Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 235 - Perdebatan


__ADS_3

Korrina perlahan-lahan mendekati Alvin yang terlihat panik, ia sama sekali tidak bisa bergerak... kedua mata Korrina perlahan-lahan kembali menjadi semula, yang tadi-nya memiliki lambang hati sekarang berubah biasa karena bantuan dari buku Sacred yang terdapat di dalam-nya, semua efek negatif akan terhapuskan dalam beberapa detik.


"A... Apa...?" Korrina menyentuh kepala-nya lalu ia menatap Alvin, ia melebarkan mata-nya dan segera menjauh dari-nya karena ia tahu bahwa Alvin itu berasal dari dimensi palsu yang mengartikan dia bisa saja terkendali oleh Komi, "Apa mau-mu ke sini!?" Korrina mengangkat lengan kenan-nya hingga Keris-nya muncul di genggaman tangan kanan-nya.


"Kau salah paham... Aku tidak berdosa, Korrina masih belum mengendalikan diri-ku... tenang saja Korrina asli, aku hanya datang untuk memeriksa anak-anakku." Jawab Alvin dengan ekspresi yang terlihat serius, Korrina bisa mempercayai sedikit demi sedikit dan ia segera melepaskan Alvin lalu mengeluarkan-nya dari kamar-nya.


"Jangan mendekati diriku...!" Seru Korrina karena ia tidak mau tergoda dengan pria yang terlihat sama dengan suami-nya sendiri.


"Dia ini kenapa sih..." Alvin melirik ke belakang, pintu tertutup rapat dan Korrina terus mengatakan 'Keluar dan menjauh' sehingga Alvin melaksanakan perintah Korrina lalu ia berjalan pergi meninggalkan-nya dan berhadapan dengan Haruka yang berdiri tepat di depan-nya.


"Berani sekali kau menampakkan diri-mu di hadapan kami semua, Papa." Haruka menyilangkan kedua lengan-nya sambil menatap wajah Alvin yang terlihat terkejut, ia sudah mengetahui bahwa Haruka benar-benar masih hidup tetapi ia tinggal di hidup yang berbeda, Komi sebelum-nya sering memberitahu Alvin tentang itu tetapi ia masih belum mempercayai apa yang dia katakan.


"Apakah kau benar-benar, Haruka?" 


"Tentu saja... Papa, aku menyarankan diri-mu untuk menjauhi Mama mulai dari sekarang, apakah kau sudah mendapatkan banyak berita tentang diri-nya yang berkeliaran dimana-mana membunuh para dewa-dewi bahkan menghancurkan seseorang yang penting di kehidupan-nya?" Tanya Haruka dan Alvin hanya bisa diam, ia tidak bisa menerima fakta bahwa Komi benar-benar berubah menjadi seseorang yang berbeda, anak-anak Alvin mengintip dari belakang tembok.


"Aku sudah mengetahui-nya... semuanya... sejak awal, sejak dia ceroboh dalam membangkitkan Bamushigaru, hampir semua konflik itu disebabkan oleh diri-nya benar-benar sengaja melakukan-nya, kekuatan hebat yang dia miliki... aku masih tidak mengerti kenapa ia tidak mengurus semua ancaman itu secara langsung..."


"...keseimbangan yang selalu orang tua-ku katakan padaku, aku masih belum mengerti keseimbangan apa yang harus kita jaga? Aku sudah lelah dengan keseimbangan tersebut hingga aku seorang dewa hanya harus melindungi tempat tinggal-ku, tetapi sekarang Touri baru inilah yang akan menjadi tempat tinggal-ku." Alvin menatap Haruka dengan tatapan yang terlihat serius.


Okaho, Shira, dan Shinra muncul di dalam rumah... tepat pada saat situasi yang tidak mendukung, Honoka kembali mengambil alih tubuh-nya karena Okaho sudah tidak bisa menahan rasa mengantuk-nya. Shinra dan Shira menatap Alvin dan Haruka yang sedang berbicara.


"Okaho, sepertinya kau salah memindahkan kita..." Ucap Shira.


"O-O-Okaho sudah... tidak ada..." Ucap Honoka sehingga ia melarikan diri lalu masuk ke dalam kamar Korrina untuk melapor tentang Angklung itu bisa menjadi sumber kelemahan terbesar bagi Komi, Haruka tersenyum melihat mereka bertiga pulang kembali dan ia segera memeluk Alvin erat.


"Papa mulai sekarang... lebih baik mengutamakan keselamatan-mu bersama saudara-ku, mulai dari sekarang kau harus menjauh dari Komi dan melupakan diri-nya yang dulu pernah menjadi istri-mu yang sangat baik. Kekuatan dari dewi segala-nya telah mempengaruhi diri-nya dan membangkitkan hasrat balas dendam yang paling besar di dalam-nya." Ucap Haruka.


