [Lust] sendiri tidak sengaja memberi diri-nya sedikit luka gores yang dapat membangkitkan hasrat nafsu yang ada di dalam diri-nya.
"T-Tidak... Apa yang kau lakukan...?! H-Hentikan...!" Alvin benar-benar panik, ia tidak bisa melakukan apapun karena Korrina sudah sepenuh-nya siap dan ia langsung menarik lengan-nya lalu melemparnya menuju kasur.
"Aku ingin... mengandung..."
"...anakmu lagi..."
"Tidaaakkkkkk...!!!" Teriak Alvin dan Haruka secara bersamaan.
***
Shira terbang mengelilingi semesta Yuusuatouri karena ia baru saja mendapatkan pesan dari Korrina beberapa jam yang lalu bahwa bahaya bisa saja datang kapan-pun, jadi dia memutuskan untuk memeriksa seluruh tempat yang ada di Yuusuatouri untuk memastikan kedatangan dari bahaya tersebut.
__ADS_1
Megumi dan Minami aman berada di rumah-nya sendiri yang sudah dilapisi dengan cahaya, tidak ada tanda bahaya terlihat... tetapi cahaya yang ada di dalam Shira bereaksi cukup aneh hingga terus memperingati Shira bahwa bahaya bisa saja mendekat kapan-pun... entah itu kapan.
Shinra saat ini sedang melawan pikiran-nya yang dipenuhi dengan kematian Homura, kematian Homura yang berbeda dan dilakukan oleh Shira berkali-kali, Komi bisa melihat bahwa Shinra terus melawan sihir ilusi-nya... Homura menatap Shinra yang terlihat kesakitan, ia terus memegang kepala-nya.
"Uggghhhh...!!! Arrrggghhhh...!!!" Shinra berlutut di atas tanah sambil memegang kepala-nya, ia menjerit kesakitan hingga Homura tidak bisa melakukan apapun... anak-anaknya saat ini sedang pergi juga karena mereka telah sepenuhnya terpengaruh oleh sihir ilusi milik Komi.
"Arrrgghhh...!!! Sial...!!! Hentikan...!!! Lepaskan semua penderitaan itu dari kepala-ku...!!!" Shinra menghantam wajah-nya beberapa kali di atas tanah hingga aura biru kehitaman muncul di sekitar-nya, Homura melebarkan matanya dan ia mencoba untuk menolong Shinra dengan mendekati-nya.
Hasil-nya Homura terlempar ke belakang hingga pikiran-nya langsung terkendali oleh Komi, ia berdiri tegak dan ekspresi-nya terlihat datar... Komi memerintahkan diri-nya untuk membunuh Megumi dan Homura tidak memiliki rasa keseganan apapun hingga ia terbang ke atas dan menghancurkan atap rumah tanpa memperdulikan-nya.
"Grrgghhh...!!! Aaaaahhhhhh...!!!" Shinra berubah menjadi wujud Saint Revolution-nya lalu ia perlahan-lahan melayangkan hingga melepaskan banyak sekali cahaya dan juga petir emas yang sempat menghancurkan rumah tersebut lalu mengguncangkan wilayah di sekitar-nya hingga daratan langsung retak.
Shira berhenti terbang ketika merasakan kekuatan Shinra yang meningkat, ia melirik ke arah barat karena merasakan sesuatu yang aneh di arah itu... kekuatan dan cahaya yang sangat menyengat walaupun jarak yang ia miliki dengan kekuatan yang ia rasakan itu sangat jauh, ia mulai merasa penasaran dengan kekuatan tersebut.
Shira mencoba sekuat mungkin untuk tidak menghiraukan-nya karena dia harus terus menjaga Yuusuatouri, kekuatan itu seperti-nya tidak berbahaya bagi Shira jadi ia pergi menjauh karena ia tidak mau tergoda dengan kekuatan dan cahaya hebat itu. Shinra masih terus menahan diri agar ia tidak terpengaruh dengan sesuatu yang ia lihat di depan mata-nya.
Shinra telah sepenuhnya terkendali oleh Komi, ia tidak bisa kembali... apa yang Komi kendalikan adalah dia harus menyingkirkan diri-nya yang asli, Shinra mendapatkan banyak sekali informasi tentang jati diri-nya yang asli bahkan Shira yang berasal dari dimensi palsu asli itu sendiri, tidak ada lagi yang harus ia segani karena ia akan membunuh adik-nya sendiri yaitu Shira.
Bukan hanya kematian Homura yang ia lihat tetapi Shinra melihat kedua orang tua-nya yang terbunuh oleh Shira, itu adalah salah satu kebohongan yang dibuat oleh Komi, asli-nya mereka berdua telah tiada... Shinra dipenuhi dengan amarah hingga ia terbang ke atas untuk memancing Shira dengan melepaskan banyak cahaya di dalam tubuh-nya.
