
"... ..." Seorang Elf berkulit coklat memantau kesayangan lima pemberontak itu yang masuk ke dalam gua berisi penemuan Yuffie.
Dia datang tidak sendirian, mereka semua bertujuan untuk mengetahui apa isi di balik gua itu dengan melepaskan semut yang sudah di pasang kamera kecil, semua pasukan semut itu masuk ke dalam untuk memeriksa.
"Aku harap penyihir itu benar... jika konsep sihir akan dihapuskan maka kemungkinan kehancuran dan kekacauan besar akan terjadi, kita hanya perlu bertahan dengan menerima banyak penemuan Yuffie."
***
"Ini Koizumi, bagaimana jika kau mencoba simulasi pukulan yang dapat mengukur kekuatanmu itu...? Mesin ini tidak akan pernah bisa hancur dengan kekuatan sebesar apapun."
"Tetapi, jika kamu berhasil menghancurkannya maka aku akan menciptakan sesuatu yang baru~" Kata Yuffie yang mulai mendekati mesin samsak tinju itu kepada Koizumi yang mulai mengepalkan tinju kanannya.
"Alat yang bagus... cocok sekali untuk melampiaskan rasa benci dan amarah yang aku simpan kepada para Dewa." Koizumi mendekati mesin itu selagi mengepalkan tinju kanannya yang akan ia lepaskan ke arah samsak itu.
"Bersiaplah..." Koizumi melancarkan satu pukulan keras yang berhasil menggetarkan mesin itu, samsak tersebut menyerap kekuatan dari pukulan tadi agar tidak lepas kendali.
"Hohhh... kamu ternyata kuat sekali ya, Koizumi. Kekuatan murnimu bahkan melebihi batasan dari kekuatan seorang gadis, hebat-hebat~" Yuffie mulai bertepuk tangan.
"Hinoka, apakah kamu pernah membayangkan apa yang terjadi jika Koizumi melepaskan pukulan seperti itu kepada kepalamu?" Tanya Konomi kepada Hinoka yang langsung memasang tatapan panik.
"Sudah pasti kepalaku akan hancur... pukulan seperti itu sangat cocok kepada pria yang sudah menyakiti hatimu, ya 'kan?"
"Tidak, pukulan tadi cocok sekali untuk dirimu yang sudah melampaui batas dari kewarasan dan kemesuman itu, di saat itulah pukulan dari tinju tersebut akan mengenai kepalamu."
"Hiiii... seram sekali..." Hinoka merinding ketika mendengarnya, ia melihat Yuffie tertawa lalu mengubah mesin itu menjadi kotak kecil agar Koizumi bisa membawanya dimana saja untuk dijadikan sebagai pelampiasan pukulannya.
"Simpan saja, Koizumi. Kamu bisa melihat pengukuran dari kekuatan murni yang kau lepaskan kepada samsak itu... aku sudah menjamin pengukuran itu akurat."
"Pukulannya tadi sudah cukup untuk mengacaukan satu alam semesta, jika kamu mau meningkatkannya lebih tinggi lagi maka satu pukulan tadi sudah cukup untuk memusnahkan satu alam semesta."
Mereka semua terlihat kaget kecuali Koizumi yang tidak begitu tertarik soal itu, "Kehancuran alam semesta tidak akan mengubah keinginanku... pukulan yang aku lepaskan tadi masih belum cukup untuk membuat seseorang menderita."
"Tetapi, terima kasih, Yuffie. Aku akan menjadikannya sebagai alat pelampiasan ketika datang bulan." Koizumi terkekeh, ia menyimpan mesin yang berbentuk kotak itu di dalam sakunya.
"Ini, Hinoka." Yuffie memberikan sebuah lipatan yang dapat terbuka menjadi ****** *****, Hinoka langsung tersenyum dan mengedipkan mata kanannya karena ini yang ia butuhkan untuk bisa tidur nyenyak.
"Tidak perlu berterima kasih, masa pubertas memang sulit untuk menahan hasrat itu ya..." Yuffie terkekeh sehingga punggungnya menerima beberapa tepukan dari Hinoka yang merasa senang.
"Konomi, kamu menyukai ramuan 'kan... aku sudah menyiapkan semua alatnya yang dapat mempermudah dirimu untuk menciptakan lebih banyak ramuan." Yuffie memberikan mesin berbentuk kotak kecil yang dapat diperbesar dengan tekanan tombol.