Alvin menundukkan kepala-nya, ia benar-benar tidak bisa menerima apa yang baru saja Haruka katakan, ini semua salah Haruka yang sudah melarikan diri dari dunia asal-nya itu demi berlindung di dunia ini yang jauh lebih aman dan dipenuhi dengan kedamaian. Mendengar perkataan yang keluar dari mulut-nya membuat Alvin sangat kesal hingga ia mengepalkan kedua tinju-nya.


"Kau memiliki kewajiban apa berbicara seperti itu, Haruka...? Awal-nya aku kira kau hanyalah anak biasa yang aku adopsi sejak itu, ternyata kau itu egois dan melarikan diri dari dunia asal-mu itu... karena dirimu... kau hanya mengorbankan diri agar kau memiliki alasan untuk bisa melarikan diri 'kan?" Alvin mendorong Haruka mundur hingga membuat orang di ruangan itu kaget.

__ADS_1


"Apakah cinta telah mempengaruhi otak-mu itu, Alvin? Apa yang terjadi dengan diri-mu, kau sekarang tidak mementingkan keselamatan sekitar dan dunia..." Tatap Haruka serius.


Mendengar perkataan itu membuat Alvin semakin kesal hingga ia memegang kerah baju Haruka menggunakan kedua tangan-nya, "Berani-beraninya kau berbicara seperti itu...!!! Bukan-nya kau pertama yang sudah membahayakan kita semua....!? Kemana saja kau ketika konflik yang terus berdatangan!? Kemana saja kau ketika Bamushigaru menyerang dan semua dimensi sihir muncul dimana-mana!?"


"Aku sudah mati... apakah kau melupakan-nya...? Aku mati karena melawan Zoiru, itu sudah bisa disebut sebagai takdir-ku untuk berhenti menjalani hidup di dimensi palsu itu... aku tahu takdir kadang menyakitkan tetapi takdir juga bisa membawakan kebahagian untuk kita semua..." Haruka memegang tangan Alvin.


"Kebahagian darimana!? Memang-nya sekarang kau sudah bahagia ketika Korrina menyerang...!? Apakah kau sudah bahagia melihat adik-adikmu dan orang-orang yang dekat denganmu di dunia palsu itu mati dan menghilang begitu saja!?"


"Lepaskan..."


"Apakah itu ucapan terima kasih-mu karena aku sudah mengadopsi-mu!?"


"Lepaskan!"


"Tidak! Aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan dan rencanakan!"


"Aku sudah tidak bisa membantu apapun lagi...!!! Takdir adalah takdir! Masa depan adalah masa depan...!!! Kau tidak bisa mengubah-nya dengan cara lembut, kau hanya harus terus berusaha mati-matian agar bisa mengubahnya...!!!" Haruka menghantam tangan Alvin hingga ia melepaskan kerah baju-nya.


"Apa yang harus aku lakukan, beritahu aku, Alvin!!! Apa yang harus aku lakukan...!?"


"Gunakan-lah waktu-mu itu...!!! Kembalikan-lah semua waktu yang sudah terlewati, memulai-nya kembali dari nol... menggunakan sihir waktu-mu yang sangat hebat itu!" Ucap Alvin sambil mendorong Haruka beberapa kali.


"Jika aku bisa melakukan ituu... jika aku diijinkan untuk melakukan-nya maka aku sudah mencoba-nya sejak pertama kali aku lahir pada masa kuno!!!" Haruka mendorong Alvin balik, "Kenapa kau masih tidak sadar dengan istri bodoh itu yang sudah menghancurkan segala!? Apakah kau tidak sadar bahwa konflik dan ancaman muncul karena dirinya!?"


Alvin menunjukkan ekspresi yang kesal dan ia merapatkan gigi-nya, ia segera menarik rambut Haruka beberapa kali, "Tutup mulut-mu, anak haram!!!" Alvin hampir saja melukai Haruka tetapi Shira dan Shinra datang untuk menghentikan Alvin dan membawa-nya jauh dari hadapan Haruka.


"Aku tidak bisa menerima-nya...!!! Ucapan-nya itu penuh dengan omong kosong...!!! Sudah jelas dia merencanakan sesuatu yang belum kita ketahui, dia itu bisa saja diam-diam  menjadi seseorang yang akan membunuh kita suatu saat nanti...!!! Dia adalah kegelapan yang menyamar menjadi cahaya...!!!" Seru Alvin keras hingga air mata keluar dari kedua mata-nya karena ia tidak menerima perubahan Komi.


"Kau tidak mengerti... kau tidak akan pernah mengerti kenapa aku memutuskan untuk menjadi keluarga kalian di dunia itu... aku melarikan diri dari keluarga asli-ku karena aku bisa saja terbunuh oleh mereka... jika aku tidak melarikan diri dan tidak menciptakan kedua dimensi yang berbeda maka tidak akan ada lagi Touri yang bisa bertahan lama..." Haruka berlutut dan ia merasa sangat bersalah.