"Shiraaa....!!! Tunjukan diri-mu...!!!" Seru Shinra keras hingga ia meluncurkan gelombang cahaya ke atas langit dan Shira langsung menghilang untuk mempercepat kedatangan-nya, ia muncul di depan Shinra dengan ekspresi yang terlihat penasaran.
"Ahh...!!!" Shira melebarkan matanya ketika melihat Shinra, ia sudah jelas mengenal diri-nya karena ingatan-nya tentang diri-nya yang berasal dari dunia asli telah sepenuh-nya tertera di dalam pikiran-nya.
"K-Kakak...?" Shira menatap Shinra dengan ekspresi yang terkejut, ia kehabisan kata-kata ketika mengetahui bahwa Kakak-nya sendiri bisa disebut sebagai Shira yang berasal dari dimensi palsu... kekuatan dan kemampuan yang hampir sama karena berdasarkan dari sihir cahaya itu sendiri.
__ADS_1
Melihat ekspresi-nya yang kesal seperti itu, tatapan-nya dipenuhi dengan benci ketika menatap Shira, ia baru saja ingat tentang pesan dari Haruka bahwa beberapa orang dari dimensi palsu telah dipengaruhi oleh Komi yang mengartikan Shinra sendiri sudah sepenuh-nya terpengaruh oleh Komi.
"Akhirnya... akhirnya aku bisa bertemu dengan-mu...! Adik-ku yang diam-diam sudah membunuh orang tua kita...! Kau juga bahkan membunuh Shiratori Shiro..." Shinra menatap Shira dengan tatapan yang sangat tajam, Shira hanya bisa diam sambil menatap Shinra, ia tidak bisa melakukan apapun untuk mencoba mengembalikan diri-nya.
"Aku tidak membunuh ayah dan ibu... aku juga bahkan tidak sempat berbicara dengan Shiro..." Jawab Shira.
"Tutup mulut-mu itu, dasar pembohong...! Kau sepertinya sibuk bertambah kuat ya... hidup di sebuah semesta yang dipenuhi dengan kedamaian, kau tidak pernah merasakan kesakitan dan penderitaan yang aku rasakan di dimensi palsu ini...!!!" Seru Shinra keras.
"Ck." Shira melepaskan cahaya yang ada di dalam-nya hingga tubuh-nya diselimuti dengan cahaya emas, Shinra tersenyum jahat dan ia tidak sabar untuk bertarung melawan Shira. Pertama kali mereka bertemu dan pertama kali mereka akan bertarung, Shira mencoba untuk tidak bertarung serius karena ia tidak ingin melukai kakak-nya terlalu parah.
"Kau berani-beraninya...!!! Kau ingin melawan Kakak-mu sendiri!?" Seru Shinra keras hingga ia melepaskan dorongan yang besar di sekitar-nya, "Aku lelah...!!! Kau sudah mencuri segala-nya dariku, seharusnya kau tidak lahir... pertarungan ini akan menentukan hukuman-mu karena sudah menghancurkan kehidupan-ku...!!!"
Shira melirik ke atas, "Siapapun itu...!!! Korrina... Haruka... Okaho...!!! Pindahkan kami ke sebuah tempat yang aman, tempat yang sangat sepi agar kita bisa bertarung sepuas mungkin tanpa harus mengorbankan satu jiwa...!!!" Seru Shira keras.
Okaho bisa mendengar-nya karena daritadi ia memantau pertemuan antara saudara itu, ia menggunakan sihir realita-nya untuk memindahkan Shira dan Shinra ke sebuah tempat yang sangat aman... wilayah yang dipenuhi dengan gunung besar serta lautan yang dipenuhi dengan ombak besar.
"Uggh... Sial...!!! Grrgghh...!!!" Pikiran Shinra terus saling berlawanan antara kebaikan dan keburukan, itu artinya ia masih bisa terselamatkan dari pengendalian pikiran Komi, Shira hanya harus bertarung dengan diri-nya dan membiarkan waktu berjalan.
"Sepertinya aku sudah membuat-mu menunggu lama, kak... saat ini aku akan menunjukkan kepada-mu bahwa aku tidak bersalah... akan aku beritahu semua kebenaran yang terjadi dalam kehidupan-ku, semua yang Komi beritahu kepada diri-mu... hampir semuanya dipenuhi dengan kebohongan." Shira melakukan kuda-kuda bertarung-nya.
"Heh... Kekuatan dan kemampuan seperti itu...? Jangan senang dulu, Shira... kau sudah mengalahkan Rxeonal tetapi kau belum mengalahkan beberapa musuh yang pernah aku lawan sebelum-nya."
"Terserah..."
Mereka berdua mengerahkan seluruh kekuatan dan tekanan yang ada di dalam diri mereka lalu mereka melesat menuju arah satu sama lain.
__ADS_1
"Haaaahhhhhh...!!!"