"Terima kasih, ini sangat bermanfaat sekali untuk diriku gunakan nanti..." Konomi menerimanya dengan sebuah senyuman yang ia tunjukkan.
"Ako, kamu suka memanah... ini, terimalah." Yuffie mengambil sebuah panah panjang yang dapat memperbesar dan mengecil, Ako menerimanya dengan tatapan kaget karena panah itu terlihat begitu canggih.
__ADS_1
"Panah ini tidak memerlukan sihir untuk kamu lepaskan, akan sangat berguna jika kamu ingin melepaskan panah besar ke arah musuh yang sangat besar bukan?"
"Benar... aku akan terima ini, terima kasih." Ako menundukkan kepalanya lalu ia mengambil panah tersebut.
Koizumi terus memperhatikan Shinobu yang sedang mengusap-usap pakaian barunya, melihat dirinya memiliki penampilan baru sekarang memberikan dirinya hasrat besar untuk melakukan latih tanding dengan dirinya.
"Shinobu Koneko."
"Mm?" Shinobu menatap Koizumi dengan tatapan polos.
"Kita sekarang berada di umur yang memulai tahap baru yaitu kedewasaan... kamu masih berumur 16 tahun sedangkan aku 17 tahun..."
"...tidak lama lagi aku akan menginjak 18 tahun, mari kita akhiri tahun ini dengan sebuah pemanasan besar dimana kau dan aku melakukan latih tanding setiap tahunnya untuk memperlihatkan kemampuan kita masing-masing!"
Ketika Koizumi menantang dirinya dalam latih tanding, Shinobu langsung menunjukkan senyuman serius karena ia bisa mencoba pakaian yang ia kenakan saat ini untuk bertarung.
"Menarik~ Koneko menerimanya...!" Shinobu memunculkan aura emasnya sedangkan Koizumi memunculkan aura Crimson sehingga menyebabkan dorongan dan tekanan di dalam gua itu.
"Tunggu dulu...! Jangan bertarung di sini, aku sudah menyediakan ruangan yang cocok untuk kalian ras bar-bar bertarung sepuasnya!" Yuffie berhasil menghentikan mereka semua.
Ketika ia mencoba untuk mengajak mereka pergi menuju sebuah ruangan latihan, Shinobu menerima panggilannya yang segera ia jawab dengan mengambil kacamata itu lalu menekannya.
"Panggilan lain...? Shinobu, aku ikut senang untukmu yang sudah memiliki banyak kenalan." Koizumi tersenyum melihat Shinobu terlihat begitu sibuk sampai menerima banyak panggilan.
"Ahahaha... maaf ya... Koneko sempat meminta bantuan ke beberapa orang yang sudah aku kenal, mungkin panggilan ini berasal dari Xuusuatouri dimana semua Mecha Neko yang aku punya telah ditingkatkan."
"Koko mau datang...?" Tanya seorang malaikat yang bernama Yuri, Koizumi memasang tatapan kaget karena mengingat dirinya adalah sepupunya juga karena Yuri sendiri adalah putri dari Akina.
"Koko?" Ako memasang tatapan bingung.
"Panggilanku juga, hahaha... Koneko... bagian 'ne' di hilangkan." Jawab Koneko.
"Baiklah, aku akan pergi ke sana secepatnya." Shinobu mengangguk lalu ia menatap mereka semua yang tentunya ingin ikut.
"Terdengar menarik, berkaitan soal robot atau Mecha-Neko yang diserahkan kepada Malaikat... aku ingin lihat peningkatannya seperti apa saja." Kata Yuffie.
"Baiklah, ayo---"
Yuffie mengeluarkan sebuah kapsul yang ia lempar ke depan sampai membuka lebar sebuah portal yang dapat membawa mereka langsung menuju tujuan yaitu lokasi Yuri yang sedang melakukan sentuhan terakhir kepada Mecha Neko.
"Kak Yuffie memang hebat kalau soal penemuan ya... sebuah kapsul yang mengandung sihir portal serba instan ya." Ucap Shinobu yang terlihat kagum dengan penemuannya.
"Umu, sekarang kita akan pergi menuju Xuusuatouri...!" Yuffie melompat masuk ke dalam portal itu bersama kelima pemberontak itu.
