Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 843 - Menyusup Masuk ke dalam Rapat


__ADS_3

Shira menghampiri perpustakaan di ruangan bawah tanah dimana ia melihat lampu masih menyala begitu terang, tepat pada pukul tiga pagi Shinobu masih bangun dan kemungkinan dia tidak tidur karena sedang merancang sesuatu.


Shira sudah tidur lebih awal, ia mengingat bahwa Shinobu ingin keluar sebentar untuk membeli susu agar bisa tidur dengan nyenyak.


Namun, sampai sekarang dia masih terbangun sehingga ia memasang tatapan serius ketika melihat Shinobu masih duduk di kursi belajarnya selagi menulis dan merapikan catatannya.


"Shinobu." Panggil Shira.


"Mm?" Shinobu menoleh ke belakang lalu memasang tatapan kaget ketika melihat jam dinding di atas pintu itu menunjukkan pukul tiga malam.


"Anu... ini..."


Shira melihat mejanya tidak memiliki bekas camilan atau cangkir yang belum ia simpan dalam mesin cuci pirang bahkan ia tadi sempat melihat sampah tidak terisi oleh apapun.


"Kamu tidak jadi beli susu...?" Tanya Shira.


"Mm... begitulah, semuanya tutup ketika aku mencarinya." Kata Shinobu dengan tatapan yang terlihat sedih sampai ia kembali bekerja tetapi Shira mulai berdiri di sebelahnya.


"Kenapa bisa tutup? Bukannya masih pukul tujuh malam sejak itu?"


"Yah, mungkin mereka tidak mau monster masuk ke dalam toko mereka, ahahaha..." Shinobu terkekeh pelan sampai Shira mulai mengelus kepala cucunya yang sulit tidur nyenyak tanpa secangkir susu.


"Seorang Legenda juga membutuhkan istirahat dan tidur dalam waktu yang cukup, Shinobu. Apakah kamu masih bermimpi buruk?"


"Mm... Koneko hanya mimpi kesepian lagi kok." Kata Shinobu sampai ia berhenti menulis seketika karena hatinya mulai terasa berat dengan perasaan sedihnya.


"Jika kamu tidak bisa tidur maka Kakek mungkin bisa menemani dirimu dengan tidur bersamamu." Kata Shira sampai Shinobu langsung menyentuh kedua jarinya bersamaan dengan ekspresi malu.


"Kakek..." Shinobu memeluk Shira erat sampai menangis karena mimpi yang ia lihat cukup menyedihkan termasuk dengan semua orang yang tidak mau berinteraksi dengan dirinya.


"Mereka memang sudah dibutakan oleh cahaya harapan itu... tenang saja, aku yakin kamu dapat mengubah apapun yang kau inginkan ketika waktunya tiba."


***


"Apakah kita perlu mengenakan pakaian aneh ini...?" Tanya Koizumi selagi menatap dirinya sendiri di hadapan cermin, ia mengenakan pakaian berwarna hijau yang hampir terlihat seperti seorang musisi.


"Nyaman sekali~ rasanya aku sudah menjadi seorang idol yang menembak hati para pria dan gadis sekalian!" Seru Hinoka selagi menunjuk merek semua seperti memperagakan menembak busur dengan panah hati.


"Untungnya aku bisa melepas pakaian ini ketika menjalankan rencana selanjutnya..." Kata Ako selagi membenarkan bulu yang berada di atas topinya itu.


"Kenapa banyak sekali bulu ayam...? Selera desainmu lumayan aneh dan unik bagi dirimu sendiri, Anastasia." Kata Konomi sampai ia melihat Shinobu terlihat begitu imut dan kecil mengenakannya.


"Koneko... Koneko terlihat seperti anak kecil." Shinobu memasang tatapan kaget ketika melihat pakaian itu hanya membuat dirinya terlihat seperti seorang gadis kecil yang akan dibawa menuju tempat bermain.


"Jangan seperti itu, Koneko~ kamu terlihat begitu imut kok, lagi pula kita hanya sementara mengenakan pakaian seperti ini." Kata Anastasia yang sedang mempersiapkan beberapa sapu terbang.


"Rasanya ketat di sini..." Kata Koizumi selagi menatap dadanya sendiri sampai Hinoka memasang tatapan kesal seketika karena ia mengatakan seperti itu hanya untuk menyombongkan dua buahnya.


"Berani-beraninya kau mengatakan hal seperti itu, Koizumi! Aku tahu bahwa kau sengaja menyombongkan dadamu itu kepadaku yang masih belum melampaui ya!?"


"Hah? Apa maksudmu... faktanya di bagian dada memang ketat." Ucap Koizumi dengan tatapan serius sampai Hinoka mulai mendekat lalu memasang tatapan kesal seketika.


Hinoka bertambah semakin geram karena Koizumi terlihat sengaja menyombongkan dadanya itu, tanpa basa-basi ia langsung menampar dada Koizumi sampai bajunya robek seketika.