"Jika aku tidak melakukan apapun maka... tamatlah riwayat-ku bersama orang-orang yang aku cintai dan percayai...!!! Zangetsu, cucu dari seorang dewa yang menciptakan segala-nya Zangges akan membunuh-ku dan menghancurkan diri-ku hingga tidak akan ada lagi istilah waktu untuk Touri dan kedua inti semesta lain-nya...!"

__ADS_1


"Aku hanya akan hancur menjadi kepingan kecil dan menghilang... diri-ku menghilang maka tamatlah riwayat kehidupan dunia ini... tidak ada lagi yang nama-nya waktu!"


Shira menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat bingung, "Tidak ada lagi yang nama-nya waktu...?"


"Kekuatan-ku sangat terbatas karena aku harus membagi kekuatan waktu-ku dengan sekitar-ku termasuk dengan dunia serta dimensi yang ada... aku tidak dapat menggunakan kekuatan-ku secara keseluruhan dan sempurna, aku tidak berani untuk mengorbankan apapun... semua waktu yang berjalan ini... itu semua berasal dari-ku sebagai inti waktu-nya..." Ucap Haruka pelan.


"Aku sudah menjaga-mu...!!! Kenapa kau melarikan diri...!!!" Seru Alvin keras.


"Aku tidak bisa bertahan terlalu lama berada di sekitar kalian semua... aku sudah memiliki tugas penting-ku sendiri! Tugas yang harus dilaksanakan secara wajib, sekali aku melalaikan tugas itu maka semua-nya akan berakhir...! Aku tidak memiliki masa depan... Aku hanya sebuah wadah!!!" Seru Haruka keras hingga ia mulai menangis.


"Kau adalah kau!!! Apapun itu...!!! Kau adalah anak kami, kau adalah Haruka Ghifari... atau Haruka Comi!!!" 


"Aku bukan mereka...!!! Aku bukan lagi gadis kecil yang kau kenali seperti dulu...!!! Awal-nya kau berpikir aku hanya seorang gadis Legenda gelandangan yang menderita tetapi semua yang kau pikirkan itu benar...!!! Aku menderita dengan sekitar-ku sendiri...!!! Aku menderita menjadi wadah untuk waktu...!!!" Teriak Haruka keras, apa yang Haruka bicarakan bisa terdengar jelas oleh Korrina dan Honoka yang berada di dalam kamar.


"Memang-nya Haruka Ghifari itu siapa!? Aku selalu ingin tahu siapa nama orang itu sebenarnya...!? Aku hanya Haruka...!!! Nama-ku hanyalah Haruka...!!! Semua orang memanggil-ku dan menganggap-ku Haruka Ghifari... tapi aku tidak memiliki petunjuk siapa dia itu!?" Haruka berbicara seperti itu karena dia sudah dipenuhi dengan kesedihan dan kelelahan di dalam diri-nya.


"Terus...!? Aku ini apa!?" Tanya Alvin, "Jika kau berbicara seperti itu... apa yang harus aku lakukan dengan Korrina!?"


"Apa yang kau maksud dengan lakukan dengan Komi itu!? Apakah kau tidak sadar bahwa dia bukan lagi Korrina yang kita kenal...!? Aku sudah memberitahu-mu dan memperingati-mu untuk tidak lagi mendekati dirinya...!!!"


"Awal-nya kalian berdua melupakan keberadaan-ku...!!! Saking banyak-nya kalian memiliki anak semakin kalian memiliki perasaan lupa dan tidak peduli kepada anak-anakmu yang lebih tua termasuk diri-ku seorang anak adopsi...!" Seru Haruka.


"Aku tidak melupakan kalian semua...!!! Kalian hanya tidak sabar untuk menunggu-ku memberi kalian semua perhatian dan kasih sayang lebih...!!!" Alvin melepaskan dorongan besar di sekitar-nya hingga Shira dan Shinra terjatuh lalu ia bergerak menuju arah Haruka dan mendorong-nya sehingga ia terjatuh.


Alvin melayangkan beberapa pukulan ke arah Haruka, tetapi Haruka menahan semua serangan itu yang terdapat perasaan sedih di dalam diri-nya, "Aku terlambat... aku benar-benar terlambat dalam segala hal, sama seperti-mu... tidak ada yang mau percaya dengan-ku yang sudah berusaha keras...!"


"Kenapa kau bisa... membiarkan itu terjadi... ini tidak adil...!" Biarkan aku mengulang-nya kembali... biarkan aku mengubah apapun yang terjadi pada masa itu, tetapi aku... aku tidak bisa melakukan-nya... sesuatu yang terlambat tidak akan bisa kembali... hanya penyesalan saja yang muncul..." Alvin berhenti menyerang Haruka yang terlihat kaget, setelah itu ia bangun dan melarikan diri.


"Alvin...!" Panggil Shira, ia segera mengejar-nya.


"... ..." Haruka bangkit lalu ia menundukkan kepala-nya, "Sial..."

__ADS_1


"...maafkan aku..."


__ADS_2