__ADS_1
Perasaan yang mereka rasakan seperti mengalami lompatan waktu yang begitu cepat, portal itu terbuka di atas laboratorium dimana Yuri sedang bekerja, mereka langsung mendarat di atas langit.
Pandangan mereka semua disambut dengan banyak sekali Mecha Neko yang terlihat mengilat dan baru sekali, "Yuri kerja bagus... aku tahu Koneko bisa mempercayai dirimu dalam pekerjaan seperti ini."
"Tidak banyak kok, lagi pula semua ini Yuri lakukan agar Koko dapat memasukkan berbagai macam sistem dan senjata ke dalam Mecha Neko untuk membuatnya semakin kuat dalam medan tempur."
"Wah... seperti model baru... sungguh pembaruan dan peningkatan yang begitu hebat!" Yuffie melihat Mecha Neko di hadapannya meniru pergerakan yang ia lakukan saat ini.
"Seperti yang Koko lihat... Yuri sudah memasukkan pembaruan dimana semua Mecha Neko dapat mengikuti pergerakan musuh, mengetahui gaya bertarung mereka, sampai melawan balik dengan sesuatu yang lebih kuat."
"Hebat-hebat...! Whoa...!" Shinobu memasang tatapan terbinar-binar melihat semua Mecha Neko itu meniru pergerakan Shinobu lebih akurat sampai menunjukkan perilaku kucing.
Ketika Shinobu menggerakkan ekornya lebih cepat, semua Mecha Neko itu juga melakukan hal yang sama, "Mereka juga dapat dijadikan sebagai zirah teknologi untuk dirimu, Shinobu."
Shinobu melompat menuju arah Mecha Neko di depannya sampai tubuhnya langsung menerima pelindung dari zirah teknologi yang sudah dipenuhi dengan senjata.
"Whoaaaa~ semua senjata ini murni canggih sekali, apa yang terjadi jika di campur dengan sihir cahaya dan Crimson... aku yakin semua ini cukup untuk melindungi beberapa orang lemah."
"Mecha Neko juga dapat berubah menjadi kendaraan yang Koko inginkan, yang lebih mengerikan lagi adalah mereka dapat berubah menjadi Mecha Beast." Yuri menunjukkan sebuah rekaman kepada mereka.
Mereka semua memasang tatapan yang terlihat kagum ketika melihat sebuah robot yang mirip Shinobu langsung berubah menjadi Mecha Beast yang mirip sekali dengan wujud Beast Neko Legenda milik Shinobu, yang membedakannya adalah senjata api dan senapan di tubuh itu.
"Mm, bagus sekali... sekarang Koneko akan menyelesaikan semuanya, dengan melakukan sentuhan terakhir agar teknologi Malaikat yang bernama 'Chip' tidak merusak dan mengambil alih."
Shinobu meminta Cyber untuk memasukkan perintah kepada semua Mecha Neko itu untuk segera pulang dan kembali menuju markas mereka yaitu ruangan bawah tanah milik Shinobu.
"Terima kasih, Yuri... aku tidak bisa mencapai proses sejauh ini tanpa bantuan dirimu, semua pasukan Mecha Neko dapat aku gunakan dengan kepositifannya masing-masing." Shinobu memeluk Yuri erat.
"Yuri juga berterima kasih karena sudah mau mengajarkan Yuri berbagai macam hal tentang teknologi dan sistem, Yuri mencintai Koko." Yuri memberikan Shinobu sebuah kecupan di pipi.
"Hehehe..."
Yang lainnya terlalu sibuk melihat mesin dan teknologi yang terlihat begitu rumit sampai semua bentuk itu membuat mereka bertanya-tanya, "Rumit sekali ya teknologi yang dipunyai Malaikat..."
"Benar..."
"Aku hanya bersyukur bahwa tanteku tidak di sini..."
***
"Sebenar lagi..."
"...kekacauan akan muncul, deklarasi perang yang disebabkan oleh Manusia aliansi Extinction Order akan dimulai dengan membasmi bangsa yang menguasai sihir."
__ADS_1
"Ini adalah... sejarah baru untuk segala dunia, masa, dan dimensi ketika mengetahui konsep sihir..."
"...telah musnah!"