__ADS_1


"Hyahh! Apa yang kau lakukan, dasar bodoh!?" Teriak Koizumi yang mulai menutup kedua dadanya menggunakan lengannya karena tamparan tadi sudah cukup untuk merobek kain yang menutup dadanya.


"Ternyata besar juga ya---" Koizumi menghentikan waktu lalu menurunkan celana Hinoka hanya untuk menampar pantatnya ratusan kali sampai waktu kembali berjalan hingga menyebabkan dirinya terdorong ke depan.


"Aahhhhh...! Sakiitttt...!!!" Teriak Hinoka yang merasa kesakitan, pantatnya juga terlihat begitu merah sampah memiliki bekas tapak tangan Koizumi yang menamparnya menggunakan Lenergy.


Konomi dan Ako memasang tatapan datar karena pertarungan antar kedua sepupu yang mempermasalahkan dada dan pantat di mulai sedangkan Shinobu hanya melihat selagi memegang bibirnya dengan jarinya seperti penasaran.


"Ahahaha... sudah-sudah, biarkan aku memperbaiki pakaianmu Koizumi." Anastasia mendekati Koizumi lalu ia mengeluarkan suara merdu sampai baju yang ia kenakan terasa seperti memiliki ruangan baru untuk kedua dadanya.


"Sakit sekali... sakit... pantatku yang begitu mulus dan besar... sakit..." Kata Hinoka selagi mengusap pantatnya, Konomi mulai menarik celananya untuk menutup pantatnya yang terlihat jelas.


"Dasar sapi, pantatmu terlalu membentuk mengenakan celana seperti itu." Kata Koizumi selagi menyilangkan kedua lengannya.


"Tidak apa, justru aku dapat menyombongkan hal tersebut kepada mereka semua bahwa aku akan menjadi idol yang paling dicintai karena kecantikan dan tentunya kesempurnaan terhadap tubuhnya."


Hinoka kembali bersikap semangat selagi menarik sampai Koizumi menyentil keningnya lagi, "Fokus dengan tujuan utama kita, jangan sampai kau gagal."


"Jika kau gagal maka akan aku sodok kau dengan tongkat panjang!" Ancam Koizumi dengan tatapan mengerikan.


"Hyaaahhh... jangan sodok aku...! Aku masih ingin menyimpan keperawa---" Koizumi menyentil kening Hinoka lagi kali ini menggunakan tenaga.


"Awww...!"


"Sudah cukup!"


Setelah mempersiapkan semuanya, Anastasia mulai menyarankan mereka pergi bersama dirinya dengan menaiki sapu terbang yang sudah ia sediakan, sebelum itu mengajarkan cara terbang menggunakan sapu agar tidak terjatuh dalam perjalanan.


Tidak menghabiskan waktu yang cukup lama, mereka langsung pergi menuju planet Lemia dengan menaiki sapu terbang itu, rasanya cukup menyenangkan dibandingkan terbang biasa karena wajah mereka terus menerima embusan angin yang sejuk.


""Baiklah!""


Mereka semua mempercepat penerbangan sapu itu sampai melihat Anastasia mulai memimpin dari depan karena ia tahu dimana tempat rapat itu akan dimulai, mereka hanya bisa mengikuti sampai tiba di tempat itu sendiri.


Anastasia bersama kelima gadis pemberontak itu sudah memasuki atmosfer dari planet Lemia sampai melihat sebuah pulau yang besar dikeliling dengan pulau-pulau kecil dengan penjaga yang sudah mempersiapkan banyak serangan untuk penyusup.


Mereka juga bisa melihat perbatasan negara di bagian timur dan barat, sepertinya tempat rapat itu diadakan tepat di tengah planet itu sendiri atau mungkin dari tengah setiap negara yang ada karena satu negara saja sudah cukup besar.


Anastasia mendarat di belakang tempat rapat yang terlihat seperti bentuk kerajaan lalu para penjaga menyambut dirinya dengan menundukkan kepala lalu menyebut nama kepercayaannya.


"Selamat datang, nona. Sudah lama sekali Anda tidak datang dengan musik yang selalu Anda mainkan serta nyanyikan." Kata penjaga itu.


"Saya yakin para dewa elemen akan menyukai musik yang engkau mainkan, semoga saja Anda sudah mempersiapkan musik baru dalam rapat besar ini."


"Tentu saja, aku bahkan membawa murid-muridku untuk memainkan musik bersama denganku agar rasanya lebih meriah serta menenangkan untuk kalian memulai rapat."


Anastasia memperlihatkan kelima murid itu kepada kedua penjaga sampai mereka langsung menundukkan kepalanya lalu menyambut mereka dengan senang hati karena sudah mau datang serta membantu.


"Apakah kalian murid lulusan sihir musik dari nona Anastasia? Cukup hebat ya, aku ingin kalian memainkan satu musik saja untuk kami sebagai persiapan." Kata penjaga itu.


Sebagian dari mereka terlihat panik karena tidak bisa memainkan atau menyanyikan sebuah lagu yang merdu, Shinobu mulai mengangkat lengannya karena ia bersedia untuk melakukannya.


Shinobu mulai memainkan musik yang merdu melalui biolanya sampai menyentuh hati kedua penjaga itu serta mencuci otak mereka agar tidak mencurigai kelima murid itu.

__ADS_1


Kedua teman dan sepupunya terlihat kaget ketika melihat Shinobu memainkan biola itu seperti seorang profesional, Anastasia juga sama kagetnya karena ia kira rencana sudah gagal ketika kedua penjaga itu ingin mendengar musik yang mereka mainkan.


"Nadanya begitu pas... rasanya cinta memang tidak berasal dari pandangan pertama atau perasaan melainkan musik juga dapat menarik cinta."


"Kalau begitu kami juga ingin mendengar musik dari kalian." Kata penjaga yang mulai menatap keempat pemberontak itu kecuali Shinobu.


Mereka memasang tatapan yang terlihat kaget awalnya tetapi Shinobu sempat memperingati mereka sejak awal untuk tetap bersikap biasa saja dan tenang atau mereka bisa saja tertangkap basah sebagai penyusup yang menyamar.


"Ayo, menyanyi dan memainkan musik." Kata Shinobu dengan tatapan polosnya sampai mereka langsung mempercayai perkataan itu.


Ketika mereka mencoba untuk menyanyikan musik serta memainkan alatnya, mereka dikejutkan dengan suara yang keluar dengan baik, rasanya mereka seperti memiliki bakat untuk memainkan musik hampir sama seperti seorang profesional.


"Wahhh~ benar-benar enak untuk di dengar, ternyata kalian memang murid pilihan nona Anastasia ya." Penjaga itu bersama temannya langsung bertepuk tangan.


"Anda memilih murid yang benar ya, nona."


"Ehh...? Ya begitulah, mereka adalah muridku yang imut dan tentunya mahir dalam memainkan berbagai macam lagu." Kata Anastasia yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini.


Setelah itu para penjaga membiarkan mereka semua untuk masuk sampai banyak sekali ras yang berbeda di dalam kerajaan itu sedang menikmati makanan yang sudah di sediakan, hampir seperti pesta saja.


"Nobu, kenapa tadi kami bisa menyanyikan sebuah lagu?" Tanya Ako yang terlihat penasaran.


"Koneko menggunakan The Mind untuk memasukkan bakat menyanyi dan memainkan alat musik Kak Anastasia kepada kita semua." Kata Shinobu.


Mereka semua memasang tatapan kaget lalu terkesan dengan Shinobu yang dapat melakukan hal seperti itu, dirinya bisa memindahkan bakat siapa pun hanya dengan menggunakan The Mind.


"Kita sudah menyelesaikan tahap awal... tahap kedua pasti kalian sudah tahu bukan?" Tanya Shinobu sampai Anastasia dan Hinoka mengangguk lalu berjalan maju menuju pesta kecil itu.


Shinobu membuka sebuah peta kecil untuk mencari ruang tunggu para kandidat, Marina dan Daria sepertinya berada di ruangan yang tidak jauh dengan mereka.


Mereka langsung bergerak maju menuju arah selatan karena Shinobu yang berhasil menemukan ruangan itu dimana, ia berhenti tepat di hadapan pintu emas yang begitu mewah.


"Baiklah... kita sudah sampai." Shinobu mengetuk pintu itu lalu Koizumi sudah bersiap di depan pintu untuk menjatuhkan mereka semua sampai pingsan.


"Siapa ya?" Daria membuka pintu, Koizumi menghantam wajahnya sekeras mungkin lalu ia menghentikan waktu untuk menyerang Marina yang sedang mengelus kucingnya.


Satu hantaman di bagian tengkuk sudah cukup untuk membuat dirinya pingsan, waktu kembali berjalan dan mereka langsung terjatuh sehingga Ako dan Konomi membawanya ke tempat yang aman lalu membekukannya.


"Nya... Nya..." Shinobu mulai berinteraksi dengan kucing Marina sampai ia mulai melarikan diri melewati jendela lalu pergi karena tidak tahan dengan majikannya.


"Kamu tadi bilang apa kepada kucing itu, Shinobu?" Tanya Konomi.


"Tidak banyak, aku membiarkan dirinya pergi karena si kucing menginginkan ikan dibandingkan Whiskas yang selalu gadis itu berikan."


"Baiklah, Konomi... Kak Koizumi... kenakan pakaian yang mereka gunakan."


""Hehhhh!? Kenapa!?"" Tanya Konomi dan Koizumi yang terlihat kaget karena pakaian yang dikenakan oleh kedua gadis itu sangat terbuka bahkan hampir sama seperti putri duyung karena menunjukkan paha dan dada.


"Koneko memiliki cara alternatif lainnya..." Shinobu mengeluarkan daun emas.


"...pakai saja dulu pakaian itu."


"Ini..."

__ADS_1


"...sangat terbuka sekali..."


"...hampir terlihat seperti mengenakan pakaian dalam."


__ADS_2